د خپرونې معلومات

I'm a Pet At Dali Temple E08
د لخوا تبصره marimar

تګونه

other
په خپور شو: 2019-05-04
ډاونلوډونه: 25
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

untukmu dan Xuan Yu, aku doakan,

'sampai maut memisahkan'

'segera mendapat momongan'

dua dalam setahun.

Akhir-akhir ini perilakumu benar-benar buruk.

Pelayanmu, Min Er, ditemukan tewas pagi ini di sebuah gang di timur kota.

Apa kamu pernah melihat boneka berwajah giok?

Batu lima warna.

Nona,

sepertinya kamu sudah bertemu putriku, Xiao Bao?

Katamu, ini putrimu?

I'm a Pet at Dali Temple

~ Episode 8 ~

Sungguh menyenangkan tinggal di sini,

apapun yang kamu mau, ada.

Turun.

Turun.

Lepas.

Lepaskan aku.

Cepat turun.

Apa yang kamu lakukan?

Seharusnya aku yang tanya apa yang kamu lakukan?

Seorang kasim muda sepertimu, apa yang ada di pikiranmu?

Kenapa kamu menyelamatkanku?

Sudah lama aku memikirkannya,

sehingga akhirnya aku memiliki keberanian melakukannya.

Aku tanya kenapa kamu melakukannya.

Kamu masih muda, kenapa kamu ingin bunuh diri?

Pengacau.

Ya sudah, sana pergi mati.

Aku tidak peduli padamu.

Kamu serius mau bunuh diri?

Apa kamu pernah berpikir,

jika kamu mati seperti itu,

orang tuamu akan sangat terluka.

Dengarkan aku.

Jujur, bukannya aku tidak mengerti perasaanmu.

Hidup di dunia ini memang tidak mudah.

Terlebih lagi di istana.

Terpisah dari orang yang kamu sayangi dan tidak memiliki kebebasan.

Kamu...

siapa kamu?

Namaku Ru Xiao Lan.

Petugas medis di Kuil Dali.

Dan kamu?

Namaku...

Yu Jing Ji.

Kakekku pernah berkata,

bunuh diri sama dengan mengambil nyawamu sendiri.

Dua-duanya adalah perbuatan dosa.

Apa kamu tidak dengar dengan jelas?

Namaku,

Yu Jing Ji.

Ya, aku dengar.

Yu Jing Ji.

Apa ada sesuatu dengan namamu ini?

Tidak.

Cepat cari!

Apa kamu melakukan pelanggaran atau yang lainnya?

Kenapa mereka mencarimu?

Tapi jangan takut.

Aku akan bicara dengan mereka.

Siapa kamu?

Apa yang kamu lakukan di sini?

Hei kakak, kalian...

Ada apa ini?

Sangat tidak sopan!

Pangera Muda, siapa dia?

Temanku.

Kau ternyata...

adalah seorang Pangeran Muda?

Ru Xiao Lan memberi salam, Pangeran Muda.

Tidak perlu.

Tentang itu,

yang terjadi hari ini,

aku harap kamu tidak akan membiarkan orang lain mengetahuinya.

Baik.

Aku mengerti.

Tapi aku sangat penasaran.

Kamu adalah seorang Pangeran Muda.

Kamu hidup dengan penuh kenyamanan di istana.

Kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu?

Lalu kenapa memangnya kalau aku Pangeran Muda?

Dari luar,

semua orang menghormatiku.

Tapi dalam hati,

mereka semua memandang rendahku.

Mereka ingin aku menghilang.

Kenapa?

Ibuku,

meninggal setelah melahirkanku.

Ayahku meninggal ketika dalam pertempuran.

Hanya karena,

aku adalah keturunan keluarga kerajaan.

Kaisar membuatku tetap berada di dalam istana.

Sejak kecil,

semua orang selalu mengatakan padaku,

jangan membuat masalah,

jangan mengungkapkan jati dirimu.

Hiduplah dengan tenang di dalam istana.

Akan lebih baik jika aku tidak berbicara.

Aku tidak boleh pergi ke mana pun.

Kamu pikir para pengawal tadi mencariku seperti itu,

karena mereka khawatir padaku?

Mereka hanya takut kalau aku akan membuat masalah.

Sehingga,

akan memberikan dampak yang buruk bagi keluarga kerajaan.

Sejujurnya,

kamu tidak perlu terlalu khawatir tentang itu.

Kamu tidak melakukan sesuatu yang salah. Merekalah yang salah.

Kenapa kamu harus sedih untuk apa yang mereka pikirkan?

Kamu membuatnya terdengar gampang.

Tapi jika aku melakukannya,

itu mungkin akan membuat mereka merasa sedih.

Kamu bahkan tidak takut pada kematian,

tapi masih memikirkan perasaan orang lain.

Aku lahir di istana.

Setiap hal yang kulakukan,

setiap gerak gerikku,

akan berpengaruh terhadap keluarga kerajaan.

Apa kamu pernah dengar,

seekor burung yang lahir di sangkar,

akan berpikir terbang itu adalah suatu penyakit.

Begini saja.

Besok, aku akan mengajakmu untuk menerbangkan layang-layang.

Tidak bisa.

Kalau Kaisar tahu,

dia akan sangat marah.

Tidak apa.

Kalau Kaisar sampai tahu,

kamu bilang saja...

bilang saja Ru Xiao Lan yang mengajakmu pergi.

Nanti Qing Mo Yan yang bantu bicara untukku.

Kamu tidak perlu khawatir.

Pelayanmu memberi salam, Pangeran Muda.

Kamu ke sini.

Aku dengar kamu melakukan sesuatu,

yang menyebabkan masalah bagi Pangeran Muda.

Aku...

Bukan seperti itu.

Hari ini,

Nona Ru sudah sangat membantuku.

Aku harap Kepala Kuil Dali,

tidak akan menyalahkannya.

Pangeran Muda,

aku masih ada urusan,

aku mohon pamit.

Nona Ru,

kamu...

yang kamu katakan tadi,

apa kamu serius?

Tentu saja.

Aku mengerti.

Apa yang kamu bicarakan dengan Pangeran Muda?

Aku janji akan menerbangkan layang-layang bersamanya besok.

Kenapa kamu selalu membuat dirimu berurusan dengan orang-orang dari keluarga kerajaan?

Juga,

kapan aku mengijinkanmu pergi menerbangkan layang-layang.

Aku hanya pergi menerbangkan layang-layang bersama Pangeran Muda.

Kamu harus mengaturnya juga.

Omong kosong.

Kamu hewan peliharaanku,

Segala sesuatu harus atas persetujuanku.

Apa yang kamu makan, apa yang kamu minum,

kemana kamu pergi, bersama siapa,

semuanya harus persetujuanku.

Ya Tuhan.

Tidak apa kalau kamu tidak suka aku berteman dengan Putra Mahkota.

Tapi ini hanya mau menerbangkan layang-layang bersama Pangeran Muda pun, harus kamu atur.

Dengan perangaimu seperti ini,

teman seperti apa yang bisa aku punya.

Memilikiku apa tidak cukup?

Kamu bilang apa?

Aku tidak dengar.

Kuberi tahu kamu,

orang-orang keluarga kerajaan tidaklah biasa.

Kalau kamu tidak hati-hati, itu bisa membawa kematian bagi dirimu sendiri.

Alih-alih berteman dengan Pangeran Muda,

kamu lebih baik duduk manis berada di sampingku.

Sehingga aku bisa melindungimu.

Hei.

Apa yang kamu maksud dengan, memilikmu apa tidak cukup?

Bagaimana caramu melindungiku?

Hei.

Sepertinya,

Permaisuri mulai cemas.

Terus menerus,

dia mengirim seseorang untuk meminta rumput hantu.

Secepatnya aku mendapatkan batu lima warna,

aku tidak perlu harus berurusan dengannya lagi.

Ngomong-ngomong,

waktu itu kamu bilang,

iblis laba-laba itu,

pernah berada di Kuil Dali?

Benar, Nyonya.

Kalau begitu benar.

Barang itu,

berada di tangan mereka.

Entah bagaimana pun caranya,

kamu harus membawa batu lima warna itu padaku.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left