لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Episode 106"
Selamat datang, aku sudah menunggumu.
Aku Jung Jae Man, pimpinan Yayasan Chungil.
Halo. Aku Kang Myung Han.
Senang bertemu. Silakan duduk.
Terima kasih.
Kamu sudah membaca dokumennya?
Ya. Pak Choi sudah meringkaskan detail
dalam pengambilalihan Chungil dengan sebegitu cermat
sehingga aku tidak punya pertanyaan lagi.
Mari kita langsung ke intinya saja.
Kamu cukup lugas, seperti yang kudengar.
Benarkah? Akan kuanggap itu sebagai pujian.
Ini kontrak yang harus kamu tanda tangani.
Ada satu hal yang mengusikku.
Apakah itu?
Pimpinan saat ini dituntut atas penggelapan.
Jadi, reputasi perusahaan merosot.
Aku tidak yakin bisa mengambil alih perusahaan seperti itu
dan membangkitkannya kembali.
Memang aku mendapatkan perusahaannya dengan harga murah
karena itu, namun tetap saja...
Kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.
Masalah Chungil saat ini akan menghilang
begitu kamu mengganti manajemennya.
Chungil juga merupakan perusahaan yang sangat kuat.
Benar. Aku akan melihat kontrak yang kamu berikan
dan menemuimu lagi.
Baiklah.
Aku masih harus mendapatkan persetujuan dewan direksi.
Bacalah kontraknya dengan saksama dan hubungi aku.
Baiklah, pasti.
Kudengar Pak Kang mengelola perusahaan besar di Jepang.
Kita akan sangat diuntungkan dengan mengenalnya.
Akan kupastikan tetap berhubungan bahkan setelah kesepakatan selesai.
Bagus. Lebih perhatikanlah acara-acara keluarga
atau keadaan darurat Pak Kang.
Cukup Mengejutkan ketika orang tergugah saat kamu melakukan itu.
Ya, baiklah.
Kamu memiliki kontrak palsunya untuk diserahkan ke dewan direksi?
Ya. Mencantumkan setengah dari harga yang kita minta kepada Pak Kang.
Saat kesepakatan selesai, kupalsukan segel Pak Kang dan menyerahkannya.
Seharusnya tidak akan ada masalah selama dikerjakan dengan baik.
Tidak ada direktur yang sepertinya mencurigai kita.
Ya. Kalau kita berhasil menyelesaikan kesepakatannya,
setengah uangnya akan untuk Ayah.
Ya. Omong-omong, apa kegiatan Pak Kim belakangan ini?
Dia menemui para direktur panti asuhan.
Dia berusaha membersihkan nama Nyonya Cho.
Namun itu tidak akan berhasil.
Kamu sudah membungkam semua direkturnya?
Ya. Mereka semua kaki tangan,
jadi, akan tetap tutup mulut untuk menyelamatkan diri mereka.
Namun penyelidikan Pak Kim akan mengganggu.
Tetaplah mengawasi Pak Kim, hanya untuk berjaga-jaga.
Terus awasi pergerakannya.
Baiklah.
Cukup.
Tidak bisakah Nyonya mencoba makan sedikit lagi?
Nyonya harus kuat.
Sudah cukup. Aku tidak bisa menelannya lagi.
Seon Woo, bagaimana keadaan di kantor?
Apakah para direktur yayasan mengatakan sesuatu?
Belum. Mereka percaya kepada kita.
Kalau begitu, syukurlah.
Banyak yang harus kamu hadapi karena menggantikan nenek.
Tidak juga. Aku baik-baik saja, jadi, jangan cemaskan apa pun.
Bagaimana dengan surat perjanjian utangnya?
Kamu sudah membayarnya?
Ya, jangan khawatir. Kita sudah membayar yang mendesak
dan punya cukup uang untuk membayar selebihnya.
Lupakan soal pekerjaan dan fokuslah untuk pulih.
Bapak yakin kita sebaiknya tidak memberitahunya?
Kurasa kita sebaiknya merahasiakan hal ini darinya untuk saat ini.
Dokternya bilang jika dia syok lagi
itu bisa membunuhnya.
Aku tahu, dan aku mengkhawatirkan kesehatannya.
Namun aku takut dia akan syok kalau mengetahuinya kelak.
Apakah Tepung Chungil sungguh akan dijual?
Kurasa itulah rencana Pak Jung dan Pak Choi.
Satu-satunya cara mereka bisa mendapat untung dari perusahaan
yang tidak bisa mereka miliki adalah dengan menjualnya.
Apakah sungguh tidak ada cara menghentikannya?
Aku akan melakukan semampuku.
Jagalah nenekku sementara itu.
Kumohon.
Aku akan merawat Nyonya Cho dengan baik.
Bapak sebaiknya pergi.
Terima kasih, Soo In. Sampai jumpa.
Kamu menyuruhku menyelidiki semua panti asuhan
yang selama ini dibantu yayasan.
Ya. Kamu mendapatkan sesuatu?
Ya. Baru-baru ini,
direktur Panti Asuhan Haneul alami peningkatan pada kekayaannya.
"Peningkatan pada kekayaannya"? Apa maksudmu?
Dia belum lama ini membeli mobil dan apartemen baru.
Dia bahkan menjadi spekulan dengan membeli tanah di Provinsi Gyeonggi
Benarkah itu?
Ya. Pendapatan dana mendadak yang tidak bisa dijelaskan siapa pun
terdengar sangat mencurigakan.
Kurasa direktur Haneul dan Pak Jung
membuat kesepakatan secara diam-diam.
Aku yakin itu. Pak Jung menyuapnya untuk memberikan pernyataan palsu.
Benar. Menurutku juga begitu.
Aku sebaiknya menemui direktur Haneul.
Kalau direktur Panti Asuhan Haneul sungguh bersepakat dengan Pak Jung,
aku ragu dia akan membicarakannya.
Aku tidak bisa berdiam diri saja.
Aku akan mencobanya.
Pak Choi, aku akan terus bungkam dan bekerja sama denganmu.
Tidak usah khawatir.
Selama pembayarannya terus masuk.
Sampai jumpa.
Masuklah.
Siapa kamu?
Kim Seon Woo, CEO Tepung Chungil.
Begitu rupanya.
Ada urusan apa denganku?
Aku mau menanyakanmu sesuatu.
Duduklah lebih dahulu.
Apa yang mau kamu tanyakan kepadaku?
Aku percaya yayasan kami sudah membantumu.
Ya, benar sekali.
Kenapa kamu melakukan itu?
Kenapa kamu berbohong kalau nenekku mencuri dari yayasan?
Aku tidak berbohong.
Aku hanya mengatakan kenyataan dia menyalahgunakan dana yayasan.
Apa maksudmu?
Aku tahu kamu membantu Pak Jung dari Taesan
untuk menimpakan semua ini kepada nenekku.
Masuklah.
Maaf, Pak, aku tidak tahu ada tamu.
Tidak apa-apa. Ada apa?
Bapak mau melihat anggaran bulan depan.
Berikan kepadaku.
Baik, Pak.
Akan kukatakan lagi. Memang benar Nyonya Cho mengambil uangnya.
Apakah kamu akan terus berbohong?
Kamu tidak takut terhadap kebenaran yang akan terungkap?
Kamu punya bukti kalau aku melakukan sesuatu?
Kalau begitu, mari kita lihat.
Berhentilah mengganggu orang yang tidak bersalah.
Apa penjelasan soal rumah besar dan tanah di Provinsi Gyeonggi
yang kamu beli?
Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?
Aku sejak dahulu memiliki uang sebanyak itu.
Sepertinya aku tidak perlu menjawab pertanyaan pribadi seperti itu.
Kamu tidak tahu harus berkata apa karena semuanya bohong.
Aku sudah cukup menderita karena Nyonya Cho mengancamku.
Kamu seharusnya meminta maaf, bukannya memarahiku.
Tunggu saja. Aku akan menguak semua
yang kamu dan Pak Jung lakukan.
Selamat, Nona Oh.
Kukira keluarga Pak Hong tidak akan pernah menyerah.
Aku turut sangat senang dan juga cukup terkesan.
Bagaimana Pak Hong membujuk mereka?
Entahlah. Aku tidak percaya kepadanya
saat pertama bilang mendapatkan izin dari keluarganya.
Aku tidak menyangka hari ini akan tiba.
Kamu akan menjadi ibu rumah tangga begitu menikah?
Tidak. Aku sehat, cakap, dan muda. Kenapa harus tetap di rumah?
Aku akan masih bekerja meski setelah menikah.
Apa yang akan kamu lakukan?
Aku akan membuka toko pakaian atau kosmetik kecil.
Benarkah? Seleramu bagus, jadi, aku yakin tidak akan masalah.
Begitu tokonya buka, aku akan memberimu diskon khusus.
Terima kasih.
Kamu akan tinggal di mana?
Kamu akan meninggalkan rumah kami, tinggal dengan keluarga Pak Hong?
Kenapa aku mau melakukan itu jika tidak punya orang tua untuk dirawat?
Kakak Pak Hong dan aku sama sekali tidak akur.
Aku tidak bisa hidup bersama mereka.
Lalu apa? Kamu akan tinggal bersama kami?
Aku belum tahu. Harus kubahas itu dengan Pak Hong.
Kurasa sebaiknya begitu. Namun, tetap kuucapkan selamat.
Terima kasih.
Ibu, apakah Ayah sungguh bilang Paman boleh menikah?
Ya, benar.
Kenapa dia berubah pikiran?
Entahlah. Dia hanya orang yang berhati lembut.
Kakak.
Paman butuh sesuatu?
Tidak, Paman mau bicara dengannya.
Bisakah Kakak menanyakan hotel untukku?
Untuk apa?
Bukankah sudah jelas?
Aku mau menikah setelah Se Young menikah.
Bukankah kita harus memesan hotelnya lebih awal?
Kamu bisa menikah di aula pernikahan, bukan di hotel.
Jangan bilang begitu. Se Young menikah di hotel.
Jadi, aku juga harus menikah di sana.
Apa maksudmu?
Orang-orang pabrik akan menghadiri pernikahanku.
Aku harus menjaga reputasiku.
Diamlah. Kamu seharusnya bersyukur kami mengizinkan kalian menikah.
Kenapa kami harus peduli mengenai reputasimu?
Intinya, kamu tidak akan menikah di hotel.
Kakak.
No comments yet. Be the first to leave one.