لومړۍ 200 کرښې.
Episode 12
Saya pulang
Ji yong
Bunganya cantik cantik, jadi saya beli beberapa.
Wow, cantik cantik ya..
Kenapa ibu membuatkan aku begitu banyak makanan?
Apakah peristiwa penting hari ini?
Hari ini hari ulang tahunmu
Kamu begitu sibuk ya, sampai lupa hari ulang tahunmu sendiri?
Saya sudah bilang Jiwan untuk tidak terlambat pulang hari ini karena ini hari ulang tahunmu
Ibu mau pergi ke supermarket untuk membeli tepung
Api! Api!
Apa yang harus kita lakukan? Clinicnya kebakaran!
Apa yang harus kita lakukan? Ibumu masih ada di dalam sana.
ibu...!
Ibu...
Ibu...
JiYong, ya...
JiYong, kemana saja kamu ?
Ibu telah mencarimu kemana mana
Kemari. Sini ke ibu, anakku.
Sadar ibu
Bagaiman mungkin orang itu Jiyong?
Orang itu bukan Kakak Jiyong. Dia kakak Cha KAngJi
Dia bukan anak ibu
Anak ibu Han Jiyong sudah...
Anak ibu Han Jiyong sudah...
Anak ibu, Han Jiyong sudah...
Bukan, dia Han JiYong, anakku Han JiYong
Ibu
Kamu anak yang jahat. Kamu anak yang mengerikan
JiYong
JiWan suka aneh akhir akhir ini. Dia selalu ngomong hal hal aneh
Anak nakal itu...
Ini benar benar anakku, Jiyong
Benear benar anakku, JiYong.
Anak nakal itu pasti sudah gila
Tolong bu. Aku mohon ibu sadar
Kenapa ibu melakukan ini?
Kalau ibu bersikap seperti ini, apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus aku lakukan?
Kamu pergi saja. Pergi. PERGI!
Anak ibu Han JiYong sudah meninggal.
Kakak cowokku, Han JiYong sudah mati
Dia sudah lama meninggal
Dia sudah lama meninggal!
Kenapa Han Jiyong harus mati?
Kenapa dia harus mati?
JiYong tidak mati
DIa di sini. dia masih hidup.
Kenapa JiYong harus mati?!
PERGI! PERGI SEKARANG!
Kamu anak yang mengerikan. Aku tidak mau melihatmu!
PERGI! PERGI! PERGIIII!
Ibu Han!, Ibu HAn?
BAngun lah
Sadar lah!
JiYong, jangan pergi kemana mana lagi ya?
Tinggallah saja bersama ibu.
Kamu harus tinggal bersama ibu.
Kamu tidak boleh pergi ke mana mana.
Oke? ya? ya anakku?
oke? ya?
Yeah, aku gila. Aku sudah gila.
Katakan kepada mereka jika mereka ingin memaki ku, maki saja. Jika mereka ingin melempar batu, lempar saja.
Aku hanya melihat Han JunSu.
Aku tidak butuh kalian ataupun kebaikan hati.
Aku akan pergi bersama Han JunSu
Aku akan pergi bersama nya, aku akan pergi bersama Han JunSU
Bagaimana dengan ibuku?
Bagaimana dengan ibuku?
Jangan khawatir
Saya tidak akan pergi kemana mana...
Jangan Khawatir
Anakku yang ganteng.
Anakku yang baik.
Malaikatku...
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim WISFC @ Viki
Oh ya.
Aku benar benar bodoh. Aku lupa.
Sorry kak, kita tidak seharusnya melakukan ini, kan?
Barusan aku lupa.
Kamu tiadk punya hal lain untuk kamu lupakan, jadi kamu sengaja lupakan hal itu?
Hati hati mulai sekarang.
Aku mau bawa ibuku
Kali ini aku serius. Aku sudah minta Jinkyung untuk mencari rumah.
Aku akan merawat dia mulai sekarang.
Aku akan mengambilnya apapun yang terjadi.
Biarpun dia kembali lagi kesini, jangan biarkan dia masuk rumahmu.
Ibu marah bila tidak melihatku sehari saja.
Kalau dia tidak mau makan dan minum minuman alkohol lagi,
apa yang akan kamu lakukan kalau dia marah besar dan jatuh sakit lagi?
Apa boleh buat
Kalau itu harus terjadi
Biarpun dia harus meninggal karena shock ?
Kamu sudah lama tidak pulang kan?
Ibu kangen sekali ke kamu.
Ayo masuk.
Selamat ulang tahun anakku.
Wow, Sudah berapa lama aya ku tidak makan masakan rumah?
Aku lapar sekali. Terimkasih untuk masakannya.
JiWan, kakakmu bahkan bahkan belum menyentuh sendoknya .
Ayo cepat makan.
Makanya JiWan...
Dan kau. aku sudah memintamu untuk membelikan kakakmu kue ulang tahun dalam perjalanan pulang, tapi kau datang dengan tangan kosong.
Maaf, aku lupa.
Terima kasih untuk hidangannya.
Tentu saja.
Wah, ini sangat enak.
Oh ya, Ji Yong...
Ada permintaan lain untuk mu hari ini juga.
Itu sepupunya Dr Choi dari rumah di seberang kita.
Dia melihatmu lewat beberapa kali, dan nampaknya dia mencoba membuat bibinya menyenalkanmu kepadanya.
Kedua orang tuanya sama-sama dokter, dan dia sendiri seorang desainer pakaian atau semacamnya.
Aku rasa dia juga cantik.
Dia pasti seorang gadis yang cantik kalau begitu. Baguslah untukmu, oppa.
Kenapa kau tidak coba saja?
Haruskah?
Kalau begitu, akan kulakukan.
Benarkah?
Pemikiran bagus. Aku harus berbicara dengan istri Dr. Choi besok dan mengatur tanggal.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim WISFC @ Viki
Ibu.
Ibu.
Apa kau bahagia, ibu?
Tak tahu apapun dan hidup seperti ini,
apakah membuatmu bahagia?
Kau telah melupakan Oppa
dan telah melupakan Ayah...
Hidup seperti ini pasti membuatmu bahagia kan?
Tapi ini tidaklah benar.
Tidak benar bagimu untuk berlaku seperti ini terhadap KangJin.
Hanya kebahagiaan ibunyalah
dan hanya cinta ibunyalah yang penting...
Jadi dia mencegah aku berada di samping tempat tidur ayahku yang sedang sekarat.
dan dia membuatmu seperti ini.
Aku akan membenci Cha KangJing, bajingan egois, selama sisa hidupku
dan tak akan pernah memaafkannya,
jadi, tolong kembalilah ke akal sehatmu.
Kembalilah ke akal sehatmu, ibu. Yah?
Apa kau tak mau mencari ibumu?
Apa kau tak mau mencari ibu kandungmu, Cha KangJin?
Anak macam apa seperti ini?
Kenapa kau belum mencari ibumu sendiri?
Aku tak yakin siapa yang kau bicarakan, tapi
ibuku satu-satunya
ada di sebelah sana.
Bisakah aku bertanya sesuatu?
Aku terus merasa bingung, jadi itu sebabnya aku tanya...
Apa hubungan kita?
Apa kita orang asing?
Kakak adik?
Seseorang yang pintar sepertimu seharusnya memastikan hubungan macam apa yang kita miliki.
Ketika orang-orang tanya, aku harus jawab apa?
Jawab apapun yang kau inginkan.
Apa kita benar-benar kakak adik?
Jadi kita saudara kan?
Selama kau tetap hidup sebagai HanJiYong, kita tak punya pilihan untuk tetap menjadi saudara kan?
Apa yang terjadi kalau kita kabur begitu saja?
Seperti ibu dan ayahku,
tak memikirkan apapun,
apa yang terjadi kalau kita kabur begitu saja?
Aku tanya, apa yang akan terjadi, Cha KangJin?
Aku tak akan pergi.
Aku tak akan kabur.
Kau akan tidur disini malam ini kan?
Jangan pergi begitu saja seperti sebelumnya, dan tidur disamping ibumu malam ini.
Diluar dingin.
JiYong! JiYong!
Sayang.
Sayang.
Sayang.
JiYong.
Apa kau mimpi buruk lagi?
Kau dan ayahmu terus bilang kalau kau mau pergi.
Kau bilang kau pergi ke suatu tempat yang jauh,
dan kau tak mungkin kembali.
Kemana aku mau pergi?
Kau hanya bermimpi.
Jangan khawatir dan kembalilah tidur.
Kapa ayahmu akan kembali?
Sudah berapa lama dia berada di perjalanan bisnisnya?
Tanpa menelepon sama sekali.
Kalau kau tidak ingin mengingatnya, maka jangan lakukan.
Kalau sulit bagimu,
Jangan ingat-ingat itu selamanya.
Aku tak apa. Aku...
Aku...
Tak apa.
Apa kau menikmati hukumanmu?
Lihat apa yang terjadi. Kenapa kau menghadapi walinya?
Aku sudah menasihatimu beberapa kali supaya menjaga emosimu.
Hey, kau pikir kau ini seorang hakim? Atau petugas polisi?
Maukah kau membawakanku semangkuk air?
Oh, supaya kau bisa memasukkan hidungmu disana dan mati?
Begitu kau selesai dengan itu, Kepala Bagian ingin kau mensterilkan mesin bekam juga.
Besok pagi harus sudah selesai.
Aku bahkan tak bisa menyelesaikan ini walau begadang semalaman.
Haruskan kubawakan semangkuk air?
Tunggu.
No comments yet. Be the first to leave one.