د خپرونې معلومات

야식남녀-Sweet Munchies-E07 NEXT VIU
د لخوا تبصره SULTAN_KHILAF

تګونه

other
په خپور شو: 2020-06-16
ډاونلوډونه: 12
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"

Siapa itu?

Astaga, Pak Kang.

Kenapa kamu kemari?

Aku...

Masuklah.

Baiklah.

Kamu bisa memakai sandal ini.

Hei, Tae Wan.

Begini...

Kenapa kamu kemari?

Begini,

situasi menjadi agak tegang di rapat tadi.

Aku pergi ke Bistro, tapi tutup.

Aku mencoba menelepon, tapi dia tidak mengangkatnya.

Kamu menelepon?

Ya.

Aku khawatir hingga mengira sesuatu terjadi kepadamu.

Aku pergi ke rumahmu, tapi kamu tidak di rumah.

Aku tahu kalian tinggal di gedung yang sama.

Benar. - Jadi, kupikir...

Kamu datang jauh-jauh kemari

karena mengkhawatirkanku?

Ya.

Maksudku, itu salah satunya.

Kuharap

aku tidak mengganggu. Aku mengganggu?

Apa? Tentu saja tidak.

Sama sekali tidak.

Harus kuakui, kamu beruntung.

Kami hendak membuat kimchi sujebi.

Ya. Tunggu.

Benar juga.

Aku tidak yakin apakah porsinya

cukup untuk kita semua,

tapi bergabunglah dengan kami.

Ya, ayo makan kimchi sujebi.

Baiklah, bagus.

Mari kita lihat.

Bolehkah aku... - Ya?

Boleh aku memakai toiletmu? - Ya, di sana.

Begitu rupanya. Di sana? - Ya.

Seharusnya kamu menyuruhnya pulang. Kenapa mengundangnya masuk?

Apa yang harus kukatakan?

Seharusnya kamu menyuruhnya pergi.

Bagaimana bisa?

Kang Tae Wan!

Kang Tae Wan datang.

Astaga, kamu chef, bukan? Kenapa kamu payah membuat sujebi?

Astaga, tanganmu lamban sekali.

Lakukan lebih cepat sepertiku. Seperti ini.

Astaga, apa-apaan itu?

Kamu harus membuatnya tipis. Rasanya lebih enak seperti ini.

Tidak. Makin tebal, makin kenyal.

Tidak, kamu salah. - Kamu salah.

Kamu harus membuatnya tipis seperti irisan sashimi.

Rasanya lebih enak seperti ini.

Tidak, itu tidak benar.

Aku tidak membuatnya sendiri, tapi kuharap kamu menikmatinya.

Baik, terima kasih.

Astaga, kelihatannya enak sekali.

Kamu yang membuat ini, bukan?

Tidak, kamu yang membuatnya.

Ini hampir mirip kue beras.

Ini lezat. - Enak, bukan?

Ya. - Tentu. Chef yang membuatnya.

Enak, bukan? - Mana mungkin tidak enak?

Lezat, bukan? - Ya.

Enak sekali.

Jadi, kalian akan tetap seperti ini

sampai perampoknya ditangkap?

Astaga, apa maksudmu?

Aku hanya turun sebentar membuatkan dia kimchi sujebi.

Benar, bukan?

Ya, maksudku... Dia tinggal di lantai atas.

Jadi, aku menyuruhnya bekerja.

Kamu seperti chef pribadi.

Kamu harus datang ke rumahku dan memasak untukku sesekali.

Ya.

Apa?

Baiklah.

"Episode 7"

Halo.

Astaga.

Kamu tidak pulang?

Kita pergi bersama saja.

Jangan menungguku.

Aku harus membantunya bersih-bersih.

Kalau begitu, aku harus tetap di sini dan membantu juga.

Apa? Aku bisa melakukannya.

Lagi pula, tidak banyak yang harus dibersihkan.

Kalian bisa bersantai di sini. Jangan cemaskan aku.

Aku akan mencuci piring dan...

Kamu sebaiknya pulang

agar kami bisa bersih-bersih dan beristirahat.

Sudah kubilang aku akan pergi bersamamu.

Hei, kamu tahu aku tinggal di atas.

Aku butuh waktu sebentar untuk pulang.

Pergilah lebih dahulu.

Benar. Astaga.

Jaketmu dan... Di mana sepatumu? Itu dia.

Ayo.

Hei, sudah larut. - Tapi... Baiklah.

Sampai jumpa.

Bisakah kamu mampir ke studioku besok?

Aku ingin memeriksa ukurannya.

Tentu.

Aku pergi.

Hati-hati di jalan.

Sampai jumpa.

Pastikan kamu mengunci pintunya.

Apa? Baiklah.

Jaga dirimu. - Baiklah. Sampai jumpa.

Aku terlalu banyak minum hari itu.

Seharusnya aku berhenti sebelum botol terakhir.

Kenapa kita pergi untuk babak kedua? Benar, bukan?

Lalu kenapa? Kamu menyesalinya?

Itu hanya kesalahan.

Kesalahan?

Hei, kita bukan orang asing.

Saat kita pergi ke pantai,

kita bangun bersama di ranjang yang sama.

Astaga. Kamu mengatakannya seolah-olah terjadi sesuatu.

Kamu harus bertanggung jawab.

Untuk apa?

Kalau begitu, biar aku yang tanggung jawab.

Itu maksudku. Kenapa kamu harus bertanggung jawab?

Apa yang kita lakukan tidak mengharuskanmu...

A Jin, aku kembali.

Aku membeli sundae tumis.

Hei, kamu sudah pulang.

Tae Wan?

Kenapa kamu

di sini?

Di mana A Jin?

Aku di sini.

Baiklah.

Kami membuat sujebi labu. Kamu juga mau?

Ya. Kedengarannya enak.

Astaga, tanganmu lamban sekali.

Bukan begitu caranya.

Tidak, kurasa kamu lebih lamban dariku.

Aku sangat cepat.

Hei. - Benar, bukan?

Apakah kalian

memutuskan untuk tidak bicara formal?

Jin Sung.

Sudah kubilang

aku tidak akan berpaling dari apa yang kusuka.

Apa yang kamu suka?

A Jin.

Astaga, kamu.

Apa? Itu mimpi?

Kenapa aku bermimpi seperti ini?

Hei.

Hentikan.

Lepaskan aku. Ayolah.

Baiklah, Pak Kang. Aku akan meneleponmu nanti.

Baiklah. - Kenapa?

Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?

Apa? Apa yang kukatakan? Apa maksudmu?

Maksudku...

Kenapa kamu peduli jika riasanku jelek?

Lagi pula, kenapa kamu lemah sekali?

Lemah? Aku?

Itu tidak masuk akal. Itu konyol.

Aku pergi.

Ada apa? Apa yang terjadi?

Maksudku, saat kubilang riasanku berantakan.

Memang terlihat agak berantakan. Kamu kurang tidur?

Apa?

Astaga. Ini bukan kali pertama dia bersikap menyebalkan.

Kenapa kamu sangat sensitif hari ini?

Biarkan saja. - Baiklah.

Apa?

Sungguh?

Apa ini tampak berantakan?

Ini tidak benar.

Halo, Pak Nam.

Ini soal kemarin.

Selama rapat,

seharusnya aku tidak mengangkat telepon.

Maafkan aku.

Itu hal biasa. Tidak apa-apa.

Apa?

Kurasa kamu sangat dekat dengan Chef Park.

Kapan kamu tahu dia gay?

Aku mengerti sekarang. Kamu buat acara ini untuk Chef Park?

Tidak. Bukan begitu.

Aku mengetahui

bahwa Chef Park seorang gay lewat acara ini.

Kalau begitu, kamu tidak tahu sebelum acara?

Ya.

Bagaimana kamu bisa tidak tahu?

Kamu pelanggan tetapnya. Kalian dekat.

Apa hal semacam itu bisa disembunyikan?

Jadi, kamu tidak tahu orientasinya sebelum acara ini?

Ya.

Astaga. Bagaimana ini?

Kurasa aku buang air besar di celana.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left