لومړۍ 200 کرښې.
Jika kamu bersikeras,
ibu akan mengalah.
Jadi,
Ibu mengizinkan hubungan kami?
Ya.
Ibu.
Terima kasih.
Aku akan sangat baik kepada Ibu.
Hentikan, Woo Hyuk.
Benarkah barusan kita mendapatkan izinnya?
Ya, benar.
Aku masih tidak percaya yang aku dengar.
Haruskah kuminta pernyataan tertulis agar tidak ditarik kembali?
Bagaimana jika dia malah bilang akan menarik kembali izinnya?
Aku tidak terpikirkan itu.
Itu tidak boleh terjadi. Ini sangat sulit didapatkan.
Jadi, kamu akan pulang malam ini?
Ibuku sudah mengurus segalanya dan setuju. Aku harus pulang.
Haruskah kita adakan pesta bersama keluargamu malam ini?
Bersulang! - Bersulang!
Selamat.
Orang bilang, "Habis gelap terbitlah terang."
Benar, untuk bayi itu.
Terima kasih. Ini semua berkat Ayah.
Tidak, ini karena Ibu. Dia memasak dan bebenah untukmu.
Ya.
Terima kasih banyak, Ibu.
Kamu tidak perlu berdiri.
Apa kamu melakukan ini karena aku kejam kepadamu?
Tidak.
Tapi kamar mandi baru itu hampir selesai.
Kamu pergi sebelum sempat menggunakan kamar mandi itu.
Pak Kang bisa menggunakannya. Aku membuatkan itu untuknya.
Pertama, kamu memberi kami toilet baru.
Kini, kamu memberi kami kamar mandi baru.
Bang Wool, kamu beruntung.
Kamu mendapatkan kekasih kaya.
Lihat betapa tidak sopannya dia.
Mendapatkan apa? Bisa-bisanya berkata begitu?
Tapi itu benar.
Kita tidak bisa selalu membela dia hanya karena dia keluarga.
Benar, bukan?
Apa?
Jangan menanyakan pertanyaan sulit kepadaku.
Tapi kenapa kita semua berkumpul?
Byeol, paman akan pulang ke rumah paman.
Paman ingin berpamitan kepada semuanya.
Paman sudah mau pulang?
Tidak bisakah Paman tinggal bersama kami?
Byeol, Paman harus pulang ke rumahnya.
Karena ini hari terakhir Paman,
Paman bisa tidur bersamaku di kamar kita.
Byeol.
Tidak boleh.
Kenapa Ibu terus menangis? Dia bisa pingsan.
Ibu, tolong buka pintunya.
Bibi tahu di mana kunci kamar Ibu?
Tidak tahu.
Di mana, ya? Aku juga tidak tahu.
Apa pembantu sebelumnya tidak memberi tahu Bibi?
Aku tidak pernah mendengar soal itu.
Ini membuatku gila.
Bibi. Tolong carikan kuncinya.
Kunci. Baiklah, tunggu.
Kunci.
Ya, Kakak?
Woo Hyuk, kamu tahu di mana kunci kamar Ibu?
Tidak. Kenapa?
Ibu mengunci kamarnya dan menangis sejak 30 menit tadi.
Apa?
Kakak sangat khawatir akan terjadi sesuatu kepadanya.
Tapi kakak tidak tahu di mana kuncinya.
Kakak harus memanggil tukang kunci.
Baiklah, cepat pulang.
Kakak sangat takut.
Kamu di rumah saja. Kamu tidak perlu ikut.
Aku ingin mengantarmu ke mobilmu.
Aku saja. Kamu sebaiknya masuk.
Telepon aku jika sempat.
Baiklah.
Ayo. - Ya.
Ibu tidak apa-apa?
Apa yang terjadi?
Kenapa Ibu menangis terus?
Ibu, aku minta maaf.
Aku akan sangat baik kepada Ibu.
Aku akan selalu baik kepada Ibu.
Kenapa Ibu terus menangis setelah memberi kalian izin?
Astaga.
Nona tidak tahu?
Dia pasti sangat membenci keputusannya
sampai menangis karena kecewa.
Kenapa Bibi masih di sini?
Aku baru saja mau pergi.
Aku sudah mendapatkan semua yang ingin aku ketahui.
Astaga.
Kakak sungguh mengira hal buruk akan terjadi kepada Ibu.
Apa Ibu terus menangis?
Kamu tiba setelah Ibu sudah agak tenang.
Saat kakak meneleponmu, dia hampir kehabisan napas.
Kakak mengira dia wanita hebat
karena tidak menangis saat kamu pergi dari rumah.
Tapi akhirnya, kakak rasa kamu yang lebih hebat.
Kamu menang melawan ibumu.
Aku juga merasa tidak enak kepada Kakak.
Kakak terpaksa membelaku.
Ya, kamu harus menyesal.
Kakak tidak bisa bilang merasa bahagia untukmu.
Kakak melihat ini sangat sulit bagi Ibu.
Kakak akan menyelamatimu nanti.
Ya, Woo Hyuk?
Apa kamu sudah tidur?
Aku tidak bisa tidur.
Bagaimana keadaan Pimpinan?
Dia sudah tenang dan sekarang tidur.
Apa dia sungguh baik-baik saja?
Dia sudah memberi kita izin,
tapi sepertinya dia sangat sedih.
Aku merasa buruk soal ini. Ini semua karena aku.
Kenapa kamu bilang ini karena kamu?
Ibu merasa kesal
karena dia marah kepadaku.
Jadi, jangan merasa bersalah karena ini.
Kamu harus menenangkan ibumu.
Aku mau saja ke sana dan memasak sesuatu untuknya
dan melakukan apa pun yang aku bisa.
Tapi aku tidak bisa.
Aku tidak bisa ke sana kecuali dia mengundangku.
Aku juga akan baik kepada Ibu demi kamu.
Selamat malam.
Ibu tidak tidur?
Ibu tidak bisa tidur.
Kenapa kamu tidak tidur?
Aku juga tidak bisa tidur.
Kamu juga ingin minum?
Orang bisa berpikiran sempit.
Ibu merasa seperti bukan orang baik.
Kenapa Ibu berkata begitu?
Ibu orang yang hebat.
Saat Pimpinan tidak menerimamu
dan mengambil pekerjaan Dong Min,
ibu marah, tapi jauh di dalam lubuk hati,
ibu merasa lega karena kamu tidak perlu menikah.
Ibu.
Akhirnya, kalian mendapatkan izinnya hari ini.
Tapi ibu tidak sepenuhnya bahagia.
Aku sungguh minta maaf, Ibu.
Wanita itu tampaknya punya kepribadian yang sangat kuat.
Ibu mencemaskan perlakuannya kepada kamu dan Byeol.
Jujur saja,
ibu lebih mencemaskan Byeol.
Ibu sangat cemas, hingga tidak bisa tidur.
Pak Dirut akan menjagamu,
tapi bagaimana dengan Byeol? Cucu ibu.
Ibu.
Hiduplah dengan bahagia.
Ibu, maafkan aku dan terima kasih.
Aku sudah berjanji akan membawa orang yang Ibu suka.
Tapi aku malah mengecewakan Ibu.
Ibu akan menyayangi wanita yang ingin aku nikahi.
Ibu percaya kepadamu seratus persen.
Aku akan memberi Ibu pelukan.
Jangan manja. - Manja?
Rasakan gelitik ini.
Aku akan membuat Ibu lebih bahagia daripada kemarin, setiap hari.
Tapi,
aku akan memenuhi janjiku untuk membuat Ibu lebih bahagia
daripada kemarin bersama Bang Wool.
Aku berjanji.
Ibu, mana yang lebih bagus?
Kamu akan menemui Pimpinan. Kenapa begitu khawatir?
Firasatku baik soal ini.
Kurasa dia akan mengatakan hal yang baik.
Dia sudah lama tidak mengajak kita makan siang di luar.
Pak Dirut kabur dari rumah. Hal baik apa yang bisa dia katakan?
Mungkin Bang Wool meninggalkan Woo Hyuk setelah tahu soal itu.
Ibu sangat berharap begitu.
Cara dia membentak ibu sangat keterlaluan.
Ini lebih bagus, bukan?
Ya, ini lebih manis.
Kamu sudah sampai.
Maaf membuatmu keluar di hari liburmu.
Tentu saja aku akan menjawab telepon Anda.
Silakan duduk.
Pimpinan, silakan makan ini. Ini baik untuk tekanan darah Anda.
Terima kasih, Chae Rin.
Omong-omong, apa yang ingin kamu sampaikan?
Tadinya, aku ingin memberi tahu setelah makan, tapi sekarang saja.
Chae Rin.
Aku ingin meminta maaf dengan perkataanku ini.
Apa maksud Anda?
Bu.
Ini semua karena aku tidak becus membesarkan putraku.
Aku memutuskan untuk menghormati keinginan Woo Hyuk.
Itu berarti
Anda akan menerima Bang Wool?
Aku berusaha memisahkan mereka dengan bersikap tidak masuk akal.
Tapi tidak berhasil.
Kenapa Anda tega mengatakan ini sekarang?
Aku memercayai Anda.
No comments yet. Be the first to leave one.