لومړۍ 200 کرښې.
- Kau ingin makan apa? - Pasta.
Kemarin mi Soba.
Hari ini aku ingin makan mi lagi.
Mi dingin?
Aku pulang.
Setiap hari?
Seperti yang kubilang, iya 'kan?
Bukannya lebih baik kalau makan siang bersama rekan kerja.
Dia bilang itu buang-buang uang saja.
Dia tidak minum-minum maupun merokok.
Lalu uangnya digunakan untuk apa?
Menurutmu apa dia menabung uangnya?
Tolong ambilkan kalkulator.
Untuk apa?
Aku memikirkan sesuatu.
Aku akan terkejut jika dia menyimpan uang sebanyak itu.
Uang-uangnya sendiri, biarlah dia yang mengurusnya.
Ambilkan.
Mari kita lihat.
Dikurangi makanan mahal.
Terima kasih atas makanannya.
Ken kita akan pergi keluar
jadi makan malamnya mungkin agak telat.
Aku berangkat.
Sudah kubilang 'kan.
Halo. Mau keluar?
Iya.
Romantis sekali pergi berduaan.
Begitulah.
Kalian pasangan yang serasi
tapi Ken masih belum menemukan pasangannya?
Seperti biasanya.
Mengingat kepribadian Ken, aku menduga kalau dia membutuhkan bantuan untuk perjodohannya.
Selamat jalan.
Abe, kau suka klub karaoke karena wanita yang di depan itu 'kan?
Eh? Aku suka tipe wanita seperti dia.
Misal Funakoshi adalah seorang pelacur.
Hah?
Maukah kau pergi dengannya sekali saja?
Tidak, aku tidak mau.
Kau tahu 'kan?
Iya.
"Suka menabung".
"Teratur".
"Umur 35, tinggal bersama orang tua ".
"Sayang keluarga".
"Tidak punya pacar selama 35 tahun".
"Pekerja keras".
Itu bukan menipu 'kan?
Memang begitu penjelasannya. Itu tidak menipu.
Tidak ada yang ke sini.
Salam kenal.
Salam kenal.
Aku Akira Imai.
Aku Toshio Amano-Shizuku. Senang berkenalan denganmu.
Silahkan.
Amano-Shizuku... Nama yang jarang, iya 'kan?
Agak panjang ya?
Orang-orang sering memanggilku Amano.
Oh begitu.
Itu anak kami, Naoko.
Dia cantik.
Anakmu lulusan Tokyo 'kan?
Iya.
Anak kami juga.
- Benarkah? - Iya.
Berapa tahun yang lalu?
Sembilan tahun yang lalu.
Ah!
Kentaro bekerja di balai kota.
Iya, kami tahu.
Anakmu berumur 35 tahun?
Baru berumur 35 tahun.
Sebelumnya apa pernah ingin menikah?
Sejauh ini dia belum dikaruniai seorang pendamping yang baik.
Apa kamu punya foto lainnya?
- Foto? - Iya.
- Ada? - Kalau bisa yang terbaru.
Ini.
Biar kulihat.
Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak, permisi.
Terima kasih banyak.
Sayang?
Sampai ketemu besok.
Menurut ini, menjelang akhir era Meiji
ada 86 orang yang menggunakan nama keluarga kita.
Sekarang hanya tinggal 3.
Dari mana kau datang?
Aku sudah di sini dari tadi.
Disamping itu,
apakah nama Amano-Shizuku akan bertahan
tergantung pada Ken 'kan?
Belum tentu, masih ada kemungkinan lain.
Itulah yang kupikirkan.
Ah aku tahu!
Alasan kenapa Ken belum menikah.
Kenapa?
Mungkin saja.
Hah!?
Tidak. Tidak.
Lumayan.
Tidak.
Yang ini sudah pasti tidak.
Pendiam, tidak punya teman, suka berhemat, kurang motivasi.
Dari profilnya saja sudah cukup.
Bagaimana kalau ini?
Lulusan Tokyo dan bekerja sebagai pegawai bank.
Tertarik dibisnis investasi.
Mari kita coba ajak makan siang.
Besok minggu apa mendadak?
Aku akan tanya sama Naoko.
Baiklah, aku berangkat dulu.
Nanti malam aku terlambat.
Ada masalah pekerjaan lagi.
Baiklah.
Selamat jalan.
Hati-hati.
Ayah ingin besok hari minggu.
Aku sudah dengar.
Nanti tempatnya di Grand Hotel, bagus 'kan?
Apa kamu sudah membaca profilnya?
Mempunyai latar belakang akademis yang hebat.
Selalu saja sama.
Hari ini cerah sekali ya?
Iya.
Kenapa sebegitu pentingnya aku harus menemuinya?
Itu...
karena kita tidak bisa selalu bersama.
Bolehkah aku keluar?
Tentu, ayo kita belanja.
Ke sini.
Kacau-kacau! Ramalan cuacanya salah.
Tapi aku suka sekali mencium aroma hujan.
Naoko tunggu di sini aku akan mengambil mobil.
Iya.
Pegangan sama tiang.
Tunggu ya.
Anu.
Iya?
Silahkan pakai ini.
Maaf?
Silahkan.
Terima kasih banyak.
Oh.
Orang yang baik, menurutku cocok untuk Ken.
Yang mana orangnya?
Barisan belakang, nomor 4 dari kiri.
Barisan belakang dari kiri.
1, 2, 3, 4.
Ah cantik, baru 30 tahun?
Bukan, bukan dia.
Jangan hitung ketuanya yang paling kiri.
1, 2, 3
4.
- Dia sudah bercerai lima kali. - Lima kali?
Jangan khawatir, dia baru mempunyai empat anak
dan sekarang dia sendirian.
Dengan kepribadiannya pasti tidak salah lagi.
Aku jamin, ya?
Amano-Shizuku.
Iya, minggu pukul 2 siang.
Di Grand Hotel?
Sip!
Iya, kamu juga. Semoga kita bisa berhubungan lagi.
Baiklah, aku tutup dulu.
Kentaro.
Tolong letakkan dulu.
Kenapa?
Dengar, ada hal penting yang ingin aku sampaikan.
Apa yang ingin kau lakukan di masa depan nanti?
Sebelum hal itu kesampaian, mungkin aku akan meninggal duluan.
Dalam hal ini, Kentaro,
apa kau ingin hidup tetap sendirian?
Makan siang di rumah.
Langsung pulang setelah bekerja.
Menghabiskan waktu di kamar saja.
Hal itu bukanlah kehidupan orang normal.
Kubilang letakkan.
Aku tidak membebani seseorang 'kan?
Membebani? Tidak.
Aku tidak ingin seperti ayah,
ketika aku tua, akan kugunakan tabunganku untuk hidup menyendiri.
Bisakah kamu katakan padanya?
Kentaro,
sebagai ibu.
Aku ingin kamu hidup normal,
bersenang-senang dengan rekan kerja,
menikah,
membesarkan anak.
Aku tidak ingin menikah.
Kenapa?
Sudah sering kukatakan, itu hanya membuat banyak masalah saja.
Meskipun seseorang tertarik padamu?
Tidak mungkin ada.
Kau salah.
Kenapa?
Tidak apa-apa.
Besok kita akan pergi ke acara biro perjodohan.
Untukku?
No comments yet. Be the first to leave one.