لومړۍ 200 کرښې.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Seru.
Astaga, di sini sangat panas.
Dalam artian lebih dari satu.
Hei!
Apa-apaan itu?
Hei!
Hei, lihat aku!
Hei, hei, lupakan saja. Kau harusnya khawatir denganku.
Kenapa aku harus khawatir denganmu?/ Karena aku berbahaya.
Sungguh?/ Sungguh.
Oke. Bagus.
Wow. Aku tak pernah ke sini sebelumnya.
Hei, salah belok.
Apa kau mendengarkan aku? Kau salah arah.
Hei, hei, pelan-pelan!
Ayolah.
Kau pasti bercanda./ Keluar. Sekarang.
Hei! Buka!
Hei, hei, hei... Mundur, mundur...
Kau tinggal di sini?
Ya./ Astaga.
Tempat ini menakjubkan!
Ya Tuhan.
Lampu.
Lebih redup.
Keren.
Musik.
Boleh aku melihat-lihat?/ Silakan.
Lebih redup.
Ya.
Maafkan aku.
Ini.
Nanti.
Lampu.
Keluar dari rumah...!
Hei! Rileks, rileks!
Astaga!
Hai!/ Selamat pagi, Ny. Montgomery.
Senang melihatmu.
Aku suka bajumu./ Terima kasih.
Mau aku buatkan sesuatu? Bagaimana cappuccino?
Dengan senang hati. Terima kasih.
Ini menawan, Tess.
Aku suka ini./ Bagus.
Aku bertemu seorang pria!/ Keren.
Kau tak terlihat terkesan./ Haruskah?
Ya. Kali ini bukan di aplikasi. Aku hanya bertemu pria.
Di kehidupan nyata?/ Secara langsung!
Apa?/ Kau percaya itu?
Bagaimana kau bertemu dia?/ Roller.
Maksudmu dia penumpang lainnya?
Bukan. Dia supirku./ Sungguh?
Ya, sungguh. Apa yang salah dengan itu?
Tidak, aku tak bilang ada yang salah.
Aku hanya ingin kau aman.
Kelihatannya kau tak tahu apa-apa tentang orang ini.
Tidak. Tapi apa yang perlu diketahui?
Aku sudah serahkan seluruh hidupku di tangannya.
Aku naik mobilnya,
Dia memiliki kesempatan sempurna untuk membunuhku,
Dan dia tak melakukan itu./ Wow.
Kau benar. Dia terdengar sempurna.
Dia memang sempurna.
Astaga. Baiklah, sampai jumpa.
Aku menyayangimu./ Aku juga.
Aku rasa ini mobilku.
Maaf?/ Aku rasa mobil ini untukku.
Ya. Tito.
Tito, supirnya.
Ya. Jemputanku dibatalkan.
Aku benci saat itu terjadi.
Kau ke arah mana?/ Aku ada rapat di kota.
Aku menuju arah sana. Kau mau tumpangan?
Tidak, tak apa. Terima kasih.
Kau yakin?/ Ya, aku yakin.
Semoga berhasil.
Kau benar-benar tak keberatan? Karena aku agak buru-buru.
Tidak. Ayo.
Sedikit perubahan rencana. Kita akan singgah sebentar.
Aku akan membayarmu lebih./ Tidak, aku yang beri dia uang tips.
Tidak. Mobil pesananku, peraturanku.
Kau tak keberatan, Tito?
Sempurna.
Temui teman baruku.../ Tess.
Tess, aku Jaye.
Senang bertemu kau, Jaye./ Senang bertemu kau.
Aku penasaran portofolio seperti apa yang kau bawa.
Mau menebak?
Biar aku lihat.
Sesuatu yang berkaitan dengan busana?
Aku terkesan.
Aku benar?/ Ya.
Bisa aku melihat-lihat?/ Ya.
Ini indah.
Aku takjub pada orang yang bisa begitu kreatif.
Aku menjual real estate untuk mencari nafkah, jadi...
Apa yang salah dengan itu?
Aku harap itu karena tilang parkir yang belum dibayar,
Dan bukannya karena pembunuhan.
Ya.
Kau tahu, aku sebenarnya sudah tak jauh lagi,
Jadi aku rasa aku akan jalan.
Aku juga./ Oke.
Apa Roller tak melakukan pemeriksaan latar belakang?
Kurasa begitu. Tapi itu tak hentikan seseorang...
...dari pura-pura jadi supir seperti yang terjadi di Boston.
Apa yang terjadi di Boston?
Seseorang berpura-pura menjadi supir dan membunuh tiga orang.
Kau serius?/ Ya! Kau tidak nonton Dateline?
Oke.
Ya, ini tempatku rapat.
Semoga berhasil./ Terima kasih.
Baiklah, sampai jumpa.
Tess?
Aku tahu kita orang dewasa dan lainnya, dan untuk suatu alasan,
Kita tak seharusnya berteman dengan orang secara acak, tapi...
Apa kau ingin menjadi temanku?
Ya, tentu. Ya.
Baiklah. Oke, sampai jumpa./ Sampai jumpa. Semoga berhasil.
Ayolah. Kau tak ingat aku?
Kau tahu ini ketiga kalinya aku membawamu, Tess.
Kau harus lebih memperhatikan sesekali.
Aku bisa saja semacam orang gila.
Tapi itu tak hanya kau.
Semua orang begitu memercayai akhir-akhir ini.
Kebanyakan penumpang bahkan hampir tak memperhatikanku.
Tapi aku perhatikan semua tentang mereka.
Semuanya begitu ceroboh dengan rahasia mereka.
Aku merasa begitu dekat denganmu,
Meski kita tak begitu saling mengenal.
Tapi itu semua akan berubah.
Aku punya banyak rencana untuk kita, Tess.
Bersiaplah.
Jaye: Bagaimana rapatmu?
Lampu.
Boleh aku melihat-lihat?/ Silakan.
Lampu.
Keluar dari rumah...!
Hei. Rileks, rileks!
Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Tolong! Ya Tuhan!
Tidak! Tolong hentikan! Tidak!
Tess: Rapat berjalan lancar.
Berkat kau./ Akhirnya.
Menurutmu dia baik-baik saja?/ ??
Tito!
Aku harap begitu.
Jolly Jane.
Jane yang riang.
Senyum.
Senyum yang lebar, meski saat kau tak ingin.
Latihan setiap hari.
Senyum bisa menipu otakmu.
Otot wajah yang kau gunakan ketika tersenyum...
...membuatmu merasa bahagia.
Itu bagus untukmu... Seperti bicara pada diri sendiri.
Bicara pada diri sendiri bisa menjadikanmu pandai berbicara.
Bicara pada diri sendiri bisa menjadikanmu pandai berbicara.
Dan itu bisa menemanimu.
Belum lagi, itu bisa menemanimu.
Ingat, kau hanya gila jika seseorang berbicara balik padamu.
Seseorang bicara balik kepadamu.
Jolly Jane. Jane, Jane. Jolly Jane. Jolly Jane.
Jolly Jane. Jolly Jane.
Jolly Jane.
Astaga, aku lama tak melakukan ini.
Kapan terakhir?/ Tidak sejak aku kecil.
Aku bermain saat SMP, kehilangan ketertarikan saat SMA,
Dan sekarang aku cukup buruk.
Apa posisimu?/ Pelempar.
Aku Penangkap./ Wow. Kau lebih berani dariku.
Menjadi penangkap selalu membuatku takut.
Orang-orang berseluncur ke pelat, mereka berlari kencang.
Itu pasti cukup berat.
Ya, ayahku memaksaku melakukan itu.
Dia selalu tentang bersikap tangguh.
Ayahku kebalikannya.
Ya? Tak begitu keras?
Tidak...
Orang tuaku mengadopsiku saat aku masih sangat kecil.
Dan mereka lebih tua,
Kurasa mereka berpikir melewatkan peluang memiliki anak sendiri, jadi...
Mereka bersikap sangat lunak padaku.
Di mana mereka sekarang?
Mereka sudah meninggal.
Aku turut prihatin.
Ya./ Orang tuaku juga.
Sungguh?/ Ya.
Itu agak aneh tak memiliki orang tua lagi, bukan?
Ya. Seolah kau tak memiliki akar.
Aku menjadi sangat kesepian jika terlalu memikirkan itu, kau tahu?
Kebanyakan orang tak mengerti.
Aku mengerti.
Hei.
Giliranmu./ Baiklah.
Wow. Benda ini terlihat sangat terawat.
Ya. Itu pemberian ayahku.
Selalu mengingatkanku padanya.
Kau naik Roller ke sini. Kau tak punya mobil?
No comments yet. Be the first to leave one.