لومړۍ 200 کرښې.
Terima kasih kepada donatur projek ini: --- gendhutz ---
KEMATIAN R.M.F
Masuklah.
Ya, dia baru saja tiba.
Dia mengenakan celana krem, sepatu derby bertali kulit warna coklat,
kemeja putih dengan inisial namanya.
B.M.F.?
Bukan, maaf, R.M.F.
Aku tidak rabun, Raymond, hanya saja
huruf R-nya disulam dengan jelek dan mirip huruf B.
Tidak, kemejanya sudah rapi.
Kau ingin aku ambil foto
untuk kau lihat?
Ya, sudah kubilang, tidak apa-apa.
Baik.
Raymond, catatanmu untukku
pagi ini sempurna.
Aku akan menyirami tanaman kemudian...
Kurasa aku mungkin akan berlatih memainkan lagu itu dengan piano.
Sudah lama aku tidak berlatih main piano.
Apa ada sakit di bagian lain?
Lenganku sakit.
Mungkin patah.
Kurasa kau harus membawaku
ke rumah sakit terdekat segera.
Aku sudah pasti harus diperiksa oleh dokter.
Mungkin lebih baik mereka menginapkanku
selama beberapa hari untuk observasi.
Mungkin ada pendarahan internal
atau semacamnya.
Jangan khawatir,
mereka akan periksa semua di rumah sakit.
Selamat pagi, sayang.
Selamat pagi.
Kau pulang telat semalam.
Maaf, aku tertidur sebelum pukul 23:00.
Tak apa.
Aku tertahan di kantor, makanya aku telat pulang.
Kenapa dengan dahimu?
Bukan apa-apa. Ada kecelakaan
dalam perjalanan pulang semalam, tapi tidak ada yang serius.
Apa maksudmu? Bukankah sebaiknya kau ke dokter?
Aku pergi ke rumah sakit semalam,
tapi mereka meyakinkanku bahwa itu tidak serius,..
Mereka hanya memberiku obat penenang.
Robert, kau seharusnya menelepon.
Kau pergi ke rumah sakit sendirian?
Itu bukan apa-apa. Tidak perlu khawatir.
Raymond mengirimkannya kemarin.
Dia pria yang manis.
Entah bagaimana kita bisa membalasnya
setelah semua yang telah dia lakukan untuk kita.
Raket banting McEnroe asli dari tahun 1984.
Pasti harganya mahal.
Luar biasa, 'kan, Robert?
Ya, luar biasa.
Berikan Raymond ciuman untukku. Aku akan meneleponnya juga.
Aku baru meneleponnya, tapi tak diangkat
dan aku tak mau langsung menelepon lagi,
takutnya aku membangunkannya.
Tentu, biar aku saja.
Beri tahu dia itu hal terindah yang pernah dia berikan pada kita.
Akan kuberi tahu.
“Besok, Rabu, bangun pukul 07.00.
Pakaian, sepatu monkstrap hitam,
jas biru, kemeja dan dasi putih.
Makan siang, burger daging sapi, susu kocok vanilla.
Makan malam, linguine Bolognese, kentang gratin...
mousse coklat dengan almond dan beri.
Pada pukul 23.00,
minum satu gelas wiski,
Johnnie Walker Red pakai es.
Membaca Anna Karenina sampai pukul 23:30.
Jangan berhubungan seksual. Semoga harimu menyenangkan, R."
Halo.
Selamat pagi, Robert.
Selamat pagi, Louise.
Tn. Frischmann ingin menemuimu di kantornya.
Pukul tiga, di kantornya.
Aku mungkin harus melewati
lokasi pembangunan sore ini.
Aku mungkin tidak bisa kembali tepat waktu.
Jika jadi kau, aku takkan lewat
lokasi konstruksi sore ini.
Tn. Frischmann ingin menemuimu di kantornya pukul 3:00.
Baiklah, Louise. Terima kasih. Dah.
Hai. Boleh aku masuk, atau dia sibuk?
Dia hanya menelepon. Tidak akan lama.
Aku pernah tunjukkan padamu putraku?
Belum.
Dia menggemaskan.
Iya, 'kan?/ Benar.
Bukankah kau dan Sarah berpikir untuk punya anak?
Sarah tidak bisa punya anak.
Dia punya masalah dengan indung telurnya.
Maaf, aku tidak tahu.
Tak apa.
Selamat siang, Robert.
Jangan berdiri saja, duduklah.
Kau sudah menunggu lama?
Tidak, kurang lebih 15 menit.
Hei, rambutmu bagus seperti itu.
Jangan dipotong, biarkan tumbuh lebih panjang.
Dan kurasa berat badanmu turun lebih banyak.
Pria kurus adalah hal paling konyol.
Kita sudah pernah membahas ini, kau harus menambah beberapa kilogram.
Aku sudah bilang padamu sebelumnya.
Tetapi sudah kulakukan./ Sudah pasti tidak.
Kau bahkan lebih kurus sekarang.
Kita harus tinjau lagi
rencana makanmu untuk minggu ini.
Apa kau membaca Anna Karenina?
Aku sedang selesaikan. Masih beberapa halaman lagi.
Duduk.
Kau mau minum?
Aku ingin vodka.
Aku nanti akan bergabung denganmu,
untuk perjalananmu ke Munich.
Kurasa aku masih sempat. Lagi pula
mereka takkan membutuhkanku di lokasi konstruksi minggu depan.
Sarah mungkin akan ikut kita juga.
Asal kau tidak keberatan.
Dan, mungkin dia sudah beri tahu kau ini,
tapi dia suka raketnya.
Katanya itu hadiah terbaik yang pernah kau berikan kepada kami.
Itu bagus. Kau tahu?
Aku tidak menuangkanmu vodka.
Kurasa wiski akan jauh lebih baik.
Ya, benar, wiski jauh lebih baik.
Raymond, aku minta maaf soal kemarin.
Benar-benar minta maaf.
Apa yang kau kerjakan hari ini?
Aku bangun pukul 7:30, mandi,
tidak mencuci rambut, lalu minum jus.
Jeruk dan lemon?/ Jeruk dan lemon.
Apa kau dan Sarah bercinta pagi ini?
Pukul 08.30, tepat setelah sarapan.
Bagus sekali. Aku bicara dengan Sarah
satu jam yang lalu.
Dan ya, dia bilang dia sangat menyukai hadiah itu.
Ya, dia bilang itu hal terindah
yang pernah kau berikan.
Lebih suka itu daripada helm balap Ayrton Senna
yang sudah hangus?/ Jauh lebih suka.
Terima kasih banyak./ Aku yang terima kasih.
Kau pantas dapat semua ini. Setidaknya ini yang bisa kulakukan.
Raymond...
sekali lagi maaf soal kemarin. Aku tidak tahu kenapa itu berujung buruk.
Seharusnya aku dirawat di rumah sakit.
Dokternya tidak bisa dipercaya, dia harus...
Dokter yang memeriksamu hebat,
dia temanku. Aku bicara dengannya sebelumnya
dan dia bilang kau tidak perlu
dirawat di rumah sakit
karena luka goresan di dahimu.
Punggungku sakit.
Sebelah sini dan sini.
Robert, dengar. Itu tidak penting.
Hal-hal begini biasa terjadi.
Lagi pula...
Aku akan memberimu kesempatan untuk menebusnya.
Kita akan ulangi tabrakan itu
dua hari dari sekarang,
dan kali ini kau bisa melakukannya dengan benar.
Tempat yang sama, waktu yang sama,
BMW biru gelap yang sama.
Mengebutlah lebih cepat ke arah dia dan semuanya akan baik-baik saja.
Aku tidak bisa menabrak lebih cepat lagi, Raymond.
Robert...
dalam dua hari,
itu akan terjadi lagi,
dan kau akan pastikan bahwa kau mengemudi lebih cepat.
Kurasa aku tidak bisa./ Serius, Robert...
Aku tak punya waktu untuk ini.
Waktumu dua jam untuk memikirkannya.
Pergilah ke Cheval, duduk di bar.
Mintalah mereka membawakanmu minuman,
sesuatu yang non-alkohol
supaya tidak mengaburkan penilaianmu.
Lalu datanglah ke rumahku malam ini
dan beri tahu aku keputusanmu.
Selamat malam, Pak.
Selamat malam.
Kau mau pesan apa?
Aku pesan dobel Johnny Walker Red
pakai es batu.
Bercanda. Aku pesan Virgin Mary.
Segera datang, Pak.
Cepat juga.
Selamat menikmati.
Hei, Robert.
Maaf, Robert. Vivian dan aku baru saja
mengobrol menarik tentang pohon palem,
jadi aku akan menemuimu sebentar lagi.
Jadi, ceritakan padaku tentang kumbang itu.
Ya. Jadi...
ada kumbang yang menghancurkan pohon palem.
Dia terbawa angin.
Jadi, dia punya sayap?
Atau dia sangat ringan, entahlah.
No comments yet. Be the first to leave one.