لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 27"
Kurasa kamu memutuskan untuk berhenti minta maaf.
- Nanti saja. Aku buru-buru... - Bagimu, selalu saja
ada yang lebih mendesak daripada aku.
Ibu!
Ibu baik-baik saja.
Sayang.
Dokter Kim bilang Ayah akan baik-baik saja.
Ibu baik-baik saja? Ibu pasti syok.
Ibu baik-baik saja.
Beristirahatlah sampai Ayah bangun.
Ibu juga bisa sakit.
Ibu bilang ibu baik-baik saja.
Aku harus ke stasiun TV.
Ya, pergilah.
Astaga.
Hampir tertabrak motor di luar rumah saat siang bolong?
- Haruskah aku melaporkannya? - Apa?
Biarkan saja. Tidak ada yang terluka parah
dan tidak baik jika ada gosip.
Baik, Pak.
Bagaimana dengan urusan Pak Seo?
Belum selesai.
"Belum"? Lantas kenapa kamu masih di sini?
Cari dia dan segera bawa dia ke hadapanku.
Baik, Pak.
Kebetulan sekali.
Kalian semua hebat hari ini, terutama Woo Jung.
Aku membuat terlalu banyak kesalahan.
Kamu terlalu merendah.
Kamu bagus di siaran TV pertamamu.
Hentikan pujiannya.
Bu Han, menurut Anda, bagaimana acara hari ini?
Berikan pendapat Anda sebagai pewara utama.
Jika menjadi pewara TV, kamu harus memperhatikan pandangan.
Pemirsa tidak bisa memercayaimu jika kamu tampak terlalu gugup.
Kamu terus bingung dengan dua kamera yang ada.
Aku bingung harus melihat ke mana karena terlalu tegang.
Saat mengajukan pertanyaan,
jangan memaksakan emosimu kepada orang.
Kamu menyadari itu?
Kamu agak seperti itu.
Saat mewawancarai Kang Yeong Ji, kamu bertanya seolah-olah
dia seharusnya senang bisa bertemu dengan ibunya.
Kupikir aku akan sangat senang jika berada di posisinya.
Mereka sudah berpisah selama 20 tahun.
Dia pasti merindukan ibunya,
tapi juga membencinya.
Yeong Ji tanpa diduga bertemu dengan ibunya di siaran langsung TV.
Dia pasti syok.
Menurutmu bagaimana perasaan Go Soon Deok?
Dia sangat emosional dan terus membicarakan soal tampil di TV.
Nona Lee, bagaimana acaranya menurutmu?
Aku menyukainya.
Itu saja?
Woo Jung bagus.
Terima kasih sudah menghiburku, Nona Lee.
Bu Jeong akan memarahiku.
Bagus, Woo Jung. Selamat.
Aku terkesan.
Dari tiga pemula lainnya, kamulah yang terbaik.
Aku membuat banyak kesalahan. Kukira aku akan dimarahi.
Terima kasih.
Kita semua pasti profesional jika hebat di penampilan pertama.
Kamu bagus di penampilan debutmu. Sebenarnya, kamu sangat bagus.
Selamat, Woo Jung.
Kamu kecelakaan. Kamu tidak terluka?
Aku sudah menjalani pemeriksaan dan baik-baik saja.
Syukurlah.
Kamu pasti syok. Kenapa tidak libur saja?
Ya, kamu butuh istirahat.
Bahkan kecelakaan kecil bisa meninggalkan trauma.
Kamu hanya khawatir.
Karena kehilangan kesempatan debut.
Maaf, itu acaramu.
Tidak, sudah seharusnya kamu yang tampil.
Aku merasa lebih baik karena kamu yang melakukannya.
Aku suka ini.
Kalian bukan hanya rival, tapi juga rekan.
Lihat? Kalian baik dan manis.
Ya, Hwa Kyung akan mendapatkan kesempatan lain.
Ya, kurasa juga begitu, Bu Jeong.
Woo Jung, selamat sekali lagi.
Terima kasih.
Nona Shin, ayo bicara.
Rencana apa?
Tidak mungkin kamu menyelamatinya dengan tulus.
Ada apa?
Haruskah kuambil ponselnya dan kujatuhkan ke ember sepertimu?
Kamu akan melakukan hal yang lebih terencana daripada itu.
- Apa? - Bukan hal sederhana
yang akan membuatmu ketahuan sepertiku.
Aku yakin kamu akan melakukan hal yang tidak terpikirkan orang lain.
Begitukah?
Jika itu yang kamu yakini, coba berpikir lebih imajinatif.
Menurutmu apa yang kulakukan?
Woo Cheol dan Jae Hee keluar.
"Selamat"
"Selamat atas debut TV-nya"
Selamat.
- Ibu. - Tiuplah.
Lupakan saja.
Kamu patut mendapatkannya karena tampil bagus.
Tiuplah selagi bisa atau kuenya akan kuambil.
Aku akan membawa makanan yang kumasak khusus untukmu.
Baiklah.
Bagus.
Aku menikmati acaranya. Kamu hebat.
Itu namanya bakat.
Woo Jung, kamu berbakat.
Sebagai produser, aku ingin mendidikmu.
Tadi kamu bilang aku tidak bagus.
Ibu lebih jahat.
Itu agar kamu lebih baik.
Jika berpikir dirimu hebat, kamu tidak akan berkembang.
Jangan terlena oleh pujian.
Baik.
Aku lapar. Mau coba masakan Jae Hee?
Luar biasa. Ini namanya apa?
Aku pernah makan, tapi lupa namanya.
Bruschetta avokad. Roti panggang Italia.
Di Italia namanya crostini, di Spanyol namanya tapas.
Benar.
Kak Do Bin tahu segalanya.
Semua masakan Jae Hee lebih enak.
Terima kasih, Woo Cheol.
Woo Jung, makanlah yang banyak.
Selamat atas debut TV-mu.
Terima kasih banyak.
Meski aku agak merasa bersalah karena ini pekerjaan Hwa Kyung.
Dia akan mendapatkan kesempatan lain.
Ini enak sekali.
Yeon Hee.
Aku di sini.
Kamu baik-baik saja?
Kamu terluka?
Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja.
Kamulah pasiennya.
Syukurlah kamu baik-baik saja.
Kamu sungguh baik-baik saja?
Kamu diberi obat penenang, tapi aku cemas
karena kamu tidur lama sekali.
Kamu cemas? Sungguh?
Mana mungkin tidak cemas?
Makanlah buburnya.
Kamu belum makan sejak semalam, lalu malah pingsan.
Bagaimana jika kamu kelelahan?
Apa?
Kamu sungguh Oh Yeon Hee?
Satu-satunya wanita yang kucintai.
Kamu Oh Yeon Hee, istriku?
Terima kasih.
Serta maafkan aku.
Aku juga berterima kasih.
Serta minta maaf.
Aku tidak menyangka kamu lebih mementingkan aku daripada nyawamu.
Woo Jung, ada yang mengganggumu?
Aku kenapa?
Kulitku gatal.
Ini reaksi alergi.
- Reaksi alergi? - Dia makan makanan aneh?
Aku menggunakan bahan-bahan segar.
Woo Jung.
Kakakku merasa aneh.
Tidak, Woo Cheol. Kakak baik-baik saja...
- Woo Jung. - Woo Jung.
Woo Jung.
Terima kasih.
Berkat kamu, Ayah bisa kembali ke keluarga Miseong.
Itu sudah tugasku.
Kamu sudah membungkam pengemudi motornya?
Tentu saja.
Ayah sudah dihubungi Pak Min?
Yang terpenting adalah waktunya.
Keluarlah saat aku dan Ibu pergi.
Aku akan memberi Ayah kesempatan
untuk menyelamatkan Ibu seperti Superman.
Woo Jung.
Jae Bin.
Hwa Kyung.
- Hwa Kyung. - Ada apa?
Woo Jung sakit?
Tiba-tiba dia pingsan saat makan malam.
Kenapa?
Kami akan tahu setelah dia diperiksa dokter.
Tapi kenapa kamu di sini?
Ada yang sakit karena kecelakaan itu?
Aku baik-baik saja. Ayahku kecelakaan.
- Kecelakaan? - Tidak parah.
Kabari aku saat diagnosis Woo Jung sudah keluar.
Aku ingin tahu apa dia bisa bekerja besok.
Temanmu sakit, tapi kamu malah mengkhawatirkan pekerjaannya?
- Bisa kamu dorong? - Ya.
Apa ini?
Aku memesan ini khusus untukmu agar bisa menghangatkan punggung.
Punggungmu sakit. Ini akan terasa jauh lebih baik daripada pijatan.
- Benar, bukan? - Ya, Anda benar.
Istriku lebih menyukai karpet ini daripada aku.
Aku harus pergi karena masih harus mengantarkan barang.
- Ya, sampai jumpa. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.