لومړۍ 200 کرښې.
Ibu tidak tahu siapa yang membawanya?
"Episode 69"
Tidak. Menurutmu siapa?
Dia tidak mungkin berjalan sendiri.
Apa seseorang melihatnya?
Bagaimana jika mereka mengira aku sengaja melukainya?
Siapa?
Siapa yang melakukan ini kepadamu?
Mintalah aku untuk membunuhmu.
Maka, aku akan membantumu.
Jika kamu mati seperti ini, Hwa Kyung dan aku
tidak akan tersiksa karenamu.
Bawa Han Joo Won ke rumah sakit.
Pastikan tidak ada yang melihatnya. Cepat.
Baik, Presdir Shin.
Juga, hilangkan rekaman CCTV di tangga darurat itu.
Apa Yeon Hee yang melakukan ini kepadamu?
Mungkin karena aku.
Aku
hampir membuatmu terbunuh.
Joo Won.
Maafkan aku.
Sudah pastikan pihak rumah sakit akan bungkam?
Sudah, Presdir Shin.
Minta rumah sakit untuk menghubungi Han Woo Jung besok.
Pastikan mereka tidak memberi tahu
bahwa aku yang membawa ibunya ke rumah sakit.
Baik.
Ini dari Hwa Kyung.
Ya, Nona.
Temukan Han Jo Woon secepatnya.
Temukan dia?
Cari tahu keberadaannya sekarang.
Tidak, cari tahu apakah dia masih hidup atau tidak.
Jika seseorang mencarinya, cari tahu juga siapa dia.
Baik, Nona.
Nona Hwa Kyung memberiku perintah untuk mencari Bu Han.
Hwa Kyung melakukan itu?
Apa Hwa Kyung yang melakukan ini?
Ada apa?
Kamu tampak gugup dan canggung seperti di rumah orang asing.
Aku hanya gugup karena akhirnya kita bisa berbagi kamar.
Apa yang kamu lakukan?
Ayo.
Ini hebat.
Apa masih terasa seperti mimpi? Masih terasa tidak nyata?
Apa aku harus mencubitmu lagi?
Ayah baru pulang?
Ya, tadi ada hal mendesak.
Ayah tampak lelah, beristirahatlah.
Kenapa kamu berganti gaun
di hari pernikahanmu?
Ibu bilang gaun itu lebih cocok untukku.
Kamu memang bagus memakai itu.
Warna gaunnya sempurna untuk merayakan kembalimu ke Miseong,
itu hadiah yang kamu dapatkan setelah berkorban.
Selera Ibu memang bagus.
Sepertinya Han Joo Won hadir. Kamu tidak melihatnya?
Tidak, aku hanya bicara dengannya di telepon.
Dia mengucapkan selamat.
Begitu rupanya.
Kenapa tiba-tiba Ayah membahas dia?
Woo Jung meneleponku dan bilang Han Joo Won tidak bisa dihubungi.
Dia khawatir terjadi sesuatu...
Hati-hati.
Naiklah dan obati lukamu.
"Mencuri Pagi"
Kenapa kamu terlambat datang
ke pernikahan Hwa Kyung?
Kamu sangat tidak ingin mendampingi Hwa Kyung berjalan ke altar?
Sayang.
Kamu juga pasti lelah. Sebaiknya kamu tidur dahulu.
Aku akan ke ruang kerja dan tidur di sana.
Kamu bahkan tidak ingin bicara denganku sekarang?
Apa yang harus kukatakan?
Bahwa aku senang mendampingi Hwa Kyung berjalan ke altar?
Atau aku tidak senang?
Katakan saja perasaanmu yang sejujurnya.
Jujur?
Kamu tahu seberapa lemah dan tidak berartinya
kata itu bagi keluarga ini?
Seolah-seolah keluarga ini dibangun atas dasar kebohongan.
Memangnya tidak?
Katakan kenapa kamu sangat marah.
Kamu marah kepadaku.
Mintalah aku untuk membunuhmu.
Maka, aku akan membantumu.
Jika kamu mati seperti ini, Hwa Kyung dan aku
tidak akan tersiksa karenamu.
Aku ingat.
Saat kali pertama kita bertemu,
kamu begitu lemah lembut seperti bunga.
Sekarang
kurasa kamu bisa melakukan apa pun demi mendapatkan keinginanmu.
Kamu tampak asing.
Tidurlah.
Apa dia yang menyelamatkan Joo Won?
Sekretaris Kwon, kamu sudah menemukan Han Joo Won?
Belum?
Cepat temukan dia.
Tidur Ibu nyenyak?
Kemarilah.
Aku harus memakai ini?
Kamu pikir menikah dengan keluarga ini akan mudah?
Ibu.
Ayo ke dokter Tiongkok.
Membeli tonik agar kamu segera hamil.
Kami baru saja menikah.
Kakek tidak ingin
kamu mengandung.
Ibu rasa dia tidak sepenuhnya bisa menerimamu sebagai istri cucunya.
Tega sekali dia meminta Ibu untuk mencegahku hamil?
Dia tidak akan berpikir begitu saat kamu benar-benar hamil.
Dia akan berubah pikiran.
Baik, Ibu.
Yang benar "Bibi".
Duduklah, Hwa Kyung. Kamu sudah bekerja keras.
Berani sekali istri cucu bergabung di meja ini?
Berdiri dan tunggu sampai para orang tua selesai makan.
Jika kami ingin tambah, sediakan.
Lalu sajikan nasi dan hidangan penutup.
Setelah semua itu, baru kamu makan sendirian.
Begitulah aturan keluarga Miseong.
Kakek, dia sungguh harus melakukan itu?
Benar. Yang Kakek bilang memang aturan keluarga ini.
Baiklah. Selamat makan.
Hampir lupa.
- Presdir Shin. - Ya, Pak.
Dengan bantuan Departemen Strategi Pemasaran,
aku ingin membeli stasiun penyiaran.
Stasiun penyiaran?
Aku punya uang dan kekuasaan,
tapi tidak punya kendali atas media. Itu menggangguku.
Setiap kali korupsi menjadi perbincangan hangat,
pers menyebut perusahaan kita, itu sangat tidak menyenangkan.
Buatlah rencana matang.
Baik, Pak.
Kakek, aku ingin mengunjungi restoran sup ikan buntal hari ini.
Bersama Hwa Kyung.
Silakan.
Terima kasih.
Ibu di mana?
Halo?
Apa? Han Joo Won?
Ya, dia ibuku.
Dengan siapa ini?
Rumah sakit?
Ibu.
Ibu.
Ibu tertidur lagi.
Dia sakit.
Apa yang terjadi? Kenapa dia terluka?
Mereka tidak tahu penyebabnya.
Operasinya berjalan lancar,
tapi mereka tidak tahu kapan dia akan siuman.
Tampaknya ini bukan kecelakaan.
Kurasa seseorang melakukannya dengan sengaja.
Aku takut.
Kenapa ini terjadi?
Ayo cari tahu perlahan.
Bu Han akan segera pulih.
"Kantor Polisi"
Kamu menganalisis daftar panggilannya?
Ya, dia menelepon dua kali di hari kecelakaan.
Kwong Ji Hoon dari Grup Miseong dan Shin Hwa Kyung.
Kwon Ji Hoon
adalah sekretaris Pimpinan Oh.
Benar.
Untuk apa dia bicara dengan Pak Kwon?
Yang menggangguku adalah dia menelepon Hwa Kyung.
Aku harus menemui Pak Kwon dan Hwa Kyung.
Kamu sendirian.
Jae Hee yang baik, hai.
Dia terluka parah?
Apa itu Jae Hee yang baik?
Ini bukan Jae Hee yang baik.
Lalu siapa?
Mempelai wanita yang cantik.
Mempelai wanita?
Benar.
Aku bicara dengan Bu Han sebentar di pagi hari sebelum pernikahan.
Dia meneleponmu?
- Atau apakah... - Bu Han yang meneleponku.
Dia menanyakan jadwal Pimpinan setelah pernikahan.
Dia ingin menemuinya
Pimpinan?
Kubilang, akan kuperiksa dahulu dan meneleponnya kembali.
Lalu kami menutup telepon.
Terjadi sesuatu kepada Bu Han?
Dia tidak sadarkan diri?
Di rumah sakit mana?
Bagus, Pak Kwon.
Pak Kwon?
Cari tahu dia pergi ke mana.
Baik, Pak.
Kita menghabiskan uang untuk iklan TV.
Merek pakaian luar ruangan lainnya menghabiskan jumlah yang sama.
Iklan TV adalah media utama
untuk mengubah tren pasaran.
Bagaimana menurutmu, Direktur Oh?
No comments yet. Be the first to leave one.