لومړۍ 200 کرښې.
=Desember 31, Tahun 2014=-
=Ayo! Semua anggota tim siaga. Tunggu sampai semut serah terima barang.=
Tim B siaga.
=Semut sudah berada di posisi.=
=Menunggu hingga terjadinya serah terima barang.=
Jangwan-nim, jangan-jangan dia sudah waspada.
=Coba tunggu barang sebentar lagi.=
=Dia pasti akan muncul karena barang yang diinginkannya ada di sini.=
Aigoo, dinginnya minta ampun.
Cengeng amat kau!
Waktu aku masih maknae, pingin keluar pun gak bisa.
=Perayaan akhir tahun... Ngapain aku di sini?=
=Desember 31, Tahun 1982=-
-=Desember 31, Tahun 1982=- Aku hampir mati beku gara-gara menunggumu.
Aku hampir mati beku gara-gara menunggumu.
Maaf, dingin sekali ya?
Sudah mulai! Sudah mulai!
Oh ya?
Saatnya countdown.
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1.
Maknae, selamat tahun baru!
Lee Hyeongsa, selamat tahun baru juga.
Bunyi lonceng telah berbunyi menandai tibanya subuh di tahun yang baru.
Tahun 1982 telah berlalu dan tahun 1983 telah tiba.
Orang-orang sedang berteriak meriah menyambut tibanya tahun yang baru.
Tanpa mempedulikan dinginnya udara.
Bersediakah kau menikah denganku?
Dalam larutnya malam, bersama-sama menyambut tibanya tahun yang baru.
Mengiringi bunyi lonceng yang yang menandai pergantian tahun.
=Tersangka muncul! Tersangka muncul!=
=Mengenakan topi hitam dan sedang mendekati semut. Segera konfirmasi!=
Sudah tiba. Belalang sudah tiba.
Maknae, di depan. Searah jarum jam 11.
Semut di depan. Belalang sudah menampakkan diri, belalang sudah menampakkan diri.
=Semut dan belalang sedang bertransaksi.=
=Tim A, Tim B segera merapat! Arah jam 12!=
=Belalang berganti arah. Cepat kejar!=
Omo! Dompetku!
=Belalang kabur! Belalang kabur! Arah jam 10! Belalang kabur!=
=Tim B segera bergerak ke arah Belalang!=
Cepat kejar!
=Belalang sedang bergerak ke arah luar.=
=Sudah melewati kerumunan orang-orang. Sudah melewati kerumunan orang-orang.=
Minggir! Minggir! Minggir!
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn! Super Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
Maknae!
Kau tidak apa-apa? Baik-baik saja?
Tekanan darah?
40/75.
- Denyut jantung terlalu lemah, pendarahan juga terlalu masif. -Sudah ditransfusi?
Sudah, begitu sampai sudah ditransfusi.
Masih belum stabil. Ayo, cepat!
Coba cek jika ada luka lainnya! Hentikan pendarahan pada luka.
Baik.
Tekanan darahnya rendah sekali. Segera cek!
Baik.
Persiapan sudah selesai.
- Cepat persiapkan! 200 Joule. - Baik, shoot!
Yang lain! Bawa ke sini yang satunya lagi.
Cuma ada yang ini.
Tidak apa-apa. Jangan buang-buang waktu! Cepat!
Persiapan sudah selesai.
Apa ini?
Baik, Tiga, dua, satu, shock!
150 Joule. Shoot!
200 Joule. Shoot!
Seonsaeng-nim, tekanan darahnya sudah stabil.
Coba cek nadinya!
Masih berdenyut.
Setelah berhasil melewati malam di mana aku hampir kehilangan nyawa,
di dalam mimpiku aku mulai melihat seorang pria.
=Time Renegades=-
Semuanya berawal dari mimpi tersebut.
Halo!
=Awas semen!=-
Cepat berikan padaku! Aku tidak suka rekaman. Rasanya bukan seperti suaraku.
Yah memang begitu. Memang rasanya tidak mirip dengan suara aslinya.
Kuhitung sampai tiga jika masih menolak, aku mau marah nih! Satu, dua, tiga!
Dasar! Anu, kenapa hitungnya seperti itu?
Kenapa memangnya?
Satu, dua, tiga.
Cepat berikan padaku!
Gak!
Bagaimana nih? Ji Hwan, kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa.
Berikan! Berikan!
Setelah kurenungkan, sepertinya waktu berlalu begitu saja.
Bagaikan air yang mengalir.
Walaupun tidak sampai satu menit.
Tapi kenangan kita yang barusan semuanya ada di sini.
Karena itu kau beli alat perekam itu?
Semua waktu ingin kau tuangkan ke dalam ya?
Iya.
Kukira tidak ada orang. Mm--maaf.
Tidak perlu minta maaf.
Ah, jam kelas biologi ya?
Anda datang untuk mengambil bahan pelajaran ya, Seonsaeng-nim?
Tidak, sebaiknya aku balik lagi nanti.
Sebenarnya tidak apa-apa.
Kau tidak merasa begitu?
Dengan uang yang segitu saja tidak akan bisa menemukan rumah yang seperti ini.
Aigoo, tidak usah ragu lagi.
Ayo, kita lihat-lihat!
Ditambah, orang-orang yang tinggal di sini semuanya pindah dikarenakan standar hidupnya yang membaik.
Oh ya, itu...
Kapan kalian berencana untuk tinggal bersama?
Kalau begitu kalian silakan lihat-lihat, silakan. Setiap sudut dilihat juga tidak apa-apa.
Langit sungguh indah.
Iya, sungguh indah.
Cepat lambat kita juga akan terbenam bagaikan matahari ini.
Oh ya, katanya di saat menjelang kematian, orang bisa melihat dirinya di kehidupan yang akan datang.
Namun setelah melewati jembatan neraka, ia akan melupakan semuanya.
Setelah melupakan semuanya, ia akan terlahir kembali.
Lalu ia akan mengembara demi mencari belahan jiwanya.
Jika aku bisa terlahir kembali,
aku ingin terlahir kembali seperti diriku yang sekarang ini.
Sehingga kau akan bisa mengenaliku, Ji Hwan.
Kita harus bertemu kembali, mengerti?
Kau sedang jaga?
Iya, tapi Anda adalah...
Aku adalah Kang Banjang nya tim ini.
Oh, Anda adalah...
Anggota Tim Force 2, Kang Geon Woo. Pertama kali berjumpa.
=Coba ceritakan! Karena diancam oleh kunyuk itu?=
=Sehingga kau berikan ini kepadanya?=
Dulu impianku adalah menjadi seorang anggota polisi.
Apa?
Kalau begitu akan susah bagi kita untuk bertemu.
=Jadi sudah seharusnya kau tahu ada alasan yang seperti apa.=
Karena Ji Hwan adalah seorang guru, makanya kita bisa saling kenal.
Orang yang sudah ditakdirkan untuk bertemu, pasti akan bertemu.
Kenapa dari begitu banyak restoran China yang ada, harus restoan kami yang ini?
Hei! Jangan banyak bacot! Cepat duduk sini!
Hei kunyuk! Cepat bangun! Ayo cepat!
Ayo, kita mulai kelas malam ini.
Hei, di matamu ini masih kelihatan kartu-kartu ini?
Kalau kau memang punya nyali, ya keluar saja sana!
Bisa gila aku, dasar!
Hei, Pengawas itu kalau belum selesai mereka tidak akan bergerak.
Kosongkan hatimu dan serahkan saja semuanya pada takdir.
Semuanya, jangan bergerak!
Ternyata kunyuk-kunyuk kelas tiga.
Eh, ternyata ada juga yang dari kelasku?
Hei! Kabur!
Hei! Kusuruh kalian jangan bergerak! Dasar kunyuk!
Sini kau! Sini! Sini!
Dasar kunyuk! Hei, Kang Seung Beom masih juga main?
Seonsaeng-nim, tolong lepaskan dulu tangannya baru bicara. Lepaskan dulu.
Bajuku jadi kendor nih! Dasar!
Aigoo, bau alkohol.
Aku tidak minum bir. Lihat tuh! Botolnya saja tidak kubuka.
Dasar kunyuk kalian! Berani-beraninya main kartu?
Hei, kunyuk!
Sini kau!
Maaf.
Hei, Seung Beom! Berhenti kau!
No comments yet. Be the first to leave one.