لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh Firman Hye Kyo
Kae Sung,
Gae Hyeung,
Un Hae,
Seul San,
semuanya memiliki pemandangan yang indah.
Di mana...
aku harus menguburmu?
Gaya...
Bangun.
Bangun!
Aku bahkan belum mulai!
Efek alkoholnya sudah memudar sekarang.
Diterjemahkan oleh Firman Hye Kyo
Bajingan!
Jung Tae. Jung Tae. Jung Tae.
1936 Dalian, Manchuria Kamu orang yang berharga.
Ta-da!
Kamu sudah bekerja keras.
Mari kita adakan pertarungan lagi dalam dua hari, oke?
Itu adalah HaWalBin TseGu Rosekae.
Berikan saja dia beberapa jahitan di dagu.
Jadi Ma Gang bisa menang dengan mudah.
Aku mau 1,000 won lagi.
Setelah Ma Gang, kamu ada di urutan berikutnya.
Aku akan mempromosikanmu dengan baik.
Dari Tae Ryun ke Shanghai.
Baiklah, aku akan memberikannya padamu.
Ini dia.
Tapi, jika kamu tidak menepati janjimu,
kamu harus membayar berkali-kali lipat.
Beristirahatlah!
Berapa lama lagi?
Sekitar 2 hari lagi.
Sudah lama tidak bertemu.
Ini ketiga kalinya kamu datang ke toko kami, kan?
Aku lihat kamu hidup dengan baik.
Minum dengan uang yang kamu dapatkan dari bertarung.
Tapi,
Aku mendengar rumor kotor.
Bahwa aku bisa menang karena kamu membiarkan aku menang.
Apa itu benar?
Kamu bicara tentang pembenaran saat kamu memukuliku habis-habisan?
Kalau kamu menang, nikmati saja kemenanganmu.
daripada memicu perkelahian.
Berhenti.
Berhenti di situ kamu bajingan!
Bahkan jika aku melakukan ini?
Mari lihat.
Tunjukkan padaku kemampuanmu yang sebenarnya. Tunjukkan padaku!
Bagaimana kamu tahu?
Aku tidak suka jika wanita dipukuli.
Lihat baik-baik.
Karena mulai sekarang ini yang sebenarnya.
Di sebelah utara Luoyang, Henan, ada sebuah gunung kecil.
Gunungnya memang kecil, tapi hanya ada satu disana.
Semua orang yang meninggal di kota besar di dekatnya dikubur di situ.
Jadi gunung itu dikenal sebagai gunung dengan banyak situs pemakaman
dan sebuah tempat di mana banyak orang mati pergi.
Itulah pendapat mereka tentang gunung itu.
Gunung itu dinamai Boong Mang.
Beberapa hari lalu, ayahmu datang ke gunung itu.
Dupa dari Shanghai diletakkan disitu.
Saat kamu sampai di sana, dupanya seharusnya masih menyala.
Aku tidak punya ayah.
Jadi pergilah.
Datanglah ke San Nagi di Shanghai.
Aku akan menunggu.
Feri ini akan segera tiba di Shanghai.
Kami harap anda menikmati perjalanan anda..
8 Tahun yang lalu (Tahun 1928) - Wilayah Shin Eui Joo
Yang terakhir selalu yang paling buruk.
Hei, anak kurang ajar! Berhenti disitu!
Hei, bangun. Bangun!
Lepaskan aku! Lepaskan!
Kamu!
Kamu pikir aku mengambilmu karena kamu cantik?!
Orang sepertimu pantas mendapatkan lebih dari satu pukulan!
Pergi saja berjualan keranjang beras.
Kenapa kamu seenaknya masuk ke wilayah kami? Hah!
Kalau kamu berkeliaran, kamu ada di Shin Eui Joo, tapi bahkan jika kamu coba berlari kamu hanya akan ada di Yongampo.
Apa yang membuatmu begitu percaya diri melakukan ini?
Ai, aku harus-
Hei kalian!
Anak muda ini sudah bekerja seharian.
Jadi aku agak merasa tidak enak.
Kalau kamu berhenti disitu, kamu tidak perlu merangkak pulang ke rumah.
Kamu bisa makan nasi dibandingkan menghirup bubur.
Kalian harusnya menganggap diri kalian beruntung.
Bajingan gila.
Hal kedua yang paling aku benci adalah orang yang memukuli wanita.
Sekedar informasi untukmu, hal pertama
yang aku benci adalah... - Diam kamu bajingan!
Bagaimana kamu tahu?
Bahwa aku...
benci ayahku.
Kamu baik-baik saja?
Kalau kamu tidak ikut campur, aku sudah memasukkan ini ke matanya.
Ikut campur? Aku?
Kalau kamu memukul mereka, seluruh geng akan muncul.
Aku akan berakhir dengan apa yang barus saja kamu berikan pada mereka, jadi jangan kira ini sudah berakhir.
Lepaskan! Biarkan saja!
Diamlah.
Saat kamu menarik angkutan seharian, luka seperti ini terjadi setiap saat.
Ini tidak begitu membantu menghilangkan bekas luka, tapi akan membantu menyembuhkan lukanya.
Aku tidak sedang mencoba pamer, jadi diamlah.
Saat kereta datang, artinya aku berada di stasiun. Jika sesuatu terjadi, datang dan carilah aku.
Seperti yang kamu bilang, karena aku yang menyebabkan kekacauan ini, akulah yang akan membereskannya.
Ini. Selesai.
Pakai ini di lukamu.
Kalau begitu...
Aku Jung Tae, Shin Jung Tae.
Bagaimana denganmu?
Sampai jumpa lagi.
Aku...
Deguchi Gaya.
Episode 1
Minggirlah dari jalan! Minggir!
Ayo ayo!
Maju, maju!
Ayo, ayo, ayo!
Kamu membandingkan aku denganmu? Kenapa kita tidak bisa mencari upah saja dengan baik?
"Sang pemenang mendapatkan semuanya, dan sang pecundang jatuh ke dalam kematiannya."
Hei, Shin Jung Tae. Kamu!
Lakukan dengan benar! - Semangat!
Lakukan dengan benar!
Aku mengerti, wanita jalang!
Ayo, ayo!
Semangat!
Lebih cepat lagi!
Aku kalah padamu. (dalam bahasa Jepang)
Seandainya aku mendapatkan pelari yang baik. (dalam bahasa Jepang)
Terima kasih! (dalam bahasa Jepang)
Ah, terima kasih...
Diterjemahkan oleh Firman Hye Kyo
Itu karena kamu berat.
Kamu senang mengkhianatiku seperti itu? Apa itu membuatmu merasa bahagia?
Yang benar saja.
Kamu yang ingin bertaruh dan mengatakan yang menang akan mendapatkan semuanya.
Kamu adalah tipe orang yang terlalu harafiah.
Ayo makan, aku yang bayar.
Benarkan?
Dasar murahan.
Kamu seharusnya dipukuli selama tiga tahun dengan tongkat.
Apa ini yang namanya makanan? Ini?
Kalau tidak mau berikan padaku.
Makan nasi dengan mangkuk saja tidak cukup, kenapa ubi manis setiap saat?
Karena itulah kentutmu bauny sangat mengerikan!
Beberapa orang bahkan tidak punya sup rumput untuk dimakan. Kita harus bersyukur bisa makan ini.
Aku pergi.
Santailah. Kata orang tidak ada obat untuk pingsan karena kepanasan.
Karena aku yang membayar angkutannya, semua pendapatannya adalah milikku.
Saat aku berlari, aku mendapatkan uang. Aku tidak punya waktu bermalas-malasan.
Aja!
Gadis pengantuk ini.
Bangun.
Bangunlah.
Jung Tae ada di sini.
Seperti kata pepatah: "Gunakan buah kesemek untuk menangkap beruang."
Sepertinya buah kesemek untuk tidurmu adalah Jung Tae.
Kamu suka dia sebanyak itu?
Ajusshi. Kamu suka wanita Mokpo sebanyak itu?
Kalau kamu menelantarkan pekerjaan saat aku pergi, kamu akan mendengarnya dari ibumu.
Kamu disini, Jung Tae?
Kamu pikir aku sebodoh tiang!? Aku tidak akan tertipu la-
Bagaimana ini? Ada bekas air liur disini...
Jung Tae, tunggu sebentar!
Di mana aku meletakkannya?
Ketemu!
Kamu di sini?
Oh... iya.
LIhat keringatmu... Kamu kepanasan kan?
Kamu mau air gula?
Aku bosan pada yang manis-manis ataupun pada air saja.
Ini.
Ambilah. Sebanyak ini sudah cukup.
Kalau kamu ketahuan?
Katakanlah.
Kalau kamu dipecat?
Aku akan memohon?
Aku paling suka saat kamu tersenyum.
Aku akan terima niatnya saja.
Ahh, sifat kebenaranmu itu.
Tidak bisakah kamu membiarkannya saja?
Berikan obatnya padaku. Chung Ah sedang menunggu.
Apa yang aku pikirkan?
Aku pergi.
Lagi-lagi.
Shin Chung Ah.
Sudah kubilang jangan masuk ke dapur.
Kenapa kamu tidak mendengarkan?
Kamu mulai lagi.
Keluarlah, aku akan melakukannya.
Biarkanlah.
Nasinya sudah hampir matang.
Benarkah?
Jika ibu masih hidup.
Orang yang tidak akan dia biarkan berada di dapur adalah kakak.
Kalau aku tidak cacat,
Aku tidak akan membiarkanmu masuk ke dapur.
No comments yet. Be the first to leave one.