لومړۍ 200 کرښې.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Astaga, tak ada sinyal di sini.
- Dia mengutak-atik apa? - Entah.
Lalu?
Kurasa tak akan beres.
Berengsek!
ALBUM KELUARGA
Hai, aku Fran, anggota keluarga San Miguel yang manis, di mana yang…
- Minggir, Berengsek! - Ayah!
Selamat malam, Pemirsa.
Namaku Servando Manuel Guadalupe Villegas de la Garza.
Dan ini keluargaku.
Begini.
Beberapa tahun yang lalu, aku harus tinggal dengan Fran
setelah diusir secara tidak adil oleh beberapa bajingan
dari panti jompo tempat aku tinggal dalam keharmonisan sempurna.
Ayah diusir karena memukul perawat dengan tongkat.
Intinya, mereka mengusirku.
Jadi, akhirnya aku tinggal dengan sekelompok orang ini,
yang sangat akrab denganku.
Tidak! Bukan begitu.
Dengan orang, yang setelah beberapa lama, akrab denganku
dan akhirnya aku sayangi.
BARU MENIKAH
Sejak itu, beberapa orang pergi dan yang lain tinggal bersama kami.
Seperti itulah keadaan keluarga modern.
Bill dan Memo mengadopsi seorang anak.
Omong-omong, bukan itu alasan kami di sini.
Begini, Fran dan Alma
selalu bertengkar.
Ayah kenapa? Jangan berkata begitu.
Tapi itu faktanya.
Jadi, sekarang
kami akan pergi ke rumah bibinya untuk merayakan Natal bersama.
Itu sebabnya, kali ini,
aku akan melakukan segalanya
untuk memastikan keluargaku menikmati Natal yang terindah.
GRUMPY CHRISTMAS
Oke. Siap berangkat?
Satu hal lagi.
Ada apa lagi sekarang?
Penyejuk udaranya tidak berfungsi. Jadi, mungkin agak panas di dalam.
BUS SEKOLAH
Hati-hati.
Ini, ambil tasmu.
Itu dia.
Terima kasih.
- Aku mau berenang. - Aku juga.
Aku juga!
Hei! Semuanya!
Tunggu.
Alma menunggu bersama bibinya.
Kita harus memberi kesan pertama yang baik.
Bu Alice sangat baik,
tapi dia juga sangat tradisional.
Dia suka segalanya berjalan sesuai keinginannya.
Kita tamunya, jadi, tolong jaga sikap kalian.
Jaga sopan santun kalian, dan yang terutama, jangan mengumpat, ya?
Cepat, Berengsek, Ayah mau kencing.
Bagaimana perjalanan kalian?
- Di mana kamar mandinya? - Hai. Di belakang.
- Sayang. - Hai.
Halo, selamat datang.
Senang bertemu denganmu!
Anakku, setampan biasanya.
Bibi, perkenalkan keluargaku dari San Miguel.
Ini Renato, kuliah kedokteran, tinggal bersama kami.
- Senang bertemu. - Ini Gala,
belajar permakultur.
- Senang bertemu. - Sama-sama.
- Senang bertemu. - Sama-sama.
Itu Ed. Dia sudah pensiun.
- Halo. - Senang bertemu.
Ini Bill.
Ini ayahku.
Dan Memo.
Dia ayahku satunya.
Siapa kau?
Aku Willy!
Senang bertemu, Willy.
Dan ini…
Servando Manuel Guadalupe Villegas
de la Garza.
Siap melayani, Bu.
Alicia Vidaurri. Senang bertemu, Fernando.
Servando.
Servando, dengan S.
Oke. Tapi bukankah Fernando nama yang bagus?
Bukankah ada yang lainnya?
Istriku, Gina, berhalangan karena dia di rumah bekerja.
Sayang sekali.
René, putraku, di sekolah seni di London.
Gio dan Orlando, para musisi, sedang tur.
Sayang sekali aku tak bisa bertemu mereka.
Di sini ada Cirila dan Primitivo.
- Halo. - Mereka bisa membantu kalian.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Selamat datang.
Ayo! Kalian akan kuajak berkeliling.
Ini kolam-kolamnya.
- Ada beberapa kolam? - Ya, dua.
Ada kamar tidur di sana, beberapa tidur di sana.
Kau tinggal di sini sendirian?
Ya, Sayang.
Membosankan.
- Willy. - Tidak, dia benar.
Begitulah cara kalian ke dermaga.
- Bagus bibiku punya perahu layar, bukan? - Luar biasa!
Terima kasih sudah datang.
Aku tahu ada jarak di antara kita belakangan ini,
tapi sangat penting bagiku…
Fran?
Aku jatuh cinta dengan orang lain.
Bagus, Sayang.
Francisco, kau tak mendengarkan!
Maaf, ini…
- Pameran. - Ya. Aku tahu, pameran.
Tapi kita sepakat kau akan berhenti bekerja saat kita berlibur.
Gawat! Pukul berapa ini?
Saatnya terapi pasangan!
Jadi…
Fran berjanji akan berhenti bekerja.
Dia tak mau menaruh ponselnya.
Itu penting.
Apa gunanya datang jika tak sepenuhnya di sini?
Benar. Aku janji akan lebih memperhatikanmu.
Tidak, bukan aku, kita.
Kita.
Jangan coba-coba.
Kelihatannya enak.
Lihat!
- Ini dulu. - Jagung, keju, dan…
Itu dia!
Tutup mulut, Pak, lalat bisa masuk.
Semuanya terlihat lezat, Alicia.
Terima kasih, Servando.
Baik, mari kita mengucap syukur.
Terima kasih, Tuhan, untuk makanan hari ini.
Dan nasi dan taco babi.
Terima kasih telah memberiku waktu bersama Alma
dan bisa berbagi waktu indah ini dengannya dan keluarganya.
- Amin. - Amin.
- Selamat menikmati. - Aku mau…
Selada dulu.
Aku juga mau…
Ini sausnya. Akan kuambil lalu kuoper.
- Bisa kita oper seladanya? - Mau?
Kau tak bisa tidur?
Kau mau teh?
Tidak, terima kasih, Alicia.
Aku akan menghabiskan rokokku lalu tidur.
Sebaiknya jangan merokok. Buruk untuk kesehatanmu.
Di usiaku, apa yang tak buruk?
Hei.
Kulihat kau punya taman yang indah.
Putraku, Fran, adalah spesialis tanaman.
Tidak!
Jangan menyentuhnya!
Selamat malam.
Lihatlah.
Menakjubkan!
Terlihat indah!
Bukan begitu? Indah sekali.
Ya.
Memang!
Tapi ada satu yang kurang.
Apa itu?
Kau.
Ed.
Aku harus tetap di sini.
Tapi kau tahu Fran dan Alma butuh waktu bersama.
Sayang sekali.
Ya, aku tahu.
Tapi tetap saja…
- Bibi. - Ya?
Bibi tak akan bilang apa-apa?
Apa maksudmu?
Tentang apa?
Tentang keluargaku.
Rupanya tentang mereka!
Bibi bisa bilang apa? Kau benar.
Mereka semua luar biasa.
- Benar, bukan? - Ya.
Tapi ayah mertuamu agak aneh.
Sudah kuduga! Aku tahu Bibi tak menyukainya.
Itu tidak benar.
Bukannya Bibi tak suka.
Dia hanya agak usil.
Ayah lihat Alma?
Ayah tak bisa menyalakan benda ini.
Biar kucoba, Ayah.
Tempat yang bagus, ya?
Ya.
Dan Alicia baik, bukan?
Apa? Ayah tak menyukainya?
Ya, dia
baik.
Tapi…
- Tapi apa? - Entahlah.
Ada yang aneh dengannya.
No comments yet. Be the first to leave one.