لومړۍ 200 کرښې.
SELURUH TOKOH, ORGANISASI, LOKASI, DAN INSIDEN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Tugasmu menegakkan keadilan.
Kau tak semestinya bersembunyi di balik kata "semua orang."
Aku tak tahu bahwa aku menghancurkan karier seseorang yang kuhormati
untuk pertama kalinya dalam kepolisian.
Aku mohon jangan libatkan aku untuk ini.
Pak Woo terbukti melakukan kesalahan,
dan bukti-bukti sudah kuat untuk menangkapnya.
Dia bahkan berusaha membuang bukti.
Biar kutunjukkan apa hak penangkapan bagi kejaksaan.
Aku akan menuntutmu. Aku akan menangkapmu
dan membuatmu terpidana sebagai polisi korup.
Pak Woo mengancam akan menyakiti seorang petugas polisi yudisial.
Lalu rekaman pembicaraan dengan Kim Myeong-han
menjadi bukti pembuangan jasad yang dilakukan Pak Woo.
Seluruh pernyataan tercantum
dalam "alasan pengajuan surat perintah."
KEPALA WOO TAE-HA
EPISODE TERAKHIR
RUANG PERS
KEJAKSAAN
Penyebab kematian mendiang Park Gwang-su
karena serangan jantung adalah benar menurut laporan autopsi saat itu.
Mengenai kecurigaan atas lokasi kematiannya,
hasil investigasi internal antara kejaksaan dan kepolisian
menyimpulkan bahwa pemindahan jasad
adalah benar.
Termasuk pernyataan
bahwa kasus pembuangan jasad ini telah menyingkap
pertemuan yang diadakan di sebuah vila daerah Namyangju,
itu juga benar.
Dia tidak menggertak.
Melihat pengaruh dan sikap moralnya,
Pak Woo sangat mampu menghancurkan kehidupan Inspektur Han.
Walau dia berhasil membungkam kami,
Kim Myeong-han tidak bisa terus diam menutupi kasus ini.
Cara agar dia bisa selamat hanyalah kau.
Walau sudah tak bisa mengelak keberadaannya di vila saat itu,
dia masih bisa melempar tanggung jawab
atas pembuangan jasad kepadamu sekali lagi.
Sama seperti di malam kematian Pak Park.
Kau cepat sekali mempelajari keburukan orang lain.
Bukankah sikapmu kepadaku sama persis dengan atasanmu kepada Inspektur Han?
Di malam kejadian itu,
aku dapat telepon dari atasan kepolisian yang berada di vila daerah Namyangju.
Dengan jabatanku sebagai Kepala Polisi Namyangju saat itu,
aku bergegas menuju vila yang dimaksud.
Bersama dengan jaksa dari Kejaksaan Pusat yang masih berada di vila tersebut,
aku memindahkan jasad Park Gwang-su
ke jalan luar kota di daerah Namyangju.
Katamu karierku pasti berakhir. Lantas, untuk apa menemuiku?
Karena kau bisa memilih
akhirnya, Bu Choi.
Bila terus mengelak atas perbuatanmu saat itu,
kau dan Inspektur Han akan dihabisi oleh Pak Kim,
juga Pak Woo.
Namun, kau bisa memilih mengakui semuanya,
dan mengundurkan diri atas kemauan sendiri.
Dengan begitu, Inspektur Han pun terlindungi.
Kau tak ahli menilai karakter orang.
Apa kau merasa aku bisa mengaku hanya karena Inspektur Han?
Beberapa saat lalu,
aku melihat Inspektur Han marah besar pada seseorang.
Itu karena seseorang memanggilmu dengan tak sopan.
Dia juga tak menjelekkanmu.
Meski mudah membuka hatinya untuk orang lain,
tapi dia tak asal percaya atau respek pada siapa pun.
Aku percaya kalian berdua merasakan ikatan tersebut.
Dan aku di sini karena percaya dia ahli menilai karakter seseorang,
bukan karena kupikir aku bisa menggugah nuranimu.
Dikarenakan tidak adanya pelaku lain,
aku akan bertanggung jawab dan mundur dari jabatanku,
serta berjanji akan mengikuti semua prosedur investigasi
agar kasus dapat selesai dengan baik.
Sebagai pejabat penegak hukum,
aku juga terlibat membuat kebingungan di TKP.
Untuk itu,
aku mohon maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat dan keluarga korban.
Pak Woo dan Bu Choi membohongimu saat pertemuan waktu itu.
Pak Park Gwang-su tak meninggalkan vila dalam kondisi hidup.
Dasar bodoh.
Mereka menggali kuburan sendiri.
Untungnya sampai saat ini tak ada yang menyebut Hanjo.
Lee Sung-jae tak boleh tahu bahwa kita terlibat.
Dia akan menggunakannya untuk menyerang kita.
Kemungkinan dia akan tahu.
Pak Woo yang percaya diri bisa mengendalikan semua,
malah dikhianati…
Kendali…
Ada orang yang bisa kita percayai untuk terakhir kali.
Haruskah Pengacara Oh beraksi?
Aku baru saja ingin mengatakan itu.
Maaf, Bu. Aku akan mendengarkan.
Bukan itu.
Sepertinya kau bisa membaca pikiranku.
Untungnya, kau memihakku.
Seandainya kau memihak orang lain,
habislah riwayatku.
Biarkan Pengacara Oh yang membuat janji temu,
tapi aku ingin kau
menyampaikan maksud kita.
Baik, Bu.
Tak perlu khawatir aku mengkhianatimu, Bu.
Bagaimanapun juga.
Memangnya mereka siapa?
Beraninya menyuruhku datang dan pergi sesuka hati!
Dasar bedebah! Aku mantan hakim ketua!
Sialan.
JAKSA PENANGGUNG JAWAB
Sepertinya kau tak akur dengan dia.
Kau mencari peluang untuk menghancurkan atasanmu?
Jaksa Hwang yang menginvestigasi Pak Woo?
Itu tugasmu.
Baik, Pak.
Pak Kim.
Ya, Pak.
Apa itu ulah Pak Woo?
Surat dan saksi palsu.
Sepertinya begitu.
Apa jaksa tadi tahu?
Ya.
Berpikirlah secara positif.
Takkan ada lagi rekan yang lebih baik.
Bagaimana
menyebut mereka rekan setelah apa yang kau dengar?
Astaga.
Begini, Pak Kang…
Aku hidup hanya ingin satu hal.
Aku ingin pensiun setelah anakku masuk kuliah.
Setelah pensiun dan putus hubungan dengan semua,
aku ingin pindah ke Samudra Pasifik dan hanya menikmati hidup.
Kau dan aku sudah bekerja begitu keras seumur hidup,
jadi, pantas dapat kenikmatan itu.
Agar bisa meraihnya, kita kini harus bersabar.
Aku mohon bantuanmu. Ya?
Kepala Oh!
Halo. Apa kabar?
Maaf. Aku seharusnya memanggilmu Pak Oh.
Dia wakil kepala dan juniorku.
Dia ini…
Apa kita bisa makan bersama?
Baik. Nanti, ya.
- Baik, Pak. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Jabatan wakil kepala dianggap tinggi di sini,
tapi dia sopan sekali terhadap seniornya.
Distrik Seoul Timur tidak boleh mengganggu grup kami lagi.
Andai menolak melakukannya,
akan kubuat kau terlihat mendapat informasi keuangan kami secara ilegal
karena dendam terhadap Hanjo.
Untuk hal tersebut,
kami punya saksi yang kuat.
Aku menanyakannya karena tak paham hukum.
Benarkah pembongkaran data privasi seseorang
dapat dihukum lima tahun penjara di negara ini?
Aku penasaran.
Bila kau berperang dengan kami secara resmi,
pada akhirnya, para kolegamu akan memihak siapa?
TIM REFORMASI PROSEDUR INVESTIGASI CHOI BIT
Apa kau senang bisa selamat sendiri?
Apa aku terhitung selamat?
Kau tahu, aku tadinya
tak ingin melibatkanmu.
Malam itu
adalah saat terburuk dalam hidupku
sampai hari ini.
Orang yang berkata akan kembali tidak bisa dihubungi,
dan meninggalkanku dengan jasad.
Berbagai hal terlintas dalam pikiranku
sampai kau datang.
Kau datang karena dihubungi atasan tanpa tahu masalah.
Padahal kita baru bersama
kurang dari 30 menit.
Dalam waktu singkat,
kita jadi rekan.
Rekan yang sempurna.
Aku masih ingat kenangan itu dengan jelas
sehingga aku tak ingin melibatkanmu dalam kasus ini.
Kau memanfaatkanku.
Memanfaatkanmu? Apa aku yang melibatkanmu?
Katakan itu kepada atasanmu!
Kau sengaja mengirim mereka ke penjara.
Kau tahu namaku akan muncul jika mereka menemui Kepala.
Orang yang kabur satu tahun lalu tak mungkin melindungiku.
Kau bilang itu ke mereka sehingga bisa memanfaatkan dia.
Kau pasti akan tunggu Inspektur Han ke luar penjara
agar berikutnya kau bisa memanfaatkanku.
Karena kau butuh aku untuk mengancam Inspektur Han.
Bila benar tak ingin melibatkanku dalam kasus ini,
kau tak usah menyebut nama Pak Kepala.
Bagaimana denganku? Jika tak menyebut dia, siapa lagi yang harus disalahkan?
Aku! Tinggal aku saja!
Kenapa aku harus disalahkan?
Tentu saja, takkan kau lakukan. Dan memang tidak.
Karena itulah
semua berakhir di sini.
Ini belum berakhir
selama aku masih hidup
Bagaimana jika kukatakan,
ini peluang terakhirmu sebagai polisi untuk melayani masyarakat umum?
No comments yet. Be the first to leave one.