Sea of the Woman

Sea of the Woman (그 여자의 바다)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

A Sea of Her Own E001-002
د لخوا تبصره indri danti22
credit to Viu

تګونه

other
په خپور شو: 2017-03-06
ډاونلوډونه: 13
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

"Episode 1"

"Incheon, 1962"

Astaga. Kapan kamu memasak semua ini?

Kamu memasak dengan sangat cepat dan baik.

Ayah makan dengan lahap di alam baka berkat menantunya.

Itu untuk peringatan kematiannya.

Makan yang ini saja.

Bisakah kamu menjaga restoran hari ini?

Aku harus membeli beberapa barang lagi untuk bersiap.

Tentu, akan kulakukan.

Kamu akan bertemu kakakku hari ini.

Meskipun dia mencintai wanita simpanan dan putranya,

aku tidak percaya dia hanya datang untuk liburan atau peringatan Ayah.

Kamu belum bertemu dengannya sejak Tahun Baru Korea, bukan?

Ada yang bisa kubantu?

Tidak juga. Kurasa aku bisa menanganinya.

Kalau begitu, aku akan mencuci muka.

Bibi lihat lampumu menyala saat bibi ke toilet subuh tadi.

Apa kamu sedang belajar untuk ujianmu?

Ya.

Kamu mengerikan. Kamu menuruni sifat siapa?

Bagaimana seorang bibi bisa mengatakan itu ke keponakannya?

Dia tidak mengerikan, dia hanya bekerja keras.

Kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya belajar.

Dengar, Pak Ko. Aku lebih berpendidikan daripada kamu.

Soo In, apa kamu akan dapat peringkat pertama lagi?

Jangan bilang "lagi". Bukankah kali terakhir dia peringkat kedua?

Bukankah kamu bilang putri pembuat mi yang peringkat pertama?

Kamu ingat berbagai macam hal. Nona Oh, kamu sangat pintar.

Soo In, siapa di antara orang tuamu yang berprestasi di sekolah?

Kamu menuruni sifat ibumu atau ayahmu?

Mungkinkah sifat bibi?

Aku yakin pasti aku.

Apa?

Kenapa Soo In menuruni sifatmu?

Itu hanya lelucon. Tidak perlu berteriak.

Kamu benar-benar aneh.

Ibu.

Ini hari peringatan kematian Kakek. Langsung pulanglah setelah sekolah.

Saat bertemu ayahmu, beri dia salam dengan baik.

Jangan cemberut dan dimarahi seperti kali terakhir.

Mengerti?

Kenapa kamu tidak menjawab?

Baiklah.

Bangunkan adikmu. Ayo sarapan.

Baiklah.

Jung In, bangunlah.

Sebentar lagi.

Tidak, ini saatnya ke sekolah. Kamu harus bangun.

Aku tidak mau.

Bahkan setelah ini? Sungguh?

Hentikan, Kakak. Aku akan bangun. Aku sudah bangun.

Bangunlah.

Ini.

Min Jae, seorang pria

tidak boleh pilih-pilih makanan.

Mengerti? Habiskanlah.

Anak pintar.

Saat tumbuh besar,

apa aku akan menjadi pria hebat seperti Ayah?

Menurutmu ayah hebat?

Ya.

Kamu anak yang sungguh pintar.

Makanlah.

Kamu tahu hari ini peringatan kematian ayahmu, bukan?

Ya.

Bersikap baiklah kepada semua orang.

Perlakukan Soo In dan Jung In dengan penuh kasih sayang.

Soon Ok membutuhkan... - Aku tahu.

Aku akan menanganinya.

Aku tidak akan menginap setelah acaranya selesai.

Kenapa tidak?

Jangan mengkhawatirkanku. Bermalamlah di sana.

Min Jae, bagaimana kalau kita makan taoge?

Bagus. Kamu anak yang sungguh pintar.

Habiskanlah.

Sampai jumpa. - Sampai nanti.

Semoga hari Ayah menyenangkan.

Pasti, Nak.

Cuacanya dingin. Masuklah.

Baiklah. Akan kubawakan makan siangmu.

Baiklah. Sampai nanti.

Pak Bang, kamu keluar lebih cepat.

Halo. Aku menantikan pengiriman hari ini.

Kamu baru datang? - Ya.

Kamu dapat pengiriman pekan lalu. Kamu sudah menjual semua itu?

Pabrik jahitan di dekatku mendapat pesanan membuat seragam.

Mereka butuh kain.

Kamu mengumpulkan semua uang di lingkunganmu.

Tidak juga.

Bagaimana jika kita minum malam ini? Akan kutraktir.

Minum-minum? Dengan senang...

Aku tidak bisa. Aku harus mendatangi acara peringatan kematian.

Sayang sekali. Kalau begitu, mungkin lain kali.

Baiklah. Semoga harimu indah. - Terima kasih, kamu juga.

Yang ini...

Apa kini tidak ada masalah?

Berfungsi dengan baik.

Pak!

Kenapa Bapak melakukan ini?

Berikan kepadaku. Biar aku saja.

Pentingkah siapa yang lakukan? - Ya. Harus aku yang melakukannya.

Terima kasih. Kamu tahu hari ini kita kedatangan tambahan tepung?

Tentu saja, Pak. Karena itulah aku datang cepat.

Semoga harimu menyenangkan.

Makanlah dengan baik, Sayang.

Aku tidak bisa fokus pada soalnya kalau makan banyak sebelum ujian.

Benarkah? Kalau begitu, makanlah lebih sedikit saat sarapan

dan makan banyak saat makan malam.

Lihatlah waktunya.

Aku harus mengunjungi rekan bisnis.

Pekerjakanlah seseorang untuk mengelola pemasaran.

Kamu bekerja terlalu keras.

Aku masih bisa menanganinya sendiri.

Bisakah Ayah mengantarku ke sekolah hari ini?

Agar aku bisa belajar dalam perjalanan.

Tentu saja, dengan senang hati.

Habiskanlah makananmu.

Bisakah kamu dapat peringkat satu di kelas?

Aku tidak yakin.

Kenapa tidak? - Karena Soo In.

Soo In?

Gadis yang dapat peringkat pertama pada ujian terakhir?

Tidak, aku peringkat pertama pada ujian sebelumnya.

Soo In peringkat pertama sebelum itu.

Kalian bergantian rupanya.

Aku tidak mau bergantian.

Punya saingan itu bagus. Itu membantumu menjadi lebih baik.

Aku tidak suka peringkat kedua.

Jangan bilang begitu. Kalian seharusnya berteman.

Soo In memang sahabatku.

Hanya dia yang selevel denganku.

Aku hampir lupa, Dal Ja.

Sebelum membuat kaldunya, rendam dagingnya dalam air dahulu.

Kalau tidak kamu lakukan karena itu merepotkan, rasa kaldu akan rusak.

Soon Ok, aku hanya melakukannya satu kali.

Berhentilah mengusikku soal itu.

Kamu pikir aku akan lupa bahwa kamu pemilik restoran ini?

Pergilah.

Sampai jumpa. - Sampai nanti.

Hati-hati. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa. - Sampai nanti.

Baiklah.

Pak Yoon.

"Toko Gerabah Daesung"

Halo.

Bagaimana penjualannya?

Selalu sama.

Pak Kwon, mengenai investasinya.

Kamu sudah mendengar kabarnya lagi?

Bisakah kamu menunggu?

Berapa lama lagi? Ini sudah tiga bulan.

Tidak tahukah kamu bahwa aku mengambil pinjaman untuk membayarmu?

Aku tidak bisa tidur malam hari karena kudengar bunganya

terus bertambah dalam mimpiku.

Sudah kubilang jangan khawatir, bukan?

Ini urusan pemerintah, karena itulah

prosesnya lama, hanya soal itu.

Akan kubayar belasan kali lipat, jadi, jangan khawatir.

Aku membantumu mendapat keuntungan saat kali terakhir, bukan?

Ya, benar.

Tapi aku khawatir akan terlalu lama.

Kata Konfusius, "Tanpa rasa percaya, maka tidak ada pendirian."

Kamu tidak akan meraih apa pun tanpa rasa percaya.

Percayalah padaku dan tunggulah sebentar lagi.

Aku akan membuatmu sangat kaya.

Baiklah, kalau begitu. Aku akan percayakan semua padamu.

Sudah kubilang jangan khawatir.

Aku pergi dahulu.

Baiklah. Sampai jumpa.

Apa ada masalah?

Apa? Sama sekali tidak ada.

Aku kelaparan. Ayo makan siang.

Min Jae, ayo masuk dan makan siang.

Ayo masuk. Ayo makan.

Apa ini hari peringatan kematian? Maka kamu akan bertemu suamimu.

Kamu akan bersenang-senang dengannya.

Ini, kelihatannya bagus.

Semoga dia tahu sekarang hari apa.

Dia selalu saja pelupa.

Jangan hanya memakan kimchi. Makanlah ini juga.

Aku bisa makan sendiri.

Aku menawari menyuapimu, bukan?

Buka lebar mulutmu. - Hentikan.

Ayolah. Makanlah ini.

Tidak perlu merasa malu.

Bagus. Lezat, bukan?

Malangnya diriku.

Aku bersusah payah menyiapkan meja untuk mendiang ayahnya.

Itu ibu tiri.

Ibu tiri!

Soon Ok, biar kubawakan itu.

Jangan berani-berani menyentuhnya.

Apa kamu harus sejahat itu?

Kamu tahu sekarang hari peringatan kematian ayahmu?

Tentu saja. Kamu pikir aku tidak akan tahu?

Sampai jumpa, Ibu Tiri.

Tidak sopan sekali. Dia bahkan tidak menerima salam anak kecil.

Sea of the Woman subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sea of the Woman

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left