لومړۍ 200 کرښې.
Kini tahun 1979.
Usiaku 20 tahun.
Aku ditugaskan oleh majalah Newsweek untuk ambil foto pengarang ini.
Kubilang, "Hebat."
Dan mereka bilang, "Itu tak semudah dugaanmu, Mike".
"Sebab dia tidak suka difoto."
"Kami tak punya alamat atau nomor telepon untukmu."
"Tapi kami tahu, dia mengambil suratnya di Windsor, Vermont."
Lalu di hari pertama, setelah menunggu selama 4 jam,...
...minum pepsi dan makan Cheetos, membuatku kesal.
Hal ini tak terkabul.
Pergi saja, sudah pukul 5:30. Kantor pos sudah tutup.
"Takkan ada yang mengambil surat hari itu."
Lalu aku melewati jalanan Hanover saat larut malam.
Mulai penasaran apa ada yang memberitahunya.
Jadi esoknya, aku kembali.
Seorang pria keluar dari kantor pos.
Aku mengambil fotonya, mencatat nomor pelatnya.
Tapi bukan dia orangnya.
Jadi aku menunggu.
Lalu ada mobil Jeep berhenti, tapi wajahnya tak terlihat.
Dia keluar mobil dan masuk ke kantor pos dengan cepat,...
...dan saat dia keluar--
Ruang berita.
Aku mendapatkannya.
Aku mendapatkan Salinger.
Mengingat kembali mereka yang duduk di meja poker itu,...
...yang membedakan Jerry dari yang lainnya adalah...
...ada keyakinan dalam dirinya bahwa bukunya akan diterbitkan.
Tak perlu diragukan, dia memiliki bakat yang besar...
...dan tak diragukan bahwa yang lainnya di meja poker itu...
...lebih kalah darinya.
Karyanya diberkati oleh Tuhan.
Karyanya adalah jalan baginya menuju pencerahan.
Dia dilahirkan ke dunia ini untuk bekerja, untuk menulis.
Catcher in the Rye menyedot perhatianku...
...saat pertama kali terbit.
Tak pernah ada suara seperti itu,...
...sangat pribadi, sangat menarik.
Terasa ada seseorang yang...
...menuliskan setiap lembarnya dari jiwanya.
Tercantum pada sampulnya, "Buku ini akan mengubah hidupmu."
Lalu kubeli bukunya, tapi aku takut membacanya,...
...sebab aku tak ingin hidupku berubah.
Sungguh ajaib, kau merasa seperti, "Bagaimana dia melakukannya?
"Bagaimana caranya menyatukan semuanya seperti itu?"
Dan membimbingku melalui suatu cara...
...yang membuatku merasa seperti itu saat terakhir,...
...yang mana kau sangat bersyukur kepadanya...
...dan kau ingin mencarinya, seperti kalian juga sekarang.
Ini memang kejadian luar biasa.
Bagaimana berjuta-juta orang...
...datang membeli buku itu.
Catcher in the Rye telah terjual 60 juta salinan.
Itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Dan terus terjual, sekitar, 250 ribu salinan per tahunnya.
Buku itu menerangkan siapa kita sebagai budaya Amerika.
Saudara yang lama hilang telah tiba, dan dia Holden Caulfield,...
...dan dia menjadi bagian dari perbincangan kami.
Seperti seluruh generasi,...
...kukira dia menulis tentangku.
Untuk muncul di sampul majalah Time tahun 1961...
...hanya layak bagi seorang negarawan dan penerima Nobel.
"Kau berutang buku lainnya pada kami."
"Maksudku, kami sudah menghadiahkanmu...
...sebuah ketenaran, dengan uang."
"Menurut kami, kau salah satu...
...penulis paling penting abad ini."
"Sekarang, ayolah, terbitkan buku lagi."
Dan lalu dia tak menerbitkannya.
"Beraninya kau berpaling dari kami?"
"Kami ini penggemarmu. Kau sudah merasuki pikiran kami."
Misteri yang bergulir adalah kenapa dia berhenti.
Jerry telah mencapai puncak tangga kesuksesan.
Di puncak kesuksesan itu, dia menghilang.
Kudengar bahkan dia memiliki bunker besar.
Ada rumor selama bertahun-tahun...
...bahwa Salinger terus menulis.
Dan akan ada jeda waktu yang lama...
...yang mana dia takkan keluar dari bunkernya sama sekali.
Dia menjadi seperti Howard Hughes pada masanya.
Tn. A.E.\ Oh, itu dia!
Bagaimana kau bisa sampai ke sini? \ Apa kabarmu? Astaga.
Itu sudah setahun setelah perang berakhir,...
...dan satu-satunya yang kukenal yang punya pekerjaan...
...adalah pria bernama Don Congdon,...
...yang merupakan editor dari majalah fiksi Collier.
Dan kami sering bermain poker, mungkin dua kali seminggu...
...bertaruh recehan, tak terlalu besar.
Dan salah satu pemainnya seorang pria tinggi kurus...
...bernama Jerry Salinger.
Kau ingat bersama Jerry di sini? Setelah bermain poker?
Ya, tentu. Ya.\ Ya?
Setelah selesai malamnya,...
...kami akan pergi ke bar Chumley,...
...yang merupakan tempat berkumpul bagi para penulis.
Jadi setiap orang di sini yakin bahwa...
...mereka lah Hemingway berikutnya atau semacamnya,...
...kecuali Salinger, yang tak mau jadi Hemingway berikutnya.
Jerry mengatakannya sendiri.
"Takkan ada penulis hebat setelah Melville sampai aku tenar."
Dia menyangkal semuanya, Theodore Dreiser,...
...Hemingway, Steinbeck, mereka semua hanya berbakat rendahan.
Dan lantas aku tersadar, dari semua penulis itu,...
...hanya Herman Melvile yang sudah mati.
Jadi itu semua benar.
Dia satu-satunya penulis yang pernah kukenal...
...yang membicarakan karakternya bagaikan mereka sungguhan.
Dan itu sangat aneh, hal ini,...
...sebab dia membuat mereka nyata dalam ceritanya,...
...mereka menjadi nyata baginya.
Dan karena mereka sangat nyata baginya,...
...aku mulai mengira mereka nyata,...
...aku mulai melihat mereka sebagai kenyataan.
Sikapnya, dan dia hidup layaknya...
...dia bagian dari kami,...
...menulis dan mencoba bersahabat dengan baik.
Dan aku cukup terkejut saat mengetahui bahwa...
...dia ternyata tinggal bersama orangtuanya.
Di sebuah apartemen sangat mewah di Park Avenue,...
...bahwa dia pernah masuk ke sekolah timur yang mewah.
Dikeluarkan dari hampir semuanya.
Bahwa dia ternyata berasal dari perkumpulan Country Club.
Tapi itu tidak membuat perbedaan baginya.
Dia tak terkesan sama sekali dengan hidup yang telah dijalaninya.
Dan kurasa itu semua menjadi jelas...
...saat akhirnya dia menulis sebuah buku yang ditulisnya,...
...dan itu Catcher in the Rye .
Ayah dari Salinger, Solomon,...
...adalah putra seorang rabi,...
...pengimpor keju dan daging, sangat tidak jujur.
Ibunya seorang Katolik, namanya adalah Marie,...
...yang diubahnya menjadi Miriam,...
...agar bisa diterima oleh keluarga Yahudi suaminya.
Dia sangat rendah pendidikannya.
"Jangan percaya dengan semua yang dikatakan dosenmu."
"Mereka hanya memberimu informasi."
"Carilah sendiri informasimu dengan caramu sendiri."
Kurasa Salinger memahami...
...sesuatu mengenai kebudayaan,...
...jauh sebelum kebudayaan itu memahami dirinya sendiri.
Dia melihat kepalsuan di mana-mana.
Seorang wanita bertanya ke Salinger,...
..."Tuan Salinger, apa kepanjangan dari J.D.?"
Dan dia tersenyum malu-malu dan berkata, "Remaja Nakal."
Setelah dikeluarkan dari sekolah,...
...ayahnya memutuskan bahwa dia butuh disiplin.
Dia butuh penopang.
Dan dia mengirimkannya ke akademi militer.
Valley Forge sangat penting...
...untuk dua alasan yang jelas.
Yang pertama, itu tempatnya...
...Salinger sangat membenahi sikapnya.
Dan yang kedua, di sanalah Salinger pertama kali menulis.
Salinger menulis di malam hari dengan senter di bawah selimutnya.
Dia selalu menulis.
Yang kumiliki di sini adalah buku tahunan J.D. Salinger...
...dari Akademi Militer Valley Forge.
Ini benda yang luar biasa.
Dia tak hanya menandatangani dengan namanya,...
...tapi dia menandatangani nama dari karakter yang dia perankan.
Di berbagai pementasan tempat dia tampil,...
...sebab dia ingin menjadi aktor.
Saat dia di SMU,...
...diumumkannya bahwa dia berambisi menggantikan Robert Benchley...
...sebagai kritikus teater untuk New Yorker .
Ayahnya mengira itu sangat konyol...
...jika dia ingin menulis,...
...sebab ayahnya sangat menginginkannya...
...bergabung dengannya di bisnis keju.
Tentunya dia tak tertarik sama sekali.
Dan kurasa itu mengakibatkan banyak sekali permasalahan.
Sebaliknya, Ibunya menyetujui segala yang diperbuatnya.
Salinger mengikuti...
...kelas cerita pendek oleh Whit Burnett di Columbia.
Itu keputusan paling penting bagi Salinger.
Whit Burnett juga merupakan editor dari majalah Story .
Majalah Story mempublikasikan karya awal...
...dari sekian banyak penulis Amerika yang luar biasa.
John Cheever, Carson McCullers, Tennessee Williams,...
...Erskine Caldwell, Jean Stafford, Peter de Vries.
Whit Burnett akhirnya ibarat figur seorang ayah.
Dan berdasarkan dukungan Burnett,...
...Salinger pulang dan menuliskan cerita yang berjudul The Young Folks .
Dan yang membuat Salinger terkejut,...
...Burnett menerima ceritanya untuk majalah Story ,...
...dan membayarnya 25 dolar.
Itu penghasilan pertama J.D. Salinger sebagai seorang penulis.
Salinger selalu punya satu tujuan dalam pikirannya.
Dia ingin bisa masuk ke dalam New Yorker .
New Yorker dianggap tempat terbaik...
...bagi penulis yang dipublikasikan dalam hal martabat...
...untuk alasan sederhana bahwa...
...itu sulit bisa dipublikasikan di sana.
Masuknya J.D. Salinger ke New Yorker tidaklah mudah.
Respon atas karya awal Salinger...
...hanyalah satu kata, tidak.
Tidak.\ Tidak.
Kau bisa pergi ke arsip New Yorker...
...di Perpustakaan Umum New York...
No comments yet. Be the first to leave one.