لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 40"
Silakan. - Terima kasih.
Kenapa?
Aku ke sini karena kamu suka ini. Kamu tidak suka tteokbokki?
Ya, aku suka.
Kamu nanti bisa sakit. Makanlah perlahan.
Hari ini kamu datang bersama pacarmu, bukan ibumu.
Pacarku? - Ya.
Dia cantik. Kalian tampak serasi.
Dia adikku.
Benarkah?
Kukira dia pacarmu karena kalian tidak mirip.
Kubilang kamu nanti bisa sakit.
Lihatlah aku.
Apa kita tidak mirip?
Entahlah.
Terlalu panas.
Panas. Bisa kami memesan air minum?
Kamu lihat Kak Seok Hoon marah? Kamu terlalu kasar kepada Seol Hwa.
Kita tidak kasar. Bagaimana bisa dia berhenti bekerja?
Aku tidak bisa marah kepadanya karena Kak Seok Hoon membawanya.
Kamu sudah cukup melampiaskan kemarahanmu.
Ya, sudahlah. Kalian berdua mempermalukan kita.
Mereka berdua emosional karena menuruni sifatku.
Harap maklum.
Bu Kim, bisakah berikan ini kepada Seol Hwa?
Apa ini?
Aplikasi Channel P bagi pelamar berpengalaman?
Kamu mau Seol Hwa mencoba melamar ke sini?
Ya. Beri tahu dia untuk memastikan...
Tidak, suruh dia melamar bagaimanapun juga.
Terima kasih sudah sangat perhatian kepadanya.
Jangan berterima kasih dahulu. Ibu tidak tahu apa dia akan lolos.
Maksudku, itu Channel P.
Dia akan lolos. Aku berani bertaruh soal ini.
Kenapa kamu juga tidak melamar? Mereka mencari reporter.
Kamu menyuruhku menjadi reporter?
Ya, cobalah. Kamu mungkin lolos.
Ya, kedengarannya bagus.
Kenapa kalian ini? Aku mau menjadi pewara.
Reporter dan pewara pekerjaan yang bagus.
Saat terakhir minum, kamu menangis sambil bilang kamu selalu gagal.
Itu...
Sudahlah. Urus saja Seol Hwa.
Jangan mengkhawatirkan pekerjaanku.
Sae Na.
Ada apa dengan dia?
Ini sangat lucu. Aku tidak percaya Doo Na melarangku membaca.
Kenapa pintunya tidak mau terbuka?
Apakah ada yang mengunci pintunya?
Ayah!
Ayah butuh apa?
Kamu di sini. Lampunya menyala.
Minggirlah. Pasti ada yang menguncinya.
Ayah, kurasa aku tidak sengaja lupa mematikan lampunya.
Aku akan mencari kuncinya, masuk, dan mematikan lampunya.
Begitukah? - Ya.
Bukan itu yang penting.
Sayang, Seol Hwa berhenti bekerja.
Kenapa?
Apakah karena aku?
Tidak, bukan... - Kamu benar.
Karena acara itu.
Seol Hwa stres
karena tidak bisa memberi tahu siapa pun mengenai itu.
Dia pasti memberi tahu kita bahwa kamu sudah memulai bisnis lain.
Di mana dia? - Entahlah.
Dia terus menangis, lalu pergi bersama Seok Hoon.
Kenapa Ibu berbohong?
Dia harus merasa bersalah dengar Seol Hwa berhenti karenanya.
Kalau merasa bersalah, dia mungkin akan mulai membuat pangsit lagi.
Hei.
Berhenti membaca komik di ruang itu. Kamu membuang-buang listrik.
Baiklah.
Min Kyu, ini aku. Buka pintunya.
Doo Na.
Hei.
Kenapa kamu masih di sini? Kamu hampir saja ketahuan.
Tidak bisakah aku ketahuan saja dan minta mereka menerimaku?
Kakakmu dan kakakku pernah menjalin hubungan.
Kamu pikir keluarga kami akan menerimamu?
Mereka akan mengusirku karena menerimamu.
Benar. Kamu seharusnya tidak diusir dalam cuaca seperti ini.
Kalau begitu, Doo Na, bolehkah aku makan semangkuk mi sebelum pergi?
Apa? Semangkuk mi?
Aku mau memakan mi, jadi, aku ke dapur...
Kamu keluar?
Kenapa kamu ini? - Tidak ada orang di rumah.
Aku baru hendak makan, tapi ayahmu tiba-tiba masuk.
Apa?
Apa ayahku memergokimu? Kuharap tidak.
Tidak mungkin. Aku sangat gesit.
Aku ke bawah meja.
Ayahmu akhirnya memakan habis minya,
dan aku hanya cium bau kaki ayahmu dari bawah meja.
Doo Na, bolehkah aku memakan semangkuk mi terakhir?
Kamu kaya raya. Kenapa kamu menumpang kepadaku?
Kenapa? Diamlah. Kamu akan ketahuan.
Sakit, tapi kalau aku bisa makan mi, kamu bisa memukulku lagi.
Semangkuk saja, kumohon?
Astaga. Dia harus berhenti karenaku.
Apa yang akan kulakukan?
Benar. Seol Hwa sangat sedih karena berpikir
kamu sia-sia menjual tokonya.
Benarkah? - Ya.
Dia menangis dengan keras.
Tidak.
Aku sebaiknya pergi menemui dia.
Tidak, hentikan.
Meski kamu bilang tidak apa-apa, itu tidak akan banyak menghiburnya.
Maksudku, ayahnya di luar kedinginan bekerja keras karena dia.
Begitukah?
Bagaimana kalau kamu bilang akan membuka toko pangsit lagi?
Itu mungkin membuatnya merasa lebih baik.
Kamu sebaiknya menerima toko itu selagi tawarannya berlaku.
Kalau kamu terlalu lama, mereka akan menarik lagi tawarannya.
Kita sebaiknya bilang apa kepada mereka?
Aku akan bilang bahwa aku minta maaf.
Aku akan meminta mereka jangan cemas karena aku akan mencari pekerjaan.
Tidak semudah itu mendapatkan pekerjaan.
Dunia ini tidaklah mudah.
Astaga, Kakak aneh.
Kakak biasanya sombong. Bagaimana Kakak tahu sulit mencari pekerjaan?
Kalau memang mudah, akankah kalian bertiga menganggur?
Kakak sangat tepat.
Ibu.
Kamu! Kamu mengerti?
Mengerti? Masuklah.
Bersikaplah yang baik. - Nak.
Hentikanlah. Ibu tahu kamu berpura-pura.
Ibu, aku tadi sangat marah dengannya.
Kamu... Aku banyak memarahi dia.
Baiklah, tentu. Anggap saja kamu begitu.
Kamu mahir dalam segala hal kecuali akting.
Ibu, maaf aku tidak memberi tahu. Kupikir Ibu akan khawatir.
Aku akan segera mencari pekerjaan, jadi, jangan khawatir.
Bagaimana kamu bisa membiarkan kami mendengar tentangmu dari orang lain?
Itulah yang membuat ibu kecewa. Apa yang tidak bisa kamu beri tahu?
Baiklah.
Ambil ini. Produser itu membawakannya.
Aplikasi Channel P bagi pelamar berpengalaman?
Kita harus bicara.
Sekarang? - Ya.
Joon Sang.
Ya, Nenek.
Kamu juga di sini. - Ya, Ibu.
Joon Sang, bisa ajari nenek?
Bu Kim mengirimi nenek sesuatu, tapi nenek tidak bisa melihatnya.
Itu tautan ke artikel tentang kesehatan Nenek.
Ini.
Ya ampun. Nenek tidak bisa membacanya karena mata nenek rabun.
Akan kubacakan untuk Nenek.
Ibu, apakah itu mendesak?
Tidak, kita akan bicara nanti.
Ayo ke kamar Nenek. Aku tadi hendak membawakan teh.
Ya ampun, benarkah?
Kamu yang terbaik.
Ayo.
Maaf soal itu.
Adikmu membuatku kesal, jadi, aku tidak sengaja mengatakannya.
Tidak apa-apa. Aku memang harus memberi tahu mereka.
Aku sebenarnya merasa lega karena mereka sudah tahu.
Ji Sang, untuk apa formulir aplikasi ini?
Aku sudah bilang akan mencarikanmu pekerjaan.
Di Channel P?
Mereka tidak akan menerimaku. - Kenapa tidak?
Keluargaku membuat mereka rugi dan marah soal itu.
Kami bertengkar hebat. Kenapa mereka mau menerimaku?
Kamu pasti akan diterima.
Aku sangat yakin. Kirimkan saja lamarannya.
Memangnya kamu anak CEO-nya?
Bagaimana kamu tahu?
Berhentilah bicara omong kosong.
Tidak banyak tawaran pekerjaan belakangan ini. Apa kucoba saja?
Sebaiknya begitu. Kamu bukan orang yang akan mundur.
Baiklah. Aku akan mencobanya.
Kamu juga harus melamar, ya?
Baiklah. Pastikan kamu melamar.
Ji Sang. - Ada apa?
Mengenai acara Joon Sang.
Itu dibuat oleh perusahaanmu, bukan? Siapa yang menyutradarainya?
Aku dan Seol Hwa.
Seol Hwa?
Ya, dia rekan kerjaku.
Seperti apa dia?
Dia cantik.
Jangan bercanda.
Dia memang cantik.
Itu saja?
Tentu saja tidak.
Dia cantik sekaligus baik.
Dia juga kompeten. Itu sebabnya aku menyukai dia.
Kamu menyukai dia?
Ya. Aku bahkan berhenti bekerja karena dia dipecat tidak adil.
Astaga.
Kamu berhenti karena dia?
Kamu tidak pernah mendengarkan ibu saat disuruh berhenti.
Apa kamu tahu kakakmu bergabung
ke perusahaan ayahmu dengan syarat gadis itu mendapat pekerjaan?
Ya. Aku bahkan menyerahkan langsung formulir aplikasinya kepadanya.
No comments yet. Be the first to leave one.