لومړۍ 200 کرښې.
Maafkan aku.
Aku membohongimu... tentang semuanya.
Aku merindukanmu.
Aku sangat merindukanmu, aku tak sanggup menahannya.
Tuan Muda...
Aku bahkan... tak bisa bermimpi untuk melupakanmu.
Jangan pergi. Aku takkan melepaskanmu.
Tetaplah di sisiku.
Di sisiku selalu.
:: Episode 13 ::
Selamat.
Tentu.
Kau cukup bagus.
Apa mungkin orang seperti saya sanggup mempengaruhi pemerintahan?
Ini semua karena martabat dan reputasi yang telah Anda bangun selama ini.
Kau pandai bicara...
Kau lebih baik daripada yang terlihat.
Mohon terima saya.
Saya akan lakukan apapun untuk Anda.
- Tuan Hanjo? - Ya, dia ingin bertemu denganmu malam ini.
- Dia ingin menemuimu di gudang. - Ya, aku mengerti.
Permisi.
Apa kejadian apa di gudang?
Tak ada. Aku pamit...
Ini akan segera berakhir.
Aku akan segera kembali.
Aku akan meletakkan semua kembali di tempatnya. Dan kembali dengan kehormatanku.
Bukan sebagai Hanjo, tapi sebagai Park Yoon Kang...
Aku akan berdiri di hadapanmu.
Berhati-hatilah.
Berjanjilah padaku... Kau akan selamat.
Aku janji.
Aku pasti akan kembali dengan selamat.
Ada tembakan!
Jatuhkan senapanmu.
Sekarang!
Trikmu murahan.
Seorang penembak sejati akan tahu hanya dengan suaranya
apakah itu senapan atau pistol.
Kau selalu terburu-buru seperti itu.
Kau terpengaruh oleh emosi dan lari tepat setelah itu.
Itu keterbatasanmu.
Keterbatasanmu sebagai penembak.
Senapan ini yang membunuh ayahmu.
Aku juga... akan mengirimmu pergi.
Pergilah.
Pergilah meminta maaf...
pada orang-orang yang matanya masih terbuka lebar!
Aku juga tak ingin melakukannya.
Aku tak ingin membunuh ayahmu.
Tapi aku tak punya pilihan selain menuruti perintah.
Sepanjang hidupku aku menjadi sebagai budak mereka.
Aku hidup sebagai anjing pemburu yang harus menuruti semua perintah.
Untuk putriku...
Untuk putriku... yang dipukuli setelah diperkosa.
Diam!
Jangan coba membuat alasan.
Itu semua terjadi karena ambisi dan keserakahanmu!
Kau melakukan semuanya untuk dirimu sendiri!
Jangan mencoba menutupinya dengan menjual nama putrimu.
Kau membunuh ayahku dan menjual adikku sebagai budak.
Dan aku... setiap hari hidupku dalam penderitaan yang lebih buruk dari neraka.
Hanya menunggu waktu seperti ini...
Waktu di saat kurenggut nyawamu dengan tanganku sendiri!
Kau akan mati di sini.
Ini... adalah akhir untukmu.
Tuan Hanjo!
Apa yang Kau lakukan? Tolong berhentilah!
- Minggir! - Inikah alasanmu memanggilku?
Untuk membunuh ayahku selagi aku tak ada?
Minggir!
Jika tidak minggir, aku juga akan menembakmu.
Silahkan lakukan.
Jika Kau ingin membunuh ayahku, bunuh aku dulu.
Dia melakukan semua itu karena aku.
Maka bunuhlah aku dulu.
Aku mampu melanjutkan hidupku karena dari senapannya.
Jadi aku juga berdosa padamu, Tuan Muda Yoon Kang.
- Hye Won! - Tembak aku.
Aku akan menebus dosaku.
Dosa ini perlu dibayar dengan kehidupan kami berdua.
Jadi... tembaklah kami berdua.
Tembak sekarang!
Baik.
Jika itu keinginanmu...
Aku akan mengirim kalian berdua pergi.
Tidak!
Dia tidak melakukan salah!
Tembak aku. Aku saja.
Lakukanlah!
Ini belum berakhir.
Pergilah ke polisi dan akui semua kejahatanmu.
Bersihkan nama keluargaku...
lalu Kau boleh mati.
Hyungnim!
Berhenti. Sudah beres sekarang.
L e a v 3 5 t
Dia adalah penembak yang membunuh Kepala Pengawal Istana Park Jin Han.
Dia memerintah Son Taek Soo dan menjebak ayahku.
Semuanya karena hasutan Kim Jwa Young.
Pergi dan ceritakan semuanya.
Jika ada yang terlewat...
Kau akan mati di tanganku lagi.
Aku mengerti.
Sudah lama.
Jadi kau masih hidup.
Aku akan mengurusnya mulai sini.
Jangan terlibat.
Nama Ayahmu akan dipulihkan besok.
Lalu Kau juga bisa kembali sebagai Park Yoon Kang.
Terima kasih.
Apa yang terjadi?
Kenapa Kau membawanya?
Dia adalah penembak yang membunuh Kepala Pengawal Istana Park Jin Han tiga tahun lalu.
Saya sendiri yang akan menginterogasinya.
Maafkan aku.
Keluargaku mengalami semua kesulitan ini karena aku.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Tidak! Tidak!
Ayah...
ini sudah berakhir sekarang.
Beristirahatlah dengan tenang sekarang.
Tuan Muda.
Nona.
Kau selamat.
Apa maksudmu? Kau tidak tahu?
Seperti yang saya katakan, itu tak ada kaitannya dengan saya.
Saya bukan penembak, dan saya tidak tahu siapa Kim Jwa Young.
Hentikan omong kosongmu. Apa Kau mencoba menyangkalnya?
Bagaimana Kau akan jelaskan senapan ini yang ditemukan di rumahmu?
Saya memilikinya untuk perlindungan diri.
Saya tidak pernah menembak seseorang.
- Dasar bajingan! - Sudah cukup...
Lepaskan saya sekarang.
Anda juga melihatnya sendiri.
Penembak itu mengikat saya dan mengancam dengan senapannya.
Apa yang bisa saya katakan dalam situasi begitu?
Yang harusnya ditangkap adalah penembak itu, bukan saya.
Park Yoon Kang yang melakukan pengkhianatan tingkat tinggi!
Dia orangnya!
- Apa yang kalian lakukan? Tolong pergilah. - Minggir!
Kami dari Pengadilan Istana.
Kami akan membawa tersangka.
Kasus ini berada di bawah kekuasaan polisi.
Pengadilan Istana akan mengambil alih dari sini.
- Bawa dia! - Siap!
Untuk saat ini, Kami memindahkannya ke Pengadilan Istana.
Ini akan lebih aman karena Pengadilan Istana di bawah kendali kita.
Harusnya sudah kusingkirkan dia dari dulu.
Keluarkan Dia dulu.
Jika ada yang tak beres...
kita semua akan tamat sampai sini.
Baik, Tuan.
Namun, siapa gerangan yang menyerahkan Choi Won Shin pada polisi?
Namanya Park Yoon Kang.
Dia adalah putra dari Park Jin Han yang kita singkirkan.
Apa?
Ya, Dia masih hidup.
Dia berpura-pura menjadi pedagang Jepang bernama Hanjo.
Hanjo?
- Maksudmu, yang waktu itu... - Benar.
Saat kami menangkap Jung Hwe Ryung dan putrinya
dialah yang ikut terlibat.
Kurung dia sekarang!
Singkirkan dia dulu!
Baik, Tuanku.
Aku sungguh tak bisa percaya.
Ayah Hye Won adalah penembak itu...
Ini membuatku merinding.
Menyapaku dengan senyum setelah berbuat seperti itu...
Duduk bersamaku dan minum teh...
Apa Kak Hye Won juga tahu semuanya?
Entahlah.
Yang jelas dia pastinya tahu sekarang.
Aku tak bisa membunuhnya karena dia.
Aku tak mungkin membunuhnya selagi putrinya melihat.
Aku merasa seperti tak ada beda dengannya.
Kau melakukannya dengan baik.
Kau harus menyerahkannya pada polisi untuk memulihkan nama baik ayahmu.
Aku sering ke sini.
Aku duduk di sini sendirian dan seringkali menangis.
Tapi...
Aku tak sendirian lagi.
Aku bersamamu.
Nona...
Buanglah semua kenangan yang menyakitkan.
Pikirkan hari-hari bahagia di depan bersama Yeon Ha dan aku.
Benarkah? Aku bisa tinggal dengan Kakak sekarang?
Ya. Semestinya semua sudah beres sekarang.
Aku tak percaya ini.
Ini bukan mimpi, kan?
Jika ini mimpi, Aku tak mau untuk bangun.
Aku datang untuk minta maaf.
Minta maaf... atas perbuatan ayahku.
Bukan Kau yang harusnya meminta maaf.
Dan hal ini juga tak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf.
Meski Kau meminta maaf sepuluh ribu kali, mendiang ayahku takkan kembali hidup.
Pergilah saja.
No comments yet. Be the first to leave one.