Rising Free

Rising Free

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Rising Free 2019 720p WEBRip x264 AC3-EVO
د لخوا تبصره Bandar1
No Resync

تګونه

webrip
web
x264
720p
720
BRip
AC3
په خپور شو: 2020-07-24
ډاونلوډونه: 17
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%

Naydia, ada apa?

Mereka... Mereka datang.

Tak peduli apa yang terjadi,

Kau harus tetap denganku, kau mengerti?

Lihat aku dan bilang kau mengerti.

Ya, aku mengerti.

Ini waktunya.

Kita harus pergi sekarang atau itu terlalu terlambat.

Saudara.

Aku akan melindungimu.

Ayah. Benjamin. Cepat kemari!

Astaga.

Ayah. Ayah./ Beri itu tekanan.

Dia kehilangan banyak darah dan sangat cepat.

Tak apa, sayang, kau akan baik saja.

Apa dia akan baik saja?

Dia tewas.

Bagaimana keadaannya?

Jauh lebih baik.

Dia kelelahan. Tapi itu sangat jelas.

Kau sudah tahu nama dia atau yang lainnya?

Masih belum.

Aku akan meminta dia tinggal bersama kita...

...saat dia terbangun, apa kau setuju?

Aku tak suka berpikir untuk membiarkannya pergi.

Aku rasa itu yang terbaik.

Entah apa yang dia lalui sebelum sampai ke sini.

Istirahatlah sebanyak yang kau bisa.

Aku akan berada di sini jika kau butuh sesuatu.

Ini akan baik saja.

Siapa namamu?

Nakomay Lee./ Itu nama yang indah.

Aku Ethel.

Ayahku Thomas, dan saudaraku Benjamin.

Kami semua khawatir denganmu.

Di mana Naydia?

Di mana dia?

Tak apa. Aku turut prihatin, Nakomay.

Aku benar-benar prihatin.

Maafkan aku, Nakomay.

Tanganmu sangat dingin.

Duduklah. Biar aku ambilkan teh.

Tn. Thomas.

Aku takkan mengganggumu dengan tetap tinggal di sini lebih lama lagi.

Kau sudah banyak membantuku, aku...

Apa yang orang lain pikirkan,

Seandainya mereka tahu kau memberiku tempat tinggal?

Apa yang orang lain pikirkan tidak menjadi kekhawatiranku,

Atau bahkan kekhawatiran anak-anakku.

Kau boleh tinggal di rumah ini selama yang kau inginkan.

Apa ada seseorang yang kau ingin untukku beritahu...

...jika kau dalam keadaan aman?

Tidak ada siapa-siapa.

Aku turut prihatin mendengar itu.

Kau tahu, menurutku itu bukan kebetulan kau menemukan kami.

Menurutku kau ditakdirkan untuk menemukan kami.

Situasi di wilayah ini tidak semakin membaik.

Apa maksudmu?

Ada sekelompok orang yang pergi berkeliling,

Membuat kekacauan di perbatasan.

Beberapa bahkan lebih buruk karena membakar habis seluruh kota...

...dan menculik para wanita.

Ini tidak bagus, Nak.

Kau tak berpikir itu.../ Nakomay?

Ayah berpikir tentang dia.

Rasa sakit hati yang dia tahan.

Terdengar sangat sesuai dengan apa yang orang-orang ini lakukan.

Jika memang itu yang terjadi, itu menjelaskan banyak hal.

Itu benar.

Ayah bersyukur dia menemukan kita.

Aku juga.

Nakomay!

Aku melihatmu dari kejauhan. Apa kau baik-baik saja?

Ibuku...

Dia wanita yang cantik.

Nenekku meninggal saat melahirkan dia.

Meninggalkan dia diasuh sendirian oleh kakekku.

Dia menjadi seorang pemabuk dan bisa bersikap sangat keras.

Suatu hari ketika Ibuku sadar dia sudah tak tahan lagi...

Dia kabur dari rumah.

Dia masih sangat muda untuk berada di luar sendirian.

Tak lama setelah itu dia bertemu seorang pemuda.

Ayahku.

Dia orang kulit putih.

Orang terpandang. Sangat berpendidikan.

Mereka jatuh cinta dan langsung menikah.

Saudara-saudariku dan aku dibesarkan dengan belajar Bahasa Inggris.

Membaca dan menulis.

Tiga tahun lalu,

Rumah dan tanah kami dibakar saat malam hari.

Semuanya dirampas.

Ayah dan Ibuku berusaha semampunya untuk melindungi kami dari teror.

Itu terakhir kalinya aku melihat mereka.

Sejak saat itu...

Saudariku, saudaraku dan aku, kami bertahan sendiri semampunya.

Kami tak tahu harus ke mana lagi.

Karena kami tak diterima oleh kebanyakan orang kulit putih.

Ataupun dengan orang-orang dari suku kami.

Maafkan aku.

Jangan meminta maaf.

Jangan pernah meminta maaf karena meluapkan isi hatimu.

Itu butuh keberanian besar.

Terima kasih sudah cukup percaya untuk berita kepadaku.

Kau sangat berani.

Aku tak mengira bisa melihatmu di jam seperti sekarang.

Kau mau bergabung denganku?

Aku...

Aku rasa begitu.

Maaf?

Apa yang kau lakukan?

Maaf. Aku ingin berdoa.

Tuhan, terima kasih atas anugerah dihadapan kami.

Semoga kami menyantap ini untuk sumber tenaga tubuh kami,

Dan tubuh kami untuk melayanimu.

Amin.

Aku tidak melihatmu hari ini.

Aku hanya...

Aku pikir sedikit waktu menyendiri akan sangat baik.

Aku mengerti.

Aku harap masakan ini tidak mengganggu rencanamu.

Tidak. Sama sekali tidak.

Terima kasih.

Kataka padaku...

Apa yang kau sukai?

Maaf?

Aku hanya berusaha untuk mengenalmu lebih baik...

Itu saja.

Aku lihat kau suka menulis.

Kebanyakan syair.

Aku suka syair.

Aku ingin membaca beberapa karyamu kapan-kapan.

Entahlah. Hanya saja...

Aku tak pernah biarkan orang lain membaca tulisanku sebelumnya.

Mungkin suatu hari kau akan berubah pikiran.

Sekali lagi terima kasih untuk makanannya.

Itu sangat luar biasa.

Terima kasih sudah bergabung denganku.

Itu suatu kehormatan bisa didampingi olehmu.

Benjamin, sayangku. Senang melihatmu.

Bagaimana kabarmu, Ny. Harvey?

Masuklah.

Frank pasti senang dengan kedatanganmu.

Bagaimana keadaannya?

Tn. Harvey, bagaimana keadaanmu, Pak?

Benjamin.

Senang melihat wajah yang tidak asing untuk singgah.

Kau tahu...

Aku banyak memikirkanmu belakangan ini.

Aku, Pak?

Kau tahu, anak kami, William,

Dia seharusnya mengikuti langkah kakiku.

Dengan William yang sudah tiada,

Aku terus berpikir tentang siapa yang harus melanjutkan.

Ben, aku sangat ingin agar kau yang mengambil alih gereja.

Aku tahu itu permintaan yang untukmu.

Bisakah kau pulang...

Dan berdoa soal itu?

Akan kulakukan, Pak.

Terima kasih.

Jaga dirimu.

Terima kasih, Benjamin. Tuhan menyertaimu.

Begitu banyak hal buruk terjadi.

Aku tidak bisa memahami itu.

Kenapa dia?

Naydia masih muda.

Kenapa mereka tidak mengambilku?

Apa yang terjadi?

Kami sudah berlari cukup lama.

Aku pikir kami sudah aman.

Saudaraku berpikir sama.

Entah bagaimana, mereka menemukan kami.

Mereka mengambil bulu kami, barang-barang kami.

Semuanya.

Aku berusaha semampunya.

Aku berusaha.

Tentu saja kau sudah berusaha.

Itu bukan salahmu.

Aku hanya tidak mengerti.

Aku takkan biarkan kau melakukan ini kepada dirimu sendiri lebih lama lagi.

Kau harus sadar, itu bukan salahmu.

Itu bukan salahmu.

Aku mohon, tolong aku.

Aku akan berada di sini di setiap langkahnya.

Kita akan melalui ini bersama-sama.

Aku janji.

Usaha bagus, Ethel.

Biar aku coba.

Ayah, apa kau baik-baik saja?

Pasukan kami berjalan menuju Williamsburg,

Pada 2 Oktober 1864.

Banyak orang kuat gemetaran diikuti dengan perasaan kebas,

Karena kami tahu apa yang menanti didepan.

Seiring kami melanjutkan menuju pertempuran para hari yang suram itu.

Ayah tak pernah mengira hidupku akan selamat.

Medan perang menyapu bersih seluruh ladang hijau...

Mengelilingi bukit yang menguntungkan untuk mengoperasikan meriam.

Tugas yang diserahkan kepada kami.

Kebanggaan semangat manusia terasa berat terbebani,

Seperti asap belerang yang menggumpal di langit,

Rising Free subtitles in other languages

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left