لومړۍ 198 کرښې.
Episode 8 -
Jimmy, kau pintar sekali memasak.
Aku bisa meminta ibuku untuk mempekerjakanmu. Jadi kau tidak perlu tinggal sebagai pekerja lagi.
Aku masih memegang visa turis, aku tidak bisa menerima pekerjaan tetap.
Aku tidak ingin kau menghabiskan enam bulanmu di dapur terus
Kenapa kau tidak mengajariku beberapa masakan Thailand. Bagaimana nanti sore.
Oke, apa yang ingin kau pelajar? - Ayam Lada Pedas.
Ayam Lada Pedas.. - Bawakan aku lada, ya.
Oh, oke.
Ini.
Kai Lin.
Dengar, ya. Aku sudah mengenal Ah Yong hampir tujuh tahun.
Aku hanya melihatnya di lumpur atau di rumah hijau.
Aiyo, aku tidak tahu dia punya gelar doktor dari Amerika.
Oh, dia juga seorang professor.
Oh, bukan main. Pendidikannya tinggi sekali.
Jadi begitulah kenapa De Lang sangat dekat dengannya.
Bahkan Xin Yue sangat menghormatinya.
Bukan ini masalahnya. Apa sebenarnya hormat ini?
Dokter Li dan Xin Yue bukan oran gseperti itu.
Lalu kenapa Xin Yue..
menerima uangnya Ah Yong, tapi menolak bantuanku? OH..
Apa karena pendidikanku tidak setinggi Ah Yong?
Bagaimanapun aku ini pengusaha besar juga tahu.
Aiyo, bekerja sebagai CEO,
kenapa kau memerlukan pendidikan setinggi itu?
Kau hanya butuh keuangan yang cukup kuat.
Lihat, betapa aku peduli pada Xin Yue.
Semua orang bisa bilang kalau aku lebih peduli padanya daripada Ah Yong.
Memang inilah masalahnya.
Paman Lang San, kau ini aneh sekali. Apa kau sadar sudah berapa umurmu?
Kenapa kau marah ketika ada orang yang tidak mau meminjam uangmu?
Oh.. jadi maksudmu aku ini kekanak-kanakan?
Bukan begitu. Maksudku adalah
kau berbicara lebih banyak dari seorang wanita.
Itu benar.
Fan Fan, lihat betapa tidak sopannya dia.
Kurangi gajinya.
Tambahkan bonus.
Paman Lang San, menjadi CEO bukan artinya menjadi bos.
CEO harus melakukan banyak hal disini.
Dia harus membantu keluarga ini, lalu membantu yang lainnya juga.
Xin Yue tidak ingin kau terganggu dengan urusan seperti ini.
Itu benar.
Kak, kau memang pintar bicara. Setelah mendengarmu, aku merasa lebih baik.
Perhatianku pada Xin Yue tidak sia-sia.
Bagaimanapun, ngomong-ngomong soal ini..
kita semua, kan tetangga. Sebenarnya tidak ada masalah jika harus merepotkanku sebagai CEO.
Kita bisa saja, kan menambah beberapa pekerja baru di komunitas ini?
Paman Lang San, ayo, kemari. Minumlah kopimu.
Oke, oke.
Apa kau tidak ada yang kau kerjakan? Bahkan belum gelap, tapi sudah ada makan malam.
Ayo, silahkan duduk.
Waktunya makan. - Aku ingin membawanya pulang.
Oke. Hari ini menu kita "Lemon FIsh". Ibumu menyukainya, kan?
Jimmy memasakan ini khusus untuk semua orang.
Benarkah? Dia sendiri yang memasaknya. Hebat sekali
Kai Lin, ibu dan aku ini vegetarian. Apa kau lupa? Ini sudah hari ke-15.
Benar juga. Aku punya ingatan yang buruk.
Kadang-kadang ibuku juga makan sayur. Aku akan memasak beberapa sayur tumis.
Tunggulah sebentar.
Oh, dia juga bisa memasak makanan vegetarian? Hebat juga.
Fan Fan, ayo ikut aku. Bantu aku di dapur.
Eh, aku tidak tahu caranya memasak.
Aku bukan mau menyuruhmu memasak. Coba lihat ini.
Sup Asam Pedas ala Thailand? Kau yang membuatnya?
Dong Nieng Goong. Ini masakan yang paling tekenal. Ini juga yang aku paling bisa masak.
Tetapi, para lansia itu mungkin tidak suka makanan tradisional yang memiliki cita rasa yang terlalu kuat.
Aku membuatnya untukmu. Cobalah.
Oke.
Jadi, sepanci penuh isi Dong Nieng Goong ini
dibuat untuk Fan Fan? Jimmy, kau ini sangat aneh.
Kak Xin Yue bilang, aku bisa menetap di komunitas.
Jika bukan karena bantuannya Fan Fan di awal,
untuk menemukan tempat tinggal, dan membantuku melapor ke polisi,
bagaimana aku bisa bertahan di negara orang?
Jadi kau ingat aku yang tidak mau memberimu tempat tinggal?
Lagipula aku tidak merasakan Dong Nieng Goong hari ini.
Bukan begitu, sama sekali bukan seperti itu.
Kau itu lucu sekali.
Dia masak banyak sekali. Bagaimana aku menghabiskannya?
Oke. Kau bisa urus pekerjaanmu dulu. Aku akan memberimu semangkuk nanti.
Oke, sisakan aku, ya!
Baiklah. - Ingat, ya!
Enak sekali. Aku ingin membungkusnya.
Oke.
Kue udang,
Lemon fish, Babi pedas, oh..
dan Dong Nieng Goong.
Hebat sekali.
Lang San? Ada apa? Kau tidak suka masakan Thailand?
Tidak, bukan. Aku suka, kok.
Baguslah kalau begitu.
Ayo, ayo.
Ada tiga makanan sehari di komunitas ini. Sekarang Kai Lin sedang di kafe untuk memasak.
Biaya makan sudah termasuk di tagihan bulanan.
Kau bisa kesini untuk makan kapan pun.
Semuanya, Dokter Chen.
Dokter Chen, selamat datang.
Aiya, Dokter Chen.
Biar aku menyambutmu di Komunitas Yinhwa.
Semua orang disini adalah tetangga lansia.
Semua orang disini sudah tinggal bersama selama bertahun-tahun. Kita mengenal satu sama lain.
Sekarang karena kau disini. Tolong jangan merasa canggung, dan santai saja.
Jika ada yang kau perlukan,
katakan saja pada kami. Jangan malu untuk bertanya.
Ayo, kita sambut Dokter Chen semua tepuk tangan yang meriah.
Terima kasih, terima kasih.
Dokter Chen, kudengar kau itu teman sekelasnya Dokter Li, ya?
Kau juga menjabat wakil direktur di sebuah rumah sakit.
Jika begitu, pasti kemampuanmu lebih hebat dari Dokter Li, iya kan?
Tidak, tidak juga.
Aiya, Shu Qin. Ayo, kembali duduk. Sudah cukup.
Selamat datang.
Chao Huang, kita sudah punya dokter sekarang. Aku tidak punya kekhawatiran apapun sekarang.
Aku akan mengumumkan beberapa hal sekarang. Semenjak De Lang meninggal, kita tidak lagi punya sosok seorang dokter.
Sekarang, dengan adanya Dokter Chen, dia bersedia untuk menjadi dokter di komunitas kita.
Wow! hebat.
Juga, karena komunitas ini tidak bisa mengimbangi biaya bulanan,
setelah membicarakan dengan Xin Yue,
biaya bulanan akan di naikkan sedikit, untuk menutupi beberapa keperluan.
Aiya, itu tidak benar.
CEO, aku ini dihitung juga sebagai anggota disini, kan?
Bisakah aku tahu kenapa biaya bulanan di naikkan? Dari sudut pandang yang berbeda,
jika aku CEO-nya, aku tidak akan menaikkan biaya bulanan. Aku akan menambah menu makanan setiap harinya.
Apa ini sekarang? Kampanye politik?
Jika kau ingin menambahkan menu untuk setiap orang, kenapa harus menunggu hingga kau menjadi CEO? Kenapa tidak sekarang saja?
Eh.. kau? Kau bilang kau ingin pergi, tidak konsisten sekali.
Bagaimana jika aku tidak pergi? Aku aku boleh berpendapat? Aku tidak jadi pindah.
Aku bilang aku tidak pindah.
Itu benar. Aku ingin bilang bahwa sebenarnya Shu Qin sangat betah tinggal disini.
Setelah mendengar saranku, dia setuju bahwa dia tidak akan pindah.
Tidak pindah.
Paman Lang San, kami tahu kau itu sangat dermawan,
tapi kau tidak bisa seperti ini.
Pemasukan dan pengeluaran komunitas ini selalu di publikasikan. Dan akan terus seperti ini sampai kapan pun.
Setelah aku mengatur beberapa hal, aku akan memberitahu kalian semuanya.
Itu juga tidak benar.
Kenapa kau yang bekerja? Kerjaan akunting.
Oh, CEO ini tidak melakukan apa-apa. Apa karena pekerjaannya terlalu berat?
Xin Yue, ayo makan. Jangan pedulikan dia.
Dokter Chen. - Oke.
Ayo, silahkan.
Dokter Chen, ini alat makanmu.
Tidak usah, lain kali
kau tidak perlu menyiapkan alat makanku. Aku akan membawanya sendiri.
Ini.
Fan Fan, coba lihat.
Aku membuat Lisensi Menyetir Internasional. Aku bisa bersepeda di Taiwan nantinya.
Benarkah? Jangan sampai di tangkap polisi, ya nanti.
Tentu saja tidak. Aku, kan sudah punya ini.
Aku tidak akan merepotkanmu lagi untuk menyetir. Dan aku bisa kemana-mana sendiri.
Ini lucu sekali. Ketika aku membawamu berangkat dan pulang kerja, kau membawa sepedaku.
Biar aku saja yang bawa.
Ayolah!
Oke, oke. Tapi jika kau tidak bisa membawanya, biar aku saja.
Jangan khawatir. Aku membawa motor lebih pelan darimu.
Caramu seperti ini berbahaya.
Apa kau ingn meletakkannya disini?
Fan Fan,
barang-barangmu.
Ohiya, aku lupa.
Jika kau bekerja di Taipei nantinya, aku juga bisa mengantar dan menjemputmu.
Siapa yang bilang aku kerja di Taipei?
Aku dengar dari Ah Ma-mu, dia ingin kau keluar dari panti ini dan mencari kerja di Taipei,
tapi kukira kau akan berpikir bahwa biaya sewa di Taipei akan sangat mahal.
Jadi aku mengambil Izin Mengemudi Internasional.
Jadi aku bisa mengantar dan menjemputmu ke tempat kerjamu.
Bukannya kau harus pergi ke Singapura dalam 6 bulan? Lalu setelah 6 bulan, bagaimana?
Tentang itu.. aku juga ingin kau mendengar ceritaku.
Fan Fan, apa kau pernah terpikir untuk bekerja di Singapura?
Ah?
Pekerjaanku di Singapura adalah manajer di sebuah proyek spesial.
Aku bisa membangun dan mengumpulkan timku sendiri. Jika kau mau, setelah aku menetap disana,
kau bisa datang ke tempatku dan bekerja disana.
Aku tidak bermaksud apa-apa,
aku hanya ingin mencari orang yang tepat untuk timku.
Dan kurasa kau orang yang tepat.
Terima kasih sudah menawariku, tapi rasanya aku belum terpikirkan untuk kerja di luar negeri.
Jangan buru-buru. Masih ada waktu. Kita punya waktu enam bulan untuk memikirkannya.
Aku membicarakannya sekarang agar kau punya waktu untuk berpikir.
Tidak perlu memikirkan apapun. Aku akan menetap disini untuk menjaga Ah Ma.
Dia pernah menjalani sebuah operasi, dan efek sampingnya adalah pinggangnya akan terasa sangat sakit,
dia bahkan tidak bisa bangun dari kasur.
Bagaimana aku bisa pergi ke Singapura kalau ke Taipei saja aku tidak bisa?
Jadi karena inilah kau tidak bekerja ke Taipei.
Aku minta maaf. Aku tidak tahu itu.
Fan Fan, kau sangat baik pada Ah Ma.
Kau itu orang paling baik, paling asyik,
dan gadis yang setia yang aku temui di Taiwan.
Jelas sekali kau akan menemukan wanita yang lain.
Dan kenapa kau mendeskripsikan diriu sangat bagus?
Apa kau sedang membujukku agar mau pergi ke Singapura?
Bagaimana bisa? Aku..
Baiklah, kau tidak akan berani begitu. Terima kasih, ya.
Jasa antar.
Kau sibuk apa, sih? Jimmy memasak banyak masakan Thailand, dan kau bahkan tidak ikut makan.
Benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.