1 فصل

د خپرونې معلومات

Chiyu Mahou - S01E12v2
د لخوا تبصره jambuijo
Diterjemahkan oleh AI dengan manual edit oleh aku. Menghindari penggunaan kata saya dan Anda

تګونه

other
په خپور شو: 2026-05-03
ډاونلوډونه: 4
د اوریدلو معیوبیت: No

د Assamese سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 180 کرښې.

Serius deh, Blurin, itu berat banget tadi.

Kita tiba-tiba dipanggil ke istana begitu pulang dari medan perang.

Katanya kita mau dapat penghargaan dari Raja Lloyd, tapi...

Aku belum pernah tampil di hadapan orang sebanyak itu. Gugup banget!

Dan kapten malah menjitak aku di tengah-tengah upacara entah kenapa...

Tapi jujur saja, aku agak senang juga.

Aku tidak pernah dapat penghargaan apa pun di dunia lamaku.

Ngomong-ngomong, Blurin, kamu gemukan ya selama aku pergi?

Maksudku, dilihat dari mana pun...

Hei! Kamu ada di sini, Usato.

Gomul? Ada apa?

Ada utusan dari istana yang mampir dan minta kamu datang ke sana.

Hah? Lagi? Kenapa?

Ya, lebih baik lekas pergi daripada berlama-lama.

Kayaknya mereka sedang buru-buru.

Oh, tapi hati-hati kalau kamu lewat tengah kota.

Hah? Maksudnya?

Siapa yang tahu?

A-Apa-apaan ini?!

Dia anggota Tim Penyelamat!

T-Tunggu, semua! Harap tenang!

Terima kasih sudah menyelamatkan anakku!

Terimalah ini!

T-Tidak, aku tidak bisa!

A-Aku tidak sanggup membawa sebanyak itu!

Ayo, jangan sungkan!

E-Em, terima kasih banyak...

Ayo, terima saja!

The Wrong Way to Use Healing Magic

#12 Wajah Asli Ksatria Hitam!

Wah, kamu melewati semua itu? Memang sudah kuduga, Tuan Usato.

Bukan, bukan. Susah banget melepas diri dari kerumunan itu.

Ya, aku tidak heran sama sekali, mengingat peranmu dalam pertempuran itu.

Aku ingin berterima kasih sekali lagi.

Aku sangat bersyukur karena kamu telah menyelamatkan rekan-rekanku.

Jangan begitu! Para ksatria juga berkali-kali menyelamatkanku di medan perang.

Dan kamu juga melindungi Tim Penyelamat. Kita semua sudah melakukan bagian masing-masing.

Kamu memang orang yang menarik, Tuan Usato.

Aku akan mengandalkanmu lagi kalau sewaktu-waktu butuh pengawal.

Tentu saja!

Selera kamu bagus, Tuan Usato!

Aruku andal dalam sihir maupun pedang!

Dia bisa masuk ksatria kerajaan kalau mau!

Sudah, Thomas!

Itu memang kenyataan. Tolong terus manfaatkan jasanya!

Tentu saja!

A-Aku jadi salah tingkah...

Maaf sudah memanggilmu kembali secepat ini, Usato.

Aku berharap kamu bisa meminjamkan tenagamu.

Tentu. Ada yang bisa aku bantu?

Siglis.

Yang Mulia.

Kami membutuhkan bantuanmu untuk menginterogasi Ksatria Hitam,

yang berhasil kamu tangkap.

Gadis itu?

Ada apa? Apa dia mengamuk saat diinterogasi?

Tidak, tampaknya dia tidak terlalu setia pada pasukan Iblis.

Dia menjawab dengan sukarela.

Kalau begitu...

Namun, kami belum berhasil mendapatkan informasi terpenting yang kami butuhkan darinya.

Kami ingin tahu sistem sihir para perwira dan kekuatan mereka.

Oh, begitu.

Dia bilang akan bekerja sama asalkan permintaannya dipenuhi.

Dia ingin bertemu kamu, Tuan Usato.

Hah?

Tenang saja, Usato-kun!

Aku sudah menawarkan diri untuk menemanimu!

Aku akan melindungimu kalau dia berbuat macam-macam!

Eh, aku dengar Ksatria Hitam bersikap kooperatif.

Lagipula, kamu sudah pernah kalah darinya...

Ya, memang. Hanya kamu atau Kapten Rose yang punya peluang melawannya...

Tapi setidaknya aku bisa jadi tameng!

T-Terima kasih sudah bilang begitu.

Aku penasaran kenapa aku bisa bertahan melawannya tadi.

Ksatria Hitam memiliki afinitas dengan sihir kegelapan.

Tampaknya sihir itu sepenuhnya dinetralisir oleh sihir penyembuhan milikmu.

Begitu. Jadi kita saling menetralisir satu sama lain, ya?

Tunggu, kalau begitu berarti...

Sihir penyembuhan yang kukeluarkan tiap kali meninju juga ikut terhapus?

Ya, kesimpulan itu masuk akal.

Komandan Siglis!

Apakah Ksatria Hitam sudah mendapat perawatan medis?

Hah?

Tidak, dia masih memakai baju zirah hitamnya sejak sadar kembali.

Gawat!

Hei!

Kamu terluka, kan?

Dan lumayan parah, kutebak!

Kamu datang...

Seranganku... Kamu menanggung semua pukulan itu secara langsung.

Bukan bermaksud pamer, tapi tinjuku bisa menghancurkan batu sekalipun.

Aku tahu kamu terluka parah.

Ya, memang begitu.

Tapi tidak masalah. Inilah rasanya rasa sakit, bukan?

Usato-kun...

Dia M sejati.

Diam sebentar, tolong.

Kamu minta bertemu denganku. Kenapa?

Kurasa aku hanya ingin melihat lagi wajah orang yang sudah memukulku dengan babak belur...

Komandan Siglis, tolong izinkan aku masuk.

Apa? Tapi...

Kumohon. Aku harus menolongnya.

Kasih tanganmu.

Buat apa? Menyiksa?

Kubilang kasih tanganmu!

A-Apa yang mau kamu lakukan?!

Sudah jelas. Aku akan menyembuhkanmu.

Tidak perlu.

Lepaskan! Lepaskan!

Rasanya tidak enak kalau aku biarkan kamu mati begitu saja.

Diam dan biarkan aku menyembuhkanmu.

Apa ini?

Hangat sekali...

Usato-kun?

Tidak apa-apa, kurasa.

Sudah selesai.

Em, bisa dilepas sekarang?

Sebentar lagi.

Aku belum pernah merasakan ini sebelumnya.

Aku ingin tetap begini sebentar lagi...

Bagaimana aku bisa menolak kalau kamu meminta dengan ekspresi seperti itu?

The Wrong Way to Use Healing Magic

Nah, kalau begitu...

Hari ini aku akan melatihmu secara langsung.

Eh, boleh aku tanya kenapa?

Seperti yang sudah kubilang, pasukan Iblis pasti akan menyerang lagi.

Ada beberapa hal yang ingin kamu pelajari agar kamu siap menghadapinya.

Begitu.

Aku memang ingin meningkatkan sihir penyembuhanku.

Aku masih belum bisa menangani hal rumit seperti penyakit...

Ada tahapannya untuk mencapai itu.

Itu masih di luar jangkauanmu sekarang.

Apa?

Jadi, latihan fisik lagi?

Tidak. Daya tahanmu dan kondisi fisikmu sudah pas di atas batas minimal yang bisa diterima,

jadi kita tidak perlu khawatir soal itu untuk sekarang.

Lalu apa yang akan kita lakukan?

Em...

Kapten?

Aku akan meninju kamu.

...Hah?

Hah?

RUMBLE

RUMBLE

Aku akan meninju kamu lebih cepat dari reaksimu.

Menghindar.

Astaga! Kamu memang benci aku, kan?!

Aku bisa langsung meledak kalau kamu tinju!

Kamu terlalu mengandalkan sihir penyembuhanmu.

Tentu saja, aku yang melatihmu jadi seperti itu.

Artinya sudah saatnya beralih ke tahap berikutnya.

Jangan! Aku bisa mati!

Kamu pikir kamu bisa menyembuhkan dirimu sendiri kalau terluka, kan?

Tapi sihir penyembuhan tidak akan mempan pada luka yang dibuat oleh senjata yang mengutuk luka itu.

Kamu perlu belajar menghindar.

Hei, aku bukan monster. Aku akan mulai pelan-pelan.

Seharusnya kamu tidak memukul bawahanmu, pelan-pelan atau tidak!

Otakmu nggak beres!

E-Eh, maaf...

Begitu. Jadi kamu ingin aku serius.

Senang sekali melihatmu begitu bersemangat dalam berlatih!

Jangan coba-coba menangkis.

Ini tidak adil!

Mimpi buruk betul.

Apa aku sudah terlalu banyak berlatih?

Tentu saja. Tidak ada latihan dadakan sama sekali tadi.

Kamu sudah bangun. Ayo kita lanjut.

Aku tidak boleh lari dari kenyataan...

Tenang saja. Tadi aku masih menahan diri.

Kamu masih baik-baik saja, kan?

Terima kasih, Kapten...

Kita sudah berlatih tiga hari penuh!

Kaptenku ini paling parah, kan?

Kalau aku hampir berhasil menghindar, dia langsung mempercepat tinjunya.

Kemarin, waktu aku fokus menghindar, dia malah langsung menghantamku dengan pukulan telak...

Menurutmu dia sudah melenceng dari tujuan latihan kita?

Hei...

Kamu langsung cerewet begitu baru saja datang?

Sebenarnya kamu ke sini untuk apa?

Kaptenku tiba-tiba ada urusan, jadi hari ini tidak ada latihan.

The Wrong Way to Use Healing Magic subtitles in other languages

More Assamese subtitles for The Wrong Way to Use Healing Magic

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left