لومړۍ 200 کرښې.
Bab 5
Bola api?
Aku tidak bohong!
Saat terbangun di malam hari,
aku melihat lampu gudang menyala.
Lalu saat mengintip melalui jendela...
Mungkin ayahmu membakar sesuatu.
Sudah kutanya.
Tapi ayah tak membakar apa-apa.
Jadi, kamu mengkhawatirkan ayahmu?
Tentu saja tidak, kenapa juga mengkhawatirkannya.
Tenang saja.
Ayahmu sedang mengunjungi temannya.
Pasti sekarang lagi minum-minum.
Sudah kubilang, aku tak peduli.
4 hari kemudian
Aku jatuh cinta, Sensei.
Sangat mencintai.
Aku ingin selalu bersama!
Kau masih pelajar.
Tak ada hubungannya!
Taniguchi-kun...
Kenapa Sensei tak mengerti perasaanku?
Kita sudahi saja pembicaraan ini.
Aku ada janji dengan dia.
Janji?
Bentar...
Bentar!
Kau yakin?
Apanya?
Meninggalkannya seperti itu.
Dia perlu menenangkan pikirannya.
Pria dan wanita itu 50:50.
Kau juga harus bertanggung jawab.
Kenapa?
Kau harus bertanggung jawab karena membuatnya jatuh cinta.
Tanggung jawabku?
Wah pengecut.
Meski penggila sains, kau masih saja licik.
Pelatih klub memanah mengeluh padaku.
Tuh kan, mengganti topik.
Atlit bernama Hasebe kemampuannya menurun.
Sepertinya aku melihat jati dirimu yang sebenarnya.
Tampaknya penyebabnya karena hubungannya dengan Taniguchi-kun.
Taniguchi-kun?
Cewek yang tadi.
Mereka ingin menikah.
Orangtua dan pelatih sangat menentangnya karena mereka masih sangat muda.
Saat ingin meyakinkannya, dia membujukku untuk memihaknya.
Tentu saja aku berpikir pernikahan mereka takkan berhasil.
Memang benar.
Kenapa itu membuatku jadi pengecut?
Aku memikirkan tentang hubungan antara dosen dengan muridnya...
Maaf.
Artinya, terlalu cepat menyimpulkan?
Benar, terlalu cepat menyimpulkan.
"Terlalu cepat menyimpulkan"...
Kalau diucapkan dengan keras terdengar lucu, ya.
Kau menghinaku karena terlalu cepat menyimpulkan?
Aku sudah minta maaf, 'kan?
Kenapa wanita sangat mudah emosi?
Itu di luar pemahamanku.
Karena banyak pria yang membuat kami emosional.
Selalu sok hebat tapi tak mau bertanggung jawab.
Banyak sekali pengecut seperti itu!
Kenapa kau kemari?
Oh...
Maaf.
Sebenarnya ada kasus yang rumit lagi.
Kau juga mau menyusahkanku?
Tunggu, Sensei.
Tidak mau, aku sibuk.
Pembunuhan di ruangan tertutup yang mustahil terjadi.
Kau malah menyangkalnya.
Jika sudah terjadi, berarti tidak mustahil.
Pembunuhannya juga tidak wajar.
Aku bukan ahli dalam hal pembunuhan.
Sesuatu yang tak bisa dipecahkan oleh sains!
Hal yang mustahil terjadi!
Bola api terlihat di TKP!
Bola api?
Apa aku dapat perhatianmu?
Baiklah, akan kuantar ke TKP.
Aku mau memberitahu mereka kalau aku absen.
Tunggu aku di parkiran.
Baik!
Hotel Bisnis Kamata
Tiga hari lalu, 6 November,
mayat korban pembunuhan ditemukan di kamar 618 hotel ini.
Pencekikan.
Mati lemas karena dicekik.
Senjata pembunuh masih belum ditemukan.
Sensei!
Korban adalah Yajima Tadaaki, 39 tahun.
Dia menjalankan penginapan di Prefektur Nagano.
Perkiraan waktu kematian sekitar pukul 6 sore pada 5 November.
Korban mendaftar pada pukul 5 sore.
Jadi dia dibunuh sekitar sejam setelah masuk kamar.
Hotel yang cukup tua, ya.
Kuncinya belum elektrik.
Hotel ini dibangun tahun 1982.
Tampaknya sangat tidak aman.
Seseorang bisa dengan mudah masuk.
Kenapa bisa menjadi pembunuhan di ruangan tertutup?
Karena kami punya saksi mata.
Iya, di sini.
Sebelum korban mendaftar,
ada teknisi yang sedang memeriksa kabel listrik.
Perbaikannya memakan waktu yang lama dan mereka berada di sana selama 3 jam.
Selama itu pula hanya korban yang memasuki kamar.
Artinya, pada waktu pembunuhan yaitu pukul 6 sore,
tidak mungkin si pembunuh masuk ke kamar melalui lorong.
Di sini juga tak ada tempat bersembunyi
dan jendelanya permanen.
Tapi, cangkir kopi korban dan pembunuh ada di meja ini.
Bekas sidik jari pun sudah dihapus.
Apa ada bekas sidik jari di cangkirnya?
Sayangnya sudah dihapus.
Di dalam kopi korban terdapat obat penenang.
Kami yakin korban dicekik setelah dia tertidur.
Bekas cekikan ini...
Dia dicekik dengan keras sampai meninggalkan bekas itu?
Sekuat apa pun kau mencekik seseorang, mustahil meninggalkan bekas seperti ini.
Bekasnya terlihat mirip goresan.
Kau benar, lebih mirip jeratan.
Jika kau menaruh tali di kulit dan menariknya secara horisontal,
mungkin jadinya bakal seperti ini.
Sampai saat ini kami belum tahu bagaimana bisa timbul luka seperti itu dan tali jenis apa yang digunakan pelaku.
Dan inilah misteri terbesar dalam kasus pembunuhan ini.
Ini adalah bukti adanya bola api?
Petugas hotel mengatakan tidak ada bekas ini sebelum pembunuhan.
Dan juga saat kutanyai...
Seorang pegawai dari kantor itu mengaku melihat bola api di dalam kamar ini.
Terlebih lagi, kejadiannya hampir bersamaan pada saat korban meninggal.
Menurut kesaksiannya apa?
Dia melihat dari balik gorden,
lalu wuss dan menghilang.
Kesaksiannya jelas sekali.
Aku hanya meniru apa yang dia katakan.
Lalu kau berpikir bola api itu meninggalkan bekas ini?
Mungkin.
Apa korban meninggal di kursi ini?
Tidak.
Dia berbaring di kasur.
Ada apa?
Bisakah kau berbaring di kasur itu?
Hah?
Aku memintamu berbaring, cepatlah.
Apa kau takut karena tubuhnya tergeletak di sana?
Bukan begitu...
Iya, iya.
Kenapa?
Jangan menatapku seperti itu.
Sudah cukup.
Kau tak mencurigai seorang pun?
Tidak.
Istri korban, Yajima Takako, sekarang sedang kami pantau.
Korban tiba-tiba mendaftar di berbagai asuransi jiwa beberapa bulan terakhir.
Pembunuhan untuk uang asuransi.
Tapi, istrinya punya alibi yang sempurna.
Pada saat perkiraan kematian, dia berbelanja di supermarket setempat.
Setidaknya butuh 3 jam dari Nagano ke sini dengan naik mobil.
Tidak mungkin dia pembunuhnya.
Polisi menduga Yajima Takako menyewa pembunuh bayaran.
Karena itu, saat ini kami sedang menyelidiki kenalannya si istri...
Sensei?
Jangan tidur.
Sensei!
Menarik.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Aku ingin bertemu istri korban dan menanyainya.
Boleh saja, tapi...
Akan memakan waktu 6 jam!
Aku tidak keberatan.
CEKIKAN
Seperti yang kukatakan,
aku tidak tahu apa-apa.
Bola api...
Si pegawai pasti salah lihat.
Polisi juga tak berpikir kalau itu sungguh bola api.
Akiho, kembalilah.
Akiho!
Aku hanya mau ambil jus.
Anu...
Aku harus segera menyiapkan makan malam.
Apa Yukawa-sensei punya pertanyaan?
Aku setuju denganmu soal bola api.
Dia pasti salah lihat.
Maaf sudah mengganggu.
Udara di sini sejuk.
Apa kau pindah ke sini demi putrimu?
Eh?
Inhaler asma.
Oh...
Putriku mengidap asma sejak kecil.
Kondisinya membaik sejak pindah ke sini.
Itu memang mengkhawatirkan, ya?
Di saat seperti ini, jagalah dia dengan baik.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.