لومړۍ 200 کرښې.
Kuarahkan kamera ke pintu itu karena akan ada sesuatu yang spesial.
Ini tak bisa kujelaskan, tetapi itu dia. Sudah dimulai.
Paham?
Sudah dimulai.
Baiklah, aku siap. Kau dengar suara alat pencukurnya?
Apa kau dengar?
Kau lihat temanku, Biggie?
Bulunya tinggal sedikit, dia gugup.
Dia serius.
Ya, aku tak mau terlihat tua. Usiaku masih 21 tahun.
- Benar. - Aku mau tetap merasa berusia 18 tahun.
- Paham? - Perasaan saat usia 18 tahun. Serius.
CHRISTOPHER, USIA 23 TAHUN
- Ayo kita mulai beraksi. - Ayo.
- Tiket di Atlanta habis. - Aku tahu.
Tolong operkan.
Tenang.
Hei!
Sulit rasanya jika kau tumbuh bersama orang yang akhirnya menjadi sukses
karena kau tak pernah melihatnya begitu.
Aku akan menatap semua orang, "Kalian melakukan ini untuk Chris?"
Angkat tangan kalian! Semuanya angkat tangan!
Angkat tangan kalian!
Ayo! Biar kudengar kalian bilang, "Ho!"
Ayolah!
- Katakan, "Oh!" - Ayo!
- Oh! - Sekarang semua wanita bilang, "Au!"
- Ya, dengarkanlah. - Dengarkanlah!
Konon foto mengandung seribu makna.
Aku langsung berpikir, "Bagaimana dengan video?"
- Ada konser lagi? - Ya, D Roc merekamnya.
Yah, Sobat!
Apa pun aktivitas mereka, aku akan merekamnya.
- Kita menuju ke acara lain. - Yah, Sobat!
Dor!
Christopher sadar. Dia tahu apa yang terjadi.
Sebagai Notorious B.I.G., dia tak peduli.
Aku tak sering mendengarkan musik hiphop.
Aku menyukai lagu lama bertempo lambat, seperti lagu The Stylistics.
The Dramatics.
Teman-teman tampak keren malam ini. Aku tahu itu.
Cash Money juga bergabung.
Nyanyikan lagu yang kita nyanyikan seharian.
Setiap kali aku menutup mata
Apa?
Aku bangun dan merasa terangsang!
Rahasianya adalah bahwa Biggie hampir sama seperti penulis lagu R&B.
Dia seperti penyanyi R&B. Makanya kau bisa mendengar melodinya.
Saat itu dia jarang bernyanyi rap. Dia selalu menyanyikan lagu orang lain.
Sebagai sejarawan hiphop,
yang terlahir di masa ketika hiphop diciptakan,
kau selalu bisa menangkap beberapa kesan hiphop
dari artis rap saat itu.
Pria ini,
aku tak tahu dari mana dia mendapatkan
pola pergerakan akor, ritme,
suara, pendekatan,
kepercayaan dirinya.
Tak ada yang tahu dari planet mana, planet rap apa, pria ini berasal.
Ayo, hati-hati, Sobat.
Kami berdua tak punya ayah. Kami anak tunggal.
Jangan memotret. Poppa harus berpesta atau semacamnya.
Jangan memotret lagi.
Kami lebih akrab.
Bila kau jadi anak tunggal, kau cenderung lebih akrab dengan temanmu.
Aku yakin Damion sangat dekat dengannya.
Dia yang menelepon dan memberitahuku.
Saat itu pukul lima pagi, telepon berdering.
Aku mengangkat telepon.
"Halo."
Lalu yang kudengar hanya suara Damion.
Dia bahkan tak bisa berkata-kata. Kudengar dia menangis.
Aku langsung tahu itu pasti karena putraku.
Hei, ganti.
Di blok, ganti.
Aku tak tahu kau bisa merasa begitu sedih, terluka, atau hampa.
Rasanya semua orang ingin menyerah.
Mereka berada di jalur FDR.
Menuju ke sisi selatan.
Pergi ke Brooklyn.
Mereka menuju ke jalur masuk tol.
Pergi ke Jembatan Brooklyn.
Pergi ke Brooklyn.
Dua tujuh empat melewati Jembatan Brooklyn.
Mempertahankan posisi di sisi selatan.
Lalu kami melewati jembatan di Brooklyn.
Pusat Kota Brooklyn.
Di seberang Jalan Tillary.
BIG POPPA, KAMI AKAN MERINDUKANMU!
Tak ada yang menangis. Mereka merayakannya.
Kenangan mereka tentang Biggie yaitu kegembiraan, tarian,
menemui sesama saudara, yang menjadi penyebabnya.
KAMI MENYAYANGIMU
Kami menjadi agak bersemangat.
Biggie Smalls adalah raja!
Kisah ini tak seharusnya
berakhir tragis.
Baiklah.
Hari ini kami di Detroit, ya?
Kami punya beberapa acara. Ini baru awal rekaman.
Jadi, mereka tahu kami di mana.
Tanggal 14 Juli.
Kita ada di mana?
- Di mana? - Di Detroit!
- Detroit! - Kita berada di Detroit untuk misi lain.
Detroit, Sobat!
Kuambil semua kamera.
Big bilang, "Punya kaset?" sebelum kami pergi.
Lalu itu mulai menjadi bagian hidup kami.
Aku cuma perlu memasukkan satu kaset, dan itu menjadi rekaman sepanjang hari.
Itu seperti buku harian visual.
Di tahun 1995, ada banyak jumlahnya.
Dia anak dari lingkungan sederhana, dan kini dia amat terkenal.
- Mungkin aku punya kasetnya. - Hei! Halo!
Aku mau tanda tangan.
Popularitas Biggie menanjak drastis dalam semalam.
Kita tunjukkan siapa yang hadir di sini.
Kau yang hadir, Biggie!
Kita tunjukkan siapa yang hadir di sini.
Pada saat itu, Dr. Dre, Snoop Dogg, dan mereka,
sangat… Mereka tampil dengan sangat baik.
Jadi, mereka amat menginspirasi dan memotivasi kami
untuk tampil lebih baik.
Di New York, sebagai tempat asal hiphop,
kami merasa punya penyelamat.
Kau tak bisa bilang bahwa dia bukan penyanyi rap terbaik sepanjang masa.
Aku mengatakannya saat dia masih hidup bahwa dia penyanyi rap terbaik
sepanjang masa.
Dan pemenangnya adalah
Hadirin Tercinta,
B.I.G.!
Dan pemenangnya adalah
- The Notorious Big! - B.I.G.!
Aku mewakili Brooklyn!
Penghargaan untuk album terbaik tahun ini diraih The Notorious B.I.Gizzy!
Ready to Die.
Dia serius menggarap album Ready to Die. Semua itu bukan demi uang dan kejayaan.
Itu dari lubuk hatinya.
Aku ingin memberikan cinta terbesarku kepada putri dan ibuku.
Kita berhasil, Brooklyn! Kita berhasil!
Saat album Ready to Die keluar,
salah satu temanku membelinya.
Lalu dia berkata, "Astaga,
aku mendengarkan lagunya, dan ada banyak kata kotor!"
Kataku, "Benarkah? Kata-kata kotor?"
Ibuku tak tahu berapa penghasilan penyanyi rap album platinum.
Dia tak tahu aku tampil di acara senilai hampir 10.000 dolar,
empat acara seminggu.
Dia mengira aku cuma tampil di acara senilai seribu dolar
di kelab malam kecil.
- Itu lumayan jika ada puluhan acara. - Dia tak tahu apa-apa.
Tunggu. Astaga! Ada apa, Poppa?
Marley datang dari tempat jauh untuk menemuiku. Paham?
Uang makin menumpuk.
Apa itu? Uang makin menumpuk?
Bila waktunya makan Aku merampok dan mencuri
Karena ibuku tak menghiraukanku
Demi roti dan mentega Saudara kutinggalkan di selokan
Pesan untuk ibu
Aku berbahaya
Lebih berbahaya dari sepaket narkoba PCP
Bila aku menembak
Musuh akan tewas
Aku cuma jualan sepaket ganja
Di mana uangnya?
Ya! Dengarkanlah!
Berikan jarahannya!
Berikan jarahannya!
"Salah satu temanku membeli albummu, dan mereka bilang
lagumu penuh kata-kata kotor. Benarkah itu, Christopher?"
"Bu, kenapa Ibu mendengarkan musikku?
Ibu tak boleh mendengarkannya!
Itu tak cocok untuk usia di atas 35 tahun!"
Aku menjauh dari musiknya.
Kataku, "Tahukah kau? Dia melarangku mendengarkan musiknya.
Aku tak akan mendengarkannya."
Intinya, ibuku tak peduli soal itu.
Aku bukan "Biggie". Aku putranya. Begitulah dia melihatku.
Aku berusaha keluar dari rumah ini agar dia tak jadi bebanku.
Dunianya, dunia rap, benar-benar berlawanan dengan duniaku.
Jika bukan demi dia, aku tak akan mendengarkan musik rap.
Aku penyuka musik country dan barat.
Aku penyuka balada.
TRELAWNY, JAMAIKA
Bahkan di tempat asalku di Jamaika, ada saat tertentu di pagi hari,
kau akan mendengar musik country dan barat di radio.
Aku menabung setiap tahun untuk membawa putraku ke Jamaika.
Dia menyukai Jamaika karena mereka memanjakannya.
Begitu Chris menatapku,
dia berlari dan memelukku.
"Nenek!"
Aku tahu Chris akan menjadi spesial.
Dia penyayang, baik, tulus.
Dia suka bergaul dengan pamannya, Dave, karena Dave adalah musisi.
Dave membawanya ke kelab ini, tempat mereka memainkan musik.
Christopher bersumpah bila dia sudah tenar,
Dave akan menjadi krunya.
Kami saling terikat.
Sejak pertama kali Biggie mendengarku bernyanyi,
kami sudah terikat.
No comments yet. Be the first to leave one.