لومړۍ 200 کرښې.
Selamat malam.
Selamat malam, Pak Dirut.
Tunggu.
Ada sesuatu di jasmu.
Biar aku saja.
Bang Wool!
Jangan.
Lepaskan aku. Aku harus menjelaskan kepadanya.
Tidak perlu.
Pak Kang, ada apa denganmu?
Anda tidak berhak melakukan ini.
Apa maksudmu?
Kalian sudah putus.
Anda tidak perlu menjelaskan perbuatan Anda terhadap Nona Han.
Kamu siapa, mencegahku seperti ini?
Aku tidak akan diam saja
melihat Anda mempermainkan hati Bang Wool.
Aku akan melindunginya.
Maksudmu,
kamu menyukai Bang Wool?
Ya.
Teganya kamu melakukan ini kepadaku.
Kalau begitu,
selama ini kamu menyembunyikan perasaanmu dan berada di dekatnya?
Dahulu, aku tulus menginginkan yang terbaik untuk kalian berdua.
Karena itu aku membantu kalian dengan menyembunyikan perasaanku.
Tapi,
aku tidak tahan melihat Bang Wool menangis lagi karena Anda.
Kamu tahu betapa aku memercayaimu?
Bisa-bisanya kamu mengkhianatiku seperti ini?
Kenapa Anda membiarkan ini terjadi?
Bukankah sudah kukatakan sebelumnya?
Aku sudah melarang Anda kecuali Anda yakin.
Saat Bang Wool menemui Anda belum lama ini,
dia ditampar oleh Bu Pimpinan.
Kenapa dia harus menderita padahal kalian sudah putus?
Apa? - Selain itu,
Anda bermalam bersama Nona Han di sebuah hotel.
Apa lagi yang bisa Anda jelaskan?
Itu kesalahpahaman.
Aku mabuk berat.
Dia hanya membantuku... - Itu tidak penting.
Tidak perlu menjelaskan kepadaku.
Jangan pernah menemui Bang Wool lagi.
Selain itu,
hari ini akan menjadi
yang pertama dan terakhir Anda boleh memukulku.
Bang Wool.
Kamu baik-baik saja?
Mereka sudah pergi.
Kalau begitu, ayo pulang. - Hei.
Tadi Pak Dirut ingin berbicara denganmu.
Aku tidak mau mendengarnya.
Kami sudah putus. Aku tidak peduli siapa kekasihnya.
Woo Hyuk pasti sangat kesal. Alasan apa lagi yang bisa kubuat?
Kenapa kamu melakukan itu?
Aku melakukannya tanpa menyadari saat melihat Bang Wool.
Katakan saja karena kamu sangat menyukainya.
Selain itu, berpura-puralah kamu tidak melihat Bang Wool.
Dari Woo Hyuk.
Tenanglah dan jelaskan kepadanya.
Baiklah.
Halo?
Pak Dirut.
Maafkan aku. Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku.
Kenapa tidak memberitahuku kamu melihat Pak Kang di hotel?
Apa?
Apa yang terjadi
sampai Pak Kang percaya kita bermalam bersama?
Saat aku meneleponmu,
pelayan bar berkata kamu mabuk.
Jadi, aku memberinya nomor telepon Pak Kang
agar dia bisa mengantarmu pulang.
Bukankah kamu memindahkanku ke ruma dinas?
Aku dalam perjalanan pulang kantor,
jadi, aku menemuimu karena cemas.
Kamu mabuk berat, jadi, aku memindahkanmu ke sana.
Saat Pak Kang datang,
dia berkata sebaiknya membiarkan Anda tidur di sana.
Begitukah?
Ya.
Itu membuat Pak Kang salah paham dengan kita?
Karena dia menyukai Nona Eun,
dia pasti berpikiran aneh tentang kita.
Aku benar, bukan?
Sudah kubilang, Pak Kang sudah lama menyukai Nona Eun.
Selamat malam.
Syukurlah.
Sang Cheol tidak mengatakan yang sebenarnya kepadanya.
Aku tidak akan diam saja
melihat Anda mempermainkan hati Bang Wool.
Aku akan melindunginya.
Aku benar, bukan?
Sudah kubilang, Pak Kang sudah lama menyukai Nona Eun.
Kenapa kamu terus memperhatikanku?
Aku sungguh baik-baik saja.
Sebenarnya,
ada sesuatu yang tidak kukatakan kepadamu.
Apa itu?
Aku meminta
Pak Dirut untuk berhenti mengganggumu.
Aku merasa kelewatan karena tidak bertanya kepadamu dahulu.
Tidak apa-apa. Aku senang kamu melakukannya.
Minumlah.
Sudah merasa lebih baik?
Aku baik-baik saja. Jangan mencemaskanku.
Bagaimana aku tidak cemas?
Berhari-hari, aku menyesal karena telah memberitahumu tentang ibumu.
Jujur saja, hatiku sedih.
Tapi lebih baik memastikan daripada hanya menunggunya.
Dia sangat dingin.
Akan lebih baik jika dia mau menemuimu.
Bibi Cheon.
Astaga, maafkan aku.
Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa.
Pak Dirut tahu kamu menemukan ibumu.
Bibi tidak memberitahukan siapa ibuku kepadanya, bukan?
Tentu saja tidak.
Kenapa Bibi memberitahunya bahwa aku menemukan ibuku?
Aku harus memberitahunya karena
dia sudah lama menanyakan hal itu.
Mulai sekarang, jangan beri tahu dia apa pun tentangku,
dan jangan lakukan apa pun yang dia minta seperti waktu itu.
Kalian sungguh sudah putus?
Adakah kesempatan untuk kembali bersama?
Itu tidak akan pernah terjadi.
Astaga.
Padahal akan menyenangkan jika hubungan kalian berhasil.
Bang Woo, kuharap kamu tidak salah paham...
Bang Wool, ada yang ingin kukatakan. Tolong temui aku.
Aku membuatkanmu bubur biji perilla. Cobalah.
Kenapa kamu membuatkan ini?
Ini baik untuk kesuburan.
Saat mengandung Byeol, aku banyak makan biji perilla.
Terima kasih, Bang Wool.
Kamu sudah melalui banyak hal.
Tapi aku yakin, akan ada hadiah besar di baliknya.
Aku iri kepadamu.
Kamu bisa langsung hamil dan memiliki Byeol.
Saat tahu sedang hamil,
aku menangis terus.
Situasinya tidak sama denganmu,
tapi aku melewati banyak hal karena kehamilanku.
Hidup memang sangat tidak adil.
Makanlah.
Omong-omong,
seperti apa pemilik salon tempatmu bekerja itu?
Seperti yang kamu tahu,
dia elegan karena dia istri seorang dokter.
Tapi kudengar masa mudanya sulit.
Temannya yang cerewet memberitahuku hal serupa.
Kenapa kamu bertanya?
Aku berencana merapikan rambutku.
Aku ingin rambutku dirapikan oleh seorang yang profesional.
Itu salon mahal.
Berlebihan buatku, ya? Kalau begitu, tidak jadi.
Aku bisa mendapat diskon pegawai. Akan kubuatkan janji temu.
Rapikanlah rambutmu di sana. Biar aku yang membayarnya.
Tidak usah. Aku saja yang membayarnya.
Tidak.
Aku tidak enak karena merasa bertanggung jawab atas perpisahanmu.
Biarkan aku menebusnya.
Halo.
Kukira Manajer Shin yang membuat janji temu, bukan kamu.
Benar.
Dia berkata Anda sangat mahir, jadi, dia membuatkanku janji temu.
Kamu sangat tidak tahu malu.
Bisa-bisanya kamu berpikir aku akan menata rambutmu?
Sudah kubilang aku tidak menyukaimu karena Chae Rin.
Aku tidak pernah ke salon rambut yang bagus seperti ini.
Aku ingin rambutku dirapikan oleh orang yang profesional.
Ini janji temumu, jadi, duduklah.
Kamu ingin rambutmu diapakan?
Tolong dipotong sebahu
dan dibuat agak bergelombang.
Bagaimana? Kamu suka?
Ya, Anda sangat berbakat.
Aku menata rambutmu hari ini karena kamu terlanjur datang.
Tapi aku tidak mau kamu ke salonku lagi.
Permisi.
Bu.
Bisakah kita minum teh bersama di kantor Anda?
Nona Eun, kamu sangat aneh.
Kenapa kamu ingin minum teh bersamaku di kantorku?
Apa Anda bahagia sekarang?
Pertanyaan macam apa itu?
Aku hanya bertemu Anda beberapa kali,
tapi Anda tampak sangat bahagia
saat bersama Nona Han.
Jika kamu tidak menjadi penghalang antara Chae Rin dan Pak Dirut,
aku akan jauh lebih bahagia.
Kamu tidak bisa membayangkan betapa menderitanya Chae Rin
karena Pak Dirut.
Hatiku hampir hancur melihat Chae Rin menderita.
Maaf sudah membuat kalian menderita.
Aku yakin keputusanmu tepat dengan memilih anakmu.
Anakku adalah hidupku.
Aku tidak bisa menelantarkannya dan menikah.
Benar.
Bagiku, Chae Rin adalah hidupku.
No comments yet. Be the first to leave one.