لومړۍ 200 کرښې.
Di gedung pernikahan,
apa yang kamu lihat saat mengambil soda?
Hwa Kyung berlari mengenakan baju cantik.
Hwa Kyung membuka pintu dan berlari keluar.
Woo Cheol ingin mengucapkan selamat.
Aku mengikutinya.
Ceritakan yang kamu lihat di tangga.
Ibu dan Hwa Kyung bersama.
"Episode 75"
Tidak apa-apa, Woo Cheol.
Tidak perlu gelisah, teruskanlah.
Ibu bilang,
"Ini bukan hanya hidupmu."
"Aku tidak bisa membiarkan dua orang hidup dalam kepalsuan karena kamu."
Hidup dalam kepalsuan? Dua orang?
Tunggu.
Pimpinan Oh di sini. Kita istirahat sebentar.
Baiklah. Astaga. Halo.
Tampaknya aku mampir di saat yang salah.
Kudengar Produser Yoon mengerjakan topik menarik,
jadi, aku penasaran.
Aku juga ingin menunjukkan dukunganku.
Hei, berikan kepadanya.
Ini hadiah uang.
Silakan digunakan untuk mengadakan acara kumpul.
- Terima kasih. - Baguslah.
Tampaknya Jae Bin dan Hwa Kyung juga bekerja keras.
Baiklah, aku akan pergi. Silakan dilanjutkan.
Baiklah.
Bukankah kantornya terlalu sempit?
- Tidak. - Aku pergi, ya.
- Sampai jumpa, Pimpinan. - Tidak usah keluar
- Bekerjalah. - Benar juga.
Sampai jumpa.
Woo Cheol, jangan membicarakan yang terjadi di gedung pernikahan.
Jika kamu bicara,
lain kali,
aku yang akan membawamu ke tempat yang sangat jauh,
bukan Hwa Kyung.
Baik, mari lanjutkan wawancaranya.
Woo Cheol tidak bisa mengingat apa pun.
Woo Cheol, cobalah mengingatnya.
Woo Cheol.
Woo Cheol, tenanglah.
Tenanglah, Woo Cheol.
Tenanglah.
Kamu sengaja melakukannya.
Kamu sengaja menghentikan wawancaranya, bukan?
Tidak, aku tidak boleh
membuat Pimpinan menunggu.
Hanya itu alasannya?
Bukankah kamu berusaha menghentikan Woo Cheol mengatakan kebenarannya?
Kakak.
Apa yang kamu katakan kepada Woo Cheol?
Kenapa dia enggan meneruskan usai bicara denganmu?
Aku hanya menyarankan untuk tenang dan bicara dengan baik.
Jae Bin, kini kamu
berbohong kepada kakak?
Target acara ini adalah Hwa Kyung.
Aku tidak bisa diam saja.
Dia istriku.
Dia istri Oh Jae Bin, penerus Miseong.
Penerus Miseong.
Kamu sudah memiliki hasrat seperti itu?
Kakak kecewa kepadamu, Yoon Jae Bin.
Bukan, Oh Jae Bin.
Meski target kakak Pimpinan Oh,
bukan istri penerus, kakak akan menayangkan program ini.
Meski kamu berusaha keras menghentikan kakak,
kakak akan mewujudkannya.
Maafkan aku, Kak Do Bin.
Bagaimanapun caranya, aku akan menghentikan program ini
demi wanitaku.
Woo Cheol, kenapa kamu seperti itu?
Kenapa bilang tidak ingat saat diwawancara?
Jae Bin bilang apa kepadamu?
Dia bilang apa...
Kenapa kamu menyalahkan Jae Bin?
Kamu tetap menuduh orang untuk segalanya.
Woo Cheol tidak bisa melakukan wawancara dengan benar.
Sebaiknya kamu menghentikan programnya.
Aku jelas bisa melihat siapa yang kamu incar,
tapi kurasa kamu hanya akan mempermalukan dirimu.
Itu harapanmu.
Kami tidak akan menyerah. Akan kami tayangkan.
Ayo, Woo Cheol.
Kamu harus mengorbankan hidupmu
untuk melawanku.
Aku akan melindungi milikku
dengan segala cara yang kubisa.
Terima kasih sudah membantuku.
Kak Do Bin tidak akan berhenti.
Woo Jung juga tidak akan berhenti.
Bagaimana jika kita jujur saja?
Apa maksudmu?
Jujur saja?
Kita bisa membuktikan Bu Han jatuh sendiri
dan kamu tidak mendorongnya dari atas tangga.
Siapa yang akan percaya?
Begitu programnya ditayangkan,
semua orang akan percaya istri cucu keluarga Miseong
berusaha membunuh Han Joo Won.
Bagaimana jika Kakek tahu?
Dia bukan hanya akan membenciku,
tapi juga kamu yang sudah membantuku.
Kamu tahu apa artinya itu, bukan?
Kita harus menghentikan programnya, bagaimanapun caranya.
Tidak akan mudah.
Kita harus membujuk Kakek.
Toh kita tidak bisa memberitahunya topiknya berkaitan denganmu.
Jika kamu terus di sisiku, aku yakin kita bisa melakukannya.
Mari cari cara
untuk aku dan masa depanmu.
Mari menginap di kedai sup ikan buntal hari ini.
Kita bisa menghibur Ayah dan Ibu.
Omong kosong.
Han Joo Won ingin bekerja di sini?
Itu omong kosong.
Sebaiknya kamu istirahat. Biar kubereskan.
Kamu bilang apa saat berlari mengejarnya?
Aku merasa bersalah kepadanya.
Wanita sukses harus memohon kepada kita
karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
Kamu tidak memintanya bekerja untuk kita, bukan?
Apa?
- Itu... - Tidak boleh.
Kamu lupa dia tahu segalanya
soal Do Bin dan Jae Bin?
Tapi kini tidak ingat itu.
Dia bahkan tidak ingat anak-anaknya.
Bagaimana jika ingatannya kembali?
Tidak, kamu bisa membuat jantungku berdebar.
Rasanya jantungku mau copot tiap bertemu dengannya.
Kepalanya dibedah dua kali.
Tidak akan kembali semudah itu.
Dia berusaha mencari nafkah.
Berbaikhatilah kepadanya.
Kamu harus dermawan.
Begitu caranya beruntung dengan manusia dan uang.
"Putra keduaku yang kurang istimewa"
Siapa ini?
Jae Bin?
Aku tidak punya putra seperti itu.
Selamat tinggal.
Beraninya kamu menghubungi usai dua pekan.
Bedebah.
Kurasa kamu yang lebih jahat.
Kurasa Jae Bin berbohong
untuk melindungi Hwa Kyung.
Kurasa juga begitu.
Menurutmu Jae Bin bilang apa kepada Woo Cheol?
Woo Cheol tidak mau bilang.
Biasanya dia mengatakan segalanya,
tapi belakangan ini dia aneh.
Bukan hanya itu.
Dia dapat ponsel baru pada hari dia menghilang,
tapi tidak mau bilang dari siapa.
Ini mengesalkan.
Aneh sekali.
Ayo.
Ke mana?
Jika mau tahu sesuatu, kita harus mencari tahu.
Ini adikku.
Kudengar dia membeli ponsel baru di toko ini.
Kamu mengingatnya?
Dia tampak tidak asing.
- Siapa namanya? - Han Woo Cheol.
Han Woo Cheol? Tunggu sebentar.
Biar kuperiksa.
"Nomor seri, warna, yang bertugas, pengantar"
Ini dia.
Aku yakin dia datang bersama seseorang.
Kurasa dia yang membelikan ponsel untuk adikku.
Aku tidak yakin soal itu.
Bisakah kita memeriksa kamera CCTV?
Ada apa sebenarnya?
Adikku mengidap sindrom savant.
Aku kehilangan dia dan menemukannya lagi hari itu.
Aneh dia punya ponsel baru.
Orang yang membelikannya ponsel jelas ada hubungannya.
Mohon bantu kami.
Di sini.
Aku sudah minta maaf.
Kami akan datang sekali sepekan mulai hari ini.
Aku sayang Ibu.
Pergi. Kamu menjijikkan.
Ibu, maafkan aku.
Jae Bin mengerjakan proyek besar di kantor,
jadi, dia sangat sibuk.
Jika berhasil dalam proyek ini,
Kakek akan mengakui pencapaiannya
dan dia akan menjadi penerus Miseong secara resmi.
Penerus Miseong?
Sungguh?
Tidak mungkin.
Kak Jae Bin sungguh akan menjadi penerus Miseong?
- Astaga. - Ya ampun.
Berarti dia harus berhasil dalam proyek ini.
Kamu begitu cepat berubah pikiran.
Putra kedua kita yang lebih spesial akan menjadi penerus Miseong.
No comments yet. Be the first to leave one.