لومړۍ 200 کرښې.
Terjemahan subtitle oleh iQIYI
JUN JI-HYUN
JU JI-HOON
SUNG DONG-IL
OH JUNG-SE
CHO HAN-CHUL
JOO MIN-KYUNG
GO MIN-SI
JIRISAN
DRAMA INI BERDASARKAN JAGAWANA TAMAN NASIONAL
DAN SEMUA ORANG, ORGANISASI, DAN INSIDEN ADALAH FIKSI.
MUSEUM PENDIDIKAN EKOLOGI BAEKDUDAEGAN
PUNCAK CHEONWANGBONG
Sejak lama,
banyak orang mengunjungi Gunung Jirisan
selama bertahun-tahun.
SELAMATKAN ALAM, CINTAI NEGARA KITA
Gunung ini adalah tanah harapan bagi seseorang,
tapi juga tempat kematian yang kejam bagi orang lain.
Banyak orang masih membawa kisah mereka ke gunung ini,
tapi tidak semuanya kembali dengan harapan.
Tempat ini masih perbatasan.
Batas antara tumbuhnya harapan dan kehancuran parah.
Antara hidup dan mati,
tempat awal dan bau darah berdampingan.
Gunung Jirisan
adalah tanah penting
antara dunia ini dan dunia berikutnya.
TAHUN 2018
TAMAN NASIONAL JIRISAN STASIUN JAGAWANA HAEDONG
EPISODE 1
TAMAN NASIONAL
Tim Pencari Satu, bergerak ke zona batu yang jatuh.
Tim Relawan Satu, tiba di pintu masuk jalur.
Kau orang baru?
Ya, Pak.
- Aku baru dikirim ke Haedong... - Jung Gu-yeong!
Ya?
Ikuti dia.
- Ke mana? - Gunung. Ini kasus orang hilang.
Baik, Pak!
Kau akan memakai itu?
Ayo, cepat!
JAGAWANA
Cepat, naik. Cepat, cepat, cepat, cepat.
Stasiun jagawana kepada semua jagawana.
Nama pendaki yang hilang, Yeom Seung-hun. Usia 14 tahun.
Waktu masuk, pukul 11.45 kemarin.
Dia melalui jalur Stasiun Jagawana Haedong.
HILANG SELAMA 23 JAM
DIA DIRUNDUNG
Kemeja putih, celana abu-abu.
Seragam SMP Bokseon dengan sepatu putih.
Serta ransel biru langit.
Tempat terakhir dia memakai ponselnya adalah pengulang Puncak Samheungbong.
Itu cocok dengan pernyataan saksi yang terakhir melihatnya.
Area pencarian pertama tiga kilometer dalam pengulangan berikut.
Stasiun Jagawana Haedong,
Pondok Bidam,
jagawana dari Pondok Jangteomok membentuk Tim Pencari Satu.
Pondok Seseok,
Pondok Wusong,
Stasiun Jagawana Mujin mencari sebagai Tim Pencari Dua,
tapi gagal melacak pendaki.
Kita akan memperluas ke 10 km untuk pencarian kedua.
DEWAN OPERASI BENCANA DAN KESELAMATAN TERINTEGRASI
LINI MASA
Sukarelawan pemadam kebakaran mengambil bagian A, jalur tak ditandai.
JALUR TANDA JALAN, DIBUKA
UNTUK MENDAKI MENURUT HUKUM TAMAN NASIONAL.
FASILITAS YANG DIPERLUKAN DISEDIAKAN DAN DIKELOLA UNTUK KESELAMATAN PEJALAN KAKI.
Regu Penyelamat Khusus, bagian B.
Bagian C dan D yang terlarang untuk tim Jagawana Satu dan Dua,
JALUR TERLARANG MENURUT HUKUM
UNTUK MENCEGAH SATWA LIAR DAN KESELAMATAN PEJALAN KAKI.
RUTE INI MEMILIKI SINYAL YANG LEMAH DENGAN KEAMANAN MINIMUM YANG TERJAMIN.
dan tim pendukung.
Mengingat pendaki itu tidak memakai peralatan,
masa gentingnya hanya 30 jam.
Sudah 23 jam dan sisa waktu kita 7 jam.
- Bagaimana iklimnya? - Topan bergerak ke utara
lebih cepat dari dugaan.
Batu jatuh! Awas!
Mundur, ini berbahaya.
Hei!
Cepat, cepat, cepat.
Bawa tandu dan siapkan ambulans.
Min-seok.
Min-seok!
- Apa dia baik-baik saja? - Kurasa begitu.
Kau baik-baik saja?
Ya, baiklah.
Tim Pencari Satu, jagawana cedera karena bebatuan yang jatuh...
Kau baik-baik saja?
Tim Pencari Satu, menuju ke Puncak Yangseok sekarang...
Siapa kau?
Kang Hyun-jo. Aku baru hari ini.
Kami mengirim Min-seok ke rumah sakit.
Bawa anak baru ini saja.
Omong-omong,
Iblis Seo adalah julukannya.
Jadi, berhati-hatilah.
Apa?
Pencarian dilakukan berpasangan.
Kau tahu itu, bukan?
Kencangkan tali sepatumu dan tetap di dekatku.
Jika kau tertinggal, kutinggal.
Ya!
PONDOK BAEMSAGOL
KUIL HWAEOMSA
Relawan Satu.
Tujuh kilometer di jalur.
Pendaki yang hilang tidak ditemukan.
KALBAWUI
Tim Penyelamat Satu, di Kalbawui.
Kami belum menemukan pendaki itu.
DEWAN OPERASI BENCANA DAN KESELAMATAN TERINTEGRASI
Topan Bitak menuju utara dengan kecepatan jauh lebih cepat dari dugaan.
Topan terbentuk di laut di tenggara Okinawa
dan menuju utara dengan kecepatan 15 km per jam.
Topan akan melewati Jeju dan Namhae sekitar pukul 22.00 malam ini.
Diperkirakan hujan akan turun hingga 300 mm di area Jeju dan Gunung Jirisan.
Lindungi fasilitas kalian dari angin kencang.
Seung-hun!
Dia tidak ada di sini.
Gwisinbawi, Puncak Yangseokbong. Pendaki tidak terlihat.
Kami akan pindah ke Pohon Seonghwang.
Seung-hun!
Seung-hun!
Di mana itu?
Di sanalah banyak orang mati.
Jadi, semua tempat yang kita cari sejauh ini adalah tempat bunuh diri?
Ya. Itu sering terjadi lebih dari sekali di tempat yang sama.
Jadi, kita mencari anak yang sudah mati?
Jangan bilang begitu.
Kata siapa dia sudah mati?
Kita berusaha menemukannya sebelum dia mati.
Tunggu aku!
Tim Pencari Satu.
Cuaca memburuk. Kita akan bergabung di Pohon Dungji dan mencari bersama.
Tim Pencari Dua.
Di Air Terjun Dosang sekarang.
Kami juga akan ikut mencari.
Topan Bitak membawa angin kencang berkecepatan lebih dari 50 m per detik.
Itu akan mencapai semenanjung sekitar pukul 22.00 malam ini.
Ada peringatan badai di Jeju dan area Jeonnam.
Belum ada kabar?
Belum.
Kami menarik anjing dan para penyelamat.
Anjing pencari tidak berguna di tengah hujan.
Baiklah.
Keluarga pendaki yang hilang ada di sini.
Tim Pencari Empat.
Dia komandan pencarian.
Maafkan aku karena cucuku.
Aku sungguh minta maaf.
Sama sekali tidak.
Perjalananmu pasti jauh. Silakan beristirahat.
Kami akan segera mengabarimu jika mendengar sesuatu.
Antar dia ke ruang jaga malam.
Silakan lewat sini.
Silakan beristirahat.
81,5 PERSEN, KECEPATAN ANGIN: 15 METER PER DETIK, ARAH ANGIN BARAT DAYA
Tim Pencari Empat. Cuacanya sangat buruk.
Apa yang harus kita lakukan?
Tim Pencari Dua, mengambil jalan memutar. Permukaan air terlalu tinggi.
Relawan Satu, menghentikan pencarian dan mengevakuasi ke pondok.
Pegangi dia!
Masuk!
Satu, dua!
Satu, dua!
Tim Pencari Tiga, anggota terluka!
- Punyamu juga. - Apa?
Kita bisa mengambilnya nanti. Lemparkan milikmu.
Kenapa kau melakukan ini?
Ini area petir.
Pasti ada alasan bagus kita lewat sini dalam cuaca seperti ini.
Ini jalan pintas.
Kita bisa menghemat satu jam.
Kita harus bergabung dengan mereka untuk pencarian sebelum keadaan memburuk.
Jangan pernah mendekati pohon besar.
Itu akan jadi penangkal petir.
Pegang yang lain jika terpeleset.
Jika tidak ada yang bisa dipegang, berguling saja.
Itu akan lebih cepat.
Namun...
Astaga!
Hei! Tunggu...
Kau baik-baik saja?
Yi-gang.
Lihat!
Tim Pencari Lima. Di Bawah Tebing Bidam.
Kami menemukan ransel yang mirip milik pendaki.
Kau yakin?
Ini ransel biru langit.
SMP BOKSEON, KELAS 1-5 YEOM SEUNG-HUN
Ini jelas miliknya.
Pendaki?
Bukankah dia jatuh dengan tasnya?
Dia tidak ada.
No comments yet. Be the first to leave one.