Urchin

Urchin

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Urchin (2025) WEB-DL 1080p (en drama)
د لخوا تبصره PeGaSuS Mail
resync u/ web yts (01:39:29)

تګونه

webdl
په خپور شو: 2026-01-23
ډاونلوډونه: 27
د اوریدلو معیوبیت: No
FPS: 24

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

ALAT ELEKTRONIK MURAH & BERKUALITAS : GPS, Kalkulator, Telepon, Perkakas, HT/WT, dll. HandyCom, BEC 1 L1/G.02

'Teman-teman, sudahkah kalian dengar tentang Yesus?

'Sudahkah kalian dengar tentang Tuhan?

'Dulu aku bukan orang yang sempurna.

'Tapi aku berlutut, dan berdoa kepada Yesus.

'Aku berdoa kepada Tuhan, dan Dia mendengarku.

'Dia mendengarku dalam dosaku, Dia mendengarku dalam sakitku.

'Engkaulah raja kemuliaan.

'Engkaulah pangeran damai.'

Ambil Alkitab, ambil Alkitab King James.

Unduh aplikasinya. Unduh aplikasi di ponsel pintar kalian.

Unduh dan pahamilah

bahwa ada Tuhan yang mengasihi kita semua.

Dia adalah raja segala raja.

O, Yesus, kami berdoa, berdoa hari ini bagi semua jiwa ini.

Semoga Engkau berkarya di hidup mereka.

Tuhan, kami berdoa agar mereka mengambil Alkitab,

agar mereka mempelajari firman-Mu

seperti mereka menatap ponsel mereka, Bapa Allah.

Kami tahu suatu hari, setiap lutut akan bertelut...

Tutup mulutmu.

...dan setiap lidah akan mengaku

bahwa Engkaulah Tuhan!

- Kami bersyukur atas Alkitab... - Sst!

O, kami berdoa agar Engkau menemukan mereka.

Sst!

Dia mengasihimu. Dia adalah Alfa dan Omega.

Hai, maaf bertanya.

Cuma mau tanya kalau kalian punya... uang receh.

Hai, cuma mau tanya kalau kalian punya uang receh.

Maaf.

Hai, Kawan, aku sedang kumpulkan uang untuk makanan...

- Maaf. - ...hangat.

Hai, Kawan, cuma mau tanya kalau kau punya uang receh,

sedikit uang untuk makanan hangat.

Hai, cuma mau tanya kalau kalian punya uang atau recehan...

Hai, aku sedang mengumpulkan uang untuk membeli makanan hangat.

- Bangun! - Cuma menumpang isi daya ponsel.

Aku bilang kau boleh isi daya ponselmu.

Kau sudah di sini tiga puluh menit. Ayolah,

kau keterlaluan.

Yo! Ayo pergi!

- Bro, ayolah. Ayo pergi. - Aku sedang isi daya ponsel...

Ini ponselmu, ambil ponselmu. Ayo.

Berdiri, ayo pergi.

- Kau paham maksudku? - Itu harus dilakukan.

- Aku harus melakukannya, ya. - Itu harus dilakukan.

Ingat yang kau bilang soal dia kena stroke lagi?

- Ya, dia kena stroke lagi. - Astaga.

- Hancur hatiku, tahu? - Ya.

Janganlah begitu... Aku sedang berusaha.

Dan sedikit susu, ya?

...menghindar dari itu semua.

Ada apa denganmu?

Tidak ada. Bisakah kau cuma, kayak...?

- Dasar kau gila! - Jangan begitu, kayak...

Aku mencoba...

Kau benar-benar gila, kau tahu itu?

Sebentar kau baik-baik saja,

berikutnya, kau jadi gila.

- Sampai jumpa nanti. Pergi... - Sampai jumpa nanti?

Pergi, pergi ke sana, temui anjing itu.

Kau berasal dari mana?

Slovakia.

Tapi sekarang, Dalston.

Dalston. Di sana aku pernah melihatmu.

- Ya! - Ya, ya.

Apa ini, badan amal atau apa?

Ya, badan amal. Badan amal independen.

Bukan, ini swasta. Ini perusahaan.

Ini bukan swasta, bukan perusahaan.

Wanita di meja depan bilang mereka dapat dana pemerintah...

Tidak. Ini badan amal. Mereka mengandalkan donasi.

Ini perusahaan.

- Hentikan. Diamlah sekarang, ya? - Aku mau pergi.

Baiklah, Sayang. Sampai jumpa nanti.

- Punya rokok? - Ya, ada satu. Ini.

- Kau potong rambut? - Ya, si Isaac itu yang memotongnya.

Dia tampak ganteng, kan? Lihatlah dia!

Ini, pegang itu, Sayang. Dia tampak tampan, kan? Ya...

Baiklah, aku pergi. Sampai jumpa!

Paolo! Kau lihat Nathan?

- Tidak. - Tidak sama sekali?

- Hubungi aku jika kau melihatnya, ya? - Akan kulakukan.

Bilang padanya aku mencarinya!

Permisi, Kawan, apa kau lihat pria dengan celana panjang biru?

Ada darah di wajahnya.

Maaf, apa kau lihat orang dengan celana biru...?

Dia, kayak, ada darah di wajahnya.

Permisi. Permisi.

Astaga!

Maaf, Sayang, kau tidak punya uang sedikit, kan? Tidak?

Semoga harimu menyenangkan. Semoga harimu indah.

- Nathan! Nathan! - Permisi, Pak.

Apa Bapak punya rokok, tidak?

Aku baru lihat Jane dan kawan-kawan. Dia mengacaukannya.

- Kau ambil dompetku? - Hah?

Kau ambil dompetku?

Tidak. Kenapa aku harus ambil dompetmu?

Karena kau dasar ular licik.

Kenapa aku harus ambil dompetmu?

Cuma kau yang tahu di mana aku sembunyikan barangku.

Aku takkan pernah lakukan itu padamu, ayolah. Tenang.

- Biar kuperiksa kantongmu. - Kenapa aku ambil dompetmu?

Tenanglah sebentar. Tenanglah sebentar.

Berikan dompetku. Ini bukan lelucon!

Biar kuperiksa kantong sialanmu.

Kau tak boleh periksa kantongku...

Kalau begitu kenapa kau lari?

Berikan dompet sialanku! Dasar kau...

Lepaskan aku!

Dasar brengsek! Dompet sialanku!

- Hei, ayolah, lepaskan dia. - Pergi sana!

- Ayolah. - Dompet sialanku!

Sudahlah, sudahlah. Lepaskan dia.

Lepaskan aku! Jauhkan dia dariku, Bro!

Ayolah, tenang.

Kau memegangnya.

Baiklah, jalan terus, biarkan dia pergi.

Aku menjagamu dan begini caramu...

Lagipula kau berutang padaku, dasar bodoh.

Bagaimana kau bisa bilang itu menjaga...?

Memang iya, aku menjagamu.

Kenapa kau menangis? Kembalikan uangku.

- Tidak menangis. - Di mana itu? Tidak ada di sini.

Biarkan dia pergi sekarang, sudah selesai, oke?

- Kembalikan uangku. - Tidak ada padaku.

Tahu tidak? Aturannya beda untukmu dan...

Dasar brengsek!

Aturannya beda untukmu, dan aturan lain

untuk orang lain, dasar kau bodoh!

- Teman-teman... - Selalu di sisi lain!

- Biarkan dia pergi. - Pergi sana.

Kau baik-baik saja sekarang?

Bisa kubelikan sesuatu?

- Ya, uangku kembali. - Apa katamu?

Bawakan aku bir!

Akan kubelikan minuman ringan, ya?

Hei, ini untukmu, Kawan.

Terima kasih.

Maaf soal tadi. Aku agak emosi tadi.

- Oh, jangan khawatir. Tidak apa-apa. - Jadi kau kerja di sini?

- Di kota? - Ya.

Maksudku, ya, pada akhirnya, ya. Ya, benar.

Tapi "pada akhirnya"? Apa itu?

Hanya saja aku di sini tiap hari, tapi kantorku di mana-mana.

Paham. Kau banyak berpindah-pindah.

Ya.

Itu bagus. Biar tetap beda.

Yakin tak mau kubelikan yang lain, makanan?

Ada tempat bagel beberapa menit jalan kaki...

Atau jika kau punya uang tunai, bisa kubeli sendiri.

Ya, aku bisa... Jangan khawatir, aku akan belikan untukmu.

- Benarkah? - Ya, ayo.

Aku bisa beli kalau kau harus pergi...

Tidak, tak apa-apa. Ayo.

- Ayo. Di mana tempatnya? - Di sebelah sana. Makasih.

Baiklah.

Ya, lucu, kan?

Ada kesenjangan empati, tahu?

Itu jadi dianggap wajar bagi mereka.

- Bagi siapa? - Pemerintah.

Kau tahu, seperti politisi tertentu

muncul di acara sosial,

seperti pamer niat baik di depan umum dan...

Apa namanya kalau mereka begitu?

Pokoknya,

sepertinya mereka masa bodoh dan tak peduli, tahu?

Konyol sekali betapa jauhnya mereka dari kenyataan.

Kau pernah nonton berita, atau kau menjauhinya?

- Aku tak punya TV. - Oh, tentu saja. Maaf.

Maaf, maaf, maaf.

- Kau membeli jam tangan? - Ya, ya.

- Berapa umurnya? - Entahlah.

Ini pada dasarnya baru. Kondisinya sangat bagus.

Ada sedikit goresan di bagian depan...

Ya, berapa harga yang kau mau?

Biar kulihat modelnya.

Maaf, aku harus pergi. Jadi, bisakah beri tahu?

Kau mau atau tidak?

Maaf, aku hanya... harus pergi.

Eh... entahlah, mungkin empat puluh.

Empat puluh? Tidak, tidak. Itu harganya ratusan pound.

Kau minta aku berikan harga, jadi...

Baiklah, ayo, periksa saja.

Beri aku waktu seminit dan akan kuperiksa.

Baiklah, ayo cepat.

Berikan harga terbaikmu...

- Empat puluh? - Kubilang empat puluh...

Baik, empat puluh, ya. Empat puluh itu bagus.

- Kau mau empat puluh? - Empat puluh boleh juga.

- Empat puluh. - Bagus.

Permisi, Kawan. Permisi.

Berhenti jalan sebentar. Lepaskan tasmu.

Lepaskan saja tasmu.

Anda ditahan atas dugaan perampokan.

Anda tidak wajib bicara, tapi...

Akan kukatakan sejujurnya. Aku harus membela diri.

Intinya, dia berkomentar, lalu dia mendorongku.

- Dia mendorongmu duluan, ya? - Ya.

Urchin subtitles in other languages

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left