لومړۍ 200 کرښې.
"Drama ini berdasarkan Kisah On Dal dalam Kronik Tiga Kerajaan"
"Karakter, kejadian, dan tanggal tidak sesuai fakta sejarah"
Apa ini
wasiat Gochuga?
Apakah itu penting?
Ini demi Suku Gyeru.
Aku, Yang Chaek,
akan dengan senang hati melanggar perintah Raja!
Jika kamu berhasil,
ayah akan menempatkanmu di takhta.
Goguryeo-ku
akan menjadi bangsa hebat yang belum pernah ada sebelumnya.
Ayah harus menjalani hidup yang sehat dan panjang
untuk melihat Goguryeo-mu.
Yang Mulia, Gubernur Yang dari Benteng Hwangju
melakukan pemberontakan dengan prajuritnya.
Aku akan pergi, Yang Mulia.
Menantu Raja menuntun pasukan ke Benteng Hwangju.
"Episode 16"
Komandan.
Ya?
Ini misi yang terpenting.
Kita harus pergi.
Apa yang kamu lakukan?
Setelah selesai di Benteng Hwangju,
bunuhlah Go Sang Cheol diam-diam.
Kenapa kamu... Kenapa...
"Lidah yang hilang kendali adalah akar dari semua kejahatan."
Itu pesan Jenderal Go.
Apa maksudmu Komandan Go meninggal?
Maafkan aku. Ini salahku.
Aku menyadari Tuan Putri telah menyuapnya
dan sedang menyelidikinya.
- Dia disuap? - Ya.
Dia tidak akan melakukan hal semacam itu.
Kamu memojokkannya hanya dengan kecurigaan?
Aku bermaksud menginterogasinya saat kami kembali.
Dia mengetahuinya dan mencoba kabur.
Dia bahkan melawan pasukan kita sendiri.
Maafkan aku, Ayah.
Jika Tuan Putri menyuap Komandan Go juga,
itu akan memengaruhi rencana kita.
Tenang saja.
Aku memeriksa Raja dan Tuan Putri,
dan untungnya, tidak ada rumor menyebar.
Salah satu langkah saja, kita akan jatuh dari tebing.
Tidak boleh ada satu kesalahan pun.
Aku akan mengingatnya.
Aku mengurus Komandan Go untuk menghindari yang terburuk.
Tapi untuk sementara, kita harus bersembunyi.
Untuk misi kita
dan menjagamu tetap aman,
Aku harus menahan diri meski merindukanmu.
Jika salah satu makmur, yang lainnya juga,
dan jika hancur, kita akan dikubur bersama.
Itu masa depan kita, Jenderal Go.
Jika berada di sisimu,
aku tidak keberatan bahkan jika berada di lubang di tanah.
Ini dari toko herba Jangbaek.
Bibi.
Ya?
Jangan terlalu gelisah.
Ini Balai Magnolia.
Di sinilah Bibi membesarkanku.
Aku akan
melakukan sesuai perintah Anda.
Aku tahu Anda tidak memercayaiku,
tapi untuk kali terakhir, aku akan menunjukkan kesetiaanku.
Aku telah menemukan Du Jung Seo.
Tuan Putri, aku akan masuk.
Ada kabar dari Benteng Hwangju?
Bukan soal itu.
Aku dapat laporan dari prajurit yang mengawasi Suku Gyeru.
Komandan Go Sang Cheol dibawa kembali tanpa nyawa.
Go Sang Cheol sudah tewas?
Dia pergi beberapa hari lalu untuk urusan mendesak.
Tujuannya adalah Benteng Hwangju.
Aku minta maaf atas masa lalu.
Perintah tuanku lebih penting.
Semua pengikut setianya pergi berperang.
Tuan Putri akan datang sendirian.
Aku akan segera menebasnya begitu dia tiba.
Kamu akan melakukan apa?
Kamu akan kehilangan nyawa sebelum bisa menarik pedang.
Sabarlah menunggu,
lalu langsung serang saat kusemprot bubuk tidur.
Kamu hanya punya satu kesempatan.
Nyonya Sa.
Nyonya Sa!
Apa yang Anda mimpikan
sampai mengerang seperti itu?
Bukan apa-apa.
Kembalilah tidur.
Tidurlah.
Anda kenapa?
Aku akan mengambil air.
Astaga.
Nyonya Sa.
Nyonya Sa. Minumlah ini.
Anda merasa lebih baik?
Tunjukkan dirimu.
Menurutmu dia tahu?
Tuan Putri tidak ditakdirkan untuk mati malam ini.
Kamu boleh pergi.
Jenderal.
Tuan Putri datang.
Aku tahu Go Won Pyo dalang di balik pemberontakan ini.
Atau Go Geon?
Aku sudah tahu, jadi, jawab aku.
Suku Gyeru adalah dalangnya.
Mengakulah.
Kami akan mengurangi hukumannya sebisa kami.
Kamu sebut pemenggalan
alih-alih pemotongan tubuh sebagai pengurangan hukuman?
Lagi pula, aku akan mati.
Keluargaku yang tersisa
lebih berkesempatan untuk bertahan dengan Gochuga daripada Raja.
- Dasar bodoh. - Berhenti.
Aku akan menyelesaikan ini.
Kembalilah ke Kastel Pyeongyang.
Menyelesaikan apa?
Segera bawa keluarga gubernur.
Akan kulihat butuh berapa nyawa untuk membuatmu buka mulut.
Ya, Tuan Putri.
Dal. Kamu terluka?
Kamu hanya bermaksud menakutinya, bukan?
Kamu bilang begitu
untuk membuatnya bicara, bukan?
Tidak.
Jika dia menolak bicara,
aku bisa menumpahkan darah.
Bagaimana kamu bisa melakukan itu?
Jangan bicara tidak masuk akal.
Go Won Pyo dan putranya sedang panik seperti orang gila.
Mereka bisa menjatuhkan seluruh keluarga kerajaan.
Apa pun yang terjadi, aku harus membuktikan kesalahan mereka.
Mereka keluarga pengkhianat.
Bahkan jika mereka beruntung menghindari hukuman penggal,
mereka akan menjadi budak.
Kamu bisa menghentikan itu, sebagai tuan putri.
Aku tidak bisa melakukan itu karena aku tuan putri.
Undang-undang sudah ditetapkan,
yang benar dan salah sudah jelas.
Bagaimana bisa kubiarkan?
Aku tidak tahu soal hukum,
tapi aku ingin menyelamatkan anggota keluarga tidak berdosa.
Membuat gubernur mengaku,
serta menghukum Go Won Pyo dan putranya.
Hanya itu pilihan kita sekarang.
Aku melawan pengkhianat seperti orang gila
dan teringat masa kecilku.
Suku Gyeru yang membantai sukuku.
Anak buah Go Won Pyo.
Tapi
tadi malam, akulah Go Won Pyo.
Aku tiada henti membantai, menikam, dan menebas orang-orang.
Jangan lakukan itu.
Biar aku saja yang membunuh.
Kamu harus menjaga jarak. Seorang putri bisa melakukan itu.
Sebelum menjadi seorang putri,
aku seorang pembunuh.
Aku pergi ke tempat-tempat asing
dan membunuh orang yang tidak kukenal.
Saat aku pulang,
aku bermimpi buruk setiap malam.
Kenangan mengerikan itu ada di sini.
Bahkan sekarang pun masih menghantuiku.
Semua ini disebabkan
oleh Go Won Pyo.
Nyawa-nyawa yang kamu ambil di sini,
kamu dan aku juga.
Kita seperti ini karena keserakahannya.
Lalu kenapa?
Kamu belum punya pilihan lagi?
Benar.
Jika untuk menjatuhkan Go Won Pyo,
aku rela menjadi seperti dia.
Istriku,
kekasihku
ingin menjadi jahat, seperti Go Won Pyo.
Tidak bisa kubiarkan itu terjadi.
Dal.
Dal!
- Jenderal! - Jenderal!
- Jenderal! - Jenderal!
- Jenderal! - Jenderal!
- Jenderal! - Jenderal!
Jenderal!
- Jenderal! - Jenderal! Tidak!
- Jenderal! - Jenderal!
- Jenderal! - Jenderal!
Cepat!
Pemberontak?
Benteng Juam muncul?
Benteng Muwon di dekat situ juga bersikap mencurigakan.
Kurasa Yang Chaek
bukan satu-satunya gubernur yang bergabung dalam rencana itu.
Yang Mulia Raja.
Ada sinyal api menyala di Benteng Jangryeong.
Apa? Benteng Jangryeong juga?
No comments yet. Be the first to leave one.