لومړۍ 200 کرښې.
Pepatah bilang, kamu tuai apa yang kamu tabur.
300 tahun yang lalu, penduduk di desa ini,
membunuh semua prajurit dalam suatu kapal layar,
lalu menjarah semua harta milik kaisar.
Kalian semua,
yang mewarisi kekayaan hasil penjarahan, harus menanggung akibatnya.
Ini tak bisa dihindari. Selain dari arwah para prajurit,
kutukan juga datang dari Shih Huang Ti, yang kebetulan ada di kapal itu.
Suatu saat dulu, dia pernah gentayangan.
Untungnya, dia berhasil disekap oleh satu pedang ajaib.
Tapi kutukannya, yang diucapkan tiga abad lalu, akan terwujud sekarang.
Ada apa, Pendeta?
Persembahannya tak mau tenggelam.
Pak Kades, arwah-arwah ini akan mendatangkan petaka.
Mengadakan pertunjukan opera di tanggal kematian mereka
bisa menahan mereka tetap di lautan.
Baiklah, aku akan melaksanakannya.
Hsiang, kenapa kamu belum tidur?
Ini sudah larut malam.
Turuti Ibu, cepatlah tidur.
Besok Ibu akan membawamu berbelanja di Hong Kong.
Cepatlah tidur, atau Ibu takkan mengajakmu besok.
Bawa ke sana.
Setelah Tsung meninggal, kamilah yang mengurusmu dan anakmu.
Sekarang kamu akan dihukum,
bukan karena main gila dengan pria lain.
Tapi karena telah membocorkan rahasia desa ini pada orang luar.
Apa kamu ada permintaan terakhir?
Kakek buyut.
Tolong jaga anakku, demi mendiang suamiku, Tsung.
Paman Piao, inilah pria kekasih dia.
Besok ambil uang dari bagian keuangan, lalu upah seseorang untuk membunuh dia.
Semua keluarga di sini mengandalkanmu.
Baiklah.
Chia-shu.
Ya, Paman Piao?
Singkirkan mayat istri Tsung dengan hati-hati.
Untuk menghindari kecurigaan dari petugas polisi, Shih.
Tentu.
Dia masih menyelidiki tempat kita?
Tidak, hanya asistennya, Chen Lung-shih.
Apa tujuan orang itu?
Baik.
Kamu mau pergi denganku sepulang kerja, Hua?
Maaf, aku disuruh memasak oleh Shih.
Dia lagi? Kenapa kamu begitu tertarik padanya?
Dia datang!
Shih?
Apa penduduk desamu menanam candu untuk diperjualbelikan?
Apa maksudmu?
Kami sudah kaya, buat apa lakukan itu!
Sepertinya kalian bisa kaya tanpa bekerja. Kenapa?
Pasti karena narkoba atau pelacuran!
Bukti! Mana buktinya?
Kamu boleh berkelit, tapi tunggu sampai Shih yang menanyaimu!
Jangan mengancam! Hong Kong negara hukum!
Sentuh rambutku, akan aku tuntut kalian semua di kantor polisi ini!
Pak!
Benar kamu ingin menuntut kami?
Ya, penjarakan aku kalau kalian berani!
Nanti aku tuntut karena penahanan ilegal!
Baik, kalau begitu aku harus menahanmu!
Brengsek!
Di mana kalian menanam candunya?
- Kamu sudah gila? - Aku gila?
Aku akan hajar kamu!
- Katakan di mana! - Aku tak tahu!
Benarkah? Katakan! Katakan!
- Cepat! - Aku tak tahu!
Brengsek!
Mimpi yang menyeramkan!
Bahkan tak ada korek api! Mana pendanaannya?
Hanya ada tiga orang polisi di kantor ini!
Hua!
Mau apa?
Masak apa kamu hari ini?
Aku mau main mahjong hari ini, supaya minggu depan bisa ikut pertandingan.
Ini jangan dibuang!
Kamu polisi termiskin di dunia.
Pak, aku mendapat info. Katanya...
Aku pergi!
Pak, kamu benar! Mereka menanam ganja!
Lihat, ini ganja, bukan?
Biar kucium baunya.
Ini banyak tumbuh di dekat pantai.
Aku belum pernah lihat jenis ini! Coba kamu cicipi!
Pak, aku masih mencret setelah mencicipi narkoba kemarin.
Dulu para tabib tak protes saat mencari obat! Cepat cicipi!
Pak, coba lihat ini!
Kamu akan dapat kesialan!
Kenapa bilang begitu?
Ini dibeli dari hasil penjualan narkoba!
Kamu dapat info?
Ya, ada perahu berisi kelompok opera datang ke pelabuhan.
Mereka membawa banyak sekali peti kayu.
Sepertinya mencurigakan.
Itu pasti hanya kostum mereka. Orang bodoh pun tahu itu!
Tidak, aku yakin itu hanya kedok!
Menyalurkan narkoba adalah aksi mereka yang sebenarnya. Peti-peti itu pasti isinya narkoba!
Lain kali, bicara langsung pada intinya! Jangan membuatku bingung!
Maaf, Pak!
- Panggil Chen Lung-shin! - Di mana dia?
Dia sedang meneliti barang bukti di dalam.
Itu daun lidah ular, sangat beracun!
Barangnya bagus!
Tuan, apakah takdir telah mempertemukan kita?
Minggir!
Kenapa kamu lakukan itu padaku?
Supaya kamu sadar peran kamu di sini sebagai apa!
Kamu takkan pernah bisa jadi bintang utama!
Atau tunggu sampai dia pensiun di usia 80 tahun!
Jangan remehkan aku! Apapun bisa terjadi.
Kalau begitu, berdoalah supaya dia tersambar petir,
dan kamu bisa menggantikan dia! Bodoh!
Nona.
Ya, Tuan?
Awas kamu!
Brengsek!
Ada apa? Masih bertengkar dengan istrimu?
Aku temukan surat cinta di saku baju dia!
Aku akan bunuh dia jika aku temukan bukti!
Tak perlu ada bukti, cepat bunuh dia saja!
Aku hanya beri saran.
Angin musim semi meniup pepohonan.
Bagaimana aku bisa menahan semua godaan itu?
Pak Lin, ini dibacanya apa?
- Cheng. - Cheng? Koran Cheng Cheng.
Pak Lin, kamu terlihat bergairah!
Aku beri tahu kamu. 'Bergairah' bukanlah kata yang tepat.
Kamu seharusnya bilang 'bersemangat'. Mengerti?
Aku hanya lihat raut wajahmu.
Baik, jadi kamu pilih mana?
- Mengejar gadis atau sekolah? - Gadis.
Dasar anak nakal! Apa alasannya?
Karena sekolah lebih gampang dibanding mengejar gadis.
Ma, kamu malah ngobrol, bukannya belajar!
Lin, aku membayarmu untuk mengajar anakku, bukan untuk ngobrol!
Kemarin aku suruh tulis BAPAK, dia malah tulis GORILLA. Kenapa bisa begitu?
Bukan salahku! Anakmu yang memang sangat bodoh!
Kalau dia pintar, buat apa aku suruh dia les padamu?
Bagaimana kemajuan bahasa Inggris dia?
Jika kami pergi ke luar negeri, kami akan butuh dia untuk menerjemahkan!
Ma, apa yang dia ajarkan padamu?
Your father is a fat pig!
Apa artinya itu?
Sejenis pujian, artinya terima kasih.
Itu bagus. Ajari dia lebih banyak.
Ma, gurumu hebat!
Of course! You bastard!
Apa artinya?
Artinya, dengan senang hati.
Baiklah! Your father is a fat pig!
Maaf, seharusnya, your father is a fat pig!
Ingatanmu bagus juga!
Of course! You bastard!
You bastard!
Ma, aku ajarkan kata baru hari ini.
Apa?
My father is a bastard!
Ayo!
Kemarilah!
Tak usah malu-malu! Ayo!
Aku permisi dulu!
Pria brengsek!
- Siapa dia? - Ping, pemeran utama pria.
Tolong jauhkan dia dariku!
Itu gampang!
Adik.
Jadi kamu sedang hamil?
Siapa?
- Gugurkan saja! - Tapi, Kak...
Apa? Kamu pikir Boss akan bertanggungjawab?
Boss!
Si tua gendut jadi begitu sejak dia putus cinta.
Setiap hari dia memperkosa Chiu.
Dari mana kamu bisa tahu?
Karena akulah yang telah mencampakkan dia!
Jadi itu alasan dia menjadikanmu bintang utama!
Kalau kami tak putus, mana mungkin aku hanya jadi pemain figuran.
Boss.
Aku hanya bercanda. Kamu pasti tak marah!
- Kamu mencampakkan aku? - Bukan, kamu yang campakkan aku!
- Kapan kita pacaran? - Tak pernah! Aku salah artikan perkataanmu!
Jangan mimpi! Seleraku tidak buruk!
Jangan menghina! Aku memang jelek, tapi usiaku baru 18!
- Masih 18 tahun? - Tambah dua tahun!
Mustahil! Kamu korupsi umur 10 tahun!
Jangan bilang-bilang!
Memang kenapa? Takkan ada pria yang mau menangkap saat kamu jatuh!
Tuan, kamu tangkap saat aku jatuh?
Ya, tentu saja.
Dari mana asalmu?
- Kantor polisi. - Kamu seorang satpam?
Bukan, aku seorang polisi.
Oh, polisi.
Polisi!
Mau apa kalian?
Ya ampun!
- Aku juga polisi. - Kenapa polisi wajahnya begitu?
Aku mau...
No comments yet. Be the first to leave one.