لومړۍ 200 کرښې.
Transcript By Listening : Ry@Di, Samarinda, 01 Januari 2016.
Maafkan aku.
Aku bahkan tak ingat kapan kita memulainya, Sayang.
Kau sangat keras kepala, Carter.
Hati-hati, Sam. Perhatikan jalanmu.
Kau bilang kau akan membersihkan lapangan itu.
Kita mengenangnya atas apa yang dia lakukan untuk keluarganya. Sebuah hadiah yang indah.
Kau bilang pada bibi Jane kau berhenti merokok.
Kau tahu, aku sudah setengah hari menyetir kemari...
Karena itu, pergilah ke makam orangtuamu dan berikan hormatmu pada mereka, oke, Burung?
- Jangan panggil aku begitu. - Baiklah, Isabelle.
Bagaimana jika kita tunjukkan rasa hormat kita dengan cepat.
Aku tak ingin kau kesana.
Baiklah, tapi tinggalkan kamera itu denganku, oke?
Dengar, kau tak bisa bersembunyi di balik benda itu selamanya.
Oke. Jangan mengambil gambar pelayanan itu.
Ini, silakan.
Aku tunggu di sini.
Aku serius, kau jangan mengambil foto pelayanan itu, Burung.
Isabelle?
Hai, aku menjaga kameramu dengan baik.
Aku...
Dan kita ingat...
Dalam hal ini...
Kita bisa pergi dari sini...
Dengan satu pikiran dalam benak kita...
Di mana Crayton selalu...
Pendeta?
Tuhan. Ku mohon...
Ku mohon. Aku mengerti, itu sudah berakhir, tapi...
Ku mohon, kita bisa bicarakan lagi soal itu.
Kita bisa membuat kesepakatan. Aku mohon, tolonglah, tolong...
Lihatlah baik-baik.
Kau hanya punya sekali kesempatan.
- Aku tak mengenalmu. - Tapi kau kenal majikanku.
Seharusnya kau tak menantangnya.
- Ku mohon. - Aku telah menunjukkan wajahku...
Jadi kau harus mati.
Jangan lupakan Alkitab-mu.
Roger.
Isabelle! Isabelle!
- Bisa ku bantu? - Aku mencari gadis kecil bergaun merah.
- Oh, sepertinya itu malaikat kecilmu. - Roger! Tidak!
Roger.
Tolong aku!
Tolong aku, ku mohon!
Siapapun, tolong aku!
Tolong!
Tolong!
Wow, wow! Hei, hei! Tak apa-apa. Aku akan menolongmu. Apa yang terjadi?
Ceritakan apa yang terjadi. Apa ada yang menyakitimu?
Keparat!
Keparat!
Aku menembakmu bukan?
Kembali! Kembali!
Menyerahlah Pak! Kau tak akan bisa melewatiku.
Pastikan saja kau berada di tempat yang benar.
Tempatku? Di mana itu ya?
Posisiku lebih tinggi dan kau hanya buang-buang peluru menembaki perabotanku.
0.45 itu tak akan bisa membuat lubang di tubuhku. Tak seperti kondom yang kau pakai.
Silakan saja.
Pria dan senjatanya.
Begitu juga aku.
Senapanmu itu tak punya jarak tembak yang bagus.
Itu hanya bagus untuk berburu burung puyuh. Aku yakin kau masih amatir ya?
Masih cukup untuk membuatmu tercabik- cabik dengan jarak sedekat ini, bajingan.
Ya, kau benar.
Tapi kau harus punya senjata yang lebih baik jika kau ingin bermain lebih keras.
Aku punya cukup banyak di sini. Coba saja kau naiki anak tangga itu, oke?!
Akan ku tembak kepalamu sampai putus!
Aku memanggil polisi, sekarang!
Teleponnya mati. Sepertinya kau punya waktu yang buruk.
Aku punya ponsel, bajingan!
Aku tahu, kampret.
Aku sedang memegang ponselmu.
Sial!
Kau harus selalu mengantonginya. Untuk keadaan darurat misalnya?
Jika benar, polisi terdekat berjarak setengah jam dari sini dan aku hanya butuh beberapa menit saja.
- Kedengarannya kau ingin negosiasi. - Mungkin iya, mungkin tidak, sobat.
Lihat, begini situasinya.
Boneka kecil menggemaskan yang bersamamu itu telah melihat wajahku.
Jika aku tak segera membuat lubang di kepalanya dan aku tak melakukannya dengan cepat...
Maka orang lain akan melakukan itu padaku dan aku tak ingin itu terjadi. Jadi yang harus kau lakukan...
Bawa dia ke bawah, jadi aku bisa melakukan tugasku. Kau mengerti?
Kau pikir dia dapat mengidentifikasimu?
Oh, aku yakin dia bisa, seperti katak yang dengan cepat mengenal lalat.
Tapi kau hanya melihat topengku. Jadi aku tidak peduli denganmu.
Aku hanya ingin gadis itu.
Bawa dia ke bawah, aku lakukan tugasku dan aku akan pergi.
Dengar Nak, aku paham, ketidakberuntungan dan...
Dilema moral yang harus kau hadapi sekarang. Tapi ini sederhana saja.
Gadis itu telah melihat wajahku, jadi dia harus membayar harganya.
Seperti orang lain. Itulah cara kerjanya.
Yang harus kau pertimbangkan, anggap saja dia itu sudah mati.
Semakin cepat kau membiarkanku melakukan tugasku.
Semakin cepat pula kau dapat kembali ke kehidupan kecilmu yang sempurna di sini.
Aku tahu kau berdarah di atas sana.
Waktu penting sekali di sini, jadi ini yang harus kau lakukan,
bawa gadis itu turun.
Kau ke rumah sakit dan aku menyelesaikan urusanku. Bagaimana menurutmu?
Percayalah apa kataku, Nak.
Kau tak ingin melawanku. Ini akan...
Menjadi adu kekuatan pikiran dan aku adalah yang terkuat dari siapapun yang pernah kau jumpai.
Oh begitu ya? Kita tidak pernah bertemu satu sama lain, bajingan.
Namaku Carter Greene dan ini rumahku. Selama aku masih bernapas...
Kau tak akan bisa menyentuh sehelai rambutpun dari gadis ini.
Dengar, bawa gadis itu turun. Ini bukan waktunya jadi pahlawan kesiangan...
Dan aku akan jadi orang terakhir di bumi ini yang akan berurusan denganmu. Kau dengar aku?
Ya, aku mendengarmu. Aku mendengarmu dan kau terdengar benar-benar menakutkan.
Keparat kau, petani Jim!
Kau sendirian di antah berantah ini.
Tak ada teman, keluarga, polisi, tak ada sama sekali yang membantumu.
Ini adalah "Wild West", Nak!
Tak akan ada Tuhan datang kemari untuk menyelamatkanmu.
Cuma ada kau, aku dan burung gagak menunggu untuk memakan bangkai kita.
Jadi santai sejenak dan pikirkan itu.
Tapi jangan terlalu lama ya?
Kau pasti tak ingin banyak darah tumpah di atas karpet bagusmu ini.
Aku butuh bantuanmu.
Pergi ke kamar mandi, ada P3K di bawah wastafel. Pergilah.
Datanglah ke papa.
Taruh ke bawah. Buka.
Kemarilah. Kau bisa bantu aku, oke?
Itu sudah cukup. Baik.
Mari kita panaskan, oke?
Tetap di bawahnya.
Ini akan memperlambat pendarahan. Jangan lihat.
Lagi.
Lagi, lagi, lagi, ayolah.
Kau seharusnya menelannya.
Tidak jika kau terluka parah seperti aku.
Pergi ke kamar lain. Ada kotak dengan bola lampu didalamnya. Bawa semua kemari.
Dan air, bawakan aku air.
Ku bilang semuanya. Pergilah.
Ambil handuk. Di kamar mandi. Pergilah. Pergi.
Tolong.
Bagus.
Dia bukan seorang petani.
Bahkan jika kita tidak di sini, kita bisa dengar dia datang menaiki tangga.
Keren. Airnya untuk apa?
Untuk minum.
Kau mau?
- Siapa namamu? - Isabelle.
Tapi semua orang memanggilku "Burung" dan aku tak menyukainya.
Burung. Bagaimana kau bisa dapat panggilan yang lucu itu?
Ayahku yang memberikannya padaku
Ibuku bilang ayahku memanggilku Burung saat aku masih kecil karena aku tak mau makan.
Ayahku sudah meninggal.
Kedua orang tuaku.
Kecelakaan mobil.
Kecelakaan mobil?
Aku minta maaf.
Bagaimana kau bisa sampai kemari?
- Dia menembak Roger di pemakaman. - Roger?
Pacar bibi Jane.
Oh, Yesus. Maafkan aku.
Kau banyak minta maaf padahal kau tak melakukan kesalahan apapun.
Maksudku, itu buruk sekali jika pamanmu meninggal.
Dia bukan pamanku tapi aku harus bersikap baik padanya.
Dia itu monster.
Dia bukan monster. Hei, jangan beri dia kepuasaan itu.
Dia bukan monster.
Memang dia.
Kau sendirian?
Dulu ada perusahaan besar di sini sekarang lembah ini jadi kuburan.
Tanaman cukup subur, tapi rumah ini kosong.
Tak ada orang di sini kecuali orang-orangan sawah. / Dan kau.
Dan aku.
- Berapa banyak peluru yang kau punya? - Hanya satu ini.
- Itu saja? Kau tak punya lagi yang lain? - Sayangnya tidak.
Selongsong terakhir di rumah ini.
Jangan khawatir, dia tidak tahu.
Bisakah kita keluar lewat jendela?
Aku tak akan bisa dengan kaki ini. Kau bisa pergi sendiri.
Tapi kemudian aku tak bisa melindungimu dan itulah yang dia inginkan.
Kita terjebak di sini sampai bantuan tiba.
Jika memang ada.
Terima kasih.
Tidak, tak usah berterima kasih, aku hanya melakukan apa yang benar.
- Panggil aku Burung, jika kau mau. - Ku pikir kau tak suka nama itu?
Tergantung siapa yang memanggilnya.
Senang bertemu denganmu, Burung. Namaku Carter, jika kau belum mengetahuinya.
Kameramu bagus. Kau mengambil gambar di pemakaman tadi?
- Dia. Aku punya fotonya tanpa topeng. - Apakah dia tahu itu?
- Aku kira begitu. - Itu hebat. Beri aku filmnya.
HEI, JAGOAN!!!
Aku heran. Aku mau bertanya...
Ada apa dengan kardus-kardus ini?
Berkemas-kemas?
Ku rasa kau punya rencana untuk pindahan, ya?
Tapi...
Di mana keluargamu? Apa mereka meninggalkanmu?
Apa ini rumah tangga yang berantakan? Ayolah, jagoan, bicaralah denganku!
Tak usah malu. Kau bisa berbagi denganku.
Wow! Lihat di sini. Tentara.
Rupanya kau seorang prajurit dan bagus juga fotomu ini.
Lihatlah fotomu ini dengan medali mengkilap dan pita penghargaan.
Hei, bertugas di mana kau?
Dengar, aku juga mantan militer, "Black Ops." Melakukan pekerjaan kotor. Bertugas di mana kau?
Irak? Tidak, tidak, tidak. Afghanistan.
No comments yet. Be the first to leave one.