لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh : faridusman IDFL™ SubsCrew
Jangan pergi.
Aku akan berusaha membuatmu bahagia.
Kau tidur dengan nyenyak?
Ya.
Kenapa tersenyum?
- Karena kau cantik. - Dasar gila.
Kau tak mau makan sesuatu?
Aku akan buatkan makanan yang enak.
- Buatlah ramen di dalam. - Ramen? Boleh juga.
Tapi... kurasa persediaan ramen sudah habis, Lee Dan Ah-ssi.
Tolong pergilah beli ramen.
- Whoa! - Kalian duluanlah ke Seoul.
Aku mau mampir ke rumahku dulu.
Bagaimana kalau kami semua juga ke rumahmu menyapa orang tuamu?
Lain kali saja. Sampai jumpa di kantor besok.
Ya.
- Aku pergi. - Ya.
Aku agak khawatir.
Kalau mereka tahu dia tidak dipekerjakan di perusahaan...
...pasti orang tua Min Chan akan sangat marah.
Maaf.
Tidak, semua akan baik-baik saja, selama kau baik-baik saja.
Ayah.
Baiklah. Lakukan yang terbaik.
Kau tetap melakukan hal yang terbaik, walau kau tak peduli yang kau lakukan.
Itu saja yang perlu kau lakukan.
Kalau kau melakukannya, semua akan berjalan dengan baik.
Ya.
Tapi, siapa orang-orang itu?
Oh... Kang Soo!
Halo!
Senang bertemu dengan Anda. Namaku Choi Kang Soo.
Dia Presdir perusahaan tempatku bekerja.
Oh, ya!
Harap jaga baik-baik Min Chan-ku, Sajang-nim.
Ya, aku akan berusaha! Terima kasih!
Kami akan melakukan yang terbaik.
Choi Kang Soo, lemparkan padaku!
Ini!
Hyah! Dan Ah-ssi!
Lakukan yang terbaik, Kang Soo!
Hari ini istirahatlah dulu, dan besok mulailah bekerja lagi.
Ya, kau juga bekerja keras.
Baiklah, ayo!
Hyung, hanya kami yang akan pergi.
Oh, benarkah?
Kami akan pergi!
Sampai jumpa!
Kau juga sudah bekerja keras.
Mau kuantar?
Um, tidak usah.
Aku pergi dulu.
Tidak bisakah aku membuatmu bahagia?
Jangan pergi.
Aku akan berusaha membuatmu bahagia.
Kau sudah kembali?
Hah? Um, ya.
Tapi kenapa kau menyentuh bibirmu seperti itu?
Apa yang kau lakukan dengan mulutmu itu?
- Apa? - Kau habis ciuman semalam?
Bicara apa kau?
Benar, kurasa kita sudah melewati titik penyelesaian ini hanya dengan kata-kata.
Ayah?
Guru.
Pakai seragam bela dirimu.
Baiklah, ayo mulai.
Um, Guru. Saat ini belakangku sedang sakit.
Dan lututku juga sakit.
Hyah! Cepat bertarung denganku!
Tapi Guru! Tubuhku akhir-akhir ini sudah tidak gesit lagi seperti dulu!
Nanti dilanjutkan saja bertarungnya.
Biar aku yang bertarung denganmu!
Ow, Guru!
Kau sudah menyadari semuanya?
Hasratmu telah padam sepenuhnya!
Bukan begitu, Guru.
Aku masih punya sifat keras kepala.
Tidak, kau sudah berubah. Semangatmu telah padam!
Ayah, itu karena dia sedang pacaran.
Kau diam saja.
Ya.
Jangan mengecewakanku.
Kalau kau tak bisa perlihatkan satu pun kemampuanmu...
...akan kutagih semua pelajaran gratis yang kuberikan padamu.
Kau telah mempelajarinya selama 15 tahun sejak usiamu enam tahun...
...berarti total 10 juta won!
Baiklah. Aku akan bertarung lagi denganmu.
- Ayah! - Guru!
- Ayah! - Ayah baik-baik saja.
Apa yang terjadi? Astaga!
Ada apa ini?
Maaf. Kurasa aku banyak minum alkohol.
Ugh!
Aigoo!
Jadi kau belum menyerah?
Kau adalah murid terbaik yang pernah kumiliki!
- Ugh! - Ayah!
Apa yang membawa Anda ke Seoul?
Aku hanya ingin tahu tentang keadaan kalian berdua.
Jadi kau sedang pacaran?
Ya.
Dia pria seperti apa?
Dia hanya... orang yang baik hati.
Pria baik--
Yah, selama dia baik, tidak apa-apa.
Tapi selama ini apa yang kau lakukan?
Dan Ah sudah belajar bahasa Inggris dan sudah pacaran.
Aku hanya... tahulah.
Apa yang biasa dia lakukan?
Dia selalu minum dan pulang kemalaman.
- Hei - Dan dia bekerja serabutan.
Lee Dan Ah!
Pakai seragam bela dirimu.
Ayah, aku sekali-kali belajar bela diri.
- Cepat. - Tidak mau!
Oh, aku mabuk! Ugh!
Cepat pakai!
Ayah, langit sedang berputar.
Ugh. Tolong putarkan tubuhku.
Oh, kau ini!
Kau ini sungguh putriku?
Ayah.
Aku sangat ingin sukses.
Aku ingin membuatnya bahagia.
Hyung.
Hyun Soo.
Haruslah kau seperti ini padaku?
Kenapa kau hanya memanggil Sung Jae, tapi aku tidak?
Kau... harus banyak-banyak istirahat.
Ugh.
Kenapa semua orang terus mengatakan hal itu padaku?
Kau 'kan masih sakit.
Aku sekarang sudah lebih baik. Besok aku ingin kerja di sini.
Ada apa?
Aku ini sudah baikan!
Mau adu panco denganku?
Pergi ke mana? Aku mau tinggal di sini.
Apa maksudnya itu?
Haruskah kau tinggal di sauna?
Ya. Tempat ini memang yang terbaik.
Aku bisa mengurus semuanya di sini.
Bagaimana dengan pengeluaranmu?
Di sini biaya nginap 9.000 won per hari, dan kau makan 3 kali sehari.
Kau bahkan membeli telur dan minuman!
Makanmu pasti sangat banyak!
Aku bisa bayar dengan kartu kreditku!
Kenapa itu milikmu? Kau yang berikan itu padaku, jadi kartu itu milikku.
Jangan bicara lagi, dan ikuti saja aku.
Apa? Kita mau ke mana?
Kau akan lihat nanti.
Ugh, aku tidak suka.
Diam saja. Dan cepat ikuti aku.
Aigoo.
Aku, belum mandi soalnya.
Sebentar. Tunggu sebentar.
Sebentar--
Bantuan?
Ya, tolong tetap perhatikan Yeon Ji.
Yang dia lakukan pasti tidak masuk akal.
Apa maksudnya?
Dia membuat suara lain saat meneleponku.
Dan sepertinya dia juga tidak ingin bertemu denganku.
Jadi, tetap awasi dia.
Ayah, minumlah ini sebelum pergi.
Jangan muntah di kereta.
Apa ini yang paling efektif?
Tak tahu. Aku hanya melihatnya, jadi aku membelinya.
Baiklah, terima kasih.
Kalian berdua pulanglah!
Oh, ada taksi!
Ayah!
Hati-hati di jalan!
- Baiklah. - Sampai jumpa, Guru!
Bagaimana bisa dia kalah dari muridnya sendirinya?
Hei, dia itu memudahkanku.
Tidak. Dia pasti sudah kehilangan semangatnya.
Kurasa ayahku sudah mulai tua.
Oh ya, kau kenal seseorang yang pindah ke lantai tiga?
Oh benarkah? Apa pekerjaannya?
Aku tidak yakin tentang itu, tapi...
...dia titip pesan untukmu.
Dia bilang, "Ji Yoon sudah pindah."
Apa?
Aku harus membeli rice cooker dan sendok.
Hei.
Lepaskan aku sekarang.
Oh, aku juga butuh mangkuk.
Hei, kau ini sudah gila?
Kenapa kau malah membawaku ke wilayah ini?
Bagaimana aku bisa tinggal di sini?
Kenapa? Kenapa kau tidak bisa tinggal di sini?
Ini jauh lebih baik daripada wilayah baru tempat di mana kau tidak mengenal seseorang.
Kau adalah milikku, dan kau juga temanku seperti Ahjussi.
Benar begitu?
Aku tidak ingin menjelaskannya--
Lepaskan saja aku! Ini namanya kejahatan!
Baiklah, aku akan melepaskanmu jika kau berjanji akan tetap diam.
Baiklah, baiklah. Aku akan diam.
Aku berjanji untuk tetap diam.
No comments yet. Be the first to leave one.