Satu Amin Dua Iman - First Season

Satu Amin Dua Iman - First Season

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

1 فصل

د خپرونې معلومات

Satu Amin Dua Iman WEB-DL S01E08B END
د لخوا تبصره Aurora Patandean

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2021-08-31
ډاونلوډونه: 22
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 154 کرښې.

Masih belajar tentang Islam, Yan?

Tidak perlu disembunyikan.

Ayah sama Ibu sudah tahu.

Kau benar-benar serius, ya?

Ya, Ayah.

Ini pilihanku.

Walaupun kau akan kehilangan semua fasilitas ini?

Ya.

Aryan.

Sebaiknya kau pikir-pikir dulu.

Kita ini keluarga.

Ibu, Ayah.

Keyakinan yang aku pilih,...

itu tidak akan membuat rasa hormat...

dan rasa cintaku berkurang sedikit pun kepada Ibu dan Ayah.

Coba kau jelaskan.

Bagaimana pandangan Islam....

terhadap kedudukan orang tua dengan anaknya.

Bismillah.

"Rida Allah,...

itu tergantung rida orang tua."

"Kemurkaan Allah,...

itu tergantung kemurkaan orang tua."

Ibu.

Ayah.

Aku jatuh cinta dengan Islam.

Namun,...

tanpa rida Ibu dan Ayah,...

ibadahku tidak akan sempurna.

Sekarang Aryan minta sama Ibu dan Ayah,...

tolong kasih rida kalian kepadaku.

Tolong restui aku, Ibu dan Ayah.

Untuk memeluk agama Islam.

Apa lagi, ya, Rin? Jangan sampai ada yang kelewat.

Ini seragam sudah.

Terus undangannya, kita tinggal menunggu pilihan desain, 'kan?

Sebagian ini, sisanya tinggal tunggu daftar dari keluargaku.

Mereka bisa kasih bantuan apa. Itu saja.

Ini nasinya satu, yang dua nasinya separuh.

- Terima kasih, Mas. - Terima kasih.

Siapa yang nasinya separuh?

Jaga kalori.

- Biar pas pakai baju pelaminannya, ya? - Ya tentu, harus.

Baik.

Sotonya enak. Ya, 'kan? Kuahnya terasa.

Betul.

Tidak pelit bumbunya.

Kau mau yang seperti ini buat dijadikan makanan pojokan pas acara nanti?

Terserah kau.

Kenapa terserah aku?

Itu acara kita berdua.

Ya, tapi aku harus mulai belajar turut dengan omonganmu.

Biar jadi istri yang baik.

- Minum. - Aman. Ini ada.

Apa-apaan kau?

Omong-omong, Aryan mana, ya? Sudah satu harian tidak kelihatan.

- Aku tidak tahu. - Dia juga susah dihubungi.

Lagi butuh waktu sendiri kali.

Aduh, kalau undangannya tidak cukup,...

menurutmu enak tidak mengirim undangan digital? Lewat WhatsApp?

Tidak apa-apa. Banyak yang seperti itu. Mengirim undangan lewat digital.

Ya, 'kan? Baik.

Namun, orang mengirim amplopnya juga lewat digital.

Maksudmu bagaimana? Amplop digital bagaimana? Ditransfer?

Tidak tahu. Kayak begini.

Kau lucu, ya.

Apa? Kau mau 20 juta? Kurang 100.000?

Serius sekali calon suami. Gila.

Ya, Tam. Takut ada yang kelewat.

Kalau gedung sudah disumbangi sama Aryan dan orang tuanya.

Sisanya jangan sampai aku mengecewakan keluargaku dan keluarga Rina.

Aku juga.

Kalau kau tidak bisa membahagiakan Rina,...

kau mengecewakanku, Bay.

Muka kalian serius sekali.

- Tidak, bercanda. - Candaanmu tidak lucu.

Candaanmu sampah sekali.

Ya, memang candaanku sampah, tapi aku harap...

ketika kau hidup sama Rina, tolong jangan bercanda, ya.

Ya.

Allah, berkatilah tuan kami, Muhammad...

dan keluarga tuan kami, Muhammad.

Astagfirullahadzim, Abi.

Kenapa bisa seperti ini?

Aku tadi lihat Abi lagi bawa kardus besar.

Terus tiba-tiba Abi memegang dadanya.

Terus habis itu, dia tak sadarkan diri. Aku tidak tahu apa-apa.

- Dokter, tolong selamatkan Abi. - Insyaallah.

Perawat, tolong siapkan semua peralatannya.

Maaf, Mas.

Aisyah, aku minta maaf, seharusnya aku menghubungimu...

Terima kasih, Aryan.

- Aisyah. - Terima kasih banyak.

Bukannya aku tidak suka, tapi kita bukan muhrim.

Ya, aku minta maaf. Sekali lagi terima kasih, ya.

Aku permisi.

Kau mau?

Mau? Lagian dari tadi, kau melihatku begitu terus.

Kenapa memangnya? Kau mau? Haus?

- Ini bagi saja. - Tidak.

Terima kasih.

Namun, kalau nanti mau lagi, aku bisa belikan.

Tidak, sudah cukup.

Maaf, ya, Aryan, aku tidak bisa menemanimu sidang.

Tidak apa-apa.

Aku lulus.

Dapat nilai A.

Aku senang sekali bisa bikin orang tuaku bangga.

Selamat, ya.

Terima kasih, Aisyah.

Aisyah? Bagaimana?

Bagaimana keadaan Abi? Baik-baik saja, 'kan?

Alhamdulillah, kondisinya baik.

Setelah tindakan tadi, sekarang kondisinya sudah stabil.

- Terima kasih. - Syukurlah.

Aisyah, kau ini seharusnya bisa menjaga Abi lebih baik lagi.

Kau tahu usia Abi berapa.

Kasihan Abi, di usia itu, masa harus angkat barang-barang berat.

Seharusnya kau menjaga dia lebih baik lagi.

Maaf, Dok, tadi Abi bilang, dia beres-beres barang untuk...

Ya terserah mau bagaimanapun,...

tapi kau harusnya bisa memantau Abi lebih baik lagi.

Kau harus bisa menjaga Abi lebih baik.

Maaf sebelumnya, Dokter.

Maaf aku memotong.

Aku tadi berniat ke rumah Aisyah.

Tidak sengaja aku lihat Abi lagi bawa kardus besar.

Tetangga bilang kepadaku,...

kata mereka, Abi sedang memisahkan barang-barang lama untuk disumbang.

Ya.

Karena Abi sedang menyiapkan kamar pengantin baru.

Untuk dr. Hanan dan Aisyah.

Ya.

Aku minta maaf, Aisyah.

Seharusnya aku tanyakan dulu kondisinya seperti apa.

Aku minta maaf. Aku khilaf.

Kau Aryan, betul?

Ya, Dokter.

Terima kasih kau sudah dengan sigap membantu dan membawa Abi ke sini.

Terima kasih.

Kau bisa tolong aku untuk langsung ke administrasi...

untuk mengurus berkas Abi, ya.

Karena mau bagaimanapun juga,...

berkas Abi harus diurus walaupun kau sedang koas di sini.

- Ya? - Baik, Dok.

Terima kasih.

- Boleh aku bicara empat mata denganmu? - Silakan.

Duduk dulu.

Pertanyaanku ini agak pribadi.

Aku orangnya memang terbuka, jadi aku langsung saja pada topiknya.

Aku tahu kau mencintai Aisyah.

Karena kau mencintai Aisyah,...

apa kau berniat untuk meninggalkan agamamu sebelumnya?

Sejujurnya, Dok, ya.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left