لومړۍ 200 کرښې.
PERBATASAN TRIVANTIAN/GANITE
256 HARI SETELAH PERTEMPURAN GREENHILL GAP
Perisai!
Tahan posisi!
Tahan!
Formasi perisai!
Tahan barisan!
Tahan! Tahan mereka!
Jumlah mereka terlalu banyak.
Mundur!
Jalan!
Ayo!
Jatuhkan gerbangnya.
Betapa mulianya rasa sakit melahirkan, Maghra.
Kau tak pernah memberitahuku.
Kau akan melupakannya.
Pembohong.
- Ratu. - Apa?
Ratu.
Ada apa?
Masih belum ada air ketuban, hanya darah. Terlalu banyak darah.
- Cobalah tenang dan… - Coba kau yang tenang.
Tubuhku dicabik-cabik dari dalam.
- Bantu dia berdiri. - Tidak.
- Ya. - Tidak.
Ya, Sibeth.
Ayo.
Ya.
Tali. Bungkukkan.
Ya.
Yang satu lagi.
Baiklah.
Sibeth, aku ingin kau berhenti mendorong.
Aku tak bisa!
Harus. Bayinya masih di dalam kantung.
Dia harus dilahirkan dengan kantungnya atau dia akan kehabisan napas.
Kalau begitu, keluarkan dengan kantungnya!
Tunggu.
Aku melindunginya. Sekarang, dorong.
Dorong!
Ya.
Harmony.
Kenapa aku tak mendengar apa-apa? Buat bayiku menangis.
Sedang kami coba.
Dia anak laki-laki.
Kelahiran dalam kantung pertanda baik. Bayi ini disucikan oleh air.
Dewa Api telah memberkatiku dengan utusan yang dapat melihat.
Kita namai dia Wolffe, seperti nama ayah kita.
Dia lapar.
Maghra, biarkan aku menyusuinya.
Sudah ada perawat basah yang akan melakukan itu.
Kau tak mengizinkannya meminum susu ibunya?
Jangan mulai, Sibeth.
Seorang ratu yang bisa membantu persalinan bayi.
Aku lupa kau pernah menjadi petani Alkenny.
Paris yang mengajariku.
Dan kau akan harus mengingat namanya saat kau meminta simpati.
Wanita gunung itu ingin mengambil bayiku.
Sekarang, aku yang akan mengambil bayimu.
Apa kau juga akan membunuhku?
Kau tak pernah tahu.
- Ratuku. - Sekarang?
- Waktu adalah uang. - Kukatakan padanya dia terburu-buru.
- Kau bilang waktunya sekarang. - Aku sedang menyindir.
Maghra, jelas ini momen yang sangat emosional.
Dan aku tahu…
Trivantian akan segera tahu tentang bayi itu.
Ketika Duta Besar Trovere tiba,
dia akan berusaha mengambil Sibeth
untuk membawa pulang pialanya ke Trivantes.
Ini persyaratan yang kau setujui.
Tak ada yang bisa menghentikannya begitu dia…
- Harlan! - Tapi dia tak salah, sebenarnya.
Maghra, kau memang menjanjikan kakakmu pada Trivantian setelah dia melahirkan.
Apa salah satu dari kalian ingin menyusui bayi ini?
Tidak?
Kalau begitu, kalian tak berguna bagiku sekarang.
Apa yang akan kau katakan kepada Trovere?
Aku senang kau bertanya. Aku tak tahu.
Terima kasih, Maghra.
Hanya sampai perawat basah tiba.
Ini dia, bayi kecil.
Wolffe kecil.
Bisakah kau melihatku?
Bisakah kau melihat ibumu?
Kau anak ramalan yang dikirim kepadaku oleh Dewa Api.
Jangan khawatir. Tak akan kubiarkan mereka mengambilmu dariku.
Itu retret ketiga kita dalam beberapa hari.
Apa yang terjadi di sana?
Mereka orang-orang biadab. Kita tentara Trivantian.
Mereka bergerak searah angin. Kami tak mendengar apa-apa.
Dan sekarang mereka tahu di mana perkemahan kita.
Mereka akan menemukan jalan ke sini.
Kita kalah jumlah. Kita tak bisa mempertahankan posisi ini.
Kapten Wren, kau dengar ucapanmu?
Kita dikirim ke sini untuk memadamkan pemberontakan primitif,
tapi sebaliknya, ini berubah menjadi perang besar.
- Dan kau kalah di perang ini. - Siapa itu?
Letnan Komandan Tormada dari Pangkalan 3,
di bawah komando langsung mendiang Jenderal Edo Voss.
Tormada, aku telah mendengar tentangmu. Kepala ilmuwan Edo.
Aku tak tahu Pangkalan 3 masih beroperasi
setelah Jenderal meninggal.
Wren, kau pernah di Pangkalan 3, 'kan?
- Ya, Pak. - Kapten Wren.
Edo sangat memujimu.
Terima kasih, Pak.
Kau orang yang selamat dari Greenhill Gap.
Tanpa Edo yang malang yang bisa memikul kesalahan atas kekalahan itu,
kubayangkan semua orang akan ikut memikul kekalahan itu.
Tak heran kau diasingkan di sini.
Maafkan aku, Letnan Komandan,
tapi kenapa militer mengirim ilmuwan ke garis depan?
Karena sains akan menyelamatkanmu, Kolonel.
Sains akan memenangkan perang ini untukmu.
Wren benar.
Orang-orang Ganite akan tiba di sini besok pagi, bahkan lebih cepat.
Kalau begitu,
kalian akan melaporkan kemenangan total besok pagi.
Dengan segala hormat, Letnan Komandan,
kau tak tahu apa yang kita hadapi di sini.
Dengan segala hormat,
kau tak tahu apa yang kubawa.
Tenanglah, bayi kecil Jangan katakan sepatah kata pun
Ibu akan membelikanmu mockingbird
Dan jika mockingbird itu tak bernyanyi
Ibu akan membelikanmu lonceng Yang berdenting
Dan jika lonceng kecil itu pecah
Ibu akan membelikanmu Seekor kambing jantan
Dan jika kambing jantan itu Tak mau bekerja
Ibu akan membelikanmu Gerobak dan banteng
Kofun…
Kemarilah.
Gendong anakmu.
Aku tak tahu caranya.
Setiap orang tua tahu cara menggendong anaknya sendiri.
Dia bukan anakku.
Kofun?
Ini.
Bagaimana kau menemukanku?
Ibumu mungkin menjadi ratu, tapi ini tetap kotaku.
Roddy. Satu untukku dan satu lagi untuk teman mudaku.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Kau tahu, jika Baba Voss ada di sini…
Dia tak di sini.
Aku tahu dia tak di sini. Terima kasih. Aku hanya mengatakan…
Jangan.
Kau mungkin telah menikahi istrinya,
tapi bukan berarti kau sosok ayah bagiku.
Aku juga tak mau.
Kupikir kau sudah cukup mengenalku
untuk tahu bahwa aku tak ingin menjadi ayah siapa pun. Terima kasih.
Baiklah.
Ayahku bekerja untuk kakekmu.
Ayahku pria yang hebat.
Dia sangat baik, sangat adil, sangat penyayang.
Dia tertawa terbahak-bahak.
Ibuku lain lagi.
Dia cerdas, licik, dan sangat dingin.
Aku tak ingat pernah memegang tangannya ketika aku masih kecil.
Tentu saja, dia benci ayahku, mengira dia lemah.
Dan, ya, terkadang aku juga begitu.
Seiring bertambahnya usia, aku mulai mengerti bahwa dia tak lemah sama sekali.
Dia adalah kekuatan yang tenang dan halus.
Itu saja.
Maksudku, dia bisa tetap tegar menghadapi ibuku selama itu. Astaga.
Bagaimanapun, aku suka berpikir bahwa pemahamanku tentang ayahku
berarti aku lebih mirip dengannya daripada ibuku.
Kenapa kau mengatakan ini kepadaku?
Karena aku belum pernah menjadi ayah, aku tak punya saran untuk ayah baru.
Tapi untuk anak yang bingung, aku mungkin ahlinya.
Jadi, kau siap?
Kau punya anak dengan seorang wanita pembunuh yang gila.
- Sial, Harlan. - Kau tahu itu. Dia gila.
Tapi maksudku, jika ada anak yang membutuhkan ayahnya,
itu bukan kau, Berengsek.
Tapi anakmu. Mengerti?
Anakmu.
Dan itu tak membantu sama sekali, 'kan?
Tidak juga.
Karena nasihatku gagal,
kita buang saja air kencing ini dan minum anggur yang enak.
Aku tak yakin kau akan menemukan sesuatu seperti itu di sini.
Diam. Roddy, aku mau barang bagusnya.
Tentu, Harlan.
- Apa? - Sudah kubilang. Ini masih kotaku.
Terus bergerak.
Ayura, lapor.
Dua ratus tentara,
maju dengan cepat dari utara dan selatan.
Bagus.
Formasi menyerang.
Itu tak akan diperlukan.
Oloman.
Tiga puluh detak jantung.
Mereka hampir mengepung kita.
Jangan ada yang bergerak!
Bersiaplah untuk menyerang!
- Tidak! Tetap di tempat! - Apa?
Jika kita tak melawan, kita akan mati!
No comments yet. Be the first to leave one.