لومړۍ 200 کرښې.
Mira!
Jadi…
Iya, Ben adalah anak Mira.
Mira dan semua perempuan yang sudah punya anak.
Prioritas mereka sudah bukan meladeni urusan kecil sepertimu
Maafkan aku ya, aku ingin minta maaf sama kau.
Seorang Mira, mau minta maaf sama aku?
Ada apa denganmu, Mira?
Apakah kau mau menjadi pacarku?
Kenapa kau bisa tiba-tiba terjun bebas begini?
Jika dalam 1 tahun, kau tak bisa meyakinkan Mira untuk menjadi pacarmu.
Kau pergi ke Maryland saja ya Rama.
Anak ibu saya keluarkan dari sekolah.
- Hey, siapa di sana? ayo kejar! - Alex!
Kejar!
Kali ini kau bereskan dia.
- Kelarkan urusan sampai tuntas. - Siap, boss!
- Iya! - Ya, bos, siap!
Pak, tolonglah. Dari bukti video yang saya lihat itu,
ini bukan salah Lily.
Rama dan Jourdy yang punya rencana untuk berurusan dengan penjahat itu.
Kenapa Lily yang harus dikeluarkan , Pak?
Jourdy dan Rama itu sampai mau balas dendam.
Karena si Lily ini kan.
Kita sudah beberapa kali,…
Mengeluarkan anak yang punya pengaruh buruk untuk lingkungan.
Ingat itu Wendi, dia mengajak teman 1 kelas untuk nonton film porno.
Siapa yang kita keluarkan? Si Biang keroknya bukan?
Bukan seluruh kelas yang menonton porno, Iya bukan?
- Iya, tapi ini beda, pak. - Apa bedanya, bu?
Lily.
- Lily mau tetap sekolah. - Iya nanti sekolah ya.
Bu Lucy, Lebih baik kita selesaikan urusannya.
Pak, saya mau tanya alasan kenapa anak saya harus dikeluarkan?
Lily itu membawa pengaruh buruk untuk teman-temannya.
Bahkan dia sempat bilang sama saya, pernah digoda ANUSMU.
Anak Nusa Mulia, pak. Sampai sekolah kita diserang.
Dan dia, bergaul bersama dengan penjahat sampai dia kena tembak.
Temannya sampai mau balas dendam,
- Dan dia juga suka melakukan... - Pak.
Bapak ini,…
menjadi kepala sekolah karena prestasi atau menyogok sih pak?
Saya tidak mengerti pola pikir bapak.
Bu Lucy, tidak perlu sampai mengerti.
Pemahaman ibu saja belum sampai.
Kalau saya sudah sampai disini, ibu baru sampai disini.
Pak Jimmy yang terhormat.
Bapak melihat anak saya kondisinya seperti apa.
Anak saya itu lumpuh.
Satu-satunya cara untuk mempertahankan masa depannya…
adalah dengan tetap sekolah, Pak.
Terus bapak tega, keluarin anak saya?
Ini keputusan yang berat, Bu.
Tapi saya sebagai pemimpin.
Saya harus bisa mengambil jalan berat untuk keputusan yang besar.
Anak saya itu tak bersalah, pak.
Berputar lagi di sini terus.
Saya kasih penjelasan yang mudah ya, Bu.
Kalau ada perempuan dengan pakaian yang seksi.
Terus membuat pria-pria jadi nafsu, itu salah siapa bu?
Bapak ini bercanda atau serius ya?
Sudah pasti perempuannya!
Masa saya harus menghukum ribuan pria, hanya karena 1 perempuan.
Di mana logika ibu?
Jadi Lily itu saya ibaratkan sebagai perempuan yang...
Sekuriti!
Bawa keluar! sudah! lepaskan!
Sayurannya wangi sekali, rasanya juga enak.
- Aku tak lapar bu. - Sedikit saja, ayo makan ya.
Tak lapar bu, jangan dipaksa.
Lily belum sarapan.
Makanannya sudah datang, sudah dianterkan.
Tak lapar.
Makan ya, sedikit saja
Dari kemarin kau belum makan, makan ya.
Tak lapar Bu.
Kalau Lily makan nanti cepat sembuh
Terus bisa jalan lagi ya ok?
Benar bu?
Apaklah benar kalau Lily makan, Lily bisa jalan lagi?
Ibu pun tak bisa menjanjikan itu bukan?
Kenapa pas tertembak Lily tidak mati saja ya bu.
Lily tak boleh bicara seperti itu.
Halo.
Malam bibi, ada yang bisa saya bantu?
Apakah kau masih sayang sama Lily?
Lily.
- Jourdy. - Makan yuk.
Tak lapar.
Aku dengar ada yang belum makan dari kemarin ya.
- Aku menyuapimu ya. - Tak lapar.
Lily bukan sih?
Kenapa beda ya sama Lily yang aku kenal?
Sudah tak sayang ya?
Lily.
Keberadaanmu sudah seperti nafas buat aku.
Ingat tak? waktu di kolam berenang
Kau sudah pernah memberiku nafas.
Jadi kalau aku tak sayang sama kau, mendingan aku mati saja.
Aku juga mau mati saja.
Hei, kenapa bicara sperti itu?
Jangan sperti itu.
Hidup kenapa seperti ini ya, Jourdy?
Tuhan marah ya sama aku?
Tidak.
Tuhan tak pernah marah sama kamu.
Terus aku harus bagaimana?
Aku menangis saja sudah tak bisa, air mataku sudah habis.
Kalau kau tak bisa menangis,…
Marah saja
Jadi kamu bisa mengeuarkan semua emosi kamu
Iya 'kan.
Aku tak bisa marah.
Siap atau tidak, kau harus siap ya.
Apakah semuanya sudah sesuai yang aku mau?
Sudah siap mas, tinggal masuk saja.
- Aman ya? - Aman.
- Terima kasih. - Ok mas terima kasih.
Ok Lily.
Sekarang kau beri tahuku
Kau sedang membenci siapa?
Benci itu gimana ya?
Begini saja, kau pasti pernah 'kan?
Mengalami perasaan tidak suka.
Sering.
Kalau Jourdy marah-marah terus kalau Jourdy jauh.
Kalau kamu sedang merasa seperti itu, apa yang mau kau katakan?
- Benaran boleh? - Boleh.
Jourdy, jangan marah-marah dong.
Terus?
Jangan jauh-jauh juga.
Lagi, apa lagi? Ga ada lagi, ga bisa.
Ok, sekarang gini
Sekarang kamu kasih tau aku, siapa orang yang paling kamu ga suka.
Om yang waktu itu nembak Jourdy. Nah li, dia yang udah bikin kamu duduk di kursi roda.
Sekarang bayangin, orang itu ada didepan kamu. Apa yang mau kamu omongin?
Selamat siang, Om. terus...
Om punya masalah apa sih? Terus...
Banyak tapi ga tau mau mulai dari mana.
Li, Semua yang ada dikepala kamu, apa dihati kamu. Keluarin aja.
Kalau perlu kamu teriak, marah!
Boleh? Boleh, ayo Li.
Selamat siang om. terus...
Om punya masalah apa sih? terus...
Om jahat! Apa lagi.
Kenapa sih musti nembak-nembak. Yang kencang!
Gara-gara om Lily ga bisa jalan, ga bisa berenang.
Keluarin, Li! Om jahat!
Ajg*! ajg*!
Bngsd* itu, Li. Terus, Li.
Bngsd*! Keluarin lagi, Li!
Kamu kayak ga makan 2 hari deh. Emang udah 2 hari ga makan.
Iya juga sih.
Terus, nanti sore mau ngapain?
Biasa, terapi. Bosen!
Ga boleh gitu dong Li, Kalau kamu bosen
Nanti kamu aku ajak main-main lagi kayak tadi.
Jor.
Mau ngapain lagi?
Urusan lu cuman saya gua, ga usah ganggu Lily!
Lo Erik kan, gua masih ingat lo kok.
Lo anak buah bokap gua.
Gua ga pernah punya masalah dengan Pak Andre.
Tolong lah bang, bokap gua baik sama lo.
Boss gua sekarang, Pak Santoso.
Dan dia mau, lo ikut gua sekarang!
Mau ngapain lagi Santoso? Mau ngehabisin gua?
Ok.
Kalau gue ikut, lo semua janji
Ga ada yang ganggu Lily. Iya gua janji, tapi lo ikut sekarang.
Gua pamit sama Lily dulu.
Li.
Aku pamit ya. Enggak! Ikut!
Jangan Li.
Tapikan udah janji ga mau jauh-jauh, kenapa sih selalu bohon?
Enggak! Aku ga bohong sama kamu.
Kita akan sama-sama terus ya. Sampai kapan?
S A M P A I N A N T I.
Aku pamit.
Kamu baik-baik ya.
Jourdy.
Om, Om yang bikin kaki saya lumpuh kan.
Om, punya masalah apa sih om?
Lily. Diam!
Kamu yang bikin aku untuk bisa marah ini orangnya udah didepan.
Om, mau bawa Jourdy kemana?
Om udah bikin saya ga bisa jalan, terus om mau bikin saya sendirian. Lily!
Lily, kamu tenang dulu. Dari dulu kamu ngomong tenang-tenang doang.
Lily.
Aku janji kita akan sama-sama terus.
Jourdy bakal balik lagi kan.
Sekarang aku pamit.
Bakal balik lagi?
I love you.
Tante. Rama
Assalamu'alaikum, Tante. Wa'alaikum salam.
Miranya ada? Ada, dibelakang.
Yaudah permisi ya, tante. Rama, Itu apa?
Buat Mira, tante.
Yaudah, sana! sana! Permisi ya, tan.
No comments yet. Be the first to leave one.