You Won't Be Alone

You Won't Be Alone

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

You-Wont-Be-Alone-2022-Yts-WEB-DL-WEBRip
د لخوا تبصره comelmuewa

تګونه

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
BRip
TS
YTS
په خپور شو: 2022-04-21
ډاونلوډونه: 63
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Apa yang terjadi terjadilah. Tak usah sesali yang sudah terjadi.

Ayo, ayo!

Cepat, cepat, cepat!

Sembunyi disitu lagi. Tak bisa sembunyi dirumahmu sendiri?

Semoga Pemakan Serigala makan kalian semua! Pergilah!

Semuanya! Pergilah!

Kembalilah ke ibumu!

Selalu saja menganggu!

Kasihanilah.

Atas darahku, kumohon.

Atas hidupku.

Dia masih bayi.

Kau tak mau di ganggu.

Bodohnya dirimu, wanita?

Seakan aku menginginkan seorang anak?

Sedikit darah, sudah cukup.

Kelahiran baru.

Akan kubawakan bayi lain!

Perempuan, laki-laki. Semuanya.

Cuma akan membuatku sedih,

memisahkanku dengan Nevena-ku.

Jadi biarlah aku merawatnya sementara.

Kau suka anak perempuan, kan?

Kau si Perawan Tua Maria, kan?

Menyiakan sihirku?

Untuk si kecil ini?

Akan kuberikan padamu jika sudah dewasa.

Setidaknya biarkan dia bersamaku sampai berusia 16 tahun.

Lalu kuberikan padamu sebagai seorang gadis.

Atas yang terjadi kepadamu.

Di rumah ini.

Anak perempuan. Untuk merawatmu.

Jadi kau tak sendirian di hari tuamu.

Dan?

Perjanjian macam apa maksudmu?

Seseorang yang kau janjikan?

Tuhan! Tuhan adalah saksiku.

Luar biasa.

Dan makhluk kecil ini?

Kutenangkan tanpa ditandai?

Kurasa tidak.

Jangan, anak-ku. Jangan, sayangku.

Jangan takut. Bukankah Tuhan pelindung kita.

Tempat suci, darahku.

Tempat kudus.

Dia tak bakal bisa menginjakkan kaki di sini.

Pemakan Serigala!

Dia mengambil bayi perempuanku!

Pemakan Serigala...

TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA

Biru?

Apa si biru yang berbicara?

Merah?

Merah setelah bulan putih?

Benarkah? Dia yang berbicara?

Tapi tak bakalan aku.

Tak bakalan aku.

Tapi suara mereka...

Berulang kali terdengar.

Bagiku, suaraku...

Tak akan kembali.

Tak akan pernah ada.

Anak mama...

Suaraku...

Si Iblis itu, dia mencakarnya dengan keras, sangat keras.

Saat aku masih kecil dengan tangannya.

Mama bilang begitu.

Tapi menurutku berbeda.

Menurutku cakaran iblis itu membuatnya takut.

Tapi suaraku tidak hilang.

Cuma bersembunyi jauh, sangat jauh.

Ditempat tak ada yang bisa menyentuhnya.

Kau tahu kenapa si iblis itu berkeliaran di luar sana?

Apa aku sudah membesarkan orang bodoh?

Setan itu akan mencabik-cabikmu di luar tempat ini! Mencincangmu!

Kau tahu apa yang kualami karena kau?

Bicara.

Bicaralah.

Suara mereka.

Bicaralah padaku.

Atau aku yang tak bisa bersuara.

Menjadikannya kegelapan.

Menjadikanku kegelapan.

Oh, gadis mungilku...

Tetaplah di situ!

Kau tidak akan mengambilnya dariku!

Tidak!

Tidak!

Kau tak akan mengambilnya!

Ayo.

Nona?

Di hadapanku, langit mengunyah dedaunan.

Dan musang, lebah.

Dan sekarang seakan menelanku.

Kau ikut, tidak?

Dan Mama, itu juga menelannya.

Tapi dia,

itu mengunyahnya seketika.

Suara Ibu, dalam darah, mengentalkannya.

Kulit Ibu, membungkusnya.

Dingin... Dingin, yang ini.

Dibawah kulit Ibu.

Minum.

Langit, itu mengunyahnya seketika.

Menghilangkan kebisingan Mama.

Si mama penyihir adalah sisanya saja.

Si mama penyihir dan aku, penyihir.

Aku, penyihir.

Terkadang keinginanku,

"Kembali, kebisingan-mama."

Meski cuma sebentar saja.

Tapi aku tak mau dinding itu kembali.

Tidak akan pernah.

Siapa ini?

Si tampan.

Apa, kau tidak suka aku seperti ini?

Lihat dia, bunga Lilac segar.

Dan kutata rambutku hanya untukmu.

Kau tahu sesuatu?

Kau cuma berdiri saja?

Biarkan dia membelahmu menjadi dua?

Kembalilah, bisik-mama.

Kau lebih suka roti basi.

Penjara bawah tanah.

Darah yang kita butuhkan, wanita, kekuatan! Bukan mainan.

Menurutmu akan lebih baik dengan dia?

Aku memilihmu. Kau.

Aku dapatkan satu ludah sihir.

Satu.

Betapa sia-sianya kau.

Darah.

Bukan mainan.

Kau anggap apa diriku, seorang ibu?

Bodoh?

Mulai sekarang kau bukan siapa-siapa bagiku.

Cepat.

Mari kita lihat kemampuanmu.

Apa ada..

Pohon poplar.

Apa ada...

burung pipit.

Tapi apa burung pipit itu ular?

Apa tawon wanita?

Rantai ciuman?

Aku, apa aku iblis?

Demi Tuhan, sudah dua jam.

Cepat, kebawah!

Kembali ke tanaman jagung.

Ayo pergi, istri Boris.

Siapa kau.

Sialan kau nona.

Apa yang tidak aneh?

Ada apa...

...saat kau memikirkannya?

Anak mantuku!

Apa yang menyerangmu?

Aku...

Kau kenapa, nyonya?

Perempuan gila.

Jangan, nak. Jangan, anak-ku.

Demi aku.

Mustahil untuk melawan, nak. Tak sebanding.

Aku tahu dia menyusahkan. Bukannya aku tidak.

Dia sama dengan ayahnya.

Tuhan akan mengadzab mereka berdua.

Ayo pergi.

Ayo!

Aku,...

Ya Tuhan, sudah! Menantuku!

Dan suaranya? Benar-benar sudah tak ada?

Itu semua karena pukulan.

Untuk tertawa, mulut terbuka.

Dan untuk tangisan juga, mulut terbuka.

Cuma saat pria itu ada,

mulut, harusnya tidak pernah terbuka.

Para pria, cuma air mata yang dia inginkan.

Dari wanita itu.

Kau pikir kau bisa mengambilnya sejauh mana?

Sampai kita semua berantakan?

Belajarlah menutup mulutmu.

Bagiku, itu tidak akan keluar.

Air mata.

Saat pria ada dikamar,

kau bukan wanita.

Kau adalah rebusan. Kau bagai teh.

Tempatmu, ada digenggaman tangannya.

Kau mengucur.

Bagai air, mengalir dan mengitarinya.

Tapi saat kau bersama wanita dalam ruangan,

mulutmu, harusnya tidak pernah berhenti terbuka.

Saat bersama wanita...

kau bagai cermin.

Saat alisnya terangkat,

alismu juga terangkat.

Saat matanya melebar, matamu juga melebar.

Bagi wanita, kamu adalah cermin.

Bagi pria itu, kamu adalah air.

Lihatlah dirimu?

Bodoh.

Dari kepala hingga ujung kaki.

More Indonesian subtitles for You Won't Be Alone

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left