لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 47"
- Itu dia. - Dia tiba.
- Itu dia. - Astaga!
- Dia keluar. - Cantik sekali!
- Aku menyayangimu. - Cantik sekali!
- Cantik sekali! - Luar biasa!
- Di sini. - Lihat kemari.
Bagaimana perasaan Anda sekarang?
Astaga.
- Pergi! - Pergi!
- Pergilah, Han Joo Won! - Pergilah, Han Joo Won!
- Pergi! - Pergi!
- Pergilah, Han Joo Won! - Pergilah, Han Joo Won!
Astaga.
Ibu!
- Astaga. - Ibu!
Ibu!
Ibu sakit. Ibu pingsan.
Woo Cheol.
Kamu datang karena mencemaskan ibumu.
Ibu sedang tidur.
Dia dalam pengaruh obat bius.
Tidak lama lagi dia akan sadar.
Jangan sakit.
Anda putri Bu Han?
Ya. Ada apa?
Apakah rumor soal ibumu benar?
Apa yang kalian lakukan?
Ini rumah sakit.
Kalian pikir diperbolehkan
- bagi reporter untuk masuk... - Bu Han.
Ini belum berakhir.
Sudah kuperingatkan
untuk tidak membuatku marah.
Silakan kembali.
Hwa Kyung.
Kamu kemari mau menjenguk Bu Han?
Aku tidak bisa masuk karena para reporter.
Tolong jangan marah karena aku menanyakan ini.
Aku sungguh ingin percaya bukan ini kasusnya, tapi firasatku
semua hal buruk yang menimpa Bu Han...
Pikirmu aku terlibat?
Ya.
Kamu mungkin berpikir telah diusir dari Miseong
dan semakin membencinya...
Menurutmu aku punya kekuasaan sebesar itu?
Apa?
Coba pikir. Bagaimana bisa aku merekayasa program
dan membeberkan skandal antara dia dan ayahku?
Pikirmu aku sungguh bisa melakukan hal seperti itu?
Maafkan aku. Itu terlalu berlebihan.
Jika pikirmu aku bisa serendah itu, kenapa kamu masih menyukaiku?
Bagaimana kamu bisa melakukannya?
Hal itu juga sangat membingungkanku.
Apa yang terjadi dengan anak yang melemparinya telur?
Kamu tahu siapa mereka?
Mereka fan V Girl, sebuah grup yang belakangan ini terkenal.
Polisi memulangkan mereka karena masih di bawah umur.
Mereka fan V Girl?
Kenapa mereka melakukan itu padanya?
Saat Bu Han membawakan acara radio,
V Girl diundang sebagai tamu.
Bu Han bilang mereka mungkin sudah terkenal,
tapi mereka harus berusaha keras untuk jadi musisi yang lebih baik.
Tampaknya fan mereka tidak senang dengan komentar itu.
Meskipun begitu,
bagaimana bisa mereka melakukan itu depan depan umum?
Apa komentar orang-orang di stasiun TV?
Semua programnya sukses.
Dia menjadi pewara terbaik selama tiga tahun berturut-turut,
dan mendapatkan Anugerah Bibir Emas berkat acara radionya.
Banyak program
yang menginginkan dia saat periode reorganisasi.
Jangan cemas. Semuanya akan baik-baik saja.
Tampaknya ada seseorang
yang menyebabkan semua masalah ini untuk menjatuhkan ibuku.
Menurutmu ini ulah Hwa Kyung?
Namun, agak berlebihan berpikir bahwa Hwa Kyung...
Aku tahu,
itu memang sulit dibayangkan.
Tapi aku terus berpikir bahwa dia mungkin terlibat,
dimulai dengan insiden rekayasa program.
Kita tidak bisa mencurigai dia tanpa bukti.
Mari tunggu sampai kita tahu kebenarannya.
Kamu juga harus minum.
- Di mana Ibu? - Di rumah.
Hari Ayah mungkin berat, tapi pasti juga berat bagi Ibu.
Kenapa kamu tidak meneleponnya?
Aku takut.
Bagaimana jika dia tidak menjawab saat kutelepon?
"Kenapa kamu mengaku sebagai putriku?"
"Kenapa kamu bilang bahwa aku ibumu?"
Bagaimana jika dia bilang begitu?
Kurasa ayah paham perasaanmu.
Kenapa Ayah mau menemuiku?
Apa semua insiden ini ada kaitannya denganmu?
Rekayasa program Han Joo Won dan membeberkan skandal.
Aku
mencurigai dan membenci kalian karena itu.
Meskipun begitu, bagaimana bisa aku berbuat sejauh itu?
Lupakan perkataan ayah. Itu kelewatan.
Akulah yang kelewatan.
Aku
tidak hormat dan kurang ajar pada Ayah.
Aku paham alasan kecurigaan Ayah.
Ini semua salahku.
Kamu tinggal di mana?
Di rumah Do Bin.
Di rumah Do Bin? Kenapa?
Aku tidak mau menginap di hotel.
Kamu diusir karena memberikan
dokumen rahasia perusahaan.
Kenapa kamu malah ke sana?
Apakah ada alasan lain?
Tidak ada. Aku hanya tidak mau sendirian.
Keluarga mereka tampak sangat saling menyayangi.
Di sana lebih nyaman.
Ibu.
Kenapa ibu di sini?
Bagaimana dengan programnya?
Apa yang terjadi dengan programnya?
Itu bukan masalah.
Ibu pikir mereka akan membatalkan program karena Ibu?
Jangan berkhayal.
Stasiun TV dan dunia ini akan baik-baik saja
bahkan jika tidak ada Ibu.
Ibu.
Mari pulang.
Ibu ada dua syuting pekan depan.
Banyak yang harus disiapkan. Ibu juga harus membaca materinya.
Ini bukan saatnya mengkhawatirkan syuting Ibu.
Ibu baik-baik saja.
Ibu sudah lebih baik. Sungguh.
Ibu tidak baik-baik saja.
Ibu lelah, sakit, dan stres.
Akui saja.
Ibu tidak menjadi lebih kuat dengan berpura-pura kuat.
Wanita yang benar-benar kuat
bisa mengakui saat dia sedang stres dan kesakitan.
Jadi, beristirahatlah beberapa hari.
Astaga, Woo Jung.
Kenapa tidak menyalakan lampunya?
Jangan.
Aku mau tetap seperti ini.
Sudah bertahun-tahun sejak aku masuk ke kamar ini.
Aku bahkan tidak mengingatnya.
Kamu pasti juga menderita.
Kamu harus mengubur Hwa Kyung asli di dalam hatimu
dan menanggung penderitaan ini sendirian
untuk waktu yang lama.
Maafkan aku.
Ini semua salahku.
Aku melakukan ini untukmu, tapi akhirnya,
aku malah lebih menyakitimu.
Terlebih lagi, aku menyakitimu
dengan masalah Han Joo Won dan Woo Jung.
Maaf karena aku berkata kasar.
Sangat menyakitkan bagiku saat berpikir
betapa memalukan ini bagimu.
Kamu menangis?
Aku juga manusia, dan seorang ayah.
Kamu juga ayah Han Woo Jung.
Itu berbeda.
Kami tidak pernah hidup sebagai keluarga.
Tidak peduli meskipun dia anak kandungku.
Kenapa sampai ada rumor
soal Han Joo Won yang bukan hanya terlibat skandal,
tapi juga terlibat dengan rekayasa program TV?
Bagaimana Ayah tahu?
Apakah itu benar?
Siapa yang tahu kebenarannya?
Kebenaran tidak penting.
Ini soal apa yang dipercaya orang-orang.
Kini Han Joo Won tidak berharga.
Setidaknya Ayah akan berhenti membicarakan dia.
Batalkan kontraknya,
dan karena dia yang salah,
minta kompensasi.
Ini blus dan gaun untuk Bibi.
Ini kemeja Paman.
Kuputuskan untuk membelinya karena kupikir akan tampak bagus.
Astaga, tidak perlu repot.
Dan ini untuk Do Bin
dan Jae Bin.
Terima kasih, tapi kamu tidak perlu melakukan ini.
Aku harus bekerja. Aku permisi.
Ini akhir pekan. Apa kamu harus bekerja?
Begitulah bisnis. Sampai jumpa.
Baiklah.
- Dan ini untuk Bibi. - Lagi?
Astaga, cantik sekali.
Aku akan mencobanya.
Baiklah.
Astaga, bagaimana kamu tahu ukuran sepatuku?
Astaga, matamu jeli.
Aku tidak dapat?
Aku turut senang, Semuanya.
Omong-omong, apa kami boleh menerima semua ini?
Ini berlebihan, aku merasa tidak enak.
Jangan begitu. Aku berterima kasih karena diizinkan tinggal di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.