لومړۍ 200 کرښې.
MAHKAMAH AGUNG INGGRIS
Kau menang lagi / Terima kasih.
Profesor, jika kau terus menangani kasus besar ini, cepat atau...
Aku tahu, tapi ini harus kulakukan.
Untuk menumpas penjahat-penjahat itu.
Tapi profesor, bukankah itu membahayakan dirimu sendiri?
Benar, tapi lebih berbahaya lagi jika mereka bebas di masyarakat.
Suaru hari nanti kau berjuang sendiri
Aku tidak punya banyak oleh-oleh untukmu kembali ke Hongkong.
Tapi buku ini seharusnya bisa berguna untukmu.
Dalam perjuanganmu melawan kejahatan
Aku takkan mengecewakanmu. Profesor, awas.
Ayo, pergi dari sini.
Geser sedikit
Terobos saja.
Kau gila?
Tidak. Awas.
MELURUSKAN KETIDAKADILAN
Produser : Leonard Ho
Supervisor : Yuen Biao, Corey Yuen
Kreator : Wu Ma
Eksekutif Produser : Chen Peihua
Penulis Skenario : Barry Wong, Chuek-Hon Szeto.
Bintang Utama & Penata Laga : Yuen Biao
Penata Laga & Sutradara : Corey Yuen
Hongkong
Jangan main-main
Makan dulu.
Bagus.
Kenapa tidak menurut?
Ada polisi, lihat.
Amankan anak-anak.
Sayang.
Mama.
Bos, sudah dibereskan semuanya?
Sudah.
Baik.
Tn. Ha.
Yang Mulia, saya mendapat laporan rumah sakit.
Seluruh keluarga Liang, delapan orang
Telah dibunuh.
Saksiku Liang sudah dibungkam.
Saya tak punya saksi lain untuk dihadirkan
Melawan bandar narkoba dan pembunuh ini.
Jadi mereka boleh bebas
Keberatan, keberatan, keberatan.
Keberatan diterima
Tn. Ha, hati-hati bahasamu.
Buku ini tidak memuat artikel hukum saja.
Tapi juga mewakili keadilan sosial dan martabat manusia.
Tapi sekarang sedang ditantang
Keberatan, Yang Mulia.
Saya rasa Tn. Ha sudah membuang-buang waktu klienku.
Keberatan diterima.
Persingkat kalimatmu
Guruku mengajarkan aku Manusia menciptakan hukum.
Saat kebenaran itu tidak bisa ditegakkan.
Seseorang harus berdiri melawan kejahatan itu.
Keberatan, Yang Mulia.
Tidak perlu.
Sidang ditunda sampai 14 juli.
Berdiri.
Terima kasih.
Bagaimana Pak Jaksa? Lolos lagi?
Saksi penuntut telah dibunuh.
Pantas saja Chou Ting Kuang berani
Menantangku untuk segera menangkapnya
Tn. Ha, apakah hukum melindungi masyarakat atau penjahat?
Aku akan buktikan sendiri.
Apakah kau tidak menyesal, tak bisa menghukum yang bersalah?
Menyesal tidak menyelesaikan masalah.
Tapi pasti ada jalan keluar.
Seperti ini.
Menurutmu, terdakwa bersalah atau tidak? / Tidak tahu.
Aku akan menembaknya satu per satu.
Bagus, nanti kukirimkan pistol
Lalu aku jadi pengacara dan pembelamu
Aku sudah tua, tanganku gemetar.
Kau saja, aku takkan menghukummu.
Kau serius?
Anak pintar, ambil boneka ini.
Paman, bagaimana kamu tahu nilaiku bagus?
Aku tahu kamu pintar, makanya kubelikan ini.
Paman, aku belikan kamu es krim.
Baik.
Ayah, minta uang.
Ayah sudah janji, ayo.
Apa keputusanmu?
Setelah bertahun-tahun penyelidikan polisi dengan dokumen menumpuk
Aku yakin 100% bisa menuntut mereka
denganmu sebagai satu-satunya saksi.
Bagaimana dengan keselamatan keluargaku?
Kalian bakal aman, aku jamin.
Pak, tolong kembalikan bolaku.
Siapa namamu?
Namaku Gembul.
Paman, tidak boleh parkir di sini
atau polisi akan menilangmu.
Terima kasih / Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kau sadis, kau habisi semuanya.
Kita lihat masihkah ada yang berani melawanmu lagi
Bagus, sudah kau terima uangnya?
Ya, terima kasih.
Bagus, mari berbisnis lagi Sampai jumpa.
Dia tak tahu apa-apa selain minta uang.
Wei, berapa keuntungan kita hari ini?
10 juta.
Apa? 10 juta?
Bukan 15 juta?
5 Jutanya untuk Crown.
Chou, ini supaya kita hidup dengan damai.
Dia hanya diam.
Tapi terima uang dengan mudah
Sedangkan kita dipermalukan di pengadilan.
Kita seharusnya tidak bekerja dengannya
Sudahlah, lagi pula kita tidak dipenjara
Apa? Kita berdua dipenjara?
Kalau kita dipenjara maka dia di neraka.
Chou, jangan bicara begitu.
Crown lebih kuat daripada kita.
Kalau dia tahu kita melawannya, mungkin kita sudah habis.
Habis?
Uang memang bisa habis, tapi keberanian tidak.
Sudahlah, kita harus hati-hati.
Aku pergi mengambil uangnya
Suruh mereka mengambil uangnya besok
Wei, kau harus hati-hati.
Tn. Wei.
Tunggu di sini / Baik.
Bos dalam masalah
Bos.
Dobrak.
Bos.
Halo, Tn. Chou, ini Hung.
Bos kita terbunuh
Dengar, bawa uangnya padaku.
Baik, kami ke sana.
Nomor 7.
Sial, tidak ada lagi nomor 6.
Nomor 6.
Nomor 6 apa?
Itu nomor 4, bukan nomor 6.
Aku bilang nomor 6.
Kau bilang 6, kalau begitu aku ambil.
Kau pikir aku bodoh.
Nomor 6 saja belum cukup, posisi mana?
Timur
Baiklah, ini nomor 4 bukan nomor 6.
Diam, aku menang.
Menang? Jangan mimpi.
CID.
Baiklah, kalau polisi bilang menang ya menang
Baik kami pergi Bu.
Buffalo.
Pergi sana, aku sedang berjudi.
Aku tak suka diganggu perempuan
Satu-satunya orang yang bisa melihat kartuku
Adalah istriku dan simpananku.
Kau hanyalah wanita bule
Apa hebatnya polisi?
Ini tempat main mahyong bukan kantor polisi.
Jangan macam-macam dengan polisi.
Nona, jangan membuat aku marah.
Badai sekali pun aku tidak gentar
Apalagi dengan anak-anak buahmu.
Anak buahku akan menghabisimu sekarang.
Nona, jangan main kasar Itu tidak baik untukmu.
Pak, itu mereka / Jangan bergerak.
Ringkus mereka / Berdiri.
Satu borgol untuk berempat.
Bu, Tn. Wang mencarimu.
Baik, bawa mereka.
Tuntut mereka atas percobaan pembunuhan, narkoba,
Penyerangan, penculikan dan / Dan apa?
Tampangnya jelek.
Bawa mereka / Baik.
Nasibmu sial.
Ayo jalan.
Aku baru di sini, ini ada sedikit makanan.
Ini untukmu.
Silakan
Silakan.
Makanlah, enak kok.
Bu, makan dulu, Tinggalkan pekerjaanmu.
Kau mengotoriku.
Itu enak.
Rumahmu di mana? Nomor berapa?
Pak, jangan beritahu istriku
Kenapa kau takut?
Kawan, biar aku saja.
Turunkan dulu tanganmu.
Urus dia.
Geser.
Kau buat temanku marah.
Kasusmu apa?
Asusila.
Asusila? Itu normal.
Kau berbuat apa?
Aku meraba bokong perempuan bule
No comments yet. Be the first to leave one.