لومړۍ 200 کرښې.
Holden.
-Holden. -Apa yang terjadi?
-Bagaimana kutahu? Holden? -Dia membunuh Letnan.
Denyut nadinya menurun. Kita harus bawa ke kapal.
Aku tak masalah.
Benda itu mencabik Letnan dan melapisi lantai dengannya.
-Ini gila. -Semua diam!
-Ada apa? -Trepp, kirim RPG ke atas.
-Mengapa? -Lakukan saja.
Jangan kena apa pun. Itu perintah.
Awas.
Batas kecepatan berubah.
Pendorong harus di bawah 28 meter per detik.
Kita bisa saja terjebak di sini.
-Keputusan bijak, Gunny. -Mari kita keluar dari sini.
Sialan.
Ayolah, aman.
Ayo, Holden. Aman.
-Denyut jantung stabil. -Setidaknya ada yang begitu.
Tetap bersamanya. Kabarkan jika ada perubahan.
Apa pun katamu, Gunny.
Perintah aslimu dipertahankan.
Kirim koordinat pertemuanmu.
Sepertinya kalian yang beruntung.
-Xuesen selesai. -Baik. Kapal Antar Satu selesai.
-Katakan kepadaku. -Xuesen rusak parah.
Sepertiga tewas. Sepertiga cedera.
Apa pun itu, mereka tak bisa bergerak.
Kini ditarik ke orbit stasiun.
Begitu juga semua kapal yang melebihi 100 km/jam.
-Itu hampir seluruh kapal di angkasa. -Ya.
-Bagaimana tahu batas kecepatan berubah? -Firasat.
Tempat itu bereaksi dan membunuh Letnan
setelah granat dilempar.
Berbeda saat memberhentikan peluru.
Kurasa benda itu melindungi diri.
Caranya adalah memperlambat semua.
Deselerasi macam itu tanpa pemberitahuan...
Ya, banyak orang mati.
Itu bukan aksi bela diri,
melainkan pembantaian.
Setidaknya teriakan itu membuatku tahu kau masih hidup.
Di mana kau?
Sebelah sini.
-Seberapa buruk? -Kurang baik.
Mesin ini menjepit kakiku.
-Kau? -Entah bagaimana, masih utuh.
Mungkin patah satu atau tiga rusuk.
Perlambatan itu sangat besar.
Batas kecepatan turun pasti karena suatu alasan.
Ya.
-Kau bisa bergerak? -Tak banyak.
Bisa raih terminal tanganmu?
-Sudah hancur. -Sialan.
Pertama-tama, coba lepaskan kunci magnet.
-Ya, setuju. -Tombolnya ada di kotak itu.
Baik. Kini rodanya.
Baiklah, ini dia.
Sialan.
Pin pengunci bengkok dan macet.
Aku bisa hidupkan mesinnya.
Akan kucoba luruskan pin.
Jangan, tak bisa dijalankan.
Jika maju membunuhku dan mundur membunuhmu.
Harus naik.
Butuh komunikasi untuk minta tolong.
Bagus.
Seseorang akan datang mencarimu.
Tak ada yang tahu aku di sini.
Apa?
Camina, kau kapten kapal ini.
Kau harus selalu...
Aku butuh sendirian, agar aku tak memarahi
wakilku karena meragukan terus.
Mama sabaka.
Kau benar tentang satu hal.
Kau dan aku punya masalah untuk diselesaikan.
Tak perlu di sini. Bawa dia keluar.
Berbaring saja.
Kau terluka?
Tak ada yang serius.
Kembali ke kamarmu dan diam.
Apa yang terjadi?
Kapal tiba-tiba melambat.
Penurunan gayanya besar.
Aku tidur siang dan terikat.
Kau beruntung.
Aku tak bisa membantu siapa pun jika di kamarku.
Aku perawat terlatih dan bisa bantu.
Kau ingin membantu?
Cari korban patah tulang dan bawa ke Perawatan.
Aku bisa melakukan lebih di sini.
Kau hanya bisa meringankan rasa sakit mereka.
Apa maksudmu? Apa...
Kebanyakan cedera hanya luka yang perlu dijahit.
-Pertama kali di gravitasi nol? -Ya.
Luka tak mengering tanpa gravitasi.
Pembekuan darah, pembengkakan jaringan, pendarahan dalam membawa kematian.
-Kau pendeta? -Aku pendeta sipil.
Kau mungkin bisa berdoa kepada Tuhan-mu.
Ini akan menjadi lebih buruk.
Para Mormon itu.
Mereka meminta kita membuat kapal tercanggih dalam sejarah,
agar mereka bisa bertani seperti primitif.
Ada tombol "baterai tambahan".
Ya.
-Itu akan menyalakan lengan mekanik. -Baiklah.
Akan kucoba gerakkan untukku.
Baiklah.
Ayolah.
Tak bisa.
Hei, aku melihat terminal tangan.
Lengan mekanik di sisiku bertenaga.
Jika lenganmu ada daya, kau bisa kendalikan punyaku.
Bagaimana sekarang?
Ya. Ambil terminal itu.
Aku tak bisa melihatnya dari sini.
Akan kupandu, tetapi itu bergerak. Kita harus cepat.
Baiklah, naikkan.
Sedikit lagi.
-Sudah? -Lagi.
Baik. Putar ke arahku.
Arah sebaliknya.
Kiri.
Kanan. Maaf, kanan.
Berhenti. Diam di situ.
Putar.
Baiklah.
Siap untuk mengambil.
Dalam hitungan ketiga.
Satu...
Dua...
Tiga...
Felota! Buka tangannya.
Turun.
Naik.
Berhenti.
Ambil.
Dapat.
Warga Sabuk memang paling pintar.
Pandu aku ke arahmu agar kau bisa memanggil bantuan.
Maju.
Felota. Terminal meledak.
Kau bisa meraihnya?
Hancur.
Personel nonmiliter, jika kalian terluka,
pergilah ke salah satu sektor berikut
untuk dapat bantuan. Sektor 114, 120...
-Bawa ke ruang perawatan. -...210, 215...
-Melba? -...dan 300.
Hei.
Ini Anna.
Kurasa lenganku patah.
Ya, kau benar.
Baiklah.
Kau merasa mual?
Patah lengan?
-Sebelah sana. -Baiklah.
Apa yang terjadi?
Tak ada yang tahu, tetapi sepertinya,
semua kapal di ruang angkasa tiba-tiba melambat bersamaan.
Sekarang kita semua ditarik menuju pusat bola itu.
-Semua kapal? -Ya.
Tak apa-apa jika takut. Kita akan lalui bersama.
Patahnya bersih. Kau beruntung.
Ini takkan menyakitkan.
Dokter, kau dibutuhkan di sini.
Bagaimana rasanya?
-Baik. -Bagus.
Patahnya akan tetap kuat saat tulangnya pulih.
Tilly, aku berusaha menghubungimu.
Aku tak mengerti. Apa...
Tilly, di mana kau? Katakan tempatmu.
Bagaimana keadaannya?
Tidur nyenyak seperti bayi.
Tidak, pikirannya bergejolak.
Ayo, Holden, bangun.
Mungkin lebih baik jika dia tak bangun.
Dia takkan bebas karena tindakannya ke Letnan
-dan semua di Xuesen. -Tindakannya?
Kau lihat yang terjadi. Bukan dia, melainkan tempat itu.
Sepertinya dia tahu yang dia lakukan.
-Dia yang kendalikan. -Kita tak yakin.
Letnan hancur lebur karena entah apa. Kau tak peduli?
Namun, saat penidur ini terluka, kau heboh.
Aku menembak lebih dahulu. Aku siap membunuhnya.
Jadi, mungkin menembaknya
adalah cara keluar tercepat.
Dia kembali dengan kita. Kita punya perintah. Jelas?
Ya, Gunny.
Kapan sampai di Xuesen?
Setidaknya sehari jika tetap begini.
Namun, aku ingin kau melihat ini.
Di luar menjadi sampah berserakan.
Ya.
Hampir semua kapal ditarik ke stasiun itu.
Itu masalah terkecil kita.
Sekarang kita setengah juta kilometer
dari tempat masuk.
Butuh tujuh bulan pada kecepatan ini
No comments yet. Be the first to leave one.