لومړۍ 200 کرښې.
Episode 14
Astaga! Ayah!
Tapi, Healer. Ini jelas jebakan.
Saya dengar anda bertemu istri CEO baru-baru ini.
Apa yang kalian bicarakan?
Mungkinkah terkait putra anda... Namanya Seo Jung Hoo, kan?
Apakah dia meminta anda mencari tahu sesuatu dari istri CEO?
Sudah lebih dari 10 tahun saya tak menemuinya
dan dia tak menghubungiku satu kalipun.
Dia bilang akan sekolah di luar negeri, tapi saya tak tahu di mana,
dan seperti anda tahu, saya meninggalkan putra saya untuk menikah lagi.
Apa saya punya hak untuk menunggunya menghubungi saya?
Mungkin pula sudah lama Jung Hoo melupakan saya.
Saya duga anda memiliki janji. Dengan siapa?
Teman.
Saya kemari juga untuk bertemu teman. Mari tunggu bersama.
Saya mau ke toilet...
Baiklah. Silahkan.
Jangan datang Jung Hoo. Kau tak boleh datang.
Kurasa ibumu menuju mobil Sekretaris Oh.
Sinyal keduanya semakin dekat.
Oh, tidak. Sepertinya pintunya terkunci.
Hey, Healer. Lama tidak bertemu.
Aku sungguh senang melihatmu lagi.
Kenapa kau tak menunjukkan wajahmu?
Oh tidak, aku ketahuan.
Halo?
Ini Chae Yeong Sin?
Ya, ini aku.
Kau tahu Park Bong Soo, kan?
Harusnya dia dia suatu tempat di gedung itu.
Telepon kami terputus, tapi kurasa dia terluka.
- Bong Sook! - Bisakah kau mencarinya?
Ya, itu sebuah plat nomor. Tolong dilacak!
Dengan mereka pergi seperti ini, berarti mereka menangkap target mereka.
Aku ingin tahu siapa itu?
Apa kau belum menemukan Park Bong Soo?
Tampaknya para mafia itu membawa seseorang.
Kau bilang Bong Soo terluka, kan?
Ada darah di lantai, jadi mereka pasti membawanya...
Tidak. Bukan seperti itu. Tenanglah, Nona.
Bagaimana kau tahu?
Lokasinya tak berubah.
Jadi cari dia di tempat di mana dia biasa sembunyi.
Kau siapa? Bagaimana kau tahu itu?
Tak ada waktu untuk memberitahumu sekarang.
Aku suka tempat-tempat tinggi.
Aku bisa melihat orang lain, tapi mereka tak bisa melihatku.
Bong Soo!
Halo? Ada orang pingsan di sini.
Dia berdarah banyak.
Ini di atap mall Seongmin.
Tubuhnya dingin.
Tolong, cepat kemari.
Kami duga ini hipotermia.
Luka di lengannya tidak serius, tapi dia tidak sadar.
Tekanan darah 80/50. Suhu 35,5 derajat celcius.
Lekas ganti ini. Bawakan lampu pemanas dan kompres panas.
Dia tidak berbau alkohol.
Apa dia minum suatu obat? Kenapa dia tidak sadar?
Tidak. Kurasa tak begitu.
Kami akan mulai menjahit lukanya sekarang.
Ya, baiklah.
Apa pendarahannya tak apa?
Dia cukup berotot, jadi lukanya tidak dalam.
Ya, Detektif Yoon.
Tidak, aku tidak menunggu lama.
Kami juga ada sesuatu.
Kalau begitu hubungi aku kalau ada waktu. Aku tunggu.
Baiklah.
Nomor yang anda hubungi tidak terdaftar.
Tolong periksa kembali nomornya.
Kenapa kau tak bangun saja, Park Bong Soo?
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu.
Kenapa kau seperti itu di tempat yang dingin?
Kau berdarah dan tak sadar.
Apa kau tahu betapa terkejutnya aku?
Dan siapa wanita yang menghubungiku tadi?
Aku coba telpon balik dan rupanya nomor itu tak terdaftar.
Bong Sook! Bangunlah!
Bong Sook, bangun! Hmm?
Kau sudah sadar?
Chae Yeong Sin...
Barusan kau menyebut namaku?
Chae Yeong Sin.
Apa dia memang minum suatu obat?
Tunggu...
Berapa pil?
Dua pil.
Orang itu pasti ingin mengatakan sesuatu padaku.
Tak benar kalau tak berkata apa-apa seperti ini.
Aku...
siap untuk mendengarkan.
Tak bisakah aku saja?
Jika kau mau...
Aku bisa hidup dengan cara yang kau ingin.
Untuk waktu yang lama, dengan sangat berhati-hati...
berada di sampingmu seperti ini.
Kau sudah bangun dari tidurmu?
Dokter bilang kau tertidur.
Ya, aku kebanyakan tidur.
Kau merasa baikan?
Ya, berkatmu.
Kudengar kau membawaku kemari.
Apa dia yang bilang? Kalau aku yang membawamu kemari?
Oh.. itu...
Aku Chae Yeong Sin. Senior Park Bong Soo di perusahaan.
Oh, dia hanya seorang kenalanku.
Halo.
Oh, iya. Ini kunci mobilnya.
Aku akan membayar tagihan rumah sakit dan membawa mobilnya ke depan.
Senior, aku habis minum obat tidur karena sulit untuk tidur
tapi mungkin minum obatnya agak terlambat. Jadi...
Oh, dan ini...
Aku jatuh karena aku... ngantuk.
Kau mau pulang sekarang?
Ya.
Dengan orang kenalanmu?
Ya.
Bagaimana dia
tahu kau ada di sini?
Kau tertidur terus dari tadi.
Ah, iya itu.
Seseorang menghubungiku tadi.
Kurasa dia ibumu.
Telponmu terputus, jadi dia sangat khawatir.
Harusnya kuhubungi balik
tapi aku kebingungan dan lupa.
Ibumu pasti mencari di semua rumah sakit sekitar sini, kan?
Mungkin.
Pergilah, dia menunggu.
Kau terkejut, ya?
Karena aku.
Aku terkejut.
Maaf.
Bong Soo!
Kau besok masuk kerja, kan?
Kau kerja, kan?
Ibumu selamat sampai di rumah.
Aku meretas CCTV di depan rumah itu dan aku mengawasinya.
Bagaimana dengan guru?
Sang Soo dan anak buahnya membawanya.
Kenapa dia melakukan itu?
Kurasa dia belum mati, jadi kita terus awasi mereka.
Terus awasi mereka?
Kau yakin sudah baikan?
Obat itu bahkan bisa melumpuhkan gajah.
Jika dosisnya berlebih, itu bisa membunuh orang.
Sungguh kurang ajar mereka...
Jadi, kami harus ke mana sekarang?
Dae Yong, suruh dia istirahat saja sekarang.
- Pergi ke rumah Kim Moon Shik. - Kenapa ke sana?
Dia mengganggu ibuku
dan menganggu Chae Yeong Sin.
Lalu? Apa yang mau kau lakukan?
Aku harus menghentikan dia.
Apa kau akan memukulinya? Seperti Hwang Jae Guk?
Aku akan membunuhnya.
Dasar gila.
Dae Yong, kau di dekat Gwanghwamun, kan?
- Pergilah ke apartemen di sana. - Hentikan mobilnya dan kau keluar.
Keluar! Apa kau tak mau keluar?
Serahkan kuncinya!
Bodoh, sadarlah!
Apa? Membunuh siapa?
Oke, pertama kau ke sana dan bunuh orang itu
dan pulihkan nama baik ayahmu,
dan jika orang lain menganggumu, orang itu kau bunuh juga.
Maka coba sajalah.
Apa kau tak mau menemuinya lagi?
Apa tak masalah jika tak melihat Chae Yeong Sin lagi?
Kurasa ini takkan tuntas jika kau membunuh Kim Moon Shik.
Anggap saja dia mengganggu ibumu karena ulahmu.
Tapi bukankah kau harus mencari tahu kenapa dia mencoba membunuh Chae Yeong Sin?
Aku akan menanyakan pada Kim Moon Shik.
Dia mungkin akan merespon jika aku memukulnya sampai sekarat.
Di sana juga ada ibu Chae Yeong Sin.
Ibu wanitamu di sana. Di rumah itu.
Sial!
Hyungnim, Yeong Sin datang.
Sudah jam berapa sekarang?
Tapi dia sedikit aneh.
- Apa? - Dia tak bau alkohol, tapi matanya tak fokus.
Apa terjadi sesuatu?
Yeong Sin.
Maaf. Akan kurapikan nanti.
Hyungnim.
Yeong Sin menangis.
Kenapa ini? Ada apa?
Ayah.
Ya.
Bajingan ini
menipuku hingga saat ini.
Siapa gerangan dia?
Kata yang dia ucapkan di depanku semuanya bohong.
Aku tidak tahu itu dan
aku mempercayai dan menceritakan semua padanya.
Perkataan saja?
Dia memang sangat brengsek,
dia membodohiku dari awal hingga sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.