Marvel's Daredevil

Marvel's Daredevil

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

3 فصل

د خپرونې معلومات

Marvels Daredevil S03E01 WEB
د لخوا تبصره tergezut
Marvels.Daredevil.S03E01.WEB Reupload for easy used subs for kodi

تګونه

web
په خپور شو: 2018-12-17
ډاونلوډونه: 98
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Bapa Lantom. Gereja Clinton.

...ide bagus untuk membawanya?

Dia salah satu orang kita, Maggie. Apa lagi pilihanku?

Mungkin Metro-General? Hubungi 911.

Dia penegak keadilan.

Jika ke rumah sakit, bisa ditahan polisi.

Ini Suster Maggie Grace di Panti Asuhan...

Ini Matthew. Putra Jack Murdock.

Maaf. Aku membuat kesalahan.

Ambil pemotong kawat. Bajunya harus dilepas.

Pergi ke dapur dan bawa... yang ada.

- Bisa kubantu? - Sudah cukup.

Kau ke mana, Elektra?

Aku akan mati di sini.

Seperti inilah rasanya hidup.

Panggil Maggie. Katakan dia bangun.

Elektra...

- Bagaimana keadaanmu? - Jangan coba berdiri.

Di mana...

St. Agnes. Panti asuhan.

- Berapa lama? - Berbaringlah. Beberapa pekan.

- Di mana dia? - Siapa?

Elektra. Aku...

Aku tak tahu siapa itu. Tetaplah di ranjang.

- Kau bisa terluka. - Telinga kananku tak bisa...

Hentikan ini sekarang juga!

Astaga, Matthew!

Sekarang aku tak bisa lihat.

Aku tak bisa lihat!

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Matthew?

Bapa.

Aku tak tahu kau di sini.

Pasti aneh rasanya kembali ke sini.

Tempat kau dibesarkan.

Aku belum berterima kasih, Bapa.

Kupikir kita bisa andalkan para suster agar jaga rahasia.

Para suster tahu kau siapa, tetapi Suster Maggie suruh mereka diam.

Setelah dia memakiku.

Jika kau ingin terima Komuni...

kita bisa...

Atau bisa bicara saja.

Elektra...

bersamaku saat gedung roboh.

Matthew, Elektra mati beberapa bulan lalu.

- Kita adakan pemakaman. - Aku ingat.

Aku tahu ini terdengar gila. Sungguh, dia ada.

Aku...

memegangnya saat...

Bagaimanapun, gedung dikelilingi saat roboh.

Orang lain tak terlihat keluar.

Aku turut prihatin, Matthew.

Mari kuterima pengakuanmu, lalu kita langsungkan Ekaristi.

Tidak hari ini, Bapa.

Pemikiran mistis bukan bidangku, Matthew.

Aku mungkin orang paling rasional di seluruh keuskupan,

tetapi aku pun harus mengakui bahwa kau bisa selamat itu mukjizat.

Pembicaraan kita biasanya begini.

Aku mendatangimu dengan pertanyaan. Kau katakan yang kau pahami tentang Tuhan.

- Kurasa begitulah tugasnya. - Kita hentikan dahulu?

Baiklah.

Aku ada di sekitar sini.

Saat kau siap bicara...

kita akan bicara.

Dia mati?

Kau siapa?

Sama sepertimu.

Aku besar di sini.

Astaga! Apa yang terjadi kepadamu?

Hidup.

Kamar ini terlarang.

Jika kalian cukup sehat untuk bangun, berarti cukup sehat untuk kelas.

Maaf, Suster.

Halo lagi, Matthew.

Mereka takut kepadamu, ya?

Kau juga saat seusia mereka.

Aku harus ganti kasamu.

Tanpa kau meronta seperti orang bodoh.

Seharusnya aku tak terkejut oleh ini.

Sejak dahulu kau marah.

Dahulu kau hanya anak yang kehilangan penglihatannya.

Kini kau adalah Devil Hell's Kitchen.

Kau dengar tentang aku.

Aku tinggal di panti asuhan, bukan di bawah batu.

Aku tak mengira salah satu anak kami berkeliaran dengan kostum Halloween itu.

Hal-hal yang kudengar bisa kau lakukan...

Kau buta, bukan?

Kau bukan berpura-pura selama ini?

Selamat.

Kau menangkap basah aku.

Itu bukan pertanyaan adil?

Ya, kecelakaan itu membuatku buta.

Tetapi itu juga menajamkan indraku yang lain.

Jangan cemas, Suster.

Masa itu sudah berlalu.

Telinga kananku tuli, dan kini aku bahkan tak bisa berjalan ke kamar mandi.

Ya, keadaanmu cukup parah.

Tulang punggungmu, pinggulmu.

Masa-masa melakukan salto sudah berlalu, tetapi...

kau akan berdiri lagi.

Kini keadaanmu tak gawat...

Kau ingin aku pergi.

Ini bukan rumah pemulihan.

- Aku paham. - Maaf.

Aku akan cari solusi.

Pasti ada setidaknya satu orang yang bisa kuhubungi.

Tidak.

Tak ada siapa pun.

Ya. Aku sudah ajukan artikel itu.

Ya! Tidak, dengar...

Itu. Tidak. Bagian lima masih butuh kutipan.

Aku sudah pasang umpan. Akan ada yang terpancing.

Ya, baiklah.

Akan kusiapkan untukmu malam ini.

Baiklah. Ya. Sampai jumpa.

Sial.

Kenapa aku di sini, Matt?

Aku ingin kau lihat sesuatu.

Aku Daredevil.

Bagaimana perjalanannya?

Aku hanya butuh ruang.

- Banyak... - Ya. Aku paham.

- Silakan masuk. - Terima kasih.

Kau bisa lihat aku?

Tidak sungguh "melihat".

Berbeda. Ini...

Kurasa ini lebih baik.

"Berbeda" dan "lebih baik" bagaimana?

Aku bisa merasakan hal-hal tentangmu.

Baiklah. Contohnya?

Astaga. Sulit dijelaskan.

Coba saja.

Aku tahu kau mampir dalam perjalanan kemari.

Di restoran India favorit kita.

Mungkin untuk mengenang masa lalu,

karena kau tak makan tetapi pesan minuman.

Aku bisa cium aroma kari di pakaianmu, dan bisa...

mencicipi Jameson di bibirmu.

Aku tahu mengatakan itu membuatmu tak nyaman...

karena aku bisa dengar detak jantungmu.

Ini memalukan.

Karen, seharusnya kau kuberi tahu. Kau berhak marah...

Ya. Seharusnya aku marah besar kepadamu.

Tetapi kulihat kau berjuang untukku.

Bahkan dua kali.

Aku bermimpi tentang itu.

Kuulang berkali-kali dalam pikiranku, dan aku terus...

Bagaimana bisa marah kepada penyelamatku?

Karena dia temanmu, kau peduli kepadanya, dia melanggar kepercayaanmu.

Berhentilah setuju. Itu memperburuk.

Bisa kuambilkan minuman?

Dia tahu aku mengangguk.

Jadi, tongkat jalan itu hanya sandiwara?

Ya.

Maaf.

Kenapa?

Kenapa tak percaya kepadaku? Kau kira aku akan hakimi?

- Kau kira... - Tidak.

Frank tak kuhakimi. Apalagi kau?

Mungkin kau harus hakimi Frank.

Castle itu pembunuh. Aku bukan.

Kita tak selalu tahu apa motivasi orang.

Aku tahu saat mereka bohong. Detak jantung mereka mengatakan.

Ini yang kutahu. Aku tak akan membohongimu lagi.

Itu janji. Baik? Tanyakan aku apa pun.

Di mana kau simpan?

Lemari. Di dalam peti.

Astaga.

Lalu... kini bagaimana?

Tamat. Selesai. Aku akan tinggalkan Daredevil.

Sungguh? Kau bisa begitu saja?

Ya.

Kau dan Foggy membuatku hampir yakin itu akibat alkohol.

Masuk akal.

Banyak rahasia, meninggalkan komitmen sosial dan profesional.

Itu seperti pencandu.

- Bukan begitu. - Bantulah, karena aku bukan kau.

Aku tak tahu apakah kau berbohong.

Aku tak butuh dia menjadi bagian dariku lagi.

Aku tak ingin dia begitu.

Aku ingin percaya.

Aku tak yakin masalahnya adalah Daredevil.

Aduh.

Sial.

Karen?

Hei, Karen, kau di sini?

- Hei. Kau tak apa? - Hei. Ya.

- Ya, tak apa. Terima kasih sudah datang. - Manajer gedung biarkan kau masuk?

Katamu kau mengemas isi tempat ini.

Ya.

Ingat kataku, aku akan bicara dengan induk semang Matt agar melepas tempat ini?

Kejutan.

Kau minta bantuanku memindahkan kotak...

Ya, aku berbohong.

Lebih tepatnya itu adalah tipuan.

Baiklah. Kau menipu.

Jurnalisme mengubahmu, Page.

Kenapa aku di sini?

Benar. Ya. Jadi...

Tunggu! Kau tinggal di sini?

More Indonesian subtitles for Marvel's Daredevil

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left