لومړۍ 200 کرښې.
Ya.
Sudah meninggal.
Benar-benar mati.
Surat keterangan kematian, Tuan.
Berhenti!
Mundur, praddock.
wang tetap wang.
Maaf!/ Hati-hati.
Dasar nakal.
!!
Kami lapar, tuan!
Tolong, tuan, kami lapar./ Sepotong pun boleh. Kami lapar.
Makanan sisa pun boleh./ Kami lapar.
Kumohon, tuan. Kami sangat lapar.
Selamat krismas, ini dari Walikota!
Tolong, tuan./ Oh, lihat. Disana.
Kembalikan! Itu makanan kami!
Kembalikan! Itu milik kami! Kembali!
Ini dia, tuan./ Terima kasih.
Ini kacang yang masih panas.
Kau suka ini?/ Sempurna.
Ini belut yang masih segar.
tuhan. Pergi.
Dan kacangnya ada dimana?
Pergi dari sini.
Kita mulai. Perhatikan.
BATU api
Selamat Natal, Paman!
Tuhan melindungimu./ Ah! Pemborosan!
Natal itu pemborosan? Pakcik! Pak cik pasti tak serius.
Merayakan Natal.
Kenapa kau begitu gembira sekali? Kau cukup miskin.
Kenapa Pak cik begitu murung? Pak cik cukup kaya.
Pemborosan!/ Jangan marah, Pak cik .
Aku boleh buat apa, ketika aku hidup di dunia bodoh macam ini?
Selamat Hari Natal.
Untuk apa Natal bagimu saat kau tak bisa membayar hutangmu.
Natal hanya membuat kau lebih tua dan tidak semakin kaya.
Jika aku bisa mewujudkan keinginanku,
semua orang bodoh yang selalu mengucapkan "Selamat Natal" dibibirnya
akan dimasak dengan puding buatannya sendiri
dan dikubur dengan kayu pancang tepat di jantungnya!
Pak cik !/ sepupu!
Rayakan Natal dengan caramu sendiri dan biarkan aku merayakan dengan caraku.
Merayakan? Tapi Pak cik tak merayakannya!
Kalau begitu tinggalkan aku sendiri.
Tak ada gunanya kau memujukku.
Ada banyak hal baik yang boleh didapatkan bukan hanya perhitungan untung semata.
Natal salah satunya.
Tapi aku selalu berpikir Natal waktu yang tepat untuk beramal.
Satu-satunya kesempatan bagi mereka untuk membuka hatinya yang tertutup
dan merenungkan kalau semua orang akan mati dan dikubur
dan berubah menjadi makhluk lain dan melanjutkan perjalanan hidup lainnya.
Oleh karena itu, Pak cik ,
walaupun aku tak punya emas atau perak di kocekku,
aku yakin Natal itu ada gunanya, dan aku berkata, Tuhan memberkati!
Jika ku dengar kau bersuara lagi, Cratchit,
maka kau akan merayakan Natalmu dengan kehilangan pekerjaanmu!
Kau cakap juga rupanya. Kenapa kau tidak jadi anggota parlemen.
Jangan kasar, Pak cik . Jom, makan malam bersama kami esok.
Aku takkan datang.
Tapi kenapa? Kenapa hatimu begitu dingin? Kenapa?
Kenapa kau menikah?
Kerana aku jatuh cinta.
Kerana...
...kau jatuh...
...cinta?
Selamat petang.
Aku tak inginkan apa-apa darimu. Aku tak meminta apapun darimu.
Kenapa kita tidak boleh berteman?/ Selamat petang.
Aku merasa sedih, dengan segenap hatiku, mengetahui ketegasan hatimu.
Tapi aku menghormati Natal, dan oleh karena itu,
Selamat Natal, Pak cik !/ Selamat petang!
Dan selamat tahun baru!/ Selamat petang!
Dan selamat merayakan Natal, Tn. Cratchit.
Selamat Natal juga.
Ada satu orang lagi.
Juru tulis yang mendapat gaji 15 syiling seminggu...
...bersama isteri dan keluarganya, membicarakan tentang merayakan Natal.
Aku akan masuk rumah sakit jiwa.
Selamat petang Pimpinan Scrooge & Marley ada?
Gembira bertemu dengan Tn. Scrooge atau Tn. Marley?
Tn. Marley sudah meninggal 7 tahun yang lalu.
Dia meninggal 7 tahun lalu... di malam Natal.
Kami yakin kemurahan hatinya
bisa diwakili oleh rakan kerjanya yang masih hidup.
Dan di musim perayaan di tahun ini, Tn. Scrooge,
biasanya kami selalu membagikan sesuatu
bagi orang miskin dan melarat.
Banyak yang menginginkan hidup dalam kesenangan, tuan.
Apa tak ada penjara?
Penjara? Ya, ya, banyak penjara.
Dan lembaga serikat pekerja, apa masih beroperasi?
Masih. Andai aku boleh cakap tidak.
Para buruh itu?
Mereka sangat sibuk, tuan./ Bagus!
Aku takut sesuatu telah terjadi menghentikan kegiatan mereka yang bermanfaat.
Ya. Di musim perayaan begini, beberapa dari kami berusaha keras mencari donasi
untuk membeli makanan, minuman dan selimut bagi orang miskin.
Siapa nama yang saya tuliskan disini?
Tak ada./ Oh, anda ingin tanpa nama saja?
Aku harap kau bisa tinggalkan aku sendiri! Aku tidak bersuka cita saat Natal,
dan aku tak bisa memberikan bantuan bagi para pengangguran untuk bergembira.
Aku sudah membantu perusahaan yang ku sebutkan tadi.
Dan karena itulah sebaiknya kalian cari bantuan disana.
Banyak yang tak bisa kesana.
Dan, terus terang, banyak yang akan mati.
Kalau begitu biarkan saja dan itu bisa mengurangi kelebihan penduduk.
Selamat petang, tuan-tuan!
Selamat spetang.
Kurasa, kau pasti ingin cuti besok?
Jika boleh, tuan.
Itu tak boleh dan tak adil.
Jika aku memotong gajimu karena cuti, kau akan berpikir aku memanfaatkanmu.
Dan kau tak berpikir kau memanfaatkan aku saat ku bayar gajimu penuh sementara kau tak kerja.
Ini cuma setahun sekali, tuan.
Alasan buruk menhabiskan kocek orang lain setiap tanggal 25 Disember.
Tapi kurasa kau ingin cuti seharian.
Datanglah kemari lebih pagi besok lusa.
Baik, Tuan.
Untuk menghormati malam Natal!
Sial!
Dimana kuncinya? Ini!
Kenapa hal seperti ini terjadi padaku?
Pergi! Pergi!
Khayalanku saja!
Aku cuma gelisah saja.
Pasti karena itu.
Pintunya terkunci...
Siapa kau!
Apa yang kau inginkan dariku?
Oh, banyak.
Siapa kau?/ Tanyakan siapa aku dulu.
Dulu kau siapa?
Saat masih hidup, aku adalah rekan kerjamu.
Jacob Marley.
Bisakah kau duduk?
Bisa./ Duduklah.
Kau tidak percaya padaku.
Tidak.
Kenapa kau ragu dengan inderamu?
Karena hal paling kecil bisa mempengaruhi inderaku.
Ketidaknyamanan di perut bisa membuat inderamu salah menilai.
Kau bisa menjadi daging yang belum dimakan. Setetes mustard.
Sepotong keju. Seiris kentang yang belum matang.
Kau nampak seperti kuah daging daripada kuburan, apapun dirimu.
Ampun! Hantu yang mengerikan, kenapa kau membuatku dalam masalah?
Manusia, kau percaya padaku atau tidak?
Aku percaya!
Malang! Malangnya diriku!
Kau dibelenggu dengan rantai. Kenapa?
Aku memakai rantai yang ku tempa semasa hidupku.
Aku membuatnya per mata rantai dan menyambungnya.
Kau kenal polanya?
Bisa kau bayangkan berat dan panjang rantai yang akan kau pikul?
Ad Maiorem Dei Gloriam
T H O M A S I R W A N K R I S T A N T O
C O L O U R F O O L Because Life is not only B L A C K and W H I T E
A Christmas Carol
+_+ Selamat Menikmati +_+
Itu akan seberat dan sepanjang 7 tahun malam natal lalu.
Oh, kau punya rantai yang berat.
Jacob, jangan katakan apa-apa lagi.
Bicaralah hal yang menghiburku, Jacob.
Tak ada yang bisa ku berikan.
Aku tak bisa tinggal.
Aku tak bisa menetap dimanapun.
Semasa hidup, aku tak pernah meninggalkan ruang hitung kita,
tak pernah menjelajahi di luar batas lubang penukaran uang kita.
Sekarang perjalanan tanpa akhir membentang di depanku.
Tujuh tahun sudah kau mati dan kau bepergian selama itu?
Selalu. Tak ada istirahat, tak ada ketenangan.
Kau pasti banyak melihat hal baru selama 7 tahun.
Aku buta! Buta! Aku tak bisa melihat hidupku!
Menghabiskan sia-sia umurku. Oh, malangnya nasibku!
Tapi kau pria yang beruntung dalam hal bisnis!
Bisnis!
Umat manusia... adalah bisnisku.
Kesejahteraan mereka urusanku.
Amal, berbagi rezeki, kesabaran, dan kebajikan adalah semua...
Dengarkan aku! Waktuku hampir habis.
Aku mendengarkanmu. Tapi jangan kasar terhadapku, Jacob. Kumohon.
Aku disini untuk memperingatkanmu
kalau kau masih punya kesempatan dan berharaplah tak mengalami nasib sepertiku.
Sebuah kesempatan, Ebenezer.
Kau selalu menjadi teman yang baik bagiku, Jacob. Terima kasih.
Kau akan dihantui oleh tiga roh.
Itukah kesempatannya?
Lebih baik tidak./ Hantu yang pertama datang
besok saat lonceng berbunyi tepat jam satu.
Tak bisakah ketiganya sekalian, dan selesaikan itu semua sekaligus, Jacob?
Hantu yang kedua datang di malam berikutnya di jam yang sama.
Dan yang ketiga datang dimalam berikutnya,
saat dentangan terakhir dari 12
dentangan berhenti bergetar.
Kau takkan melihatku lagi.
Maafkan aku.
Andai aku bisa membantumu.
Apakah kau hantu yang dikatakan akan mendatangiku?
Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.