The World After Us

The World After Us (Le monde après nous)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

The World After Us 2021 720p WEBRip x264 AAC--YTS MX-
Le monde aprКs nous 2021 1080p HMAX WEB-DL DD2 0 H 264-playWEB
د لخوا تبصره Vilanelle

تګونه

webrip
web
x264
720p
720
BRip
TS
YTS
Web-DL
web-dl
WEB-DL
1080
په خپور شو: 2023-02-18
ډاونلوډونه: 43
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Entah kenapa aku menulis.

THE WORLD AFTER US

Karena kau membutuhkannya, karena itu bahasamu.

Tidak.

Tidak, itu fantasi.

Sebenarnya, aku lelah.

Aku rasa menulis adalah bentuk terima kasih pada orang tuaku...

Tapi tidak.

Hari ini, saat aku menulis, kulakukan untuk diriku sendiri.

Dengan begini...

Aku bisa melarikan diri.

Aku bisa menulis tentang hidupku tanpa merasa bosan.

Ini bukan semacam katarsis.

Saat menulis, aku bicara pada diriku sendiri.

Aku mengerti perbuatanku salah.

Salah?

ENAM BULAN SEBELUMNYA

Hai.

- Untuk siapa ini? Katakan. - Tidak, duduk dulu.

- Bibi, kau di sini. - Apa kabar?

- Ini dia, Sayang. - Terima kasih.

- Senang melihatmu. - Aku juga.

Semuanya baik?

Apa yang kau tulis belakangan ini?

- Novel. - Boleh tahu tentang apa?

- Ini rumit, kau takkan menyukainya. - Kalau begitu tulis yang lain.

Kau harus tulis cerita Inspektur Jack. Itu sangat menyenangkan.

Itu untuk anak-anak, tak ada nilai sastranya.

Fatma.

Aku berangkat.

- Dah. - Kau kenal anakku?

- Philippe. Senang bertemu. - Labidi. Aku juga.

Dia tinggal di Paris.

- Selamat datang di Lyon. - Terima kasih.

- Untukmu. - Tidak, aku tak mau.

- Terimalah! - Simpan saja.

- Ibu! - Labidi!

- Terima pemberian ibumu. - Ya.

- Jangan membuatku kesal. Ambil. - Ya, oke.

Bagus.

Hai. Aku pesan kopi.

Terima kasih.

Aku tinggal dua minggu di Tokyo, karena aku ingin melihat...

Permisi.

Aku tahu ini memalukan. Kau pasti sering mendengarnya.

Bagus. Terima kasih.

- Kau bilang apa tadi? - Ya.

Rumah-rumah di sana gila. Tapi kau cerita tentang kereta, 'kan?

Itu cukup mahal.

Terima kasih.

Kau meninggalkan ini.

Ya, aku tahu. Aku ingin...

Memberikan ponselku, itu lebih berkelas dari sekadar nomorku.

- Kau ingin beli kopi? - Aku sudah minum dengan teman.

Ya, tentu saja.

Tidak apa-apa. Mungkin lain kali, entahlah.

Suatu hari nanti.

Setidaknya kau sudah punya nomor ponselku.

Transaksi gagal. Anda ingin mencoba lagi?

Tidak, pasti akan gagal.

Aku akan bayar untuk sodanya.

- Dia akan bayar saladnya. - Baiklah.

Dia melihat aku mulai tidak nyaman, jadi dia...

Berpura-pura normal untuk membagi tagihan.

Seperti, "Ini abad ke-21 dan pria tak perlu membayar lagi."

Apa?

Aneh, kukira aktor hanya berkencan dengan rekan-rekannya saja.

Aku sudah berhenti, tak pernah begitu lagi.

Seniman mementingkan diri sendiri.

Tidak semuanya. Aku bayangkan...

Kau aktor?

- Tidak sama sekali. - Kalau tidak, beri tahu.

Aku bukan seniman. Maksudku, aku memang menulis sedikit.

Mungkin novel suatu hari nanti, tapi aku bahkan tidak memikirkannya.

Aku sama sekali bukan seniman.

Kesimpulannya, kau harus bayar saladmu.

Lalu kami pergi ke tempatnya.

Kau tertidur atau hanya bosan?

Aku tak tahu harus bilang apa. Dia cantik.

- Sudahlah. - Dia cantik.

Itu mengingatkanku saat aku bertemu Sarah.

Biar kuperiksa apa Ayahku di dalam, dia seharusnya bekerja malam ini.

- Tidak. - Tetap di sini.

Aku tidak mau.

Apa?

Kau menghabiskan malam bersamanya? Apa itu indah?

Kau payah, aku mau tidur.

Labidi sedang jatuh cinta.

Labidi. Jatuh cinta.

Jatuh cinta. Labidi.

Jatuh cinta. Labidi.

Jatuh cinta. Jatuh cinta. Labidi.

Labidi. Jatuh cinta.

Tenang, ini akan baik-baik saja.

Kita di sini untuk alasan bagus.

- Dia melakukannya untukmu. - Tidak. Percayalah pada dirimu.

Maaf, aku bersama penulis buruk dengan buku yang bagus.

- Vincent, apa kabar? - Aku baik.

- Labidi. Labidi. Labidi. - Ya.

- Artinya cantik. - Bahasa apa itu?

- Apakah Maroko? - Tunisia.

Ikuti aku. Pernah bertemu Benjamin Merci?

Senang bertemu.

Kita akan lebih nyaman di lantai atas.

Aku baca tiga bab pertama yang dikirim Vincent padaku.

Ini menjanjikan. Aku juga baca cerita pendekmu.

Tapi apa yang kau buat ini ada pada skala lain.

Cerpennya bagus, tetapi novelnya...

Lebih tajam dan sesuai dengan garis redaksi kami.

Caramu mengelola, dengan usiamu...

Membenamkan diri dalam konteks Perang Aljazair...

Dengan banyak ketelitian dan itulah kualitas yang kami cari.

Mengingat subyeknya, novel ini harusnya keluar di bulan September...

Agar masuk musim penerbitan baru.

Dan untuk itu, kami butuh naskahnya dalam 6 bulan.

Kau siap dengan tugas itu?

Ya, kau bisa percaya dia untuk itu, dia selalu memenuhi tenggat waktu.

Dia pekerja keras. Enam bulan terdengar bagus.

Kita akan mulai dengan pilihan.

Pilihan yang jika kita tidak puas...

Atau jika tidak memenuhi tenggat waktu, kami keluar.

Ya, tentu saja.

Sempurna. Teken di sini.

- Terima kasih. - Tidak, terima kasih.

Di sini. Bagus.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Sampai jumpa lagi. - Sampai jumpa lagi.

Luar biasa.

Halo. Fabrice?

- Ya. - Selamat malam.

Kurang 843.

Ambil 5 pesanan lagi untuk mendapatkan 20 euro

Sial!

MENDESAK! AKU TERKUNCI!

Astaga.

Maaf.

Anda menghubungi Elisa Rollet. Silakan tinggalkan pesan.

Ini aku. Aku ingin bicara denganmu, mendengar suaramu.

Akan kutelepon nanti. Hati-hati.

Bagus sekali. Terima kasih.

Selamat.

Terima kasih.

Tapi kau seharusnya diterbitkan dulu.

Itu bodoh.

Apa kabar?

- Kau masih bersama Vincent? - Ya.

- Bagaimana prosesnya? - Sedang berjalan.

- Jadi, semua baik-baik saja? - Semuanya bagus.

Terima kasih sudah datang.

- Apa kabarmu? - Aku selalu baik saat melihatmu.

Istirahatlah. Selamat malam.

Tiket kereta semakin mahal.

Jadinya aku melewatkan Idul Fitri. Maafkan aku.

Tidak.

Jangan khawatir.

Katakan padaku, Bibi.

Kau punya pacar?

Aku suka saat kau bawa pulang gadis cantik.

Mereka luar biasa.

Entah bagaimana kau melakukannya dengan wajah itu.

Kami lakukan semua dengan benar, tapi kami mengacaukanmu sedikit.

- Apa begitu? - Ya.

Kami mengacaukanmu.

Kau tak bisa melakukan semua dengan benar.

Kenapa kau ada di sini?

Aku tidak batuk lagi. Sudah kubilang aku bisa merokok.

Bisa kita menikmati kebersamaan? Aku tidak sering di sini.

Itulah masalahnya.

- Sampai. Aku harus pergi. - Tunggu dulu.

Temui aku setelah kelas. Aku akan kirim alamatnya.

Datanglah, lalu kita tak perlu bertemu lagi.

Setuju?

- Halo. - Halo.

Aku pesan kopi.

- Baik. - Terima kasih.

Duduklah.

Terima kasih.

Kau dari mana saja?

Bu, perkenalkan Elisa.

- Halo. - Halo.

- Ayah, kemarilah. - Senang bertemu.

Aku juga.

Fatma. Dan ini ayahku, Jacques.

Ini Elisa.

Halo. Senang bertemu.

- Halo. - Aku akan menciummu.

- Bagaimana kalau semua duduk? - Ya.

- Dia tidak memakai jilbab. - Ya, aku lupa memberitahumu.

Biasanya kupakai, tapi aku tak ingin menyinggung perasaanmu.

Sekarang aku tahu kenapa kau datang ke Lyon.

Ya.

Halo.

Ada pembeli.

Ya!

Aku akan segera kembali.

Aku akan membunuhmu! Kau bisa beri tahu aku.

- Payah. - Ya.

Kita sampai.

- Sepatuku harus dilepas? - Jika kau mau.

Tapi aku belum bersihkan.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left