د خپرونې معلومات

Sisters-in-law E051-060 Webrip
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

webrip
web
BRip
په خپور شو: 2017-09-05
ډاونلوډونه: 21
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Sulit bagi Ibu dan Nenek untuk melihatnya.

Aku putra Ibu, tapi dia menantu Ibu.

Dia juga putri yang berharga bagi orang tuanya.

Aku tidak bisa membiarkannya menoleransi ini lagi

dan menderita karena orang-orang di sini.

Han Joo.

Kamu tidak bisa membiarkannya menoleransi ini lagi

dan menderita karena orang-orang di sini?

Kami

akan pindah.

Kami akan keluar dari rumah ini.

Pergilah!

Kamu ini kenapa?

Han Joo tidak bermaksud seperti itu.

Kami tidak akan pergi.

Beri tahu Ibu itu tidak benar.

Aku bersungguh-sungguh.

Eun Byul, ayo lakukan itu. Ayo keluar dari sini.

Kalian boleh pergi dan hidup sesuka kalian.

Ibu.

Ayo.

Aku tidak akan pergi.

Jika ingin pergi, pergilah sendiri.

"Episode 51"

Keluar.

Ibu tidak mau bicara denganmu.

Kami tidak akan pergi.

Itu hanya keinginan Han Joo seorang.

Kami tinggal di rumah orang tuaku sampai Ibu membolehkan kami pulang.

Kenapa tidak? Pergi saja.

Kamu akan hidup bahagia tanpa kehadiran kami.

Aku tidak mau.

Memangnya sudah sebulan atau setahun kamu diusir?

Bisa-bisanya kamu bilang ingin pergi setelah satu hari?

Bukankah kamu memang menunggu kesempatan untuk pergi?

Tidak.

Tadi Han Joo bersikap spontan. Kami tidak pernah merundingkan itu.

Dia gegabah.

Spontan? Gegabah?

Dia tidak pernah seperti ini.

Sebelum bertemu denganmu,

dia bukan anak kecil

yang mengabaikan dan mengkhianati orang tuanya.

Keluar. Pergilah.

Aku tahu Ibu tidak akan memercayaiku,

tapi salah satu alasanku ingin menikah dengan Han Joo

karena aku menyukai keluarganya.

Melihat keluarganya yang bahagia dan ramah

membuatku ingin menjadi bagian dari keluarganya.

Itulah yang ibu maksud saat mengatakan kamu serakah.

Semua ini terjadi karena kamu ingin merebut Han Joo.

Ibu tidak mau hal ini terjadi lagi.

Ibu tidak mau hidup denganmu dan Han Joo.

Jadi, pergilah dari rumah ini, mengerti?

Jangan bahas hal ini lagi.

Eun Byul, kembalilah.

Ibu.

Aku akan membiarkan mereka pergi.

Aku tidak bisa hidup dengan mereka.

Kamu harus menyudahinya.

Han Joo hanya mengatakannya secara spontan.

Ibu sangat mengenal Han Joo.

Dia tidak mengatakannya secara spontan.

Jika benar hanya spontan, berarti dia telah berubah.

Kembalilah.

Tapi kamu harus merahasiakan ini.

Ibu benar-benar

tidak tahan.

Ibu tidak bisa seperti ini.

Nenek meminta kita kembali.

Ibu menyuruh kita pergi.

Apa kamu bahkan mau kembali?

Ya.

Tapi karena Ibu benar-benar menentangnya,

aku tidak tahu harus bagaimana.

Kenapa kamu mengatakan itu?

Kamu bahkan tidak bertanya kepadaku.

Bagaimana jika aku bertanya?

Aku tidak bisa pergi.

Itulah sebabnya aku tidak bertanya.

Ibu meminta anak-anak

untuk kembali.

Sungguh?

Bagaimana menurutmu?

Kamu setuju dengan ibumu?

Aku harus mendengarkan pendapatnya.

Apa yang harus didengarkan?

Jika dia ingin mereka pulang, artinya itu penerimaan.

Han Joo bilang

dia akan pergi dari rumah.

Omong kosong apa itu?

Padahal Ibu meminta mereka kembali.

Han Joo yang lebih dahulu mengatakannya.

Aku menyuruh mereka pergi.

Dia hanya memedulikan Eun Byul.

Dia bodoh.

Tidak ada waktu untuk membicarakan soal pergi dari rumah.

Ibu bilang apa?

Dia membuatku terlihat buruk.

Aku ibu mertua Eun Byul,

tapi dia menolak keputusanku di depan anak-anak.

Aku menyuruh mereka pergi, tapi dia menyuruh mereka pulang.

Aku yakin dia punya alasan.

Menurutmu aku tidak punya alasan?

Maksudku...

Ternyata, kamu dan Ibu sama-sama memihak mereka.

Tidak ada keluarga yang berkubu.

Kini keluarga kita seperti itu.

Aku memberi tahu keinginanku kepada semua orang.

Han Joo bilang dia ingin pergi dari rumah,

jadi, aku menyuruh mereka melakukannya.

Aku tidak bisa hidup dengan mereka.

Lantas, kita harus bagaimana?

Jika mereka tidak pergi, aku yang akan pergi.

Kamu boleh membela mereka jika mau.

Aku tidak berharap banyak darimu.

Sayang.

Young Ae.

Makan yang banyak agar tetap sehat.

Terima kasih.

Selamat menikmati dan makanlah yang banyak.

Bilang saja jika ingin menambah.

Berapa usiamu?

Apa? - Kamu cantik.

Kulitmu juga bagus.

Kamu pasti hebat dan gigih di kehidupan sebelumnya.

Kurasa putraku jauh lebih hebat di kehidupan sebelumnya.

Istriku bukan apa-apa dibandingkan dengan putri menantuku.

Ibu mertuaku juga cantik, bukan?

Silakan menikmati. - Sampai jumpa.

Silakan makan apa pun yang Anda inginkan.

Terima kasih. - Ini, silakan.

Astaga, maafkan aku.

Sepertinya itu kemeja mahal.

Mohon diterima.

Tidak perlu. Aku sungguh baik-baik saja.

Aku kemari untuk bekerja dan melayani.

Tidak perlu diusap.

Aku tidak keberatan jika ketumpahan lebih banyak.

Usap bajumu. - Berkat Anda, aku bisa unjuk gigi.

Bisa memotretku bersama pria ini?

Bersama istriku juga.

Kamu akan pergi dari sana?

Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan itu.

Ada apa dengan suamimu?

Akhirnya dia mengatakan sesuatu yang kusukai.

Momennya sangat tidak tepat.

Neneknya meminta kami kembali,

tapi Han Joo mengatakan akan pergi dari rumah.

Tentu, ibunya jengkel karena terjebak di situasi itu.

Dia membuat keputusan tanpa bertanya kepadaku.

Ibu marah besar sampai menampar Han Joo.

Ibu mertuamu berlagak elegan dan berkelas,

tapi menampar putranya yang sudah dewasa?

Nenek ingin kami kembali, tapi ibu mertuaku ingin kami pergi.

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Apa lagi yang kami pikirkan? Pergi saja.

Ibu hanya jengkel.

Aku tidak mau pergi.

Dasar bodoh.

Pergilah seolah-olah kamu terpaksa.

Kamu mau melayani mertua dan nenek itu?

Selamatkan dirimu dahulu.

Neneknya memintamu pulang,

jadi, pulanglah.

Apa pendapat ayah Han Joo?

Istriku sangat menentang ide itu.

Beri dia sedikit waktu lagi.

Ibu mengerti perasaannya.

Tapi jika anak-anak pergi,

situasi akan makin buruk.

Entah mencintai atau membenci, kamu harus menyatukan mereka

dan mencoba menghilangkan semua kesalahpahaman itu.

Begitulah caranya agar lebih akrab.

Benar.

Young Ae tidak sepenuhnya benar.

Orang tua Eun Byul mengirimi ibu obat herbal,

tapi Young Ae langsung mengembalikannya.

Kita tahu sopan santun

dan itu sangat tidak sopan.

Kamu berada di tengah situasi ini, jadi, kamu harus tetap

mempertahankan pendapatmu.

Istriku juga

merupakan ibu mertuanya,

tapi Ibu membuat dia terlihat buruk.

Lalu kenapa? Kamu membelanya?

Aku tidak membela siapa pun.

Hanya saja, istriku jengkel.

Suruh semuanya pulang cepat.

Ayo adakan rapat

dan tentukan dengan pemungutan suara.

Pemungutan suara?

Dengan membiarkan mereka pergi, itu akan melegakan stres Kakak.

Kenapa mereka dibiarkan pergi?

Biarkan mereka berpisah.

Tidak ada perceraian di keluarga kami.

Setiap keluarga pasti pernah bercerai.

Tutup mulutmu jika tidak ingin dipecat.

Ibuku nyaris pingsan karenamu.

Aku minta maaf soal itu.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left