لومړۍ 200 کرښې.
BERDASARKAN KISAH NYATA
Vinny pergi ke hotel yang salah.
- Hotel yang salah? - Yeah.
Sialan, memangnya ada berapa Caesar Palaces di Las Vegas?
Dia akan datang!
Kita akan mulai penimbangan.
Jika Pazienza tidak datang hingga jam 7:00,
dia akan didiskualifikasi.
Sial.
Ash.
Ash, angkat teleponnya!
Halo?
Katakan pada Vinny mereka akan lakukan penimbangan.
Mereka akan lakukan penimbangan.
Tahan dulu. Katakan aku akan datang.
Dia akan datang.
Bagaimana posisinya?
- Bagaimana posisinya? - Dia sedang naik sepeda statis.
Bukan itu, bodoh. beratnya. Berapa berat badannya?
- Berapa beratmu, Vinny? - Aku segera ke sana!
Dia segera ke sana.
139 pound dan tiga perempat.
Sial.
Katakan pada Vinny Timbangan Roger sudah ok.
Mana putramu?
Apa yang kau khawatirkan? Lagipula, kau mau ke mana?
Menghajar putra gaymu yang jerawatan balik ke Boston.
Hey! Hey! Kami dari Providence!
Dia akan datang. Dia akan datang. Dia akan datang.
Tak perlu khawatir. Dia akan datang.
Beratnya akan memenuhi syarat?
Sedikit kejutan untukmu.
Singkirkan kemaluanmu dari hadapanku!
Dia tak bisa berhenti memandangku.
Masih terlihat agak gemuk.
Timbangannya akan mepet.
140 pounds pas.
Yeah!
Di belakangku, Kasino di Caesar's,
dan, ya, malam pertarungan besar.
Juara bertahan Roger Mayweather melawan Vinny Pazienza.
Untuk gelar WBC kelas ringan super...
Intinya adalah, aku siap untuk mati di ring besok malam.
Kurasa dia tak siap untuk berkorban seperti itu.
Tepat sekali. Karena memang tak perlu berkorban.
Anak ini lebih memikirkan sekarat ketimbang tinju.
Itu sudah menjelaskan segalanya.
Sialan, besok malam kau akan mampus.
Aku akan menghujanimu seperti badai.
- Kau harus takut. - Yeah.
Tapi tolong bantu aku, besok beli Tic Tac untuk dirimu.
Dan jika kau sedekat ini besok,
- Aku akan menjatuhkanmu. - Ok.
Kau baik-baik saja, jagoan?
Yeah, yeah. Aku merasa bugar.
Yeah.
Aku tahu siapa dirimu.
- Kau perlu sesuatu? - Tidak, sudah cukup.
- Papa mau apa? Tidur? - Yeah. Besok hari besar.
Hey, kau juga harus tidur.
Yeah, tentu, Pa.
- Ok, selamat malam. - Selamat malam.
Ikutilah kehebohan ini. Wally Cleaver suka the beaver!
Tiup dadunya.
Yeah!
Sayang. kau sudah dapat 100,000 dollar, kan?
Apa tidak sebaiknya kau mundur saja?
Yeah, yeah. Pesan saja jus jeruk lagi.
Aku tidak haus.
- Apa yang kau lakukan di sini? - Aku mau split kartu 10.
Maksudku, kau kan seharusnya istirahat untuk persiapan besok?
- Ini sudah esok hari. - Yeah, santai saja. Ayo lanjut.
Ok, yeah.
Aku tak suka ini.
Lebih, lebih! Ya!
- Sayang, ayo! Yeah, sayang! - Vinny! Vinny!
Ya Tuhan, Vinny!
Yeah. Yeah! Lebih!
Boom!
Dia itu buas.
Siapa yang split sepasang kartu 10 dengan taruhan 20,000 dollar?
Diam kau.
Ayo, Vinny! Ayo!
Pukulan tangan kanan telak dari Mayweather.
Pazienza berhenti melangkah.
Membuat Pazienza waspada.
Apa yang kau lakukan? Ayo fokus.
- Pukulan telak ke arah mata! - Pazienza terluka.
Aku ingin tahu,
apakah kita akan melihat Pazienza di ring lagi
setelah dihajar seperti ini.
Anak itu bernyali besar.
Aku bilang ya, anak itu bernyali besar.
Lebih banyak aksi setelah bel.
Aku bisa tahan pukulanmu seharian!
Kau tak bisa apa-apa! Ayo! Ayo!
- Kutangani. Kutangani. - Aku baik-baik saja.
Kutangani. Kutangani.
Aku bisa. Aku ungguli dia.
Darryl, bagaimana skornya?
Ok, sejauh ini,
107-101, Roger Mayweather unggul.
Kurasa Mayweather menang mutlak.
Pukulan tangan kanan yang bagus.
Pukulan terbaik dalam pertarungan ini.
Kenapa harus diteruskan?
Karena Vinny seorang petarung.
- Tonton dia sampai selesai. - Ya, benar.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa, Bu. Dia masih di sudutnya.
Aku akan hentikan pertarungan ini.
Tak perlu menunggu dokter untuk memutuskan itu.
Kau tak akan mungkin menang angka.
Kau harus jatuhkan dia. Vinny, Kau harus jatuhkan dia.
Hey, jagoan. Jagoan. Kau tidak apa-apa?
- Yeah. Yeah, aku baik-baik saja. - Kau tidak apa-apa? Ok.
Kau bisa. Kau bisa. Ayo kubur dia!
Dua tangan, Vinny!
Oh, Tuhan.
Perhatikan tangannya.
Kau mengalami ketosis.
- Apa itu artinya? - Aku cuma dehidrasi, Pa.
Kami pernah ke gurun pasir, Vinny.
Aku banyak melihat kasus dehidrasi. Bukan seperti ini.
Dok, aku selalu seperti ini. Memang selalu begini.
Kau tak bisa terus-terusan seperti ini.
Yeah. Terima kasih, Dok. Kuhargai itu.
Rasanya aneh, Ma.
Tidak aneh. Jangan kebanyakan garam.
Aku tak bubuhkan garam, Aku taburkan peterseli.
Jika kau tak jatuhkan benda ini...
Jangan terus tangisi gajah porselen itu.
- Ok, ini dia. - Jujur.
Aku tak menangis, aku cuma bilang.
Hey, kau mau siapkan meja, Jon?
Maaf.
Hey, Ma. Kau sudah lihat pertarunganku?
Tidak. Aku tak bisa melihatmu terluka.
Yeah, aku tidak terluka.
Di mana videonya?
Ada di dalam VCR.
Tolong taruh piring ini di sana.
Kau bisa pindahkan benda ini dari meja?
Aku tak bisa lakukan dua hal sekaligus, kan?
Perebutan gelar WBC kelas ringan super.
Jika hanya tergantung pada hasrat dan keinginan,
Pazienza bisa mengalahkan Mayweather, tapi hasrat saja tidaklah cukup,
kecuali kau barengi juga dengan skill.
Di Philadelphia, itu disebut gaya kuno.
Dan untuk kesekian kalinya, mereka saling pukul setelah bunyi bel.
Lou Duva mendekati Roger Mayweather.
Itu salah satu hal terbodoh yang pernah dia lakukan.
Mayweather memukulnya!
Kita bicara tentang seorang pria berumur 60 tahunan...
Vinny, matikan!
- Kita mau makan. - Ok. Aku ke sana.
Bagaimana rasanya dipukul juara dunia?
Dia memukul seperti putra altar.
Menurutmu, apa langkah Vinny selanjutnya setelah pertarungan ini?
Aku tak tahu apakah akan ada pertarungan berikutnya.
Sekarang bukan saatnya untuk mengumumkan,
tapi menurutku, Vinny Pazienza tak usah bertarung lagi.
Saat ini, tinju bagus untuknya dan dia juga bagus untuk tinju.
sebaiknya berakhir sampai di sini saja.
Permisi, maaf.
- Aku sudah kenyang. - Vinny, sayang.
Aku mau nambah.
Menggelikan.
Bahagialah dengan apa yang kau punya.
Itu akan keluar dari kepalanya sekarang...
Pa, tetap tenang.
Aku ingin mereka siapkan pertarungan berikutnya.
Vinny, Angelo, mari masuk.
Angelo. Uh...
Kejutan.
Apa kabar, Vinny?
Jalannya ditutup?
Kita perlu bicara.
Seharusnya kau telepon dulu.
Kau tahu aku tak suka bertemu di rumah.
Yeah, dan seharusnya kau berpikir dulu sebelum membuka mulut
dan mengatakan pada dunia putraku akan pensiun.
- Baiklah, baiklah. - Ayo, Lou. Mari kita bicara.
- Ayo. - Baiklah. Mari kita bicara.
Vinny belum tamat, Lou.
Bahkan kalaupun dia sudah tamat, tak perlu kau umumkan di HBO.
Apa-apaan.
Vinny yang akan memutuskan kapan dia berhenti.
Aku berharap kita bicara terlebih dahulu tapi ini bukan dunia yang sempurna.
Tidak apa-apa. Lou, aku butuh pertarungan lagi.
Kenapa ambil nafas panjang?
Sesuai kontrak, kau masih berhutang satu pertarungan lagi.
Pa.
Begini, Vinny,
yang kumaksudkan adalah
Kurasa kau harus mulai memikirkan hal yang lebih penting.
Kakakmu akan menikah. Kau harus memikirkan hal yang sama.
Berkeluarga.
Apa hubungannya dengan dia berttinju?
Pa, kumohon.
No comments yet. Be the first to leave one.