لومړۍ 200 کرښې.
Dia menyerahkan dokumen rahasia Miseong
kepada media.
Kamu sungguh melakukan itu?
Hwa Kyung.
Katakan. Apakah itu benar?
Aku membesarkan putri palsu selama lebih dari 20 tahun,
dan ini caramu mengkhianati kami?
Apa? Kamu menyerahkan dokumen rahasia Miseong?
Pikirmu, setelah ini kamu bisa hidup sebagai putriku?
Keluar.
Keluar dari rumahku.
- Ibu. - "Ibu"?
Kenapa aku ibumu?
Keluar.
Keluar dari rumahku.
Hentikan, Sayang. Tenanglah.
Kamu juga tahu, Yeon Hee?
Bahwa dia palsu?
Tapi aku tidak ingat apa pun.
Hwa Kyung meninggal
saat berusia tujuh tahun,
tapi aku tidak mengingatnya.
Itu membuatku gila.
Kini setelah kamu tahu dia bukan bagian keluarga kita,
tidak ada alasan bagi kita untuk mempertahankannya.
Ayah.
Aku berbicara tanpa berpikir
karena marah.
Tetap saja,
aku membesarkannya selama 20 tahun. Tidak bisa mengusirnya begitu saja.
Dia membocorkan rahasia perusahaan, dan mungkin bisa lebih buruk.
Kita tidak bisa mengambil risiko itu.
Myung Joon.
Bagaimana menurutmu?
Hwa Kyung telah menjadi putriku selama 20 tahun.
Namun,
aku tidak bisa memaafkannya karena membahayakan perusahaan.
Sayang.
Kini usianya 27 tahun.
Dia bisa tinggal di apartemen studio
dan kita masih bisa membantu keuangannya.
Kurasa dia tidak perlu tinggal bersama kita.
Sulit menerima seseorang yang tidak berhubungan darah
dan dia bisa menjadi ancaman bagi perusahaan.
Kita tidak perlu membahas ini lagi.
Suruh dia pergi.
Ibu.
Kamu tadi sangat terkejut?
Ibu.
Ibu baik-baik saja?
Apa Kakek sangat marah?
Aku
harus pergi lagi?
Kenapa kamu membocorkan rahasia perusahaan?
Kamu tahu apa artinya itu bagi kakekmu?
Itu bukan hal yang akan sangat merugikan perusahaan.
Aku punya alasan memberikan itu.
Bisakah Ibu bicara dengan Kakek untukku?
Dia akan mendengarkan dan melakukan apa pun permintaan Ibu...
Ini juga sulit bagi ibu.
Semakin sulit
bagi ibu
untuk melihatmu.
- Ibu. - Ini memang salah,
tapi di dalam hati,
amarah ibu terus mendidih.
Memikirkan masa-masa
saat kita bersama adalah kebohongan...
Benar-benar gila.
Kenapa itu bohong?
Ibu bilang
waktu yang kita habiskan bersama,
tawa dan air mata,
semilir angin yang kita rasakan, langit yang kita lihat,
dedaunan tempat kita tersenyum.
Semua kenangan itu lebih bernilai daripada apa pun.
Benar.
Namun...
Namun,
Itu tidak mengubah fakta bahwa kamu
bukan Hwa Kyung yang asli.
Beri ibu waktu.
Bisakah kamu melakukan itu?
Terima kasih telah membesarkanku dengan baik.
Aku sudah menyuruhmu untuk merahasiakannya dari Yeon Hee.
Sudah telanjur.
Jika bisa kuperbaiki, akan kulakukan.
Kamu membocorkan rahasia perusahaan.
Menurutku, kamu tidak bisa memperbaiki itu.
Lupakan soal Yeon Hee.
Pikirmu kamu bisa meyakinkanku?
Aku tahu bahwa keluarga sangat berarti bagimu.
Kini kamu tahu bahwa aku bukan keturunanmu,
- kini aku... - Benar.
Bagiku, keluarga sangat berarti melebihi apa pun.
Anak itu satu-satunya pewaris yang kumiliki.
Akan kulakukan apa pun agar dia kembali.
Aku tidak mau melihatmu lagi.
Kini kamu bebas untuk pergi.
Dan jangan pernah melewati ambang pintu Miseong lagi.
Hwa Kyung sudah pergi?
Kasihan sekali.
Dia sudah lama hidup sebagai putriku
dan pewaris Miseong.
Dia kehilangan segalanya dalam sehari.
Dia pasti sangat sedih.
Rasanya seperti langit runtuh.
Bagaimana perasaanmu?
Apa maksudmu?
Apa pun perkataan ayahmu,
jika kamu menolak mengusir Hwa Kyung,
dia akan menurut.
Dia membocorkan rahasia Miseong.
Itu tidak bisa dimaafkan,
tapi dia akan mempertimbangkan permintaanmu.
Aku tidak yakin bagaimana perasaanku.
Aku masih menyayanginya
dan menganggapnya putriku,
tapi saat melihatnya,
aku terus berpikir
bahwa Hwa Kyung telah meninggal.
Aku terus memikirkannya saat dia berusia tujuh tahun
dan aku tidak tahan.
Aku juga merasakan hal yang sama selama 20 tahun terakhir.
Aku paham perasaanmu.
Kini kita harus bagaimana?
Bagaimana kita bisa hidup tanpa dia?
Kamu punya aku. Aku akan melindungimu.
Kamu akan melindungiku?
Padahal kamu tidak bisa mengurus
Han Joo Won atau Han Woo Jung?
Yeon Hee.
Kini aku tidak punya siapa pun.
Hwa Kyung sudah pergi
dan kamu juga akan meninggalkanku.
Tidak, Yeon Hee, aku tidak akan meninggalkanmu.
Aku akan tetap bersamamu apa pun yang terjadi.
Aku akan mengurus Han Joo Won dan Han Woo Jung, tunggulah.
Jae Bin.
Kamu bisa menjemputku?
Keluargamu sungguh mengusirmu?
Kini semuanya berakhir.
Ibu mengabaikanku
dan itu sama saja seperti didorong ke jurang.
Aku bukan Shin Hwa Kyung.
Atau pewaris Miseong.
Kamu telah tinggal bersama mereka selama 20 tahun.
Bukankah ini terlalu kasar?
Bagaimana aku hidup sekarang?
Siapa yang harus kuandalkan
dan kuanggap sebagai keluarga?
Aku tidak punya siapa-siapa lagi.
Aku di sini untukmu.
Aku akan menjadi teman dan keluargamu.
Ada apa?
Ini hotel yang kali terakhir kamu menginap. Tidak suka?
Mau kuantar ke hotel lain?
Jika aku tinggal sendirian di hotel,
kurasa fakta bahwa aku diusir akan memengaruhiku.
Dan aku takut
aku akan sakit jika sendirian, seperti sebelumnya.
Tapi mau bagaimana lagi?
Tidak bisa begini. Mari ke tempat lain.
Ke mana?
Ikuti aku saja.
Ayo.
Mari lihat.
Ayo, cepatlah.
Kamu membawaku ke rumahmu?
Itu akan membuat keluargamu tidak nyaman.
Ini rumah kecil dengan keluarga besar,
tapi semuanya baik. Mereka akan menyambutmu.
Ayo ke dalam.
Ayo, masuklah.
Masuk.
Astaga, apa yang terjadi?
Kenapa Nona Shin di rumah kita selarut ini?
Dan kenapa membawa koper?
Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi sekarang.
Ada apa?
Hwa Kyung bermasalah dengan keluarganya.
Jadi, aku berharap dia bisa menginap bersama kita selama beberapa hari.
Kenapa wanita kaya seperti dia menginap di tempat kita?
Apa ini idemu?
Atau dia juga menginginkannya?
Aku paham kalian pasti kaget karena ini terjadi tiba-tiba.
Ini memang tidak sopan, tapi aku sedang dalam masalah.
Bolehkah aku tinggal di sini selama beberapa hari?
Ya, Ibu.
Astaga.
Hwa Kyung, masuklah.
Jae Hee, bisa bawakan kopernya ke kamarmu?
- Ke kamarku? - Dia tidak bisa tidur di kamarku.
Hwa Kyung, masuklah. Tidak apa-apa.
- Baik. - Lewat sini.
Kamu harus menjelaskan ini.
Ada masalah dalam keluarganya,
tapi itu urusan pribadinya, jadi, aku tidak berhak bercerita.
Tapi dia bisa sakit dan menderita jika menginap di hotel sebelumnya.
Kakak juga tahu itu, Do Bin.
No comments yet. Be the first to leave one.