Like Father, Like Son (Soshite chichi ni naru)

Like Father, Like Son (Soshite chichi ni naru) (そして父になる)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Like Father, Like Son (2013) Bluray 720p
د لخوا تبصره Irwan19

تګونه

BluRay
720p
720
په خپور شو: 2014-05-07
ډاونلوډونه: 186
د اوریدلو معیوبیت: Yes

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Silahkan masuk.

Terima kasih.

NOVEMBER

Tolong sebutkan nama,

umur dan tanggal lahirmu.

Namaku Nonomiya Keita, dan umurku 6 tahun.

Ulang tahunku tanggal 28 Juli.

Menurut anda Keita lebih mirip siapa,

ayahnya, atau ibunya?

Sepertinya mirip istriku, karena wataknya yang lembut

dan kebaikannya pada orang lain.

Dia punya kekurangan?

Mungkin ada satu hal:

Dia ingin melakukan segala sesuatunya dengan tenang.

Tampaknya dia tak keberatan untuk mengalah.

Bagiku, sebagai ayahnya, itu sedikit mengecewakan.

Keita, apa musim favoritmu?

Musim panas.

Dan apa yang kau lakukan musim panas lalu?

Aku berkemah dengan ayah

dan bermain layang-layang.

Apa ayah pandai bermain layang-layang?

Sangat pandai.

Fukuyama Masaharu

Ono Machiko

Maki Yoko

Lily Franky

Penulis Skenario dan Sutradara Koreeda Hirokazu

LIKE FATHER, LIKE SON

Sudah berubah?

Mereka pasti melakukannya dengan baik.

Ini bukan stadion yang kukenal.

Pelankan suaramu.

- Aku di sini! - Kau banyak belajar?

Para orangtua sekalian, sudah cukup untuk hari ini.

Semoga selamat sampai di rumah.

Terima kasih.

Keita.

Bukankah aku belum pernah mengajakmu berkemah?

Lalu kenapa kau bilang seperti itu?

Kepala sekolah yang menyarankannya.

Kau sudah belajar banyak hal di sekolah...

Kau juga bilang: "Telur dadar buatan ibu."

- Kau berhasil lulus? - Ya.

- Kau sudah menggambar balonnya? - Ya.

- Dengan monster yang baik. - Monster yang baik?

Sial, kau berhasil memergoki aku!

Aneh sekali melihat anda ada di sini di hari Sabtu.

Aku bermaksud pergi sebelum kau tiba.

- Modelnya terlihat sangat bagus. - Terima kasih.

Aku sudah memeriksanya tiga kali.

Giliranmu.

Aku tak akan merepotkanmu lagi. Aku akan pergi.

Aku tak akan lama, bagaimana kalau kita cari makan?

Aku berencana pergi ke bioskop bersama istriku.

Terima kasih untukmu dan kerja kerasmu.

Aku jadi punya waktu untuk bersama keluargaku.

- Aku mengandalkanmu. - Aku hargai itu.

Itu arah selatan dan itu utara, bukan begitu?

Ya, mataharinya terbit dari sini.

Aku akan menaruh sepasang keluarga di taman.

- Bersama anjingnya? - Ya, akan terlihat seperti kehidupan sehari-hari.

Semuanya,

bos mengajak untuk memesan makanan, ini sampai larut malam.

Kalian bisa memilih antara pizza, nasi dengan daging...

Aku tak keberatan dia masuk ke sekolah swasta.

Ryota berpikir sebaiknya mulai berusaha dari sekarang demi masa depannya.

Teleponnya berdering.

- Mau mengangkatnya? - Itu pasti ayah.

Akan kuceritakan padamu tentang bibi, sampai jumpa.

Siapa?

Ini ayah.

Kau pulang untuk makan malam?

Kukira kau akan pulang larut.

Bukankah seharusnya dia berlatih piano?

Dia sudah menyelesaikan ujiannya, jadi sesekali...

Dia harus disiplin.

Jika kau melewatkan satu hari...

Kau akan tertinggal 3 hari untuk mengejarnya, aku tahu.

Ayo, Keita.

Waktunya berlatih piano.

Ayo, mainkan.

Kau sudah makan malam?

Bak mandinya sudah siap.

Nyaris tak makan, hanya sepotong pizza.

Kenapa kau tak mengirim pesan?

Ada sesuatu untuk dimakan?

Akan kubuatkan pasta.

Minura mengirimi pasta buatan sendiri.

Sepertinya enak, ayo makan.

Jangan terlalu lama memasak pastanya.

Jangan cemas, aku akan berhati-hati.

Jangan makan telur di malam hari, terlalu banyak kolesterol.

Satu saja tak akan berpengaruh, bukan begitu, Keita?

Dihukum!

Kenapa aku dihukum?

Ayo, coba sekali lagi.

Kuharap Minura baik-baik saja dengan pekerjaan barunya.

Dia pasti baik-baik saja.

Dia ditakdirkan untuk hidup di pedesaan.

Sepertinya kau tak peduli.

Dulu kau selalu melindunginya.

Tak ada waktu untuk dihabiskan pada pecundang.

Dengar, menurut anggapanmu, aku juga seorang pecundang.

Dia sudah tidur?

Dia lelah dan tertekan.

Kita sudah berusaha yang terbaik, sekarang tergantung dia.

Dia berusaha keras, ingin menjadi seperti kamu.

Menurutmu dia sudah tumbuh dewasa?

Menurutmu begitu?

Sepertinya dia bilang pada Daichi untuk membiarkannya sendiri.

Berharap saja itu benar.

Zaman sekarang, kebaikan itu jadi kelemahan.

Saat wawancara kau bilang itu adalah kelebihannya.

Seharusnya kau lebih sering memujinya.

Cukup salah satu dari kita saja yang memanjakannya.

Boleh masuk?

Terima kasih sudah mengambil libur.

Keita senang sekali.

Aku senang bisa menghabiskan hari Minggu bersamanya.

Aku akan punya banyak waktu luang setelah proyek ini selesai.

Sudah enam tahun aku mendengar kau berkata seperti itu.

Benarkah?

Ya.

Aku hampir lupa.

Ada telepon dari RS Maebashi.

Rumah sakit apa?

Tempat aku melahirkan Keita.

Ya, dan?

Entahlah, mereka bilang ingin bicara dengan kita.

Membicarakan apa?

Mereka akan mengatakannya saat kita di sana.

Aku cemas.

Kuharap bukan hal buruk.

Anak tertukar?

Itu biasanya yang terjadi di masa lalu, saat kami dilahirkan.

Benar.

Kebanyakan kasus terjadi pada akhir 1960-an.

Berdasarkan pengalaman itu,

kami mulai menuliskan nama dengan tinta

di telapak kaki bayi yang baru lahir.

Kalau begitu, apa yang terjadi?

Kalau begitu...

bagaimana kalian tahu anak itu bukan anak mereka?

Tes darah yang dilakukan saat dia masuk sekolah

tak cocok dengan orangtuanya.

Tapi anak kami... Tidak.

Kalian yakin?

Kalau begitu, Keita...

bukan anak kami?

Ada tiga bayi laki-laki yang lahir di hari yang sama di rumah sakit itu.

Pertama-tama kita harus melakukan tes DNA.

Kemudian kita akan tahu...

Dua lagi, satu lagi.

"SELAMAT, KEITA"

Ayo, bersama-sama.

Keita, selamat karena berhasil lulus ujian masuk.

- Baik. - Ayo tiup.

- Begitu cara melakukannya! - Bagus.

- Tomatnya enak. - Sungguh?

Ayo makan.

Buka mulutmu.

Udang.

Udang.

Coba lihat.

- Itu bagus sekali. - Bagus sekali.

Sekarang.

Bagus sekali.

Mau melihatnya?

Tekan di sini.

- Jika tekan ini, kau akan melihat foto sebelumnya. - Ya.

- Ayo, sekali lagi. - Dan jika menekan ini...

Keempatnya bersama-sama.

Keempatnya bersama-sama.

Keempatnya bersama-sama.

Keempatnya bersama-sama.

Buka mulutmu.

"Hasil tes nomor 1, dari Nonomiya Ryota,"

"Hasil tes nomor 2, dari Nonomiya Midori"

"Hasil tes nomor 3, dari Nonomiya Keita"

"menunjukkan mereka tak berhubungan."

"Kesimpulan."

Sekarang aku mengerti.

Itu sebabnya aku bertanya padamu

apa rumah sakit daerah itu cukup aman.

Ibu yang menyarankan untuk ke sana.

- Dan kakakku. - Itu tak cukup.

Kau sangat sibuk.

Aku merasa kesepian.

Setidaknya ibuku bisa datang menjengukku.

Bagaimana bisa aku tak menyadarinya?

Aku ini ibunya.

- Ya, di sini. - Kami terlambat.

Sudah kubilang untuk mengisi bensin.

Ini mereka.

Maafkan kami, kami menyesal datang terlambat.

Istriku tiba-tiba menyuruh...

supaya aku berganti pakaian sesaat sebelum berangkat.

Selamat siang.

- Keluarga Saiki. - Selamat siang.

More Indonesian subtitles for Like Father, Like Son (Soshite chichi ni naru)

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left