لومړۍ 200 کرښې.
Pesawat pembom.
Pasti mereka ratusan orang.
Mereka merasa gembira membom Jerman.
Kita dapat satu target.
Dia memasuki jalur.
Viktor Bruno five-mine.
Pesawat masuk.
Sektor H.
Aku tak mau menjadi bajingan itu.
Pemimpin Koboi, ini Koboi Tiga.
Kami kehilangan dua mesin.
Pak, mesin tiga mati.
Will, kau dengar?
Masuklah, Will, kau dengar?
Will!
Will, kau mendengarku?
Mesin terbakar!
Will, ajak semua orang ke ruang radio.
Mesin terbakar!
Kita harus lompat!
Aku tetap di pesawat. Aku yang kemudikan pesawat ini.
Bersiaplah untuk benturan.
Ayo, berdiri!
Pertahankan dengan stabil.
Seribu kaki!
Sembilan ratus kaki!
Tetap di posisi!
Bersiap benturan!
Sial!
Benar-benar sial!
Sialan!
Dimana kita?
Bukan tempat bagus.
Laporan singkat mengatakan Jerman tak punya orang sejauh ini ke Prancis.
Kita mungkin aman.
Mereka benar-benar membual.
Dimana Will?
Will!
Will.
Ayo.
Ayo.
Kapten membutuhkanmu.
Kita tak mencapai target. Kita mendapat anti serangan udara...
Aku tahu, aku agak terganggu, tapi apa yang kukatakan...
Di mana Pete?
Tewas.
Begitu juga Bosch dan Littleton.
Astaga.
Pak, kita dimana?
Kita mendapat anti serangan udara di dekat sungai Rhine.
Kita mulai menurun...
selatan dengan barat daya.
Jadi, ini mungkin...
Bow-vee-ay.
Bouvier.
Empat puluh mil dari Jerman.
Pak,
garis depan cukup dekat, bukan?
Jika memotong ke barat, mungkin kita akan bertemu mereka.
Mau bagaimana lagi?
Will...
Kau bisa bahasa Prancis?
- Ya. - Bisa menembak?
Ya.
Kelly, ambil senapan dan pistol suar.
Hai,
Aku mau kau masuk ke rumah itu.
Jika ada orang di sana, mereka berbahasa Prancis,
mereka di pihak kita.
Aku mau kau ke loteng.
Jika melihat Jerman datang,
tembak suar sangat rendah agar mereka tak melihatnya, paham?
Mengerti?
Jadi kami bagaimana?
Baiklah. Aku mau kau mulai menembak pesawat ini.
Apa pun yang bisa kau bawa, oke? Kita keluar dari sini.
Pergi ke loteng.
Ayo! Ambil semuanya. Ayo pergi.
Temukan rute buat kita?
Sial,
bukankah Patton baru minum Saint-Dizier beberapa hari lalu?
Itu cuma 120 mil ke belakang.
Jarak kita pasti dekat.
Kita akan melaluinya.
Ayo.
Hei, ada suar.
Jerman!
Teman-teman, mereka punya semacam tank.
Penembak senjata mesin.
Ya, buat terlihat seperti kita tak tahu.
Itu satu-satunya kesempatan kita, oke?
Ambil senjata. Tetap tiarap.
Tunggu aba-abaku untuk menembak, paham?
Ayo!
Halo.
Namaku Kolonel Martin Bach
dari Pasukan Pengamanan Jerman.
Mungkin kalian lebih mengenalnya sebagai SS.
Kalian mau menyerah padaku.
Berapa banyak kalian di sana?
Sistem kelistrikanmu rusak.
Tak ada senjata bisa beroperasi,
hanya senapan mesin sisi kananmu
bisa mencapai kami di sudut ini.
Sekarang, amunisinya tak ada.
Jadi...
Pada hitungan ketiga,
kau akan beri tahu berapa banyak orang di sana,
atau tank-ku terpaksa menembak pesawatmu berkeping-keping.
Berapa banyak kalian di sana?
Satu,
dua,
- tiga. - Lima!
Mana sisanya?
Mereka mati.
Penembak ekor, Penembak lambung, pengebom, semuanya mati.
Penembak senapan mesin juga tewas dalam kecelakaan itu.
Bagaimana para penembak senapan mesin mati?
Tak ada sabuk pengaman.
Bodoh.
Bolehkah aku berasumsi kalau kalian tahu bahwa tak ada peluang untuk kabur?
Ya, kami tahu.
Bagus.
Keluar perlahan, satu per satu,
dan berdiri di depan sayap.
Apa target kalian?
Kalian sekarang tawanan Jerman.
Kalian tahu berapa banyak manfaat yang dimiliki Jerman untuk para tahanan?
Sama sekali tidak.
Bagi kami,
kalian seperti serangga
untuk dihancurkan.
Jadi,
aku akan tanya lagi.
Apa targetmu?
Ini pesawat pembom, ya?
Ya.
Dan kau serta 200 pesawat pengebom lainnya
yang terbang beberapa menit yang lalu
sedang dalam perjalanan untuk membom target di Jerman, ya?
Itu benar.
Lalu sasaran apa yang kau bom?
Hei, Jerry, ini targetmu, brengsek.
Apa targetmu?
Aku pilotnya.
Itu rel kereta api di Munich.
Terima kasih.
Apa pasukan Jenderal Patton
melanjutkan perjalanan ke Grand Marseille
atau pergi ke Nantes?
Aku tak tahu.
Apa pasukan Jenderal Patton
pergi ke Grand Marseille
atau melanjutkan ke Nantes?
Persetan.
Tetap waspada.
Kau dan kau,
ke lapangan. Cepat.
Cepat!
Tak apa.
Berhenti!
Apa Jenderal Patton akan ke Grand Marseille atau Nantes?
Kami tak tahu.
Kami cuma awak pesawat. Kami tak tahu posisi pasukan.
Bilang padaku, kau pasti tahu.
Selamatkan angotamu dan beritahu aku.
Aku tidak... Aku tak tahu.
Aku tak tahu. Aku...
Mungkin Munchen.
Dia bilang... Mungkin Munich. Dia bilang Munchen.
Munich?
Apa targetmu selanjutnya?
Sumpah.
Sumpah, aku tak tahu
Baik. Stuttgart.
Kau bohong!
Beri tahu aku!
Aku tak tahu. Stuttgart.
Itu pasti Stuttgart.
Oke? Jika Patton mengirim anak buahnya ke sini,
maka itu pasti Stuttgart.
Rek kereta api memasok Angkatan Darat Jerman.
Seluruh kelompok bom akan terus mengincar
rel kereta sampai, sampai Patton bergerak.
- Kau... - Tolong, dengarkan aku.
Hentikan.
Ini cuma dugaan.
TIDAK!
Apa pasukan Patton akan pergi ke Grand Marseille atau Nantes?
Mati saja kau.
EMPAT LAGI DITEMUKAN MATI MASIH BANYAK LAKI-LAKI HILANG: MUNGKIN BERHUBUNGAN DENGAN BERLIN
Siapa yang lapar?
Kalian pasti lapar sekarang, kan?
Sudah 15 jam.
Kau lapar?
Apa itu diracuni?
Entah menurutmu siapa kami ini,
tapi aku tak punya apa-apa untuk diberikan padamu.
Aku manajer kantor pinjaman kecil di dekat alun-alun.
Jika kau mau pinjaman, aku bisa menyetujui pinjamanmu,
No comments yet. Be the first to leave one.