لومړۍ 200 کرښې.
Kau tertidur?
Apa? Kau tahu juga?
Lihat, hari ini matahari terbenam berwarna merah.
Hei, kau dengar?
Tidak! Tidak!
Tidak!
Tolong hentikan...
Apa kau berhenti saat dia
menanyakan itu?
Apa dengan menyiksa seseorang
membuat semua penderitaan hilang?
Tidak!
Katakan, apa kau tak pernah marah saat diperlakukan seperti ini?
Hei.
Jika tidak, aku akan selalu mengganggumu.
Apa kau tidak apa-apa?
Aku bertanya padamu.
Jadi, tidak apa-apa?
Jadi tidak apa-apa?
Tolong hentikan...
Tolong hentikan...
Wow.
Itu pertama kalinya kau memintaku berhenti.
Benar? Kau baru saja memintaku berhenti, kan?
Bukankah menurutmu kau bisa saja menentangku?
O bayangan yang menyedihkan terikat dalam kegelapan...
Meremehkan orang dan menyakiti mereka...
Jiwa yang tenggelam dalam dosa...
Kau mau lihat seperti apa kematian itu?
Tidak... Hentikan...
Tidak!
Apa yang harus kulakukan...
Apa yang harus kulakukan?
Tidak ada gunanya
menyesalinya.
Aku sudah mengirimnya ke neraka.
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Ma, mengenai rumor itu kembali pada dirimu, soal "Hell's Correspondence"...
Apa kau tahu itu akan kembali populer hari ini?
Oh. Aku mengerti.
Tidak apa-apa jika aku menulis tentang itu, kan?
Ini ceritanya waktu itu.
Gadis SMA Hilang.
Murid yang hilang Yamada Kaede.
Bukankah lebih baik jika kau menulis tentang berhala (patung) lagi?
Kejahatan, legenda perkotaan, skandal, berhala.
Aku sudah menulis semuanya.
Setidaknya kau sudah berusaha meremehkan orang tua seperti aku.
Maka itu berarti...!
Begini saja,
saat Hell Girl datang mau menjemputmu,
aku pasti akan mengambil fotonya!
Kalau begitu, akan kubawakan minuman.
Tidak... tidak!
Aku tidak mau pergi! Tidak! Tidak! Tidak!
Ma!
Mama!
Ny. Kudo? Ny. Kudo?
Ny. Kudo? Kau bisa mendengarku?
- Ambilkan ECG. - Baik.
Ny. Kudo? Ny. Kudo? Ny. Kudo?
Kau baik-baik saja? Ny. Kudo? Kau bisa mendengarku?
Hell Girl
Coba lihat ini?
Ibuku berusaha balas dendam lewat Hell's Correspondence dan telah jatuh ke lubang neraka.
Tepat 12 tengah malam,
saat kau mengakses situs web Hell's Correspondence,
dan memasukkan nama seseorang yang kau benci,
mereka akan masuk neraka.
Kalau begitu aku akan mengirim Tsubaki SMA Ora Natsuko ke neraka.
Punya dendam dengan pacarmu, apa tidak menakutkan saat diambil!
Tidak, tidak! Wajar saja membencinya!
Baru tiga bulan-loh! Terlalu cepat!
Ngomong2, ibu penulis artikel ini sudah memesannya ke Hell's Correspondence dan orang itu hilang beneran.
Hah? Tapi apakah ada internet saat itu?
Jika tidak salah, sudah di iklankan di surat kabar saat itu.
Kau, kau harus menelepon untuk memesannya.
Jadi kau bisa mengaksesnya?
Yang kudengar jika kau betul2 tidak punya dendam, kau tidak akan bisa terhubung.
Juga, yang kudengar para pemohon juga akan tetap masuk neraka setelah mereka mati.
- Apa-apaan ini? - Aku akan lolos.
Ini seperti "Jika ada orang yang mengutuk orang lain, mereka akan menderita akibat kutukan mereka."
- Menakutkan! - Aku tahu.
Aku tidak mau masuk neraka.
Hei, Miho.
Sepertinya kau tidak tertarik.
Ya aku tertarik. Itu tidak benar.
Engga usah senyum-senyum.
Maaf.
Aku bercanda. Aku hanya bercanda!
Jangan dianggap serius. Ayolah!
- Kau menakuti Miho. - Uda aku makan separuhnya. Mau?
Tidak mungkin aku mau makan itu!
Permisi, kau punya tiket lagi?
Kau tak punya tiket?
Terima kasih sudah menunggu. Pertunjukannya akan segera dimulai.
Maaf membuat kalian menunggu.
Sudah berulang kali aku bersikap munafik
Aku ingin keheningan.
Menghirup kedamaian dekorasi ala kadarnya.
Mengabaikan kebangkitan dari kekacauan
Babi yang tidak berguna tidak tertinggal
Tangan penebusan masih tertidur
Aku akan membuatnya sebagaimana mestinya
Aku akan membawamu ke sana
Dunia dari kekacauan yang nyata diujung kehancuran
Rebutlah langit terangi kegelapan
Berdiri dan hancurkan dunia busuk ini
Dan keluar dari kepompong
Sampah!
Kau berisik sekali!
Tunggu. Apa yang kau lakukan?
Bajingan ini sudah melecehkanya.
Benar?
Ya, ya.
Haruskah aku hubungi polisi?
Maafkan aku...
Aku tak bisa mendengarmu!
Tidak, engga perlu.
Jangan pernah kembali.
Jangan lagi mengacaukan Konser Maki.
Aku Nanjo Haruka.
Aku Ichikawa Miho.
Ayo.
Aku bosan mendengarkan sanjungan biasa
Buang jauh-jauh tipuan
Sadarlah dan jadilah dirimu yang sebenarnya
Aku akan meminumnya sampai habis hal-hal yang tidak bermoral
Kenakan tabir hitam
dari nyanyian nafsu
Haruka.
Si cabul itu?
Ya.
Orang itu tidak hanya mengotori acara Maki,
tapi sudah melecehkan gadis cantik sepertimu.
Dia pantas mati.
Tidak, tidak. Aku sama sekali tidak cantik.
Kau terlalu merendah.
Kau begitu lucu dan cantik.
Aku bisa lihat cantiknya seseorang.
Apa? Tidak mungkin.
Terima kasih banyak.
Kau selalu datang ke konser sendirian.
Kau menonjol karena kau manis.
Aku juga selalu datang sendirian.
Karena aku tak punya teman yang menyukai Maki.
Teman-temanmu tak punya selera.
Hei, Maki.
Apa kau mau bergabung dengan kami untuk secangkir teh?
Kalian saling kenal?
Tentu saja tidak.
Kau tahu...
kedengarannya suaramu bagus.
Apa?
Coba nyanyi.
Kita tidak berada di bar karaoke.
Kau mau jadi bagian chorus di band kami?
Kita bisa hancurkan dunia busuk ini bersama-sama.
Audisi buat penyanyi chorus.
Gedung konser baru yang diproduksi oleh Maki,
"Dark Stardust", sedang mencari
chorus untuk konser pembukaannya.
Kau bisa ikuti audisi jika kau dapatkan kartu ini dari Maki atau rekan-rekannya.
Ini luar biasa, Haruka!
Beneran aku harus mengikuti audisi?
Ya.
Aku mau tahu apa yang harus kulakukan.
Jika Miho datang, aku akan memikirkannya.
Apa?
Terserah.
Ini tiket konser salah satu chorusku, seorang gadis bernama Mikoto.
Waah. Pikirku Maki akan marah.
Aku gemetar.
Jika kita diremehkan, itu sudah berakhir.
Mula-mula, kita perlu menggertak.
Haruka, itu menakutkan.
Tapi bisakah aku jujur padamu?
Tanganku masih gemetar.
Mereka keringatan.
Aku punya teman baru.
Aku juga.
Ayo pergi ke konser ini.
Tapi siang hari. Aku harus sekolah.
Sampai ketemu jam 12 di Hachiko.
Jika kau tidak datang, aku akan menjemputmu.
Aku serius.
Ada apa?
Ah. Bukan apa-apa. Tidak apa-apa.
"Aku tidak bisa menahan bersin."
Ini pepatah di mana orang selalu bilang mereka bersin itu karena ada seseorang yang membicarakanmu.
Ah! Kau disana! Miho, ayo pergi!
Sudah kubilang aku akan menjemputmu.
Siapa kau?
Aku kakak Ichikawa Miho.
Bohong! Miho tidak punya saudara perempuan!
Jangan katakan hal yang bodoh. Tidak masalah!
Beraninya kau bicara seperti itu!
Jangan buat keributan. Jangan meremehkanku.
Kau mengenalnya, Miho? Aneh.
Ayo.
No comments yet. Be the first to leave one.