لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh : faridusman IDFL™ SubsCrew
Aku merindukanmu.
Aku terus memikirkanmu.
Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa mengendalikan pikiranku.
Tapi...
Kurasa aku sudah tahu sekarang.
Hentikan.
Lepaskan aku.
Ow!
Dengarkan aku.
Terkadang saat aku minum-minum, aku berubah jadi orang bodoh.
Aku memukul siapa saja, dan mengomel pada siapa pun juga.
Aku mengatakan hal yang gila dan melakukan hal yang gila pula, jadi...
...cukup lupakan yang kukatakan semalam.
Itu semua omong kosong, dan aku tidak bermaksud mengatakan itu.
Dan Ah.
Aku akan pergi dari negara ini.
Kau mau pergi?
Ya, aku akan pindah.
Aku akan naik pesawat dalam waktu 230 hari.
Jadi...
...jangan bicara sembarangan.
Karena aku tidak ingin terlibat dengan pria mana pun.
Mengerti?
Mengerti tidak?
Jawab aku.
Cepatlah mulai bekerja.
Sadarkan dirimu.
Kalau dia meluluhkanmu, maka kau sudah selesai.
Aku tidak bisa memaafkannya. Aku akan menghancurkannya!
Hah? Sedang apa kau di sini?
Lehermu nanti akan sakit, lho.
Matamu akan langsung gulung tikar.
Ugh, dasar.
Hei, kenapa kau selalu makan yang begituan saat makan siang?
Lebih baik datang ke tempat kami dan makan seolleongtang.
Jangan ikut campur.
Kenapa kau ikut campur apa yang kumakan?
Hanya orang-orang bodoh yang mengatakan hal seperti itu.
Berhenti. Kau membuatku tidak berselera.
Selera makanmu-- hei kau!
Kau lupa akan janjimu?
Kau bilang akan tersenyum manis padaku kalau aku mengeluarkan Ahjussi-mu!
Kau juga mengatakan, "Aku bahkan akan berbisik 'aku mencintaimu' di telingamu!"
Kau tidak ingat?
Terserah.
Aku tak berniat melakukan itu, jadi taruhlah dia kembali dalam penjara kalau kau mau.
- Apa? - Masukkan dia kembali!
Dia akan senang jika dia makan makanan penjara.
Kenapa kau tiba-tiba begini?
Pasti Ahjussi-mu tidak datang menemuimu, 'kan?
Memang, aku benar.
Mengertilah sedikit.
Ahjussi-mu itu punya banyak sekali teman.
Dia mungkin bersama mereka, dan mungkin dia bebas dari mereka.
Lalu siapa yang kau pertahankan?
Kau dulu bertingkah seperti Gandhi. Sekarang kau sudah berubah?
Ya, aku memang Gandhi. Kenapa, kau tidak tahu?
Bermaafan, keharmonisan, kedamaian.
Dan cinta!
Kau pasti gila!
Benar, aku ini gila.
Ah, wilayah ini memang punya cara untuk jadi gila!
Mereka membuatku menjadi pria jahat, lalu mengubahku jadi orang baik.
Mereka menujiku, lalu meledekku.
Puji aku, ledek aku. Puji aku...
Makanlah. Aku juga tidak tahu yang kukatakan.
Sampai jumpa.
Peace.
Apa ini?
Kenapa dia bertingkah begitu?
Kau tadi dari mana?
Um, hanya keluar sebentar untuk merokok.
Berhenti merokok!
Jangan menyapa para pelanggan saat kau bau rokok!
Ya, aku mengerti.
- Duduklah. - Ya.
Aku bertemu dengan Tim Manajemenku...
...dan kami telah memutuskan untuk membuka cabang lagi pada saat bersamaan.
- Pada saat bersamaan? - Benar.
Seluruh blok ini akan menjadi deretan restoran di wilayah ini.
Dan deretan restoran saat ini akan disingkirkan, seperti Hanyang Seolleongtang.
Ketika sudah dilakukn, aku akan mempromosikanmu menjadi Direktur Jenderal.
Bukankah itu terlalu mendadak?
Ya, ini promosi yang cepat.
Aku yakin kepala manajer dan manajer lainnya akan memiliki keluhan.
Jadi kau harus memberi mereka setidaknya satu alasan kenapa kau pantas mendapatkannya.
- Apa... - Sebelum Hanyang benar-benar menghilang...
...tingkatkan penjualan Jungga Seolleongtang.
Jadikan penjualanmu lebih tinggi daripada restoran Jungga Seolleongtang lainnya.
Itulah satu-satunya cara agar aku bisa membelamu pada manajer kepala lainnya.
Kau bisa melakukannya?
- Daging babi asam manis. - Ya.
- Taruh kembali. - Hah?
- Taruh kembali! - Um...
Tapi kenapa...
- Hah? - Jangan pernah menyentuhku lagi.
Aku hanya mencoba menyingkirkan helaian rambutmu untukmu--
Mau helaiannya ada atau tidak, biar aku saja yang mengurusnya!
Mengerti?
Ya, mengerti.
Ah.
Kenapa Dan Ah seperti itu?
Memang begitu seorang wanita.
Mereka bersikap imut saat saling menggoda.
Tapi ketika mereka tahu kalau pria itu menyukai mereka, mereka akan menjatuhkannya.
Mereka cenderung seperti itu.
Mereka menyukainya, namun juga membenci mereka.
Kau ingin menahannya, nanun kau juga ingin menusuknya.
Wow.
Aigoo, mereka memang lucu.
Aku bisa simpulkan kalau ini adalah hubungan pertama mereka.
Hei.
Hei, kalau dia menang karena tidak menemui Ji Yoon tapi menemui si cewek berkelahi itu...
...bukankah itu luar biasa?
Benar.
Dia memang beruntung.
Ini seperti dia sedang menjinakkan kuda liar.
Wow, aku benar-benar ingin seperti dia.
- Oh! - Oh!
- Sudah datang, kakak ipar? - Sudah datang, kakak ipar?
Pasti cuacanya panas.
Haruskah aku membelikanmu es krim?
Kenapa kalian menyapaku seperti itu?
Memangnya matahari sedang terik?
Aku tahu kami memang belum handal...
...tapi kami pasti akan menyambutmu dengan baik mulai sekarang.
Ya, orang yang berhubungan baik dengan Kang Soo hyungnim...
...akan kami layani dengan setia!
- Dasar bodoh. - Um, kakak ipar?
Aku ingin bertanya sesuatu padamu.
Tolong jawab pertanyaan dari adik-adikmu ini.
Apa?
Apa yang kau sukai tentang Kang Soo hyungnim?
- Apa? - Kami ingin belajar sesuatu darinya.
Oh, apa karena wajahnya? Kau sangat peduli dengan penampilannya?
- Ugh. - Jangan malu-malu.
Cinta itu...
...tidak ada yang perlu dipermalukan.
Ugh, dasar gila.
Cinta adalah sesuatu yang bisa kau teriakkan pada dunia, tanpa rasa malu!
Rasanya cukup indah melihatmu mengkhawatirkan Kang Soo.
Jadi?
Biarkan kata hatimu berbicara, dan beri tahu kami.
Aku juga ingin belajar.
Lebih tepatnya, apa yang paling menarik tentang Kang Soo?
Baiklah, aku akan memberitahu kalian dengan cara baik-baik.
Mendekatlah.
Eh?
- Ow! - Ow!
Selamatkan aku! Seseorang, tolong kami!
Kenapa aku langsung dihajar olehnya?
- Telepon 119! - Ow!
Ow!
Kupikir dia akan memukulku di tempat terbuka.
Apa?
Makanlah dengan tenang! Kenapa berisik sekali kau seruput miemu?
Kau malah membuatku tidak berselera.
Hei, apa yang kulakukan?
Makanlah dengan tenang.
Benar, Dan Ah pasti sedang bete.
Um, bukan itu. Aku--
Diam saja.
Kubilang, jangan ribut!
Aku hanya mau seruput mieku.
Berhentilah makan kalau begitu.
Hei, aku akan memberimu uang. Makanlah di luar.
Apa?
Keringkan sendoknya dan masukkan ke dalam keranjang...
...dan isilah serbet di setiap meja.
Dan di situ ada banyak debu, jadi pastikan untuk membersihkannya di setiap sudut.
Mengerti? Besok pagi akan kuperiksa.
Kenapa kau tidak menjawabku?
Baiklah, aku akan semalaman mengerjakannya.
Benar, aku hanya mau ganti baju dan bersih-bersih.
Ahh! Ahh! Whoa!
Augh!
Hei, kau kenapa?
Tidak lihat? Aku sedang menunggumu.
Ada orang di lantai bawah.
Jadi bagaimana kau bisa masuk?
- Lewat jendela. - Apa?
Hei, dasar! Itu berbahaya--
Lihat, kau malah pura-pura mengkhawatirkanku.
Apa maksudmu, pura-pura? Kenapa kau kasar begitu?
Kau harusnya mempedulikanku...
...tapi kau malah tidak datang menemuiku selama 36 jam setelah kau dibebaskan?
Ah, itu...
Kau tahu berapa lama aku menunggumu kemarin?
Aku memakai baju yang modis dan tampil cantik...
...dan menunggumu sepanjang malam!
Dan aku duduk yang tegak, karena aku tidak ingin punggungku retak!
Hei, maafkan aku.
Terserah saja.
Hubungan kita sudah berakhir.
Terima kasih untuk semua kenangan indah kita.
Aku harap usahamu sukses.
Berhati-hatilah dengan air di musim panas, dan api di musim dingin.
Dan jaga tubuhmu saat berjalan di malam hari!
Aku pergi dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.