لومړۍ 171 کرښې.
Jika kita memang harus melakukannya,
orang itu haruslah yang pandai mengumpulkan petunjuk,
mampu berpikir dengan cepat,
sekaligus,
bekerja sebagai informan kita.
Sebenarnya,
aku adalah seorang wanita.
Kamu...
Bubuk Yin Gu?
Kau mendapatkan raja gu yang kau inginkan,
dan aku,
akan menyingkirkan bahaya yang besar itu.
The Fish In My Embrace ♥Xu Kai Cheng♥
I'm a Pet at Dali Temple
~ Episode 18 ~
Nona Ru,
jangan keras kepala.
Aku tidak ingin menyakitimu.
Aku ingin memberikan hiasan rambut ini padamu.
Tapi tidak bisa menemukan waktu yang tepat.
Aku berpikir,
bahwa selama aku menunggu,
maka akan ada waktunya dimana Nona Ru mengerti perasaanku.
Tapi sekarang tampaknya,
jarak di antara aku dan Nona Ru malah semakin menjauh.
Kamu telah memilih Qing Mo Yan,
dan aku hanya bisa memilih untuk melindungi ibuku.
Aku,
bersama kalian semua,
mari kita minum.
Terima kasih, Kaisar.
Malam ini, semuanya harus makan banyak,
dan minum banyak.
Lian Er,
cepat pergi isi gelas Kepala Kuil Dali.
Baik, Yang Mulia.
Terima kasih, Yang Mulia.
Kenapa Ru Xiao Lan tidak ada di sana?
Maafkan aku.
Yang Mulia, tadi aku...
Apa saja kerjaanmu?
Xiao Er,
apa ada masalah?
Kaisar,
aku tidak bisa minum anggur terlalu banyak.
Badan berasa tidak enak.
Aku harap Kaisar memaafkanku.
Aku ingin kembali untuk beristirahat.
Kau memang seseorang yang tidak bisa minum.
Bagaimana, kalau kau cepat kembali dan beristirahat.
Yang Mulia Kaisar,
baru-baru ini aku menerima kasus yang tak biasa dan janggal.
Aku tidak bisa memecahkannya seberapa keras pun aku memikirkannya.
Sungguh jarang Kepala Kuil Dali kita memiliki kasus yang tidak bisa dia selesaikan.
Baik.
Katakan padaku.
Kasus apa yang tak biasa dan janggal ini?
Ini kasus yang berhubungan dengan kuburan terlantar di pinggiran kota,
yang di bongkar oleh seseorang.
Lepaskan aku.
Lord Qing.
Lord Qing.
Mungkinkah,
itu adalah pencuri kuburan?
Tadinya aku juga berpikir begitu.
Tapi pencuri kuburan,
biasanya akan mencuri kuburan keluarga bangsawan kaya.
Tapi kuburan yang di bongkar ini,
adalah kuburan dari seseorang yang tak memiliki nama.
Kalau begitu, siapa pemilik kuburan yang terlantar ini?
Dan juga, apa tujuan dari orang yang membongkar kuburan ini?
Siapa kau?
Kenapa bisa dengan bebas masuk ke sini.
Pelayan muda,
seseorang yang dengan bebas masuk ke sini itu kamu.
Kamu bahkan berani membebaskan tahanan Permaisuri.
Menganiaya dan membunuh,
apa kau tidak takut dengan hukuman Kaisar?
Sungguh baik seorang gadis dengan mulut cerdas sepertimu.
Sayang sekali, kamu telah disogok oleh Kepala Kuil Dali.
Jika tidak, kamu tidak akan mati di tanganku hari ini.
Xiao Wan.
Kebakaran!
Sungguh tidak nyaman bekerja di bawah perintah Permaisuri.
Jangan melibatkan Putra Mahkota.
Aku akan mengurus Lord Qing.
Pelayan muda ini tidak boleh dibiarkan hidup,
untuk menghindari adanya masalah.
Berhenti.
Permaisuri memerintahkan agar aku mengurus pelayan ini.
Ayo.
Kebakaran!
- Di sini. - Cepat ambil air!
- Padamkan apinya! - Cepat!
- Di sini! - Cepat!
Sini. Ayo.
- Ini air. - Di sini.
- Sebelah sini. - Di sini terbakar.
Berhenti!
Lepaskan dia!
Kamu tidak apa-apa?
Tuan.
Dimana Lord Qing?
Dia diselamatkan oleh Yin Shang.
Tampaknya ayahku aman untuk saat ini.
Xuan Yu, ikuti Putra Mahkota.
Kemajuan apa pun, secepatnya beritahu aku.
Baik.
Yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan Zhang Hen. Ayo.
Aku tidak butuh seseorang yang tidak berguna sepertimu bekerja untukku.
Bahkan hal sekecil ini pun kamu tidak bisa mengurusnya.
Sepertinya harus aku sendiri yang menangani semuanya.
Yang Mulia, jangan marah.
Apa yang harus kau tangani, Ibu?
Ruang rahasia itu terbakar sampai menjadi abu.
Tak ada satu pun jejak Lord Qing di sana.
Apa lagi yang kamu tahu?
Alasan kenapa aku terkena racun.
Apa Nyonya Du yang memberitahumu?
Ibu,
tolong beri tahu aku dengan jelas.
Alasan kamu terkena racun,
adalah karena Ibu.
Tapi kamu harus mengurus semuanya dengan sebaik mungkin.
Jika ini terbongkar,
kamu pasti akan ikut terlibat.
Jangan biarkan pikiranmu sekarang menghancurkan segalanya.
Jangan menangis, Ayah di sini.
Wan Er, jangan menangis.
Kenapa, Wan Er.
Coba Ayah lihat.
Pelan-pelan.
Ada apa, Wan Er.
Apa ini?
Sepertinya tanda kelopak bunga plum.
Jangan menangis, Wan Er.
Kau.
Apa yang kau lakukan pada Lord Qing? Bebaskan dia sekarang!
Wan Er.
Kamu lupa pada Ayahmu?
Wan Er,
aku tidak pernah menyangka akan berjumpa denganmu di kehidupan ini.
Ayah?
Wan Er.
Ayo cepat.
Qing Du.
Kau dan Qing Xiao melanggar aturan.
Rasakan akibatnya!
Wan Er.
Hari itu,
setelah aku siuman,
kamu sudah tidak ada.
Bertahun-tahun aku terus mencarimu.
Aku tidak pernah menyangka,
hari ini kita akan bertemu lagi.
Sekalipun aku mati, aku puas.
Karena itukah,
setelah kita berdua terpisah,
Ayah bergabung dengan Permaisuri,
mempertaruhkan hidupmu untuknya?
Tentu saja tidak seperti itu.
Tapi karena dia,
aku bisa terus hidup sampai sekarang.
Tapi sekarang,
kita berkumpul lagi.
Aku tidak memiliki penyesalan lagi.
Wan Er,
aku tidak sengaja melukaimu,
apa kamu menyalahkanku?
Aku sangat merindukanmu,
bagaimana aku bisa menyalahkanmu?
No comments yet. Be the first to leave one.